
Isabella sudah berada di ruang kesehatan bersama seorang perawat yang mengganti seragamnya. Tak berapa lama pun ia membuka mata dengan perlahan.
"Anda pingsan..." Kata sang perawat.
"Saya ada di mana?" Tanya Isabella.
"Anda ada di ruang kesehatan VIP." Kata sang perawat.
"VIP?" Isabella pun bangun dan mengedarkan pandangannya ke semua ruangan.
Memang ruangan yang berkelas dan mewah.
"Ruangan VIP hanya di gunakan oleh siswa-siswa yang memiliki akses sendiri." Kata sang perawat memberikan penjelasan karena melihat Isabella kebingungan.
"Apa Zack yang mengantar saya tadi?"
"Mmm... Saya tidak terlalu hafal, tapi dia memiliki perawakan tinggi, lalu yang pasti tampan dan juga seperti bangsawan, lalu..." Sang perawat pun berdecak kagum ketika mengingat-ingat kembali wajah orang itu .
"Sayang usia ku sudah tidak lagi muda..." Kata sang perawat lagi menyesal.
"Ini obat yang harus di minum, saya rasa seragam baru ini lebih cocok untuk anda nona, lebih bersih, dan maaf mengenai seragam lusuh anda sudah saya buang ke tempat sampah."
"Tapi saya dari jalur beasiswa, seharusnya seragam saya memiliki logo sendiri."
"Saya tidak tahu tentang itu, karena yang mengantar anda kemari memberikan seragam ini untuk di pakaikan pada anda.." Kata sang perawat melengkungkan bibirnya sembari mengangkat kedua bahu dan pergi kembali ke mejanya.
Isabella turun perlahan dari ranjang dan dengan berjalan pelan ia pun keluar dari ruang kesehatan VIP.
Di dalam perjalan menuju kelas, Isabella bertemu dengan Zack. Sedangkan Zack yang kalap pun berlari mendekat pada Isabella.
"Astaga, aku mencarimu kemana-mana Isabella... Aku bahkan berlari mengitari seluruh gedung!" Zack menarik tubuh lemah Isabella ke dalam pelukannya.
Zack benar-benar cemas dan frustasi ketika ia tidak menemukan Isabella dimanapun. Zack kemudian melepaskan pelukannya.
Isabella masih bingung campur terkejut, ia kembali teringat lalu tangan kekar milik siapa yang mengangkatnya, lalu ia merangkul siapa.
"Untunglah kau tidak apa-apa." Zack menangkupkan telapak tangannya di wajah Isabella.
"Tapi.... Seragam ini..." Zack melihat Isabella dari atas sampai bawah.
"A... Aku tahu, aku tidak pantas memakai seragam ini, seharusnya ada logo beasiswa, tapi..."
"Persetan dengan itu, kau jauh lebih cantik memakai seragam baru ini." Kata Zack memuji dan mengelus kepala Isabella.
"Siapa yang memberikanmu seragam baru?" Tanya Zack sembari berjalan perlahan bersama Isabella menuju kelas.
"Entahlah, aku... Tidak tahu... Mungkin saja guru baru." Kata Isabella asal dan masih kebingungan dengan semua situasinya.
Setelah sampai di depan kelas, Isabella menghentikan kakinya, ia enggan untuk masuk dan bahkan takut, ia kemudian berbalik namun Zack menggapai pergelangan tangan Isabella.
"Aku akan menjagamu, percayalah padaku."
Isabella pun menurut, mereka kemudian masuk bersamaan, saat itu kelas cukup riuh dan seketika hening melihat Isabella masuk ke dalam kelas.
__ADS_1
Semuanya hanya melihat dan memandang Isabella dengan merendahkan, pandangan menohok dan pandangan penuh kebencian.
Mereka semua berbisik-bisik.
"Berani nya dia memakai seragam tanpa logo beasiswa, dasar tidak tahu malu!" Geram seorang siswi.
"Dia yang melakukannya kenapa aku yang merasa malu, ya tuhan..."
"Dia pikir dia siapa bisa memakai seragam itu..."
Isabella kemudian duduk di kursinya, dan melihat papan tulis.
ISABELLA IS A WHORE!!!
( Isabella adalah pelacurr )
YOU'RE SUCH A FUCKING!!!
( Kau benar-benar pelacurr )
Isabella pun maju dan menghapus tulisan-tulisan itu, membuat semua siswa pun tertawa. Zack melenguhkan nafasnya kesal ia geram dan melihat pada Gery yang duduk bersandar sembari menyedekapkan tangan kemudian Gery menyeringaikan senyumannya.
Zack berdiri dan meraih kerah baju Gery dengan kasar, kemudian memukul wajah Gery dan tepat di hidung, membuat hidung Gery pun berdarah.
"F*ck!" Umpat Gery menutup hidungnya yang berdarah dengan tangannya dan mendongak.
Isabella berlari ke arah Zack.
"Sudah... Sudah Zack... Aku mohon, tindakanmu akan mempengaruhi poin akselerasimu." Isabella memeluk Zack dari belakang mencoba menenangkan Zack. Isabella memeluk erat Zack, menempelkan kepalanya pada punggung Zack, berharap ia bisa meredam kemarahan Zack.
Para siswa pun ketakutan dan tidak menyangka Zack akan melindungi Isabella dan justru tidak terpengaruh dengan berita dan foto itu.
"Gery, aku mengawasimu! Kau pikir aku tidak tahu dari mana asal foto-foto itu!" Ancam dan geram Zack pada Gery.
"Semuanya duduk!" Kata Mr.Jacob yang masuk dengan tiba-tiba ke dalam ruang kelas.
Semua siswa pun duduk dan memperhatikan Mr.Jacob bersama seorang siswa asing.
"Perkenalkan siswa pindahan, dia adalah Harry Benyamin. Baik-baiklah kalian menyambutnya."
Para siswi pun terpesona dengan ketampanan Harry. Mereka semua saling menggoda dan menarik perhatian Harry. Alih-alih Harry membalas, ia justru menatap Isabella secara intens.
"****! Tambah satu lagi pengganggu!" Gerutu Gery masih memegangi hidungnya.
"Coba kita lihat kau akan duduk dimana?" Tanya Mr.Jacob mengedarkan matanya untuk mencarikan Harry tempat duduk.
"Mata ku sedikit minus, bisa saya duduk di situ." Kata Harry berbohong dan menunjuk kursi tepat di depan Isabella.
"Cecilia, bisa kau bertukar tempat duduk?" Perintah Mr.Jacob.
Cecilia mendesah dan pasrah, ia pun pindah ke bagian belakang.
Harry tersenyum menyeringaikan ujung bibirnya dan duduk di depan Isabella, ia melihat Isabella dan kemudian duduk dengan santai.
__ADS_1
Zack melihat itu semua, ia mengawasi dengan mata elangnya.
"Untuk siswa-siswi yang mendalami bisnis silahkan seperti biasa kalian bisa ke ruangan yang lain." Kata Mr.Jacob mengingatkan.
Sezi, Fay, Billy, serta Gery pun berdiri, diikuti oleh Zhang Chen.
Mr.Jacob melihat pada Zack, biasanya Zack adalah yang paling pertama berdiri untuk rotasi kelas.
"Zack, kau tidak pergi?" Tanya Mr.Jacob.
Zack pun melenguhkan nafasnya, sikap diam dan angkuhnya mulai terlihat lagi, ia berdiri dan beradu pandang dengan Isabella lalu melangkah lagi dan beradu pandang dengan Harry Benyamin, kemudian Zack benar-benar pergi meninggalkan kelas akselerasi menuju kelas khusus untuk memperdalam bisnis.
"Siapkan buku kalian dan kerjakan soal dari bab1 sampai bab2, setelah selesai kumpulkan ke ruang guru." Kata Mr.Jacob dan kemudian pergi meninggalkan kelas.
Isabella kemudian membuka bukunya dan mulai mengerjakan.
"Apa kau sudah lebih baik?" Tanya Haryy yang merubah posisi duduknya menghadap Isabella.
Isabella yang sedang menulis pun mendongakkan wajahnya dan mengernyitkan dahi.
"Aku tidak mengharapkan ucapan terimakasih, tapi setidaknya kau harus ingat siapa yang sudah menolongmu... Isabella..."
Harry mengetahui nama Isabella dari name tag seragam.
"Kau yang menggendongku tadi?" Tanya Isabella.
Harry hanya tersenyum pada Isabella yang artinya ia menjawab iya dengan senyumannya.
"Oh... Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf, aku pingsan dan aku tidak tahu siapa yang menolongku, lagi pula saat aku bangun kau sudah tidak ada di sana." Kata Isabella merasa tidak enak.
"Lalu terimakasih untuk seragam ini, tapi aku dari jalur beasiswa, aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan dengan seragam ini."
"Lalu, apa kau akan membalas budi?" Tanya Harry tanpa basa basi.
"Apa? Maksudnya...?"
"Apa kau akan membalas budi padaku setelah aku menolongmu?"
"Ku rasa kita belum terlalu akrab, jadi aku tidak bisa mentraktirmu makan."
Harry tersenyum.
"Cukup belikan aku sebotol yogurt rasa melon, nanti saat jam makan siang." Kata Harry.
Isabell hanya diam dan mengangguk pelan, ia pun tidak mungkin menolaknya sedangkan Harry telah menolongnya dan memberikan seragam baru untuknya, yang bahkan ia sendiri tidak mampu untuk membeli seragam.
ANGGAP SAJA HARRY BENYAMIN MIRIP DENGAN ALICIA BENYAMIN. SUSAH NYARI VISUAL MEREKA .
HARRY BENJAMIN
__ADS_1
~bersambung~