Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
-EPISODE 49-


__ADS_3

Hari sudah malam, Zafran duduk di sofa menatap layar laptopnya sedang Laura melukis sesuatu dengan kanvas dan segala cat air nya.


Beberapa saat lalu, Laura sempat memprotes kesal ketika ia sedang mandi Zafran menganggunya lagi, bagi Laura suaminya seolah memiliki tenaga yang tak ada habisnya dan tidak pernah lelah.


Zafran selalu pintar membuat Laura tenggelam dalam kenikmatan. Apalagi Zafran justru semakin liar dan bersemangat ketika istrinya mengeluarkan des*han yang merdu di telinganya.


Laura sedang melukis, gerakan tangannya lembut dan gemulai, Zafran sangat menyukai tangan kecil milik istrinya, tangan dengan jenari lentik yang indah, pria itu bahkan sering menciumi tangan Laura dengan penuh sensual. Sejak remaja Laura sangat menyukai seni.


Ketika Zafran kembali menatap layar laptop, wajah pria itu berubah datar dan angkuh, tatapannya dingin saat melihat email dari Stark yang baru saja masuk.


"Sayang, bisa kah kau melakukan sesuatu untukku?"


Tanya Zafran tersenyum pada istrinya.


"Melakukan sesuatu?"


Laura mengerutkan keningnya, tak mengerti.


"Jangan kemana-mana dan tetap di dalam Mansion, aku harus mengurus sesuatu."


Kata Zafran khawatir, dan meletakkan laptopnya di atas meja.


"Apa kau tidak bisa memberitahuku apa yang sedang mengganggu pikiranmu? Kita sudah menjadi suami-istri harus kah aku hanya menjadi seperti boneka yang tidak mengerti apapun? Masalah apa yang membuat suamiku hingga mengerutkan alisnya berulang kali dengan tatapan kesal."


Laura berjalan mendekat pada Zafran, duduk di atas pahanya dan mencium mata pria itu.


"Orang tua ku akan melakukan pers konferensi."


Kata Zafran.


"Orang tuamu? Bagaimana bisa?!!"


Laura terkejut kemudian berdiri di depan Zafran.


"Aku tidak tahu, rencana apa yang akan Arnold dan Gaby lakukan, kenapa melibatkan para orang tua itu."


"Ta-tapi bukankah sudah sangat lama... Bahkan ku kira mereka sudah..."


Laura tidak berani melanjutkan.


"Mereka belum meninggal, nanti akan ku jelaskan, jika kau tidak kuat jangan membuka internet dan menonton siaran berita."


Kata Zafran berpamitan pada istrinya dan mencium bibir Laura.


"Kenapa Gaby masih saja mengganggu ketenangan kami, dan Arnold... Ku pikir dia pria yang baik."


Kata Laura lirih.


Zafran bersiap akan menemui seseorang, Stark sudah mengemudikan mobilnya dengan cukup cepat, kali ini mereka pergi tanpa pengawalan.


Mobil memecah angin yang berhembus di jalan tol yang lengang. Sikap Zafran tak terbaca, dingin dan tanpa menunjukkan ekspresi apapun. Setelah mereka sampai di hotel, Stark mengetuk pintu, tidak ada pengawal satu pun di hotel tersebut.


Seseorang datang membuka pintu, wanita paruh baya itu kemudian melihat dan mendongakkan kepalanya ke arah Zafran yang memiliki tubuh tinggi tegap, wanita paruh baya itu kemudian menelan ludah nya.


"Si-siapa.."


Tanya wanita itu.

__ADS_1


"Kau bersikeras akan melakukan pers konferensi, mengaku sebagai orang tua Tuan Zafran tapi tidak mengenali wajah anakmu sendiri."


Kata Stark.


"Astaga... Di-dia benar anakku...?"


"Siapa yang mengetuk pintu Martinez.."


Tanya Antony dan terkejut melihat pria bertubuh besar dan tinggi, di belakangnya seorang pria dengan pakaian rapi dan mantel besar berwarna hitam.


"Boleh kami masuk."


Tanya Stark.


"Si-silahkan.."


Kemudian Stark mempersilahkan Zafran masuk ke dalam hotel dan menutup pintu. Kedua orang tua itu hanya berdiri dan tertunduk, masing-masing dari mereka meremas tangan mereka sendiri.


"Aku tidak tahu siapa yang menyuruh kalian, tapi aku tidak pernah menyangka kita akan bertemu dengan seperti ini."


Kata Zafran memulai lebih dulu, dan berpura-pura tidak mengetahui.


"Berhenti lah sebelum kalian menyesal..."


Sahut Zafran lagi masih berdiri dengan angkuh.


"Maa-maafkan kami nak..."


Kata Antony.


Zafran melirik tajam dan kemudian memandangi Antony dengan tatapan membunuh, seolah ia ingin mengatakan punya hak apa pria tua itu memanggilnya dengan sebutan "Nak" bahkan ia tidak pernah tahu bagaimana perjuangan nya untuk bertahan hidup.


Kata Stark.


"Kami tidak menginginkan uang sepeser pun tuan, kami hanya ingin bersama lagi dengan anak kami."


Kata Martinez


"BRAKKK!!"


Zafran yang berdiri melihat ke arah luar melalui jendela tiba-tiba menendang meja yang ada di dekatnya.


"Aku tidak tahu siapa yang kalian sebut anak, dan kalian benar-benar tidak berubah, masih begitu serakah."


Kata Zafran.


"Tuan dan Nyonya, perlu kalian ketahui, sangat mudah bagi kami melacak kalian seperti hari ini kami menemukan kalian, jika tuan Zafran mau, sudah dari dulu Tuan Zafran menyelamatkan kalian dari jalanan. Jadi, kenapa Tuan Zafran sampai sekarang tidak melakukan itu semua, kalian pasti tahu jawabannya."


Kata Stark.


"Kami tidak akan melakukan cek DNA atau semacamnya, kami percaya anda adalah orang tua kandung Tuan Zafran, tapi yang perlu kalian ingat adalah sejak usia 5 tahun, tuan Zafran sudah tidak memiliki 1 orang pun keluarga."


Stark menekankan kalimatnya.


"Tuan, izinkan kami untuk tinggal di rumah Tuan Zafran, meski sebagai pelayan kami akan terima."


Kata Martinez membujuk.

__ADS_1


"Setelah kepergian kami semoga kalian bisa memutuskan yang terbaik."


Kata Stark, kemudian Zafran hendak keluar dari hotel tersebut diikuti oleh Stark namun langkahnya terhenti.


"Berhentilah..."


Peringatan Zafran jelas dengan tatapan dingin, kemudian pergi meninggalkan Martinez serta Antony yang diam-diam merasa kesal.


Setelah kepergian Zafran, para orang tua itu kesal dan saling memaki.


"Memangnya siapa dia berani memaki kita, jika aku tidak melahirkannya dia tidak akan bisa seperti ini, aku benar-benar membencinya, dia hanyalah seorang bayi yang menyusahkan, perutnya selalu lapar dan dia selalu menangis, sangat berisik, hanya beban!!!"


Martinez marah dan membelalakkan mata nya serta dengan mulut yang komat kamit.


"Ya, dia sangat tidak tahu diri, dia seharusnya berterima kasih pada kita, karena kitalah dia bisa menjadi orang sukses seperti sekarang, coba kalau dia masih bersama kita, mungkin sekarang sudah menjadi berandalan!!!"


Bentak Antony.


"Hubungi tuan Arnold, hanya dia yang akan membantu kita."


Imbuh Antony lagi.


"Aku juga sangat kesal, aku akan menghubungi tuan Arnold agar mempercepat jadwal kita melakukan pers konferens."


Kata Martinez menekan tombol telefon yang di sediakan pihak hotel.


"Ya, aku sudah muak hidup di jalanan, mengemis dan berebut makanan sampah dengan para anjing liar!!!"


Antony menegak alkoholnya yang memakai wadah besi.


Setelah Martinez menghubungi Arnold selang jam kemudian beberapa pengawal datang dan menjemput mereka untuk bertemu kembali dengan Arnold di kediaman pria itu.


Tak butuh waktu lama dan mereka sudah sampai di Mansion yang mewah, Mansion itu kental dengan warna hitam dan merah, halaman Mansion cukup gelap karena hanya di pasang lampu remang-remang.


Mereka ada di ruang tamu yang besar, dengan tirai besar berwarna merah menjuntai panjang dan lebar. Arnold datang bersama Gaby berada di sampingnya.


"Kalian tidak sabaran sekali..."


Kata Arnold tersenyum. Pria itu berjalan dengan memeluk pinggul Gaby.


"Mereka mencium bau uang, yang akan mereka dapatkan lebih banyak..."


Sahut Gaby.


"Kami ingin meruntuhkan semua sifat sombong Zafran, meski dia anak kami tapi sejak ia lahir kami benar-benar membencinya, dan hari ini dia datang hanya untuk mempermalukan kami dan ingin membuang kami ke jalanan lagi..."


Geram Martinez.


"Tolonglah kami tuan, kami akan menuruti semua perintah anda..."


Kata Antony memohon di kaki Arnold.


Arnold mundur merasa jijik, kemudian ia duduk di atas sofa besar sedangkan Gaby berada di sampingnya, gaunnya membelah dan memperlihatkan paha kecilnya yang mulus, Antony tidak dapat menahan matanya untuk melihat, kemudian menelan kasar air ludahnya.


.


.

__ADS_1


.


~bersambung~


__ADS_2