
~Beberapa tahun kemudian...
Pesta ulang tahun Zack yang berumur 2 tahun sudah di persiapkan, hanya orang-orang terdekat yang di undang.
Terlihat Philip pun sudah datang bersama Jane, kemudian tak berapa lama Edward pun datang.
Zack berada di gendongan Dax, sedangkan Zafran dan Laura beramah tamah dengan para tamu.
Tak ada pesta meriah, hanya relasi dan para rekan bisnis terdekat yang mereka undang, pesta ulang tahun itu di selenggarakan di Mansion.
"Sayang Kate tidak datang?"
Tanya Zafran pada istrinya.
"Oh Kate akan tinggal di Barcelona, Ibunya sudah menceraikan Paul dan mereka akan memulai kehidupan yang baru, baru saja Kate memberi kabar mereka sudah ada di bandara dan akan segera terbang."
Kata Laura.
Edward yang meminum coktailnya tiba-tiba saja duduk nya terasa tidak nyaman.
"Menurutku Kate adalah wanita yang baik, jangan sia-sia kan Edward."
Kata Zafran menepuk bahu Edward.
Laura serta Zafran tahu kisah mereka ketika Kate datang dengan menangis dan menceritakan semuanya. Baru kali ini Kate menangis karena seorang pria yang berhubungan satu malam.
Kate bukan lah wanita yang gampang menaruh hatinya, banyak pria yang ada di hidupnya, namun kali ini Edward lah yang membuatnya menangis.
Cukup lama Kate menceritakan pada Laura dengan amarah dan kedongkolan serta ia merasa sebagai wanita yang bodoh kenapa harus mencintai seorang Edward yang jelas-jelas pria itu tidak pernah memiliki hubungan serius dengan wanita manapun.
Zafran yang seolah sibuk mengerjakan sesuatu pada Laptopnya diam-diam mencuri dengar, dan sedikit menertawakan Edward dalam hatinya.
"Aku tahu betul sifat Edward."
Kata Zafran dalam hatinya.
Sekarang melihat Edward gelisah karena Kate akan pergi, Zafran pun memberikan petuah nya seolah ia berperan sebagai peri cinta.Zafran tahu sifat Edward karena ia adalah sahabatnya.
"Pergilah kejar Kate, kau akan menyesal jika kehilangan dia, kau tidak tahu kan, betapa banyak pria yang ingin menjadikannya istri, siapa tahu ada pria Barcelona yang kaya raya dan ingin meminangnya, saat itulah yang tersisa dalam dirimu hanya penyesalan."
Kata Zafran pada Edward dengan berbisik.
Edward bimbang, namun dengan cepat pria itu pergi dan masuk ke dalam mobil nya bergegas menuju bandara, pria itu menekan gas lebih dalam agar mobil nya bisa melaju dengan cepat.
Sampailah Edward di bandara, pria itu kalap mencari Kate, dimana wanita itu berada.
Pandangannya menyapu seluruh area bandara, pria itu berlari kesana dan kesini kemudian melihat Kate yang sedang bersama ibunya akan memasuki lorong menuju ruang tunggu.
"KATE MISHELLA BERHENTI DI SANA!!!"
Teriak Edward membuat semua orang melihatnya.
Kate yang berjalan dengan ibunya tiba-tiba kakinya berhenti mendengar suara teriakan yang tak asing di telinganya.
Kate belum berbalik masih pada posisinya, Edward berlari dan kini berada tepat di belakang Kate.
Leila sang ibu memandangi pria tampan yang memanggil Kate, dan Edward memberikan salamnya pada Leila.
"Kate, jangan pergi... Aku tahu aku bodoh, aku akui aku sangat pengecut. Aku tidak mau kau pergi."
Kate kemudian berbalik, melihat pada Edward. Memandangi wajah pria tampan yang ada di hadapannya.
"Apa maksud mu Edward?"
Tanya Kate.
"Aku... Aku mencintaimu, ku mohon jangan pergi, jika kau tetap pergi, ayo kita pergi bersama."
Kata Edward, dengan dada yang kembang kempis.
"Oke... Lalu?"
__ADS_1
Tanya Kate lagi.
"Aku sangat mencintaimu, lalu apa lagi, kau tanya apa lagi? Aku sudah mengakui perasaanku, apa aku perlu berteriak?"
Tanya Edward.
"Siapa yang memberitahumu aku akan ke Barcelona."
Tanya Kate.
"Zafran dan Laura."
Kate tertawa hingga ia menitikkan air mata di sudut matanya.
"Sebenarnya yang akan ke Barcelona adalah ibuku, dia harus pergi ke sana karena kakek dan nenekku menyuruhnya pulang."
Kata Kate.
Seketika Edward sangat malu, dan sangat ingin memukul wajah Zafran dengan semua kekuatannya, ia akan benar-benar mengajak Zafran berkelahi.
"Aku suka kau mengakui perasaanmu."
Kata Kate tersenyum.
"Apa kau menyesal mengakuinya?"
"Ayo kita menikah."
Kata Edward.
Seperkian detik ajakan menikah Edward membuatnya terperangaj dan tak percaya, namun kemudian wanita itu tersenyum dan mengangguk pertanda bahwa ia menyetujuinya.
Kemudian Edward menarik tubuh Kate dan menciumnya, Leila tersenyum dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia bersyukur dan bahagia melihat Kate juga bahagia.
"Aku akan mengajak Zafran berkelahi."
Kata Edward lirih.
Kate memukul kecil dada Edward.
Tak berapa lama pesawat yang di tumpangi Leila akan segera terbang, Kate melambaikan tangannya pada ibunya. Sedang Edward masih berada di samping Kate.
"Aku merindukan apartemenmu."
Bisik Edward pada Kate.
"Dan aku juga merindukanmu."
Kate tertawa kecil, mereka saling memeluk dan berjalan menuju mobil.
"Terakhir kali kau membuat kaki ku gemetar."
Kata Kate.
"Kali ini aku akan membuatmu tidak bisa berjalan."
Kata Edward tertawa dan mencium kepala Kate.
"Aku harus menemui Zack lebih dulu, aku sudah menyiapkan hadiah untuk dia."
Kata Kate.
"Baiklah kita akan kesana, meskipun aku tahu Zafran akan memperolokku."
"Kau tahu, betapa malu nya aku di bodohi oleh mereka."
"Tapi aku justru bersyukur, karena mereka kau mengatakan perasaanmu yang sebenarnya."
Akhirnya Kate serta Edward pergi ke acara Zack lebih dulu, memakai mobil Edward. Pria itu menghubungi seseorang untuk membawa pulang mobil milik Kate.
Sesampainya di Mansion acara sudah di mulai, Zack sudah meniup lilinya dan memberikan potongan-potongan roti pada ayah dan ibunya, kemudian pada pamannya Dax dan pada Kate.
__ADS_1
Dax yang belum pernah bertemu dengan Kate melihat Kate dengan sedikit menelisik, namun dengan cepat Edward menarik tangan Kate untuk mendekat padanya.
Melihat itu Dax tertawa.
"Tenanglah, aku tidak akan memakan calon istrimu, aku hanya ingin bertanya apaka dia adalah Kate Mishella pemeran istri yang di selingkuhi oleh presdir, karena film itu sangat bagus."
Dax tertawa.
"Kau menontonya?"
Tanya Kate tak percaya bahwa Dax menyukai film seperti itu.
"Aku menontonnya sampai selesai, ku rasa kau memerankan nya dengan sangat totalitas dan aku menyukainya, kabarnya di Amerika film itu sangat di gemari."
Dax tertawa lagi.
"Terimakasih atas pujian mu Dax, tapi Edward justru berkata sebaliknya, peran itu sangat tidak cocok untukku, bahkan dia berkelahi dengan Leo."
Kata Kate menceritakannya dengan tertawa.
"Heyy jangan ceritakan itu sayang, aku akan benar-benar menghukum mu nanti malam."
Kata Edward.
"Wooww...!!! Menghukum dengan apa Edward."
Kata Zafran sembari tertawa pula.
Zack kemudian datang dan memukul Edward menggunakan balon yang panjang.
"Jangan ganggu Kate ku. Dia adalah pacalku."
Kata Zack dengan suara yang khas.
"Aku akan menikah dengan Kate..."
Kata Zack lagi sembari memeluk Kate.
Semua orang tertawa melihat kelucuan Zack yang berperan seolah-olah menjadi pacar Kate, melindungi Kate dari Edward yang akan menghukum Kate.
Kemudian Zack berlari mengambil pistol mainannya, kado yang ia dapat dari pamannya, Dax.
"Dooolll.. Doll... Doll..."
Teriak Zack menembaki Edward.
"Aaaa... Aaaa.... Tolong aku tertembak."
Teriak Edward.
"Ha .. Ha ... Ha.. "
Zack tertawa dan berlari ke arah Edward yang sedang duduk di lantai.
Zack memeluk Edward dan menciumnya.
"Jaga Kate paman jangan sakiti Kate."
Zack berbicara dengan celat.
"Aku berjanji, kau benar-benar anak yang jenius, aku percaya kelak kau akan melebihi kejeniusan ayahmu."
Kata Edward memeluk Zack.
Semua orang tertawa penuh kebahagiaan.
.
.
.
__ADS_1
~Tamat~