
"Halo semuanya maaf hari ini author hanya bisa update satu episode, karena harus kejar tayang Update di 2 platform, mengharuskan begadang setiap malam. Apalagi author juga sedang me-review setiap episode Terjerat Cinta Pria Miliarder, Jadi beberapa episode author kasih foto atau visual seperti saat Laura reuni, atau saat episode ulang tahun Philip, selanjutnya masih bertahap ya... Kalau mau kepoin cus ke beberapa episode sebelum ini, terima kasih semuanya, sehat-sehat untuk kalian semua~
"Jangan lupa tinggalin jejak untuk Author ya, agar Author makin semangat. Like, Komen, Dan Vote kalian sangat berarti bagi Author ❤🙏 terimakasih~
***
Leizya tertawa melihat Zafran menjadi pria yang berubah penuh dengan kepasrahan melayani Laura, namun Leizya juga bersyukur Zafran yang sekarang memiliki perasaan yang hangat dan tidak lagi murung.
"Bagaimana kakimu Laura, apa masih merasa pegal?"
Tanya Leizya.
"Aku tidak bisa memberimu obat selain vitamin karena pegal-pegal di kaki mu adalah efek dari kehamilan."
"Hanya sedikit."
Kata Laura sembari tersenyum.
"Aku selalu memijit kakinya, hampir setiap malam hingga pagi, jika aku berhenti istriku akan marah."
Zafran tersenyum pada Laura dengan penuh kesabaran.
"Maafkan aku, apakah aku sudah merepotkanmu... Aku tidak akan memintamu yang macam-macam lagi "
Laura bangun dari ranjangnya kemudian keluar dari ruangan dengan perlahan, ia duduk di luar, tepat di samping Stark yang masih berdiri.
Leizya melihat Laura keluar dengan mimik yang murung.
"Kau harus lebih sabar lagi Zafran. Hormon wanita hamil sangat tidak stabil dan mudah sedih serta depresi, Laura harus beradaptasi dengan sesuatu yang serba baru, apalagi tidak ada orang tua atau seorang ibu yang bisa memberinya penjelasan tentang kehamilannya."
"Aku tahu, aku hanya bercanda, biasanya dia akan membalas ku dengan beberapa kata atau kalimatnya, hal seperti itu wajar di antara kami."
Kata Zafran.
"Wanita hamil selalu berubah-ubah moodnya, semua terjadi dengan cepat, jaga perasaanya buat istrimu sebahagia mungkin jangan sampai ia merasa tertekan dengan kehamilannya."
Kata Dokter Leizya.
"Baiklah."
"Hubungi aku kapan saja."
Kata Leizya mengingatkan.
"Hm."
Zafran pergi keluar dan menemui istrinya yang masih duduk termenung memainkan kakinya.
"Apa kau mau makan sesuatu?"
Tanya Zafran yang berjongkok di depan istrinya.
"Tidak, ayo kita pulang."
Laura berdiri dan pergi meninggalkan Zafran.
"Sayang, tunggu aku, kita jalan bersama."
Zafran menyusul dengan langkah cepat dan menggandeng tangan Laura.
Dalam perjalanan hingga sampai di Mansion Laura hanya diam, membuat Zafran frustasi. Mobil memasuki area parkir tepat di depan halaman Mansion.
Laura turun dari mobil dan bergegas masuk, namun Zafran menahan lengannya.
"Sayang, apa kau sedang marah?"
__ADS_1
Tanya Zafran sangat berhati-hati.
"Tidak."
Laura menarik tangannya dengan kasar dan berjalan lagi namun Zafran masih kembali menahan istrinya.
"Sayang, katakan sesuatu, kau pasti marah. Sikapmu dingin."
Laura melenguh dan kembali ingin melepaskan tangannya namun Zafran menahannya.
"Lepaskan Zafran aku lelah, lagi pula kau akan kesusahan jika aku membuka mulutku."
Jawab Laura.
"Apa maksudmu sayang?"
"Kau tersiksa dengan segala permintaan-permintaanku bukan?"
Laura menatap Zafran dengan tatapan penuh penyesalan yang bercampur dengan air mata yang sudah menggembung.
"Aku tidak seperti itu..."
"Sudahlah."
Kata Laura lalu pergi meninggalkan Zafran dan masuk ke dalam kamarnya.
Zafran melenguhkan nafasnya, dan menyusul Laura masuk ke dalam kamar. Pria itu mencari Laura, matanya menyapu seluruh ruangan kamar kemudian masuk ke dalam Walk in-closet ( ruang an khusus pakaian, sepatu dan segala macamnya ) terlihat Laura sedang mengganti pakaiannya. Zafran memeluk tubuh Laura dari belakang dimana istrinya kini hanya menggunakan pakaian dalam, perutnya sudah mulai membuncit.
"Maafkan aku sayang, jika aku sudah menyakiti perasaanmu."
Zafran mencium tengkuk leher istrinya.
"Kau mengolok-olokku di depan dokter Leizya."
Tiba-tiba air mata yang menggembung leleh membasahi pipinya.
"Kau bohong, kau kesal padaku karena aku meminta sesuatu yang menyusahkanmu!!!"
Laura berteriak.
"Sayang, aku minta maaf, bahkan jika kau menginginkan sesuatu yang mustahil akan ku buat itu semua menjadi hal yang bisa ku persembahkan untukmu dan anak kita, percayalah aku sangat mencintaimu, apalagi sekarang ada bayi yang akan melengkapi Mansion dengan tawa riuh anak kita."
Zafran memeluk mesra istrinya, masih menciumi tengkuk istrinya dengan lembut.
"Kau janji tidak akan mengolok-olokku lagi di depan orang lain?"
"Aku sangat janji, aku akan menutup mulut dan tidak akan berbicara apapun."
"Kau akan diam? Kau marah karena aku menyuruhmu diam dan kau akan diam terus!!!"
"Bukan begitu sayang, aku akan diam tentang semua hal dan permintaan-permintaan mu yang akan membuat hidupku sangat luar biasa, aku melakukannya demi dirimu dan anak kita. Apa kau sudah tenang?"
Kata Zafran.
"Hmm.. Aku percaya."
"Apa kau sudah tidak marah..."
Tanya Zafran mendekatkan wajahnya di pipi Laura. Pria itu memeluk tubuh mungil Laura dari belakang.
"Sedikit..."
"Mungkin aku bisa membuatmu tersenyum..."
"Bagaimana?"
__ADS_1
Zafran menurunkan tangannya, bergerak bebas menyusuri kulit tubuh Laura, lalu mengusap perut Laura yang membuncit, kemudian tangan Zafran mendarat di bagian sensitif milik Laura yang saat itu hanya memakai pakaian dalam, tang besar dan kekar merogoh masuk. Gerakan Zafran pelan dan selembut mungkin, ia ingat tidak boleh menyakiti anaknya.
Tangan yang satunya meraih puncak dada Laura yang semakin berisi dan padat karena hormon kehamilan. Saat melakukan semua itu, Zafran selalu bertanya pada Laura dengan suara berbisik dan parau, gerakannya membuatnya merasa sakit atau tidak.
Ketika Laura menggelengkan kepalanya Zafran terus melanjutkannya.
"Apa kau mau pindah ke kamar?"
Tanya Zafran dengan suara serak. Tubuh Laura masih bersandar di dada bidang Zafran yang keras, dan Laura hanya menggangguk pelan, kedua matanya masih terpejam menikmati sentuhan Zafran.
"Aku akan menggendongmu."
Kata Zafran.
Pria itu kemudian menggendong Laura dan merebahkan tubuh istri nya di atas ranjang, tangannya dengan pelan melepaskan pengait bra dan ****** ***** milik Laura, ia ingin membuat istrinya senyaman mungkin.
"Aku akan sangat berhati-hati, aku janji tidak akan menyakiti anak kita dan tidak akan menyakitimu juga."
Bisik Zafran.
"Aku percaya padamu Zafran."
Suara Laura lirih.
Zafran membelai tubuh istrinya dengan hati-hati seolah istrinya adalah sebuah kain sutra terbaik yang sangat ringkih. Menjamah dan mengeksplore tangannya hingga tubuh Laura menegang.
Beberapa menit berlalu dan Laura sudah mulai terengah dengan peluh keringat yang membasahi dahi dan dadanya.
"Zafran..."
Panggilan Laura sangat lirih, bercampur dengan nafas ******* yang menngalun merdu di telinga Zafran, ia juga melihat bagaimana Laura menatapnya dengan sayu, seolah memohon untuk memberikannya sesuatu yang lebih.
Namun Zafran masih menikmati permainannya, sudah sangat lama pria itu tidak menyentuh tubuh Laura di bagian-bagian sensitifnya.
Zafran masih ingin menjam*h seluruh tubuh Laura, hingga pada akhirnya Laura menggigit bibir bawahnya seolah ia sudah tidak tahan dengan semua sentuhan lembut Zafran.
Saat itu lah Zafran melakukannya, membuka paha Laura lebih lebar lagi, dengan penuh hati-hati pria itu mencobanya.
Butuh waktu bagi mereka untuk beradaptasi satu sama lain, Zafran tidak ingin menyakiti bayinya, pria itu juga tidak ingin Laura merasa kesakitan atau tertekan, ia menginginkan istrinya menikmati setiap hal yang selalu ia berikan di atas ranjang, tidak ingin Laura merasa terintimidasi dengan permintaan nya.
"Apa sakit?
Kata Zafran berbisik di telinga Laura, dan dijawab dengan gelengan kepala pelan oleh istrinya.
Laura mengalungkan tangannya di leher suaminya, terkadang jemari tangannya yang lentik meremas rambut belakang Zafran, wajah cantik nya bersembunyi di bahu besar dan berotot, akhirnya ia merasakan puncak nya dan Zafran juga merasakan bagaimana pelepasannya penuh dengan kedamaian dan kebahagiaan.
"Aku mencintaimu..."
Kata Zafran mencium kening istrinya.
Zafran kemudian tidur di samping istrinya, tubuh mereka masih saling menempel dengan keringat yang saling bercampur.
"Kau sangat cantik."
Kata Zafran yang melihat istrinya di penuhi keringat, menyingkap beberapa helai rambut basah yang menutupi wajah Laura dan kemudian memeluknya erat-erat.
.
.
__ADS_1
.
~bersambung~