
Mendengar kabar dari informan, Stark dan beberapa pengawal dengan cepat menuju lokasi, mereka melihat Martinez masih gemetar berjongkok di pojok ruangan, kakinya sudah di penuhi darah dari suaminya.
Sedangkan wanita itu juga memegang uang yang penuh dengan bercak darah, membuat tangannya juga memiliki noda darah, tubuh wanita itu gemetar.
"Aku harus menyelamatkan uang-uangku..."
Kata Martinez gemetar masih mengumpulkan uang-uang itu, memungutnya dan menyimpannya ke dalam baju nya.
"Bawa dia..."
Kata Stark pada pengawalnya.
"Bagaimana dengan mayat nya tuan..."
Tanya pengawal yang lain.
"Martinez dan juga Antony memiliki indentitas warga negara Perancis, selama negara itu tidak mempermasalahkanya ini hanya akan menjadi berita angin lalu."
Kata Stark datar dan pergi meninggalkan tempat itu dengan tatapan miris.
Sedangkan seperti biasanya, Laura masih menurut dan patuh pada Zafran selama masalah belum selesai, ia duduk di ruangan museum kenangan, dengan keanggunannya bak wanita bangsawan, gaun nya yang panjang berbahan katun berwarna putih dan cukup tipis sangat cocok untuk musim panas.
Di depan kanvas besarnya, tangan gemulai yang mungil itu menggoreskan berwarna warni cat air, Laura melukis bunga-bunga dan kupu-kupu yang berterbangan mengelilingi keindahan sang bunga yang mekar dengan sempurna.
Zafran tersenyum, sejenak yang lalu ia mengagumi sosok istrinya yang cantik, pria itu duduk tak jauh dari istrinya, kemudian kembali menatap layar laptop, mengamati video yang Stark kirim.
Tiba-tiba kepala Laura sedikit goyah, pandangannya kabur, dan keringat dingin mengucur.
Laura berdiri namun tubuhnya semakin bergoyang seperti sedang di atas kapal, membuatnya menabrak lukisannya sendiri.
"BRAAKK!!!"
Lukisan itu jatuh dan semua cat air berceceran di lantai.
"Sayang!!!"
Teriak Zafran, ia bangkit, dengan segera menangkap tubuh istrinya yang lemah.
"Aku akan panggil dokter."
Kata Zafran.
"Aku hanya kelelahan..."
Laura tidak ingin membuat Zafran cemas.
"Tidak ada penolakan apapun."
Kata Zafran yang menggendong istrinya, pria itu berlari menaiki tangga yang besar menuju kamarnya, para pelayan terkejut dan takut melihat apa yang terjadi, mereka khawatir terjadi sesuatu dengan Laura.
Tak berapa lama dokter pun datang, sedang Zafran mondar mandir saat Leizya memeriksa Laura. Dokter dengan paras cantik, ramah dan wajahnya keturunan China.
"Apa akhir-akhir ini kau sering mengalami hal seperti ini?"
Kata Leizya.
"Aku kurang memperhatikan, kalau pusing iya, tapi hal seperti tadi baru ku alami."
Kata Laura tidak yakin.
"Apa ada sesuatu yang aneh?"
Kata Zafran panik mengingat Laura pernah di beri obat racun yang membuatnya amnesia.
"Aku sedang memeriksanya."
Kata Leizya sembari memeriksa tekanan darah, dan nadi serta beberapa yang lain, kemudian dokter cantik itu tersenyum.
"Apa bulananmu lancar?"
Tanya Leizya melirik pada Laura.
"Saat remaja bulananku tidak pernah lancar, dan tidak teratur."
Jawab Laura.
Kemudian Leizya mengambil setitik darah Laura di ujung jarinya dan memeriksanya di alat yang ia bawa.
"Zafran, kau harus memberiku hadiah, aku menginginkan mobil baru."
Leizya mendongak pada Zafran dan tersenyum.
__ADS_1
Zafran mengerutkan alisnya dan melihat pada istrinya karena tak mengerti.
"Berjanjilah padaku kau harus menjaga Laura, jangan biarkan dia melakukan pekerjaan berat, dan jangan berhubungan badan dulu sampai 3 bulan ke depan."
Kata Leizya lagi.
Zafran semakin kebingungan.
"Apakah karena pengaruh racun itu, atau karena kekuatan ku yang terlalu besar?"
Kata Zafran.
"Baru kali ini wajah seorang Zafran tampak bodoh."
Leizya tertawa.
"Kau akan menjadi ayah Zafran."
"Apa!!!"
Kata Laura dan Zafran bersamaan.
"Benarkah itu?!!"
Kata Zafran masih tak percaya, kemudian Zafran mendekat di tepi ranjang dan duduk di samping Laura, mengecup kening istrinya berkali-kali.
"Sayang, aku akan menjadi seorang ayah..."
Kata Zafran senang, senyumannya sangat lebar.
Laura masih kebingungan, ia tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini dan apa yang ia rasakan.
Kemudian Zafran keluar dari kamarnya, berdiri di balkon tengah memanggil seluruh pelayan dan pengawalnya.
"Semuanya!!! Aku memanggil kalian semua!!!"
Teriak Zafran.
Dan tak berapa lama semua pelayan, kepala pelayan dan para pengawal berlari tergopoh mendemgar Zafran berteriak, serta Stark pun datang.
"Kalian semua, masing-masing dari kalian akan mendapat kan bonus 10 kali gaji dari gaji pokok kalian."
Kata Zafran berteriak di atas balkon pada seluruh pelayan dan pengawal nya yang ada di lantai bawah.
Kata Zafran bangga.
"Selamat untuk anda tuan."
"Selamat tuan Zafran dan Nyonya Laura."
"Semoga kebahagian selalu menyertai kalian."
Kata para pelayan dan para pengawal, mereka saling bertepuk tangan dan mengucapkan selamat pada Zafran.
Di dalam kamar Laura menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia malu karena Zafran berteriak-teriak.
"Zafran sangat mencintaimu, aku iri padamu..."
Kata Leizya pada Laura.
Seketika Laura membuka wajahnya, dan terkejut.
"Aahh... Jangan berfikir yang tidak-tidak, aku sudah menikah."
Kata Leizya menunjukkan cincin yang ada di jari manisnya.
"Suamiku berteman dengan Zafran, dia jarang pulang karena memilih untuk menjadi prajurit di China."
Kata Leizya tersenyum.
"Pasti sangat berat untukmu."
Kata Laura.
"Awalnya iya, dan aku sangat depresi, karena tidak bisa bertemu dengannya setiap saat. Sekarang kami hanya bertemu sebulan beberapa kali, tapi hal itu justru membuat hubungan kami semakin dalam, kau tau, saat beberapa hari atau beberapa minggu sepasang suami istri yang tidak bertemu, mereka akan membuat ranjang terbakar."
Leizya tertawa, dan Laura juga tertawa mendengarnya.
"Jangan mengajari istri ku yang tidak-tidak Leizya, aku mengawasi mu."
Kata Zafran yang tiba-tiba masuk.
__ADS_1
"Kita hanya mengobrol, kau terlalu paranoid."
Lrotes Leizya.
"Aku akan memberikan beberapa resep vitamin, karena saat ini aku tidak membawa nya, jangan biarkan Laura terlalu lelah."
Kata Leizya pada Zafran.
"Dan selamat untukmu Laura, kau akan menjadi ibu."
Leizya tersenyum pada Laura dan membelai punggung tangan Laura.
"Aku pamit, suamimu sangat pencemburu padahal dia tahu aku adalah wanita."
"Wanita juga ada yang menyukai sesama wanita."
Kata Zafran.
"Astaga, pikiranmu terlalu membuatku takut, lihat lah bulu kudukku. Bagaimana Laura bisa bertahan dengan mu."
Kata Leizya dan pergi meninggalkan Zafran yang sudah mengeluarkan tanduknya.
"Dokter Leizya benar Zafran, kau harus menghilangkan pikiran paranoid mu."
"Itu bukan paranoid, tapi kewaspadaam, berjaga-jaga dari segala kemungkinan."
Kata Zafran berbaring di samping Laura dan memeluk istrinya.
"Apakah begini nyaman?"
Tanya Zafran yang menaruh kepala Laura di lengannya dan memeluk nya.
"Ehm... Aku selalu nyaman saat kau memelukku, terasa aman, dan tenang."
Laura memejamkan matanya.
"Apa kau lelah."
Tanya Zafran.
"Em...
Sahut Laura lagi, matanya sudah sangat memgantuk.
"Akhir-kahir ini aku sangat mudah mengantuk..."
Kata Laura lirih.
"Tidurlah, aku akan menjagamu."
Zafran memeluk Laura lebih erat dan mencium kepala istrinya dengan lembut.
"Aku mencintaimu, terima kasih sudah menjadi istriku, terima kasih sudah mencintaiku, dan terima kasih, sudah mengandung anakku."
Kata Zafran, ada setitik air di sudut matanya.
Laura terlelap dalam pelukan suaminya hingga akhirnya Zafran beranjak pelan agar istrinya tidak terbangun. Pria itu harus membereskan sesuatu, yang sempat terhenti.
Stark sudah menunggu di bawah, tepat di samping mobil Zafran.
"Dimana kau sembunyikan orang tua itu."
Tanya Zafran yang sudah memakai pakaiannya, lengkap dengan mantel.
"Ada di markas ruang bawah tanah, di Mansion lama anda."
"Apa kau sudah mengganti kode dan pintu nya."
Kata Zafran.
"Pintu bawah tanah sudah berlapis, tidak akan bisa di bobol lagi."
"Baiklah ayo berangkat."
Zafran masuk ke dalam mobil san Stark melajukan mobilnya.
.
.
.
__ADS_1
~bersambung~