Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
-EPISODE 48-


__ADS_3

Di dalam ruangan kerja milik Zafran, ada 2 pasang mata yang saling menatap tajam. Dulu nya mereka saling mendukung, sahabat yang saling menolong.


"Aku membutuhkan ponselku."


Kata Edward datar.


"Ada beberapa berkas dan data pdf yang ku simpan di sana."


Zafran menarik laci nya, mengambil ponsel Edward dan melemparkan ke atas meja.


"Aku tahu kau sudah menghapus foto-foto itu, kau sengaja berbicara seperti itu di depan Laura. Apa tujuanmu..."


"Entahlah aku hanya kesal, apalagi kau menatap istriku dengan mata liar dan rasa haus mu, apa kau membayangkan sesuatu dengan istriku, jangan lancang Edward."


Suara Zafran datar memperingatkan Edward.


"Aku tidak tahu apa yang merasuki pikiranmu, dia istriku Edward."


"Bahkan kau tidak mengijinkanku membanyangkannya, betapa serakah nya kau Zafran!"


Ejek Edward.


"Lagi pula, apa kau bisa mengendalikan perasaanmu ketika menyukai Laura? Apa kau bisa melupakan Laura dan mencintai orang lain, kau bahkan sekarang menikahinya setelah berpisah selama bertahun-tahun, dan sekarang kau menyalahkanku dengan perasaan yang bahkan aku sendiri tidak bisa mencegahnya."


Edward membela dirinya sendiri.


"Aku akan membawa ponselku."


Imbuh Edward mengambil ponselnya dan pergi.


Zafran hanya diam, dan memikirkan kalimat Edward, Laura memang cantik, bahkan sampai hari ini Arnold masih mengincarnya.


Zafran kemudian keluar dari ruangannya, pria itu masih bertelanjang dada membuat para pelayan wanita tersipu malu dan diam-diam melirik.


Langkah kaki Zafran terhenti, pria itu mengerutkan alisnya, melihat Laura yang sudah memakai dress warna peach selutut, istrinya sudah berdandan dan siap pergi.


Zafran berjalan dengan cepat menghampiri Laura yang sudah berada di depan pintu siap memasuki mobil nya.


"Siapa yang mengijinkanmu pergi?"


Zafran menghentikan Laura dengan memegang lengan istrinya.


Laura menelan ludahnya, ia pikir bisa pergi dengan mengelabuhi para pelayan dan pengawal dengan berbohong bahwa Zafran telah mengijinkannya.


"Ku pikir kau masih bersama Edward."


Kata Laura canggung.


"Lalu kau bisa berbohong pada mereka, dan pergi tanpa seijinku?!"


Zafran bertanya sedikit menekan.


"A-aku..."


Laura kebingungan.


Stark yang baru tiba dari memeriksa sesuatu terkejut dengan situasi itu.


"Stark rekrut pengawal wanita untuk mengawasi Laura."


Kata Zafran


"Baik tuan."


Kata Stark yang sedikit ragu, melihat ekspresi tertekan Laura.


"Apa...?! Aku tidak butuh itu Zafran!!!"


Teriak Laura.


"Jangan menaikkan suara mu padaku Laura."


Kata Zafran datar dan menatap Laura.


"Karena aku sangat kesal padamu!!!"


Laura masih berteriak.

__ADS_1


"Apa yang membuatmu kesal."


"Apa maksudmu memperlakukanku seperti itu di depan Edward!!! Aku malu Zafran, bahkan matanya menyoroti tubuhku!!!"


Teriak Laura, membuat para pengawal dan pelayan terkejut.


"Aku hanya ingin memberinya peringatan, dan memperlihatkan padanya bahwa kau adalah milikku, dia tidak sepatutnya menyimpan foto-fotomu."


Kata Zafran masih sabar.


"Kau sangat kekanakan!!!"


Zafran menarik nafas, mengontrol emosinya, dan masih mencoba sesabar mungkin, pria itu tak bergeming, namun kemudian ia menarik Laura untuk membicarakan semuanya di kamar, namun istrinya terus berontak, membuat Zafran menggendong Laura di bahunya.


"Zafran!!! Turunkan aku... Zafran!!!"


Kata Laura berteriak, dan memukul-mukul punggung Zafran.


Sesampainya di dalam kamar Zafran membaringkan tubuh istri nya di atas ranjang, Laura masih memberontak marah.


"Dengar kan aku..."


Zafran memeluk tubuh Laura, menaruh kepala dan dahi nya di atas dada Laura.


"Di luar sangat berbahaya, aku akan menuruti semua permintaanmu sayang, tapi ku mohon jangan meninggalkan Mansion, jika kau mau mengurus penginapan aku akan membentuk staf khusus yang bisa membantumu di lapangan, kau cukup memberikan mereka perintah."


Kata Zafran putus asa.


"Maaf sayang, aku tidak akan mengijinkanmu keluar dari Mansion..."


Laura terdiam melihat Zafran yang seolah sangat putus asa, ia tahu Zafran adalah pria kaya yang kuat, namun ia hampir tak percaya Zafran memohon padanya.


"Baiklah... Maafkan aku... Mungkin kebosanan sudah membuat akal dan pikiranku bingung."


Kata Laura lirih.


Kemudian Zafran bernafas lega, membuang semua gumpalan itu dari dada nya, pria itu kemudian berani menatap Laura, dan mencium istrinya dengan lembut, Laura melepaskan ciumannya.


"Apa ini semua masih ada hubungannya dengan Gaby?"


"Hmm... Dan juga Arnold..."


Jawab Zafran.


"Arnold?!"


Laura mencoba mengingat kembali nama Arnold.


"Dimana aku pernah mendengar nama itu?"


Kata Laura masih berfikir keras.


"Saat acara amal dan pelelangan di perancis."


Zafran menjawab datar, dan merebahkan tubuhnya di samping Laura.


"Ah... Dia..."


Laura menghentikan kalimatnya, ia tahu suaminya tidak suka jika dirinya membahas pria lain.


"Baiklah aku akan jadi istri penurut selama masalah ini belum selesai."


Kata Laura memeluk Zafran dan mengecup pipi suaminya.


"Benarkah..."


Zafran tidak yakin.


"Benar... Aku akan menurut padamu."


Laura mengangkat kepalanya menghadap Zafran dan meyakinkan, ia tersenyum dan mengedip-ngedipkan matanya.


"Jangan menggodaku sayang, aku bisa melahab dan memakanmu sampai kau tidak mampu berjalan."


Zafran tersenyum dan menutup wajah Laura dengan telapak tangannya.


Tiba-tiba Laura menggigit tangan suaminya. Membuat Zafran tertawa geli.

__ADS_1


"Kau membangkitkan singa sayang, awas kau."


Zafran berbalik berada di atas tubuh Laura dan menciumi istrinya, menggigit kecil seluruh tubuh Laura dan menggelitik perut istrinya.


"Tidakk.... Tidakk... Zafran Cukup... Lepaskan aku...!!!"


Kata Laura sedikit menangis meraung karena kegelian.


"TOK-TOKK-TOKK!!!"


Terdengar suara ketukan di pintu yang cukup keras.


"Sebentar jangan beranjak dari sini."


Kata Zafran memperingatkan Laura.


Laura hanya duduk melihat Zafran pergi membuka pintu, dan ketika pintu di buka, terlihat Stark serta beberapa kepala pelayan berada di depan kamar.


"Kenapa?"


Tanya Zafran.


Kemudian Stark sedikit mendongakkan kepalanya, memastikan keadaan Laura.


Zafran kemudian bergeser untuk menghalangi mata Stark dengan tubuhnya.


"Kau mengetuk pintu dengan sangat keras, dan sekarang dengan berani melihat istriku, tepat di depan wajahku!"


"Maaf tuan, saya hanya memastikan Nona Laura baik-baik saja..."


Stark tertunduk dan semua kepala pelayan juga tertunduk.


"Kau pikir aku primitif? Aku tidak akan memukul istriku sendiri."


"Wahh... Stark, berhenti menonton sinetron kekerasan okey?"


"Aku sedang melakukan sesuatu dengan istriku, kalian mengganggu saja, apa kalian tidak ingin punya tuan muda kecil."


Ancam Zafran dan kemudian menutup pintu dengan keras.


Kepala pelayan wanita tersenyum malu dan tertawa sembari menutup mulut mereka.


"Kira-kira tuan muda kecil akan mirip dengan siapa ya..."


Obrolan para kepala pelayan membuat heboh para pelayan lainnya.


Sedangkan Stark berfikir mungkin dirinya terlalu lelah hingga berfikir terlalu jauh.


"Ada apa Zafran..."


Tanya Laura yang masih di atas ranjang.


"Mereka bertanya kapan tuan muda kecil akan hadir dan meramaikan Mansion."


Jawab Zafran yang kembali merebahkan dirinya di samping Laura, pria itu masih bertelanjang dada.


Laura tersipu dan wajahnya merona merah.


"Kenapa kau melukis wajahmu lagi..."


Ejek Zafran dan memeluk tubuh Laura.


"Zafran tubuhmu berat...!!!"


Teriak Laura penuh protes saat Zafran berada di atasnya.


"Kali ini jangan memohon ampun, aku tidak akan menahan kekuatanku lagi..."


Bisik Zafran di telinga Laura dan menggigitnya pelan membuat Laura bergidik dan menggigit bibirnya.


.


.


.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2