
Gaby menatap nanar pada Laura, memicingkan matanya, jika sekarang ada pisau di tangannya, pastilah wanita itu sudah nekat menggores mulut Laura.
"Aku memperingatkanmu wanita naif!!!"
"Aku sedang mengandung anak Zafran, dan seharusnya semua harta itu adalah milikku!!!"
Teriak Gaby.
"Harta?"
Tanya Laura .
"Harta yang mana?"
"Harta milik Zafran seharusnya di berikan pada anakku, seluruhnya!!!"
Teriak Gaby.
"Tapi aku istri sah nya, lagi pula aku juga mengandung anaknya, jika kau mau harta kenapa minta padaku, seharus nya kau minta pada Zafran."
Jawab Laura malas.
"Apa? Kau hamil?"
Gaby memastikan pendengarannya.
"Ya, kau tidak tuli, seperti yang kau dengar tadi, aku hamil dan jika kau mau harta mintalah pada Zafran!"
Laura memutar bola mata nya dengan malas, setiap bertemu, wanita itu hanya membahas uang dan uang.
"Kau pura-pura dungu kan?! Zafran sudah nemindahkan semua kekayaannya padamu!!!"
Teriak Gaby dan membanting guci yang ada di sampingnya, mengingat bahwa Laura sudah hamil, dan rencananya gagal total.
"Apa kau gila!!! Jaga sopan santun mu atau para pengawal akan mengusir mu!!!"
"Terserah kau!!! Bagaimana pun harta itu adalah milikku...!!!"
Gaby hilang akal dan siap mencakar Laura.
Tiba-tiba pengawal datang dan memegangi Gaby. Di susul oleh Zafran yang menggunakan kursi roda dan kepala terbalut perban.
Laura terkejut dengan keadaan suaminya.
"Astaga... Ada apa ini!!!"
Laura berlari pada Zafran dan berjongkok di depan suaminya.
"Apa yang sudah terjadi padamu, apa yang menimpamu, apa semalaman kau tidak pulang karena kau mengalami sesuatu?"
Laura menangis histeris di hadapan suaminya.
"Apa pesawat jett mu di sabotase?"
"Aku tidak apa-apa berdirilah sayang."
Kata Zafran canggung, dan sedikit tidak nyaman, kemudian ia melihat ke arah Gaby.
"Aku cacat Gaby, kaki ku tidak bisa berjalan, dan kepala ku terbentur mobil, kemungkinan otakku akan lumpuh, kau lihat perbanku..."
"APA!!!"
Gaby serta Laura berteriak bersamaan. Laura seolah tersambar petir disiang hari.
"Apa itu Arnold?"
Tanya Laura.
"Katakan Zafran, apa Arnold yang melakukannya!!!"
__ADS_1
Laura berteriak.
Dia pria yang sangat keji!!!"
Laura geram dan tubuhnya lemas, membuat Stark menahan tubuh Laura agar tidak terjatuh.
Kemudian Jully memapah Laura untuk duduk di atas sofa, dan memijit bahu Laura serta para pelayan membawa minuman untuknya.
"Apa yang kau harapkan lagi padaku Gaby? Aku cacat dan miskin, kau tahu kan, semua harta ku sudah ku berikan pada istriku. Aku miskin Gaby, bukalah matamu."
Kata Zafran.
Gaby bimbang.
"Anak itu milik Arnold kan?"
Zafran menebak.
Gaby hanya mengangguk pelan.
"Sekarang hidupku sudah kacau, aku cacat, lihatlah. Ini semua karena Arnold menabrak mobil ku saat aku dalam perjalanan pulang. Jika kau mau membuka mata dan pikiran mu, kini Arnold jauh lebih kaya dariku, kau harus meminta pertanggung jawabannya, lagi pula kau akan di penjara karena telah melakukan rencana pembunuhan pada istriku, berhentilah Gaby."
Gaby berangsur-angsur tenang dan memikirkan kalimat Zafran.
"Jika kau berhenti, aku akan mencabut tuntutanku, tapi kau harus menikah dengan Arnold. Jika kau setuju, para pengawalku akan mengantarmu pulang."
Kata Zafran lagi.
Wanita itu sadar tidak bisa lagi mengharapkan Zafran, para pengawal mengantar Gaby pergi dan Zafran melenguh kan nafas panjangnya.
Setelah Gaby pergi, Zafran merenggangkan punggungnya.
"Pegal sekali, Stark buka perbannya, ini sangat mengganggu, membuat kepala ku risih."
"Astaga... Aku harus bertahan menurunkan ego dan martabat kharisma ku, apa lagi perban ini menutupi ketampananku."
Kata Zafran.
Stark membuka perban dan terlihat goresan di kepala Zafran, kemudian pria itu berdiri dan melakukan perenggangan otot, berlari kecil dan menendang-nendang kan kakinya setinggi mungkin seperti Bruce Lee.
Tiba-tiba Laura menangis dengan sangat keras seperti anak kecil. Zafran yang lupa bahwa istrinya masih di ruangan yang sama dengan cepat berlari ke arah istrinya.
"Apa ada yang sakit sayang? Apa perut mu sakit?"
Tanya Zafran penuh kepanikan.
"Kau jahat!!! Kau pembohong!!! Jantungku hampir lepas!!!"
Teriak Laura sembari menangis.
"HUUUAAAAAA!!!"
Tangisannya semakin keras setiap kali melihat suaminya, para pelayan juga menitikkan air mata melihat Zafran dapat berdiri.
"Apa yang sedang kau rencanakan, kenapa kau juga membohongiku, kau jahat Zafran!!!"
Laura memukuli bahu Zafran.
"Hanya dengan cara ini Gaby pergi dari hidup kita sayang, jika kita membalas Gaby dengan kekerasan wanita itu akan semakin nekat dan tak akan pernah berhenti, yang terpenting sekarang para pengawal ku akan memastikan dia menikah dengan Arnold."
"Lalu kenapa kau sampai di tabrak oleh Arnold..."
Laura bertanya dengan sesenggukan.
"Stark mendengar kabar dari mata-mata yang berada di Mansion Arnold, pria itu merencanakan untuk membunuhku, dia akan membuatnya seolah-olah aku mengalami kecelakaan."
"Aku sengaja tidak membawa pengawal, ada mata-mata Arnold yang mengawasi kami juga. Dan atas perintahku Stark mengawasi di tempat lain. Tapi kaki ku sempat terjepit dan beberapa saat kemudian mati rasa, nantinya situasi itu bagus untuk mengelabuhi Gaby."
Zafran menjelaskan.
__ADS_1
"Kau sangat kuat, ditakuti banyak orang, kenapa tidak membalas Arnold, aku yakin kau sangat mampu."
"Ya, kau benar aku mampu, bisa saja aku membunuhnya dengan tanganku sendiri, tapi saat ini aku tidak bisa melakukannya Laura..."
"Kenapa..."
Tanya Laura keheranan.
"Karena kau sedang mengandung, apa kau tidak tahu, seorang suami tidak boleh melakukan sesuatu hal yang negatif selama istrinya mengandung, aku harus kembali menyusun rencana lain."
"Tapi itu kan pembelaan diri, daripada kau harus melakukan ini semua sampai seperti ini, aku sangat khawatir, kepala mu juga terluka.
Laura melihat jahitan di kepala Zafran.
"Apakah ada jaminan bayi kita akan berkembang dengan baik dan sehat? Jika aku melawan dan menghabisi mereka atas dasar pembelaan? Aku tidak ingin bayi kita yang menanggung semua perilaku ayahnya, bahkan membunuh hewan kecil saja tidak di perbolehkan apalagi membunuh manusia, meskipun aku mengutus orang lain untuk membunuh Arnold balik lagi itu adalah ide dari ku, aku ingin bayi kita sehat dan sempurna sayang, aku ingin bayi kita juga mendapat energi positif dari orang-orang di sekelilingnya..."
Kata Zafran menjelaskan.
"Tapi kenapa Stark dari tadi terlihat murung..."
Tanya Laura lagi, dan menyeka air matanya.
"Dia merasa bersalah dan menyesal, aku menyuruhnya untuk tetap diam sampai Arnold menabrakku, Stark menyaksikan semuanya melalui cctv yang terpasang di dalam mobil apalagi mata-mata Arnold terus mengawasi ku hingga di rumah sakit, aku dan Stark berfikir untuk mengakhiri kegilaan Gaby. Sekarang yang dia tahu, aku cacat dan miskin."
"Jika akhirnya dia tahu kau hanya bersandiwara pasti wanita itu akan mengamuk"
Kata Laura.
"Ya tapi akan ku pastikan Gaby mendapatkan hukumannya lebih dulu. Stark juga sedang berusaha mengambil alih perusahaan-perusahaan Arnold."
" Tapi Zafran..."
Panggil Laura lirih.
"Hm.. Istriku yang penuh dengan pertanyaan."
Kata Zafran sembari memeluk Laura, mereka masih duduk di sofa.
"A- Aku tidak tahu kau memindahkan semua kekayaanmu padaku..."
Kata Laura.
"Itu hanya sebagian kecil... Stark hanya memindahkan beberapa kekayaan milikku pada mu, proses pengalihan seperti itu membutuhkan waktu apalagi dengan kekayaan yang tidak sedikit."
"Maksudnya?"
"Surat wasiat itu hanyalah trik semata."
Jawab Zafran enteng.
"Lalu Komite?"
"Ya... Aku sedikit mengelabui mereka juga, lagi pula aku memiliki hubungan yang cukup baik dengan Ratu Inggris kita."
Zafran menyeringai.
"Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya...?"
"Menunggu Arnold dan Gaby menikah, serta menunggu pihak berwenang menahan mereka atas kejahatan yang sudah mereka perbuat. Sedangkan Martinez juga sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya.
"Dimana dia ?"
"Ada di penjara, setelah aku membawanya pulang ke mansion lama, para keamanan negara Inggris dan Perancis menangkapnya karena kasus perdagangan anak, mereka datang ke Mansion. Stark yang memberi tahu.
.
.
.
__ADS_1
~bersambung~