Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
SEASON 2 -EPISODE 79-


__ADS_3



Hill School adalah sekolah yang di peruntukkan bagi kalangan bangsawan, dimana sekolah ini juga memiliki alumni dari kalangan para raja dan bangsawan.


Hill School memiliki 7 tingkat bahasa pengantar yang digunakan dalam proses belajar yaitu dari bahasa Inggris, Perancis, Latin, China, Yunani, Spanyol, dan Rusia.


Sekolah ini terdiri dari tingkat TK hingga perguruan tinggi, dan menawarkan berbagai fasilitas yang lengkap serta mewah. Beberapa di antaranya adalah 20 lapangan bulu tangkis, enam lapangan voli dan dua kolam renang ukuran olimpiade.


Para siswanya yang berasal dari beberapa negara, membuat sekolah Hill School juga menyediakan asrama. Bangunan sekolah ini terkenal dengan sistem pembelajaran yang unik, menyatu dengan alam dan sering melakukan camping mengenai karya wisata.


Belum lagi kelas-kelas untuk siswa-siswi unggulan yang ingin memperdalam pelajaran tentang, sains, bisnis, dan yang lain sebagainya.


Dax mengantar Isyana, dan menepikan mobil nya di pinggir jalan raya.


"Di sini saja Tuan, akan aneh jika teman-teman ku yang lain melihat aku keluar dari mobil sebagus ini."


"Baiklah, jangan lupa pakai ponsel yang ku berikan." Kata Dax sembari mengelus kepala Isyana.


Gadis itu kemudian keluar dari mobil dan menyeberangi jalan, berlari kecil untuk masuk ke dalam sekolah.


Ketika Dax menyalakan mobil dan siap pergi, seseorang mengetuk jendela mobilnya.


"Tuk... Tuk... Tukk.." Ketukan di jendela kaca mobil milik Dax.


Dan terlihat seorang pria remaja yang tampan. Dax kemudian menurunkan kaca mobil nya.


"Sedang apa di sini paman?" Tanya Zack.


"Oh... Kebetulan lewat dan sedang melihat sesuatu tentang proyek ku selanjutnya. Mana Evashya?"


"Sudah masuk lebih dulu dengan teman-temannya."


"Kau juga harus masuk Zack, bel sudah berbunyi."


"Hmm... Baiklah, jangan lupa untuk berlatih kuda akhir pekan bersamaku paman!" Teriak Zack dan berlari menuju pintu gerbang.


Dax melajukan mobilnya dan meninggalkan sekolah.


Sedangkan di dalam sekolah, sebelum bel berbunyi ada beberapa siswa yang melakukan perundungan pada siswi lain. Tidak lain dan tidak bukan mereka adalah siswi-siswi yang memiliki keluarga konglomerat.


Isabella yang saat itu pun sudah berangkat memasuki lorong sekolah dan hendak menuju kelasnya, namun tiba-tiba beberapa siswi menghadangnya dengan kaki kaki jenjang mereka.


"Hey gembel... Sepertinya kau memakai seragam baru, kau buang kemana seragam lusuh mu!" Kata Sezi dengan menyedekapkan tangannya dan bersandar di dinding.


"Ini seragam milikku yang tidak pernah ku pakai..." Kata Isabella.

__ADS_1


"Oh, meskipun seragam baru tpai tetap bau busuk! Setelah merusak pesta ulang tahun Billy kau masih tak tahu malu dan berani datang ke sekolahan!" Teriak Fay.


"Aku tahu guys... Mungkin Isabella menjual dirinya pada Zack. Malam itu dia pergi dengan Zack." Sezi menutup mulutnya dan melotot seraya tak percaya.


"Euuhhh... Menjijikkan sekali, dan aku yakin seragam ini hasil dari jual dirinya pada Zack." Fay menunjuk dada Isabella dengan telunjuk jarinya dan mendorong tubuh Isabella.


Zack yang baru datang dan mendengar namanya di kait-kaitkan hanya memandang dingin dan menyiramkan air mineral botolnya yang sedang ia minum dari kepala Fay hingga membasahi rambut dan tubuh Fay.


"Otak mu panas ya, aku berusaha mendinginkannya." Kata Zack dan berlalu meninggalkan mereka.


Namun sebelum itu Zack membuang botol minum nya di dekat kaki Sezi.


Sedangkan Isabella yang melihat kesempatan itu mengikuti langkah Zack agar terhindar dari mereka.


Kelas sudah di mulai dan semua sudah ada di kelasnya masing-masing. Seorang guru wanita paruh baya dengan kulit sedikit hitam dan memiliki rambut keriting di gerai berwarna cokelat tua serta memakai kaca mata memasuki kelas.


"Keluarkan tugas sekolah kalian." Kata Mrs.Frawn dengan nada tegas dan tanpa melihat.


"Mrs. Frawn saya ingin bertukar anggota, saya tidak mau 1 anggota dengan Isabella." Teriak Milly.


"Tidak bisa Milly, semua sudah di tentukan." Jawab Mrs.Frawn dengan tegas.


Di kelas unggulan yang lain, Zack dengan serius mengikuti pelajaran Bisnis. Tak hanya Zack di sana ada Sezi, Billy, Fay, dan juga beberapa murid lainnya.


Berbeda dengan Evashya, gadis remaja itu menuruni darah ibu nya yang lebih menyukai seni, dan di gedung seni Evashya sedang melukis dengan beberapa temannya di dampingi oleh seorang guru seni terkemuka.


Mike Barcelo berusia 28 tahun dan Evashya sangat mengaguminya, diam-diam gadis remaja yang bahkan belum genap 17 tahun itu menyimpan perasaan padanya.


Perbedaan usia di Hill School bukan menjadi patokan bagi anak-anak menduduki kelas, namun seberapa pintar dan berbakat mereka. Di Hill Shcool menerapkan kelas Akselerasi yang artinya merupakan kelas khusus untuk anak-anak berbakat yang program kegiatan kelasnya dipercepat dalam hal waktu dan kurikulum pembelajaran.


Sebagai contoh misalnya, Sekolah Menengah Pertama di Inggris membutuhkan waktu 4 tahun untuk lulus, namun pada kelasĀ akselerasi, waktu belajar hanya ditempuh dalam waktu 2 tahun saja atau lebih kecil lagi.


Secara umum, lamanya pendidikan dasar di Inggris sama dengan di Indonesia yaitu 6 tahun. Setelah lulus dari Sekolah Dasar (Primary Education), pelajar melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah (Secondary Education) yang durasinya selama 4 tahun. Setelah lulus dari pendidikan wajib 10 tahun ini, pelajar akan menerima sertifikat bernama GCSEs (General Certificate of Secondary Education). Setelah itu melanjutkan ke jenjang Kelas10, 11 dan 12 disebut sebagai Senior Secondary.


Setelah lulus dari kelas 12, pelajar akan mendapatkan kualifikasi Senior Secondary Certificate of Education dan terus di lanjutkan ke perguruan tinggi atau Universitas.


Seperti Zack, Billy, Milly dan teman-temannya yang lain meski usia mereka 17 tahun namun para remaja itu bahkan hampir menyelesaikan jenjang kelas Sekolah Menengah Atas atau Senior Secondary.


Sedangkan Isabella yang memiliki usia sama dengan Evashya, 16 tahun. Isabella pun hampir menyelesaikan Sekolah Menengah Atas karena kepintarannya yang di atas rata-rata. Sedangkan Evashya masih duduk di kelas 10.


"Evashya, setelah ini ayo kita main dulu, aku punya tempat yang bagus, kau pasti menyukainya." Ajak Camilla dengan berbisik.


"Aku tidak yakin, kau tahu ibu ki tidak akan mengijinkanku, apalagi kau juga tahu nilai ku sedang tidak baik-baik saja." Jawab Evashya berbisik juga sembari memiringkan kepalanya dan masih melukis.


"Cafe itu tempat Mr. Mike Bacelo meluamgkan waktu senggangnya, ku pikir ini ide bagus agar kau bisa dekat dengannya." Bisik Camilla lagi.


"Hmm... Benarkah? Ayo kita ke sana dan aku akan bilang kita sedang mengerjakan tugas bersama. Ibu tidak akan memarahiku." Kata Evashya berbisik penuh semangat.

__ADS_1


"Tapi, kau harus bilang pada kakak mu lebih dulu, dia seperti penjaga mu yang tidak memberikanmu sedikit kesenangan." Camilla mengangkat bibirnya karena tidak suka.


"Aku hampir melupakannya, tapi ku rasa aku punya ide gila lainnya." Evashya menarik alis liciknya.


Bel sekolah berbunyi, pertanda kelas telah usai, Zack menunggu Evashya di dalam mobil yang menjemput mereka, tiba-tiba Evashya datang dengan berlari dan membuka pintu dengan melemparkan sesuatu pada Zack.


"Itu untuk mu, aku akan pulang terlambat katakan pada Ibu aku ada tugas kelompok dengan Camilla." Kata Evashya sembari menutup pintu dan berlari ke arah mobil jemputan Camilla.


Zack penasaran dan melihat apa yang Evashya lemparkan.


"Oww... ****! Majalah edisi terbatas Hill Shcool yang belum keluar."


Setiap tahunnya Hill School juga mengeluarkan majalah edisi terbatas tentang rangking prestasi dan siswa-siswi terpopuler serta berbagai macam kabar serta olimpiade di Hill School.


"Dari mana anak nakal itu mendapatkannya!" Umpat Zack.


ISABELLA KAYL



ZACK WICKLEY VOLKOFRICH





ISYANA AUBREY



DAX




EVASHYA ANSLEY VOLKOFRICH



CAMILLA HAILY



__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2