
"Jangan lupa tinggalin jejak untuk Author ya, agar Author makin semangat. Like, Komen, Dan Vote kalian sangat berarti bagi Author ❤🙏 terimakasih~
***
~ 1 Bulan Kemudian
Para dokter bergegas menuju Mansion milik Arnold, Gaby merasakan perutnya sangat sakit, tepat di usia 9 bulan wanita itu akan segera melahirkan.
Orang tua Arnold sudah kembali dari New Zealand sesaat sebelum mendekati hari persalinan Gaby. Mereka berharap cucunya akan lahir dengan sehat dan sempurna mengingat wanita itu selalu melakukan hal-hal yang tidak baik.
Gaby tidak pernah meminum vitaminnya, tidak pernah mau melakukan pemeriksaan, dan selalu mengeluarkan kalimat-kalimat kotor.
Mike Benyamin serta Joey Ling selalu mengawasi menantunya, semua informasi tentang Gaby selalu di berikan oleh pengawal dan pelayan Mansion.
Gaby berbaring di tempat tidur nya dengan peluh keringat yang membasahi tubuhnya.
"Aku butuh morfin atau anestesi!!!"
Teriak Gaby, dengan terengah dan nafas yang cepat, ia merasakan betapa sakitnya perut, punggung, serta pinggulnya dan semua tubuhnya.
"Sebentar lagi dokter akan datang."
Kata Arnold pada istrinya, pria itu mondar mandir dengan cemas.
"Nyonya tarik nafas hembuskan... Tarik nafas hembuskan Nyonya."
Kata Margareth pada Gaby, pelayan kepercayaan Gaby yang selalu mengurusnya, ia dengan setia menemani Gaby. Pelayan itu duduk di tepi ranjang sembari mengelap dahi dan leher Gaby yang penuh keringat.
Gaby kemudian menarik nafasnya, namun ia tidak bisa pelan, tidak bisa rilexs wanita itu ingin segera mengeluarkan bayi yang ada di dalam perutnya.
"Wuhs... Wuhs... Wuhhss...!!!"
Gaby menarik dan menghembuskan nafasnya dengan cepat, hingga mulutnya mengerucut ke depan.
Tak berapa lama beberapa dokter dan beberapa perawat sampai di Mansion mereka menuju kamar milik Gaby. Kemudian Arnold keluar dari kamar Gaby, pria itu tidak akan tahan jika harus menemani istrinya.
"Aku butuh morfin atau anestesi, aku kesakitan!!!"
Kata Gaby berteriak lagi.
"Aaaargghh!!!"
Gaby terus berteriak karena sakit di perutnya, dan seluruh tubuhnya.
"Rilexs Nyonya, anda akan kehabisan tenaga jika terus berteriak."
Kata seorang dokter wanita.
"Anda harus mengejan ketika saya memberikan aba-aba."
Sambung sang dokter lagi, sembari duduk di depan Gaby.
"Aaarrghh!!!"
"Cepatlah!!! Aku ingin segera mengeluarkan bayi sialan ini!!!"
Gaby meracau lagi dengan kalimat-kalimat kotornya.
"Mengejan sekarang!"
Kata sang dokter memberikan aba-aba.
"AARRGGHH!!!"
Gaby mengejan, Margareth masih setia di samping Gaby sembari memegang tangan Gaby.
"Terus mengejan... Lanjutkan, sedikit lagi!"
__ADS_1
Kata dokter tersebut sedikit berteriak.
"Yak... Ayo.. Ayoo!"
"AAAARRGGGHHH...!!!"
"Oke, banyinya keluar!"
Kata sang dokter.
Kemudian bayi itu menangis dengan sangat keras, dan perawat mengambilnya untuk di bersihkan, dokter lain juga memeriksa kesehatan bayi tersebut.
Mike dan Joey mendengar tangisan bayi, cucu mereka sudah lahir, Joey masih diliputi rasa khawatir nya, ia ingin segera melihat cucunya. Sedangkan Arnold yang bersandar di dinding mulai bernafas dengan lega.
Di dalam kamar pun Margareth tersenyum haru, namun Gaby masih merasakan aneh pada tubuhnya, ia masih tidak nyaman.
"Anda harus mengejan sekali lagi nyonya, masih ada bayi di dalam perut anda."
Kata dokter itu memberi kan perintahnya.
Margareth terkejut, ia tidak menyangka Gaby akan melahirkan bayi kembar. Hal yang wajar ketika mereka tidak tahu karena Gaby selalu menolak melakukan pemeriksaan, tidak mau meminum obat, dan makan dengan sembarangan, Gaby ingin menghukum Arnold dan juga kedua orang tua Arnold yang selalu meremehkannya.
Begitu pun Gaby, ia juga tidak menyangka dan di serang keterkejutan namun wanita itu sudah diliputi perasaan yang sangat begah, tekadnya jauh lebih kuat dan besar untuk segera mengeluarkan bayi itu dari perutnya. Mereka membuatnya sakit.
"Mengejan sekarang Nyonya!"
Perintah dokter tersebut.
"AAARGGHHH!!!!"
Gaby meracau kan kalimat kalimat umpatan, membuat orang tua Arnold merasa merinding, bagaimana bisa anak semata wayang nya menikahi seorang wanita yang mengerikan.
"Kenapa wanita itu memaki dan meracau lagi, apa dia ingin membunuh anaknya."
Joey mengkhawatirkan cucunya.
Kata Mike menenangkan istrinya.
Di dalam kamar, Gaby masih berjuang dengan sisa-sisa tenaga yang ia punya.
"Sedikit lagi..."
Perintah sang dokter.
"Aku tidak kuat lagi..."
Gaby kehabisan tenaganya.
"Tinggal tubuhnya, anda pasti bisa Nyonya, hanya sekali dorongan lagi."
Pinta sang dokter.
Dengan sisa tenaga Gaby yang terakhir ia mengejan dengan sangat kuat hingga wajah nya merah dan otot-otot kepalanya menegang.
"AAAARRGGGHHH!!!"
"KELUAR DARI PERUTKUUU!!!!"
Teriak Gaby lagi.
Akhirnya bayi itu menyusul kakaknya lahir ke dunia, dengan jenis kelamin perempuan.
"Anak anda kembar Nyonya, kakaknya berjenis kelamin laki-laki dan adiknya perempuan."
Bayi perempuan itu menangis nyaring, suara tangisnya seolah merdu di telinga Gaby, wanita itu melirik sekilas dan perlahan matanya tertutup, Gaby pingsan.
Dokter segera memberi perawatan pada Gaby, beberapa dokter lain memasang oksigen dan infus.
__ADS_1
Margareth mondar-mandir kebingungan karena cemas.
"Tidak apa-apa... Dia hanya kelelahan."
Salah satu dokter wanita menenangkan Margareth sembari tersenyum teduh.
"Syukurlah..."
Ucap Margareth memegangi dada nya.
Dokter yang lain keluar mengabarkan pada keluarga Gaby beserta suaminya, bahwa telah lahir anak kembar berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
"Nyonya Gaby melahirkan anak kembar, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, selamat tuan Anold."
Kata dokter itu.
"Aku tak percaya, mendapatkan 2 cucu sekaligus."
Pekik Joey Ling girang dan menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Meski mereka membenci Gaby, namun tidak untuk bayi-bayi yang mewarisi gen dan darah mereka.
Gaby masih lemah dan berada di kamarnya, infus sudah terpasang, sedangkan bayi-bayinya berada di kamar lain yang sekarang salah satu bayi yang perempuan berada dalam gendongan Joey Ling.
"Setelah masa tahanan wanita itu selesai, beri dia uang dan suruh pergi dari Mansion ini, jika perlu suruh dia pergi ke pulau antah berantah, dia meracuni otakmu hingga kau menjadi bodoh!"
Bentak Mike Benyamin, Ayah Arnold.
"Aku tidak suka dengan wanita itu, bahkan aku tidak tahan berada di sini, jika bukan karena anak-anak ini."
Sahut Mike Benyamin lagi.
"Aku sangat kecewa padamu, tapi melihat wajah-wajah malaikat ini membuatku mengingat saat kau masih sangat kecil."
Kata Joey Ling lagi.
"Aku yang akan memberi kan nama pada anakmu."
Kata Mike.
"Harry Benyamin dan Alicia Benyamin.
"Itulah nama anak-anak ini."
"Alicia...."
Kata Joe Ling memanggil cucu nya dan menimang-nimang.
"Anggap saja kita membayar rahim wanita itu, aku tidak mau dia meracuni otak anak-anak ini kelak."
Mike mengakhiri kalimatnya dengan meninggalkan kamar itu dan berjalan menggunakan tongkatnya.
Arnold menelan ludah dengan kasar, melihat wajah-wajah polos anak-anaknya, ia juga melihat senyuman kebahagiaan ibunya.
~Kamar Gaby
~Kamar Arnold
.
.
.
__ADS_1
~bersambung~