Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
-EPISODE 40-


__ADS_3

Cukup lama Zafran hanya duduk di kursinya, menatap laptopnya yang terbuka dan menyala menyinari wajah tampan Zafran, namun pikiran pria itu menerawang jauh memikirkan apa yang akan Gaby rencanakan.


Jam sudah menunjukkan tengah malam, dan Stark sudah tiba di Mansion.


"Tuan..."


Kata Stark yang sudah masuk ke dalam ruangan kerja Zafran.


"Info apa yang kau dapatkan."


"Alex yang telah mengkhianati kita tuan, dalang dari semua kejadian ini tidak ingin rahasianya terbongkar, sehingga ia membunuhnya."


"Apa Alex juga yang telah membocorkan informasi tentang perjanjian ku dan Laura pada Gaby?"


"Iya tuan."


Stark melihat tangan Zafran, kemudian ia berjalan menuju almari penyimpanan obat dan mengobati tangan Zafran.


"Saya yang akan memastikannya sendiri tuan, pesta pertunangan anda dengan Nona Laura pasti berjalan dengan aman."


Kata Stark mengobati tangan Zafran.


Namun Zafran hanya diam, tubuhnya membeku, ia tak bergeming.


"Seharusnya ku bunuh Gaby saat itu juga."


"Anda cukup memberikan perintah itu pada saya, jangan kotori tangan anda."


Kata Stak menberikan obat di tangan Zafran dan membalutnya.


"Sudah selesai, besok pagi lukanya pasti sudah sembuh."


Kata Stark yang telah selesai membalut luka di tangan Zafran.


"Sebaik nya anda istirahat tuan, ini sudah hampir pagi, saya akan berjaga, saya akan menambah pengawal terbaik."


"Aku percayakan padamu Stark, aku berharap tidak ada yang berkhianat dan melakukan konspirasi di dalam wilayahku."


Zafran bangkit dan menuju kamarnya.


Tak berapa lama ponsel Stark bergetar.


"Ya, bagus, kau urus sisanya, jangan biarkan mereka merusak acara pertunangan tuan Zafran."


Kemudian Stark menambah jumlah pengawal di sekitar Mansion, pengawal-pengawal dengan bela diri terbaik akan menjaga Laura dan juga Zafran.


***


beberapa hari kemudian~


Undangan telah tersebar, dan berita cepat menyebar dengan kecepatan bak virus, semua media menayangkan kabar pertunangan Zafran Volkofrich dengan Laura Elsabeth Queen.


Bahkan Zafran Volkofrich menjadi nama yang trending di laman internet sebagai pencarian terbanyak, namun sebegitu low profile nya Zafran, sehingga tidak semua orang bisa dengan mudah mendapatkan informasi tentang pria itu.


Zafran memang sengaja menutup diri, apalagi kini para pengawal IT nya mulai gencar menyabotase serta membuat virus untuk memblokir semua berita tentang Zafran dan tentang Laura.


Zafran tidak ingin semua orang memberikan pendapat dan komentar omong kosong mereka tentang Laura yang pasti akan menyebabkan Laura syock.


Yacht milik Zafran telah siap, yacht yang jauh lebih besar dan jauh lebih mewah dari milik Philip, Zafran memiliki beberapa kapal pesiar besar dan juga yang lebih kecil dan sebagian yacht miliknya untuk di sewakan.

__ADS_1


Mobil limousine mewah telah siap mengantar Zafran dan juga Laura.


Stark mempersiapkannya dengan sangat hati-hati, mengingat Zafran adalah orang yang tidak pernah menerima kesalahan sedikitpun.


Kini Mereka sedang berada di kediaman Merriyana.


"Tuan, semuanya sudah siap dan para undangan sudah mulai berdatangan kita harus berangkat sekarang."


Kata Stark.


"Hm."


Kata Zafran, menutupi kegugupannya.


Laura masih berada di ruangan, bersama Merriyana dan beberapa penata rias. Gaun Laura berlengan kecil dan membuat bahu serta tangan kecil Laura terpampang indah, bunga-bunga kecil berwarna biru muda menghiasi di sekitar dadanya.


Rambut Laura di gulung, dengan beberapa helai rambutnya di biarkan menggantung, dan tak lupa di berikan hiasan bunga.


Laura masih duduk di depan kaca yang besar, di dekat nya beberapa orang sedang membantunya berdandan.


"Nona, minum dulu, anda pasti haus."


Kata petugas yang membantu Laura berdandan.


"Terima kasih, tenggorokan ku sangat kering dan aku juga gugup"


Laura tersenyum ramah.


Tak berapa lama, semua sudah siap, Laura menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya, ia keluar dengan balutan gaun yang sudah ia pilih, gaun yang sederhana namun terlihat mewah.


Zafran menelan ludahnya.


Laura tersenyum dan tersipu malu. Merriyana memapah Laura pelan menuju pada Zafran.


"Dia sangat cantik, sekarang saya tahu kenapa anda sangat mencintainya."


Kata Merryana.


"Dia juga memiliki hati yang baik."


sambung Zafran.


Kemudian Zafran memberikan sebuah kalung berlian berwarna pink, berlian terbaik dengan ukiran nama Laura di baliknya, berlian itu adalah model satu-satunya yang ada di dunia.


Zafran memberikan lengannya, dan Laura menyambutnya.


"Apa kau gugup?"


Tanya Zafran.


"Aku sangat gugup."


Zafran juga merasakan hal yang sama, namun ia tidak ingin menunjukkannya pada Laura.


"Aku bahkan berani ikut perang melawan para *******, tapi di pesta pertunanganku sendiri, aku benar-benar gugup."


Kata Zafran sembari melihat wajah cantik Laura yang kini ia merasa bahwa telah menjadi pria yang paling beruntung.


Setelah menempuh perjalanan, mereka sampai di lapangan udara milik Zafran yang berada di tepi pantai, lapangan udara itu di bangun di atas bukit. Terlihat yacht yang besar dan mewah, sejauh apapun jarak pandang, kapal itu masih terlihat besar dan mewah, lampu kapal telah menyala, membuat kapal milik Zafran semakin gagah. Apalagi suasana malam menambah mewahnya lampu-lampu kapal pesiar.

__ADS_1


"Apa itu punyamu?"


Laura berdecak kagum.


"Punya kita."


Kata Zafran memeluk Laura.


"Ayo masuk."


Zafran memapah Laura naik ke dalam helikopter.


Mereka memasuki kapal menggunakan helikopter agar langsung tepat berada di atas yacht.


Para undangan yang melihat helikopter dari atas secara bersamaan mendongak, mereka kagum, dan para wanita iri pada Laura, beberabdari mereka juga terpesona, perasaan itu tercampur menjadi satu adukan.


Helikopter mendarat sempurna, di atas karpet merah penuh dengan tebaran bunga, bahkan karpet itu juga yang akan membawa mereka ke altar untuk melakukan pertunangan. Terlihat bunga-bunga tertata rapi sepanjang jalan yang akan mereka lalui, dan para juga pengawal berjaga.


"Zafran, ini sangat..."


Laura hampir tidak dapat menahan air matanya.


"Jangan menangis..."


Kata Zafran mengusap air mata Laura yang sudah mulai menggembung.


"Aku mencintainmu..."


Kata Laura.


"Akhirnya kau mengatakannya."


Kata Zafran dan mencium Laura dengan lembut.


"Aku juga sangat mencintaimu."


Kemudian mereka berjalan pelan menuju altar, terlihat semua undangan sudah berkumpul, bertepuk tangan riuh, dan ada yang saling berbisik, ada pula wanita yang menangis, karena tidak dapat menahan kharisma dan ketampanan Zafran, beberapa wanita juga merasakan patah hati.


Para relasi bisnis Zafran juga sudah berkumpul, terlihat Philip dan juga istrinya, Jane kemudian memberikan ciuman jauh pada Laura dan gadis itu membalasnya.


Namun tidak Edward, pria itu memilih untuk minum di bar kecil yang ada di deck bawah, atau di lantai bawah. Yacht memiliki 6 tingkatan.


Zafran menuntun Laura dengan pelan, pria itu merasa sangat bahagia, baru kali ini Zafran mengembangkan senyumannya di depan banyak orang.


Cincin sudah di persiapkan oleh Zafran jauh sebelum pesta, cincin itu terbuat dari berlian murni tidak akan musnah meski di bakar, atau di tenggelamkan di segita bermuda, bahkan di palung mariana, palung terdalam di dunia.


Seorang hakim membacakan narasinya.


"Pertunangan ini adalah perayaan yang menandakan bahwa kalian sebagai sepasang kekasih telah memiliki kesepakatan untuk saling bertanggung jawab satu dengan yang lainnya, jika ada pertengkaran bicarakan dengan akal dingin dan jika ada perselisihan ingatlah bagiamana kalian memulai dan memperjuangkannya, dan jika kalian memikirkan tentang perpisahan ingatlah tidak ada hubungan tanpa adanya cobaan."


"Silahkan tuan Zafran pasangkan cincinnya pada jari Nona Laura."


Zafran kemudian mengambil cincin yang ada di sebuah kotak kaca, cincin itu di bawa oleh pengawal wanita yang memakai gaun pesta.


.


.


.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2