
Zafran dalam perjalanan mengendarai mobilnya tanpa sopir dan Stark, ia menerjang pekatnya malam, hanya sinar lampu keemasan yang membentuk bayang-bayang di atas kaca mobilnya.
Sedangkan di mansion, Evashya baru saja mengganti pakaiannya, berdiri di depan cermin kamar mandinya, ia sudah siap dengan baju tidurnya. Namun sekelebat bayangan hitam membuatnya cukup terkejut dan menoleh.
"Apa!?" Katanya melihat ke belakang.
"Apa itu tadi..." Perlahan Evashya meraih gunting tanpa menoleh.
Tangannya bergerak pelan dan menggapai gunting yang ada di atas meja marmer di dalam kamar mandinya.
Evashya menunggu beberapa menit, hingga dirasa tidak ada sesuatu yang aneh, namun ketika Evashya hendak keluar seseorang dengan cepat menutup mulut Evashya.
Membuat Evashya terkejut dan membelalakkan matanya.
"Hm! Hm!" Teriak Evashya.
"Evashya ini aku..." Ujar pria itu.
Evashya mengernyitkan dahi dan alisnya, ia tidak asing dengan suara tersebut.
Pria itu melepaskan tangannya dan Evashya pun memutar balik tubuhnya.
"Bagaimana kau bisa masuk Mike!" Bisik Evashya dengan penekanan.
"Tidak ada seorang pengawal pun yang berjaga di Mansion."
"Apa! Tidak mungkin!" Kata Evashya hendak pergi memeriksa.
"Ssttt... Sstt... Jangan keluar dari kamar, ada banyak kejanggalan di Mansion."
"Kejanggalan apa, dan bagaimana...."
"Nanti akan ku jelaskan, ikut dengan ku dulu."
"Bagaimana dengan Zack dan ibu, lalu ayahku?"
"Ayah mu pergi, Ibumu dan juga kakakmu sudah di sekap."
"Apa!" Evashya mulai panik.
"Tenang, kau harus ikut denganku. Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang tapi percayalah aku ingin menyelamatkanmu."
Tak berapa lama pintu di gedor-gedor dan hendak seperti akan mendobrak.
"Aku tidak percaya, ada banyak pengawal dan pelayan di rumah ini!" Teriak Evashya.
"Jangan gila Evashya! Ikutlah denganku! Mereka juga akan membunuhmu!"
"Aku tidak bisa meninggalkan keluargaku Mike! Maafkan aku." Kata Evashya menyesal.
"Susah di atur!" Geram Mike.
Kemudian Mike berjalan maju dan membius Evashya.
"Aku sudah katakan ikutlah denganku Evashya." Ujar Mike Bacelo.
Evashya terbelalak melihat tindakan Mike, meronta pun percuma dan pada akhirnya Evashya pingsan.
Tak berapa lama seorang wanita pun masuk ke dalam kamar Evashya.
__ADS_1
"Kau cepat juga." Ucap wanita itu.
"Perjanjian kita selesai, aku akan membawa Evashya dan jangan pernah menggangu kami."
"Baiklah." Kata wanita seksi itu.
Mike Bacelo kemudian menggendong Evashya dan ingin pergi dari kamar tersebut.
Namun wanita itu menodongkan senjatanya, membidik pada punggung Mike Bacelo.
"DORRR!!!"
Tembakan tepat di punggung Mike Bacelo menembus dada kirinya, pria itu membelalakan mata dan berbalik tak percaya, ia masih menggendong Evashya.
"Gaby... Kau..." Kalimat Mike terhenti.
Tubuh Mike perlahan roboh dengan tubuh Evashya yang pingsan juga, mereka terjatuh di atas lantai.
Gaby pun menyeringaikan senyumannya.
"Angkat dan bawa gadis ini."
Para pengawal pun pergi dengan membawa Evashya. Gaby menuruni tangga besar dengan elegan dan melihat semua pelayan sudah duduk terikat, matanya kemudian tertuju pada salah satu wanita yang paling ia benci, semua orang di sandera dengan mata tertutup.
Gaby berdiri di hadapan Laura dan juga Zack yang mulai sadar dari obat bius.
"Ibu... Ibu...! Shya...!" Teriak Zack yang juga terikat tangan dan kakinya serta matanya di tutup oleh kain hitam.
"Zack..." Sahut Laura lemah, yang juga di tutup kedua matanya dengan kaki dan tangan terikat.
"Ada apa ini!!! Dimana para pengawal dan juga ayah!!!" Kata Zack mulai panik, ia mencoba membuka ikatan tangan dan kaki.
Gaby hanya memandang sinis dan pergi berlalu tanpa menyentuh mereka semua, sedangkan Evashya sudah pergi lebih dulu dengan para pengawal Gaby.
Cukup lama mereka semua duduk di lantai, berkumpul di ruangan tengah tepat di samping tangga besar, semua pelayan serta pengawal sudah dalammata tertutup dengan ikatan di kaki juga tangannya.
Setelah beberapa jam berlalu, Zafran pun kembali ke Mansion bersama Stark.
"Berhenti." Kata Stark.
Kemudian Stark turun dari mobilnya dan memeriksa.
"Celaka! Cepat masuk ke dalam mansion!" Teriak Stark pada sang sopir.
Teriakan Stark yang sudah masuk ke dalam mobil mengagetkan Zafran, pria itu sedang berusaha menahan kantuknya.
"Ada apa Stark." Tanya Zafran.
"Ada yang tidak beres tuan, sepertinya Mansion di bobol." Kata Stark.
"Apa!!!" Teriak Zafran seketika pria itu kehilangan rasa kantuknya.
Mobil berhenti tepat di halaman Mansion, Zafran segera turun dan memdapati pintu pun terbuka lebar. Langkah kakinya lebar dan menaiki 2-3 anak tangga sekaligus, ia terlihat seperti terbang melayang karena tubuh jangkung Zafran.
Melihat semua orang dalam keadaan terikat, Zafran serta Stark berlari.
"Sayang!" Teriak Zafran dan berlari mendekati istrinya yang berada di tengah-tengah para pelayan yang juga masih terikan.
Laura pun menengok ke arah suara tersebut namun matanya tidak dapat melihat.
__ADS_1
Zafran dengan cepat membuka ikatan mata yang menggunakan kain hitam tersebut dari Laura, pria iotu memeriksa sekujur tubuh Laura.
"Apa ada yang sakit?' Tanya Zafran.
"Apa yang terjadi!" Kata Zafran lagi dan memeluk istrinya.
"Aku tidak tahu Zafran." Kata Laura yang masih linglung.
Sedangkan Stark membuka ikatan Zack, serta sang sopir membuka ikatan para pengawal dan pelayan.
"Ayah." Kata Zack.
"Mana Evashya." Zafran mengedarkan pandangannya di antara para pelayan dan juga pengawal.
"Dimana Evashya!!!" Teriak Zafran.
Laura dam juga Zack pun mencari, serta para pengawal dan juga pelayan yang sudah bebas ikut membantu.
Zafran berlari ke ruangan-ruangan satu demi satu memcari Evashya sembari berteriak.
"Ayah!!!" Teriak Zack.
Laura yang masih berada di ruangan lain serta Zafran yang masih berada di lantai bawah pun seketika menaiki anak tangga dengan cepat, langkahnya lebar bahkan melompati 3 anak tangga sekaligus.
Zafran serta Laura secara bersamaan sampai di kamar Evashya dimana Zack pun cukup mual melihat darah ada di mana-mana.
Zafran menarik Zack serta istrinya dalam pelukannya dan menutup mata mereka.
"Jangan melihatnya." Kata Zafran.
Stark datang dan kemudian memeriksa mayat tersebut yang dalam posisi tengkurap.
"Mike Bacelo." Kata Stark sembari mendongak.
"Evashya... Kemana Evashya!" Teriak Laura dan memukul-mukul Zafran.
"Dan kau kemana saja kenapa tidak ada di Mansion!!!" Teriak Laura lagi pada Zafran sembari memukul-mulul Zafran.
"Aku ada di apartmen Dax, lalu ke markas menemui Stark. Maafkan aku." Kata Zafran memeluk Laura.
Zack menyandarkan dahinya pada dinding Mansion yang terbuat dari kayu, mereka putus asa di tengah lorong koridor Mansion.
"Evashya..." Rintih Laura.
"Aku akan menemukannya."
"Stark periksa kenapa semua ini terjadi." Perintah Zafran.
"Baik tuan."
Setelah semua keadaan semakin kondusif dan mayat sedang di urus oleh para pengawal, mereka semua berada di ruang tengah. Laura serta Zack duduk di sofa sedangkan semua pelayan berdiri, beberapa pengawal juga ada di sana.
Zafran berdiri menyedekapkan tangannya, ia siap mendengar kesaksian dari mereka.
"Aku rasa setelah makan malam itu, membuatku sangat mengantuk." Kata Zack tiba-tiba yang pertama kali mengangkat suara.
__ADS_1
~bersambung~