Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
-EPISODE 50-


__ADS_3

Gaby memang wanita yang berani, ia suka para pria memperhatikannya, alih-alih menutup gaunnya, Gaby justru dengan sengaja semakin membuka belahan itu, dan pikiran Antony semakin liar.


"Plakkk!!! Dasar otak udang!!!"


Martinez memukul kepala Antony berulang kali dengan kesal.


"Ini kah orang tua Zafran yang sombong dan angkuh itu."


Kata Arnold tertawa penuh ejekan.


"Pria itu selalu berlagak!"


"Tapi dia lebih kaya darimu..."


Bisik Gaby di telinga Arnold.


Kemudian tangan Arnold membelai kulit paha Gaby.


"Kau harus mempertanggung jawabkan mulut lancangmu..."


"Seperti maumu..."


Bisik Gaby, tahu apa yang Arnold mau.


"Besok pagi kalian harus melakukan pers konferensi sesuai arahan kami, sekarang pergilah dan akan ku beri tahu lagi apa yang harus kalian lakukan."


Usir Arnold pada mereka.


Kemudian Arnold menggendong tubuh Gaby dan menciuminya, menaiki tangga dan menuju kamarnya.


"Aku tidak tahan dengan bau mereka, benar-benar Zafran pria sombong yang kejam."


Imbuhnya masih menggendong Gaby.


Sesampainya di kamar, Arnold mulai melepaskan seluruh pakaiannya, mereka saling merangkul, saling menekan satu sama lain tanpa kelembutan hanya kebutuhan ***** yang membuat mereka terbuai.


Arnold menyelesaikan permainannya, dan tidur dengan posisi telentang. Gaby memakai piyama nya dan meminum wine. Wanita itu berdiri di balkon.


"Payah... Aku harus selalu melayani nafsunya dan berpura-pura menjadi wanita penurut. Meski hanya satu kali, namun Zafran adalah pria yang paling mempesona dan bisa membuatku benar-benar tak berdaya."


Kata Gaby menegak wine nya kembali.


"Kalau saja aku tidak membutuhkan backingannya, aku tidak sudi melayani Arnold."


Gerutu Gaby lagi.


"Semoga para orang tua kumuh itu bisa menjalankannya."

__ADS_1


***


Seperti biasanya, pagi-pagi Laura sudah berkutat dengan segala sayur mayur membantu para pelayan di dapur. Saat itu Laura menggulung rambutnya dan beberapa helai jauh ke bahu, terlihat juga leher jenjangnya yang kecil dan mulus dari kerah kemeja yang melorot.


Laura mengenakan kemeja putih milik Zafran dengan hot pant yang tak terlihat karena kemeja Zafran sangat besar.


Zafran menghampiri Laura dan memeluk nya dari belakang membuat para pelayan tersenyum-senyum malu, Laura terkejut membuat tubuhnya berjinjit.


"Kau mengagetkanku."


Kata Laura dan memukul pelan Zafran menggunakan sendok kayu yang cukup besar.


"Masak apa sayang?"


"Hanya membuat salad."


Laura tersenyum.


"Itu kesukaanku, tambah kan mayonais pedas."


Kata Zafran dan mencium mesra istrinya di depan para pelayan.


"Aku akan pergi ke kantor, ingat pesanku jangan pergi kemana-mana. Okey?"


"Iya Zafran, aku akan melukis."


"Dan jangan menonton berita yang tidak penting."


"Aku tahu.".


Kata Laura memberikan senyumannya.


Setelah sarapan Zafran telah bersiap berangkat ke kantor, pria itu harus mengurus sesuatu menyangkut orang tuanya.


Laura mengantar Zafran, dan pria itu berpamitan sembari mengecup bibir dan kening istrinya.


"Aku tidak akan lama..."


Kata Zafran.


"Pergilah aku akan baik-baik saja."


Mobil beriringan pergi meninggalkan Mansion, dan Laura kembali masuk ke dalam.


Sedangkan di tempat lain para media, wartawan serta para jurnalis telah berkumpul di gedung mewah yang sudah di persiapkan dengan matang, Martinez serta Antony sudah duduk berhadapan dengan mereka semua.


Di samping Martinez dan Antony terdapat para pengacara yang sudah di persiapkan, sedangkan Arnold dan Gaby berada di ruangan VIP lain menyaksikan bagaimana para orang tua itu akan menghancurkan Zafran.

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak sabar melihat Zafran kembali ke asalnya, kembali ke selokan yang penuh dengan air kotor dan sampah."


Kata Arnold menyeringaikan tawa, pria itu meminum alkoholnya sedikit demi sedikit. Sedangkan Gaby hanya tersenyum, baginya yang terpenting adalah pernikahan Zafran akan hancur.


Martinez dan Antony sudah memulai konferensi pers, para wartawan sudah bergilirian bertanya. Tentang bagaimana mereka bisa menjadi pemulung dan gelandangan di jalanan.


"Aku tidak tahu kalau anak kami menjadi orang yang sangat kaya, kami memang bersalah, dulu telah menaruh anak kami yang malang di pinggir jalan, saat itu keadaan kami sangat kacau bahkan untuk hanya sesuap nasi pun kami tidak sanggup, sedangkan Zafran kecil kami yang malang terus saja menangis karena kelaparan, saat itu aku tidak bisa memberikannya susu atau makanan, aku sendiri berserta suami berhari-hari tidak makan dan minum."


Kata Martinez yang kemudian menangis tak bisa melanjutkan kalimatnya, kemudian Antony pun mulai berbicara.


"Saat itu adalah keputusan tersulit kami dan sangat membuat hati kami hancur, namun Zafran kecil harus bertahan, hanya dengan dia di asuh oleh orang lain maka hidupnya tidak akan sulit, setidaknya ia tidak akan kelaparan."


"Nak maafkanlah ayah dan ibumu.. Kami mohon jangan hukum kami terlalu lama, kami sangat merindukanmu."


Kata Antony.


"Nyonya dan tuan Antony, saya dari TVKnews, bagaimana kalian bisa mengetahui jika tuan Zafran telah menjadi orang kaya, dia sangat low profil bahkan karyawan yang bekerja di perusahannnya tidak mengetahui bawa Tuan Zafran adalah pemilik perusahaan dan atasan mereka, lalu kenapa anda tidak bertemu saja dengan tuan Zafran secara personal, membahas nya dengan tertutup, mengapa justru melakukan pers konferensi seperti ini dan akan menimbulkan segala asumsi di masyarakat serta akan membuat masalah keluarga ini sebagai konsumsi publik, apakah benar anda menyayangi anak anda? Jika kalian benar-benar menyayanginya seharusnya kalian memikirkan dampak apa yang akan terjadi dan bagaimana reputasinya kelak jika kalian bertindak sejauh ini."


Antony serta Martinez tidak dapat menjawab, mereka gelagapan dan salah tingkah serta mereka juga mengalami kegugupan dan kegelisahan yang luar biasa. Sebelum mereka menjawab dan melakukan kesalahan para pengacara sudah lebih dulu memberikan statement nya.


"Klien kami berhak untuk tidak menjawab atau menolak untuk menjawab, sekarang kami akan menghadirkan Nona Gaby selaku mantan pacar tuan Zafran."


Gaby kemudian masuk ke dalam ruangan, wanita itu memakai dress tertutup berwarna hitam, dengan sesenggukan dan terus mengelap air matanya. Wanita itu kemudian duduk di sebelah pengacaranya.


"Beliau adalah Nona Gaby, mantan pacar tuan Zafran yang ingin meminta pertanggung jawaban, bahwa Nona Gaby saat ini telah mengandung anak biologis dari tuan Zafran, semoga setelah pers konferensi ini selesai ada itikad baik dari tuan Zafran untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya, atau Komite Perlindungan Keluarga dan Wanita akan secara tegas menuntut tuan Zafran dengan tuduhan penelantaran orang tua dan pemerkosaan. Terimakasih , pers konferensi selesai, kami tidak akan melayani pertanyaan lagi."


Kemudian Gaby keluar di susul oleh Antony serta Martinez dan semua pengacara.


Berita pers konferensi di siarkan secar Live dan Zafran melihatnya di dalam ruangannya yang mewah dan besar.


"Hubungi pelayan Mansion apakah istriku melihat berita ini."


Perintah Zafran.


"Baik tuan..."


Stark kemudian menghubungi pelayan Mansion.


"Nona Laura melihat pers konferensi dari awal hingga akhir tuan."


Kata Stark.


.


.


.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2