Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
-EPISODE 51-


__ADS_3

Di dalam ruangan VIP Arnold dan juga Gaby bersulang sedangkan Martinez serta Antony juga ikut bersulang.


"Setelah ini kita akan menunggu sikap apa yang akan Zafran pilih, kalian bertiga akan masuk ke dalam Mansion dan semua perusahaan Zafran akan merosot saat itulah aku akan membeli semuanya dengan harga murah."


Kata Arnold.


Sedangkan Gaby hanya tersenyum sinis, diam-diam wanita itu memiliki jalan dan rencananya sendiri.


"Tapi kalau Zafran bangkrut kami bagaimana?"


Tanya Martinez.


"Kalian akan ku beri 1 perusahaan dan 1 pulau serta beberapa Mansion miliknya."


Kata Arnold.


"Sedangkan Gaby, kau bisa mendapatkan Zafran dan bisa memilih harta mana yang kau inginkan, rencana ini sangat menarik bukan."


"Apa akan semudah itu?"


Jawab Gaby.


"Zafran jauh lebih kuat dari mu."


Gaby mengingatkan.


"Aku akan menyerangnya memakai kekuasaan pemerintah, negara-negara akan ikut menolaknya, kalian lihat saja bagaimana aku akan menjalankan rencanaku, perusahaan-perusahaannya pasti akan di bekukan."


Kata Arnold menyeringai.


Sedangkan perusahaan-perusahaan milik Zafran mulai goyah, para pemegang saham mendengar beberapa skandal Zafran hingga menghamili Gaby dan tidak bertanggung jawab, semuanya beredar bak virus yang menyebar dengan cepat karena pers konferensi yang siarkan secara Live.


"Tuan, semua melepaskan saham mereka, membuat harga saham milik kita terjun dengan harga sangat murah."


Kata Stark dan Welly sekertaris Zafran.


"Beli semuanya Welly, ini adalah hal yang menyenangkan, gunakan nama istriku, jangan sampai ada orang lain yang membeli semua saham yang telah di lepas!"


Kata Zafran.


"Tapi kita akan mengeluarkan uang yang sangat banyak."


Kata Welly.


"Kau meragukan jumlah uang yang ku miliki?"


Zafran menatap tajam pada Welly.


"Maafkan saya tuan..."


Sahut Welly dan menundukkan kepalanya.


"Kita kembali ke Mansion."


Perintah Zafran pada Stark.


Mobil Zafran sampai di depan Mansion, Laura tidak terlihat menyambut Zafran, pria itu masuk ke dalam dan mendapati istrinya sedang sibuk menata lukisan-lukisannya dengan para pelayan.


"Aku merindukanmu."


Kata Zafran memeluk Laura dari belakang dan mencium tengkuk istrinya.


Laura mencoba melepaskan tangan Zafran dari tubuhnya, menjauhkan pria itu darinya, namun Zafran tidak mengijinkannya.


"Aku tahu kau pasti marah..."


Zafran mencium kepala Laur dari belakang.


"Aku butuh penjelasan, dan bukan sekedar omong kosong, lepaskan aku Zafran."


Kata Laura.


"Tuan... Komite Perlindungan Keluarga dan Wanita datang."


Kata Stark tiba-tiba.


Laura menelan ludahnya kasar, tubuhnya gemetar.


"Apa yang harus kita lakukan."

__ADS_1


Kata Laura menatap sedih pada Zafran.


"Percayalah pada suamimu..."


Zafran menenangkan Laura.


"Suruh mereka masuk, dan biarkan kami mengobrol di dalam ruanganku."


Perintah Zafran.


Tak berapa lama Stark membawa beberapa orang perwakilan dari Komite untuk masuk dan berunding dengan Zafran.


Berjam-jam tidak ada yang keluar dari ruangan itu, saat Laura mencoba masuk dengan membawa camilan dan teh untuk mereka agar bisa mencuri dengar pun di halangi oleh Stark, membuatnya kesal dan marah.


Laura masih mondar mandir, meremas tangannya di ruang tamu yang besar, para pelayan juga berjaga di samping Laura.


"Nona anda harus makan dulu, atau minum."


Kata salah satu pelayan.


"Anda akan sakit Nona, kami mohon nona..."


Kata salah satu lagi pelayan.


"Aku tidak ***** makan, aku akan ke kamar."


Kata Laura lesu dan pergi ke kamar dengan masih memandangi ruangan kerja Zafran.


"Apa mereka akan menyiksa Zafran..."


Kata Laura, dalam pikirannya Zafran akan tertekan, takut, dan juga sedih, apalagi Laura khawatir para anggota Komite akan menyiksa Zafran.


Laura menunggu di balkon kamarnya, sesekali duduk dan sesekali berdiri hingga sore hari dan terlihat para Komite meninggalkan Mansion. Laura hendak pergi turun ke bawah namun Zafran sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar, Laura dengan cepat memeluk tubuh Zafran.


"Aku akan berbagi dengan Gaby, jika itu akan membuat mu terlepas dari tuntutan dan tidak di penjara."


Kata Laura menyembunyikan wajah nya di dada Zafran, dan masih memeluk suaminya dengan erat.


"Apa?!"


Tanya Zafran terkejut.


"Aku rela wanita itu... Maksud ku Gaby..."


"Apa maksudmu?!"


Tanya Zafran lagi, masih ingin memastikan.


"Jika kau harus bertanggung jawab untuk orang tuamu, dan kehamilan Gaby, aku tidak akan menghalangimu, asal kau tidak akan di penjara, lagi pula Komite pasti sangat menyusahkan mu, mereka terlihat menyeramkan... Tapi menurutku sudah sepatutnya juga kau harus bertanggung jawab atas kehamilan..."


Zafran membungkam mulut istrinya dengan menciumnya, dengan kekuatannya lidah pria itu melengsak masuk, kedua tangan Zafran memegang kepala istrinya, Zafran mencium Laura dengan rakus tanpa kelembutan. Setelah di rasa Laura kehabisan nafas, Zafran melepaskannya.


"Zafran... Kenapa?"


Tanya Laura terkejut, ini pertama kalinya Zafran menciumnya dengan kasar, bahkan saat di dalam pesawat sewaktu mereka berciuman pertama kali jauh lebih lembut dan penuh gairah, Zafran juga menatap nya tajam.


Zafran melenguhkan nafasnya, mengajak Laura duduk dan memangkunya.


"Aku hampir ingin marah padamu..."


Zafran melenguh dan mencium tangan Laura


"Semudah itu kau rela membagi diriku dengan wanita lain."


Zafran menggelengkan kepalanya seolah tak sanggup menerima.


"Dengar sayang, memang banyak wanita yang menginginkan gen milikku, kau tahu aku tampan, kuat, perkasa, dan juga kaya raya."


Kata Zafran tersenyum penuh kebanggaan.


"Ini bukan waktunya kau berkata narsis atas semua kesalahanmu!"


Laura memukul dada Zafran.


"Kesalahan yang mana?"


Tanya Zafran.


"Kenapa kau masih bertanya!"

__ADS_1


Laura kesal.


Kali ini Zafran justru tertawa.


"Aku berhubungan dengan wanita selalu memakai pengaman, dan satu wanita tidak akan lebih dari satu kali."


"Termasuk Gaby?"


"Apalagi untuk wanita seperti Gaby."


Sahut Zafran.


"Lalu anak siapa itu..."


"Entahlah, bisa saja dia melakukan hubungan dengan Arnold, atau berpura-pura hamil? Tapi aku tidak akan meminta tes DNA atau semacamnya, kita ikuti permainan mereka."


Zafran tersenyum.


"Apa yang akan kau lakukan, lalu kedua orang tuamu?"


Tanya Laura.


"Kau akan tahu nanti, ini akan menjadi pertunjukan yang bagus, mereka akan membayar apa yang telah mereka lakukan padamu."


"Ku pikir Arnold adalah orang yang pintar."


Kata Zafran mencium tangan istrinya lagi.


***


Beberapa pegawai berada di Mansion milik Arnold, mereka sedang menerima cacian dan makian.


"BRAAKK!!!"


Arnold menendang meja yang ada di dekat sofa hingga terjungkal.


"Dude!!!"


Teriak Arnold.


"Ya tuan..."


"Kenapa tidak ada satupun perusahaan dan tidak satu Lot pun kita bisa membeli saham milik Zafran!!!"


"Setelah para investor melepas saham dan harga menukik tajam, ada seseorang yang memborong semua saham itu tuan, pembelian saham perusahaan kita yang masih di daftar Bid ( Daftar antrian pembelian dalam saham ) tidak pernah Match ( terselesaikan )."


"Siapa yang membeli nya..."


"Setelah di telusuri SID ( nomor anggota investor ) tersebut baru saja bergabung atas nama Laura Elsabeth Queen."


"Apa!!!"


Arnold tercengang.


Gaby yang tak tahu ataupun malas tentang bisnis, memilih meminum wine nya, tiba-tiba tersedak mendengar nama itu.


"Aku memang tak tahu menahu tentang bisnis, tapi aku cukup mengerti apa yang kalian bicarakan."


Sahut Gaby.


"Aaargg!!!"


Arnold membuang semua barang yang ada di atas mejanya.


"Apa Komite sudah datang ke rumah Zafran?"


Tanya Arnold masih dengan amarahnya.


"Sudah tuan... Tapi..."


Kata Dude


"Tapi..?"


Arnold tidak suka dengan kata tapi dan memberikan peringatan untuk tidak main-main.


.


.

__ADS_1


.


~bersambung~


__ADS_2