Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
-EPISODE 41-


__ADS_3

Zafran tersenyum dan mengambil cincin itu dengan tangan kanan, sedangkan tangan kiri nya memegang jemari kiri Laura.


Namun ketika Zafran hendak memakaikan cincin itu pada jari Laura, gadis itu tiba-tiba merasa pusing, pandangannya kabur.


"Zafrann..."


Desah Laura dengan suara lirih, ia merasa tubuhnya lemas.


Seketika Laura jatuh pingsan dan dengan cepat Zafran menangkapnya.


"Laura...!!!"


"Sayang...!!!"


Zafran menepuk halus pipi Laura.


Para undangan riuh dan saling berbicara, mereka saling bertukar pandang. Jane dan Philip maju ke altar.


"Apa yang terjadi."


Jane cemas.


Stark segera memanggil medis, dan membubarkan semua undangan.


"Laura, bangun... Jangan membuatku takut!"


Zafran berteriak, pria itu kemudian menggendong Laura menuju ruangan dan membaringkannya di ranjang besar yang mewah.


"Stark dimana dokternya!"


Zafran berteriak, panik.


Phlip dan juga Jane juga cemas. Tak berapa lama beberapa dokter berlari menuju ruangan tersebut dan memeriksa Laura.


"Tuan Zafran, Nona Laura terkena racun, kita harus cepat membasuh lambungnya."


Kata Dokter tersebut.


"Cepat lakukan apapun itu selamatkan dia!!!"


Kata Zafran berteriak.


Semua orang menunggu di luar, dan beberapa dokter sedang berusaha memberikan penangannya pada Laura.


"Ya tuhan."


Kata Zafran.


"Tenanglah dia akan baik-baik saja."


Kata Philip.


"Tuan, saya menemukan orangnya."


Stark membawa seorang petugas penata rias. Yang tak lama setelah kejadian dimana Laura pingsan para pengawal dengan instruksi dari Stark langsung mengamankan semua yang pernah melakukan kontak dengan Laura.


Zafran menoleh pada Stark, dan memandang wanita itu dengan bengis kemudian melangkah maju, tangannya terulur mencekik leher wanita itu hingga membentur dinding kayu kapal pesiar yang kokoh.


Zafran mencekiknya menggunakan kekuatannya.


"Konspirasi macam apa ini!!!" Teriak Zafran hingga otot wajahnya terlihat.


"Uhuk! Uhuk!"


Wanita itu tak bisa bernafas.


"Zafran, dia satu-satunya informan yang kita miliki."


Kata Philip mencoba menenangkan Zafran.


"Aku tidak membutuhkan informan, aku bisa mencarinya sendiri sekalipun mereka bersembunyi di kolong bawah tanah!"

__ADS_1


Tiba-tiba dokter keluar dan itu menghentikan Zafran mencekik wanita di hadapannya. Zafran melepaskan wanita itu.


"Tuan Zafran, setelah ini sepertinya Nona Laura akan mengalami Transient Global Amnesia."


"Apa maksudmu."


Tanya Zafran dengan mengerutkan keningnya.


"Mari masuk."


Kata dokter tersebut.


Laura sudah sadar dan duduk di atas ranjang besar, gadis itu memakai alat bantu oksigen dan di tangannya terpasang infus.


"Dia hanya mengingat kejadian yang sudah lama."


Kata sang dokter.


"Transient Global Amnesia (TGA) merupakan kehilangan ingatan yang bersifat sementara dan tiba-tiba. Saat TGA menyerang, ingatan akan kejadian yang baru saja berlangsung bisa hilang sehingga menyebabkan kebingungan atau kegelisahan pada penderitanya, TGA terjadi dikarenakan adanya penyumbatan singkat pada pembuluh darah yang memasok ke otak. Kami sedang melakukan penelitian obat apa yang telah di gunakan untuk meracuni Nona Laura, sedangkan itu, jika alam bawah sadar Nona Laura mengalami trauma itu juga bisa memperburuk keadaannya."


Kata dokter itu menjelaskan.


Zafran terkejut, tubuhnya kaku, mulutnya terkatup rapat, tangannya mengepal pertanya ia sangat marah.


"Para dokter sedang mentherapy nya, semoga sembuh dengan cepat, percayakan pada kami tuan, tapi saya mohon tuan Zafran bisa membantunya juga dengan sabar."


Zafran mendekati Laura dan ingin menyentuh tangan gadis itu. Namun Laura dengan cepat menarik tangannya secara kasar dan melirik dengan ketidak sukaannya.


"Sayang apa kau mengingatku?"


Kata Zafran dengan lembut.


"Bagaimana bisa aku tidak mengingatmu, kau penyebab Ayah Ibu ku meninggal!!"


"Apa yang kau katakan..."


Kata Zafran tidak mengerti.


Kata Dokter tersebut.


"Lakukan yang terbaik."


Kata Zafran, suaranya terdengar putus asa.


Zafran kemudian menyiapkan semua nya dan melihat bagiaman Laura pergi bersama para dokter untuk di pindahkan ke rumah sakit milik Zafran.


Beberapa saat yang lalu, Laura harus di suntik bius tidur agar tidak merasa kebingungan, kenapa gadis itu bisa berada di kapal pesiar, dokter ingin mengubah cerita dan pandangannya ketika Laura membuka mata.


Tak berapa lama kembang api meluncur di atas langit malam yang penuh bintang, kembang api bertebaran sangat banyak dan menimbulkan suara bising bagi Zafran, pria itu hanya melihat sekilas. Kapal pesiar yang megah dan mewah dengan semua kembang api yang mengagumkan itu sepi, dan justru meninggalkan bekas luka di hati Zafran.


Zafran kemudian pergi ke markas utama, dimana itu adalah Mansion lamanya.


Terlihat Stark yang masih menjaga wanita yang telah memberikan minuman pada Laura.


"Informasi apa yang kau dapat darinya Stark."


"Wanita ini tidak tahu apa-apa tuan, dia hanya mengambil gelas yang ada di dekat nya dan memberikan pada Nona Laura."


"Bunuh semua yang melakukan konspirasi Stark, dan semua orang yang sudah berkhianat."


Kata Zafran, sembari berjalan ke arah ruangannya, pandangannya terus lurus kedepan.


"Tidak... Tidak saya mohon jangan... Saya tidak tahu apa-apa tuan... Hanya saja..."


Kata wanita itu menghentikan kalimatnya.


Membuat Zafran juga menghentikan langkahnya yang sedang berada di atas tangga. Pria itu menyelipkan kedua tangannya di saku celana, namun pria itu belum berbalik, ia ingin mendengar apa yang akan wanita itu katakan.


"Ha... Hanya saja, ada seseorang yang saya curigai."


Kata nya sembari berfikir keras mengingat setiap detiknya saat sebelum Laura meminum air itu.

__ADS_1


Zafran kemudian kembali menuruni tangga secara perlahan, dan ingin mendengar apa yang wanita itu ingin katakan.


"Saya belum pernah melihatnya, sepertinya dia penata rias baru, tapi jika dari sosoknya yang cantik tidak mungkin, ada yang aneh dengannya, dia hanya seolah sibuk kesini dan kesana, saya tidak terlalu memperhatikan karena saya sudah sibuk dengan mendadani rambut Nona Laura. Saya mohon saya tidak tahu apa-apa..."


Kata wanita itu memohon dan berlutut.


"Seperti apa orangnya."


Tanya Zafran.


"Cantik, tubuhnya tinggi dan, kulitnya putih..."


"Apakah itu Gaby tuan..."


Stark menerka.


"Apa ada tahi lalat kecil di lehernya?"


"Ya!!! Saya melihatnya dengan sangat jelas, dia memilikinya, tahi lalat kecil itu ada di leher sebelah kiri, saat itu dia sedang mengikat rambutnya karena ia juga ikut membersihkan ruangan setelah Nona Laura pergi."


"Seperti nya dia tidak membersihkan ruangan, namun sedang menghilangkan bukti."


Sahut Stark.


"Ya, Gaby memiliki tahi lalat kecil di leher sebelah kirinya."


Zafran menggeram.


"Ada yang membantu nya masuk, periksa semua pengawal yang berkhianat, dan bunuh mereka semua." Kata Zafran.


Kemudian Zafran pergi ke dalam ruang kerjanya dan duduk di kursi, kemudian mengambil cincin yang ada di dalam sakunya, Zafran hanya memandangi dan memainkannya di jarinya. Tanpa ekspresi dan wajahnya datar.


***


Keesokan harinya, di dalam Rumah Sakit, tepatnya kamar VVIP yang mewah, Kate dan Jane sudah berada di sana, sedangkan Zafran serta para dokter menunggu di luar kaca yang tembus pandang satu sisi, tak berapa lama kemudian Laura sadar, dengan perlahan ia membuka matanya.


Samar-samar Laura melihat Kate.


"Kate..."


Panggil gadis itu lirih, masih dengan pandangan yang buram.


"Apa yang terjadi..."


Suaranya lemah.


"Kau sedang sakit..."


Kata Kate ragu.


"Sakit? Aku?"


Laura tak mengerti, ia tidak pernah sakit bahkan dari kecil tubuhnya selalu sehat.


"Ayah, Ibu... Mereka mengalami kecelakaan!!!"


Kata Laura histeris, dan mengingat ketika Ayah Ibunya mengalami kecelakaan.


"Ayah Ibu....!!!"


Kate memeluk Laura, gadis itu menangis, sedangkan Kate tidak tahan melihat kondisi Laura, air matanya juga berderai.


"Kau masih memiliki aku, maafkan aku datang terlambat Laura."


Selama ini Kate berada di luar negeri, dan ia harus menjalani beberapa syuting, mendapat undangan Laura akan bertunangan, Kate segera terbang kembali, namun, ia justru mendapat kabar bahwa Laura mengalami amnesia dan sedang dalam perawatan.


.


.


.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2