
Halo semua pencinta Zack, aku mau memperkenalkan cerita "TERJERAT CINTA PRIA MILIARDER SEASON 2"
SEMOGA KALIAN SUKA. MAAF BARU BISA UPDATE.
HAPPY READING SEMOGA KALIAN SEMUA SELALU DALAM PERLINDUNGAN TUHAN
***
Sepasang kekasih yang siap melakukan pernikahan telah berdiri dengan mantap di altar dan di depan pendeta. Mereka adalah sepasang remaja yang di mabuk asmara.
Hubungan itu telah lama terjalin dari masa bangku sekolah hingga sampai hari ini dan tumbuh mekar layaknya bunga yang indah.
Kisah cinta dua sejoli laki-laki dan perempuan yang semakin erat, dan juga mereka saling menginginkan satu sama lain, hubungan asmara yang penuh dengan gairah dan semakin memanas.
Hingga mereka tidak sabar ingin segera saling memiliki satu sama lain, saling mengikat dengan ikatan resmi secara agama dan secara hukum, agar di akui oleh negara.
Kemudian menjalani kehidupan rumah tangga dengan sebaik mungkin dan saling setia meski dalam suka dan duka.
Terlihat dengan jelas bagaimana tubuh sang gadis gemetar hebat, tapi ia harus melakukannya, hanya dengan cara ini agar hubungan mereka di restui.
Tiba-tiba saja terdengar suara sirine polisi dan beberapa mobil berdatangan tepat di depan gereja tua, sepasang orang tua paruh baya berteriak memanggil-manggil putrinya.
"LAURA!!!"
"LAURA!!!"
Kegaduhan dan kekacauan itu membuat tubuh Laura gemetar, seketika tubuh mungil itu terasa lemas dan ketakutan.
Sebelum janji suci di ikrarkan para polisi masuk dan dengan paksa serta arogan menyeret sang pria dari altar.
"ZAFRAN!!!
Teriak Laura histeris. Melihat bagaimana para polisi dengan kasar menarik tubuh Zafran.
"TIDAK LEPASKAN ZAFRAN!!!"
Laura masih menangis dan berteriak memohon pada mereka.
Gerald Gregorius dan Monica Elsabeth hanya diam, raut dan wajah mereka dipenuhi amarah yang meradang.
"LEPASKAN!!!"
Zafran berteriak dan memberontak.
Namun tubuh kekar Zafran kini harus menyerah pada tiga pria polisi yang memitingnya, kemudian tangan kekar berotot milik Zafran di borgol secara paksa.
Teriakan dan amukan Zafran, serta suara sirine mobil polisi yang masih di biarkan menyala. Lalu pandangan kejam Zafran serta amarah dari orang tua Laura membuat semua keadaan semakin kacau dan kebisingan itu menyeruak hebat di telinga Laura hingga terasa saling berbenturan dengan isi kepalanya.
__ADS_1
Laura kemudian berlari ke arah ke dua orang tuanya yang sedari tadi hanya berdiri melihat dan memperhatikan dengan tatapan penuh amarah serta kebencian yang sangat dalam pada Zafran. Seolah Zafran adalah kotoran yang paling menjijikkan.
"Ayah ibu, ku mohon... Aku sangat mencintainya."
Laura menangis dan bersujud di depan kaki kedua orang tuanya. Menyentuh dan memeluk kaki mereka.
"Aku tidak bisa hidup tanpanya."
Laura menangis meraung.
Tatapan Zafran tajam, harga diri Zafran di rontokkan dan di tebas dengan ketidak adilan dari kedua orang tua Laura, Zafran mulai memberontak lagi melihat bagaimana ia di pisahkan dengan Laura, namun tubuhnya tidak bisa leluasa mengingat beberapa polisi telah menahan dan memborgolnya.
Kedua orang tua Laura tanpa ampun menentang keras hubungan mereka karena Zafran adalah pria miskin.
Para polisi kemudian membawa Zafran keluar dari gereja dengan mendorong tubuh kekar itu secara kasar.
"TIDAAKKK!!!" Laura berteriak.
Tiba-tiba tubuh gadis itu terpental dari ranjang yang membuatnya terlelap. Laura kemudian memandangi sekelilingnya, melihat kamar mewah yang ia tempati, membuat kesadaran mata dan otaknya mencoba untuk menenangkan kekalutan hatinya.
"Sayang, apa kau bermimpi buruk?"
Tanya Zafran yang juga terbangun karena teriakan istrinya.
Laura melirik ke arah Zafran, yang kini telah menjadi suaminya, pria yang selalu tidur di sampingnya dan kini menenangkannya. Laura mengingat juga ia telah memiliki 2 anak yang hebat dari Zafran.
"Mungkin aku hanya terlalu lelah, dan akhirnya bermimpi sesuatu..."
"Biar ku ambil kan air minum."
Kata Zafran turun dari ranjang dan mengambil segelas air dari teko kaca yang ada di atas meja.
"Minumlah dulu."
Zafran menyerahkan gelas berisi air pada istrinya.
Laura dengan cepat meminumnya. Setelah selesai Zafran menyingkirkan gelas itu.
"Kau bermimpi apa?"
Tanya Zafran duduk di tepi ranjang dan menyibak rambut Laura yang sedikit basah.
Ac di kamar masih tidak memberikan kesejukan untuk Laura yang tengah di rundung ketakutan, meski itu hanya mimpi namun sangat nyata karena itu adalah ingatan masa lalunya dan seolah Laura di bawa kembali melalui mesin waktu untuk mengulangi kisah itu.
"Bukan apa-apa, hanya ingatan masa lalu."
Kata Laura mengibaskan wajah murungnya.
__ADS_1
"Apa kau perlu ke dokter untuk therapy?"
"Tidak Zafran, aku tidak apa-apa."
Zafran kemudian memeluk tubuh Laura, mendekap nya dalam-dalam.
"Aku harus melihat Zack dan Evashya."
Kata Laura melepaskan pelukan Zafran.
"Baiklah."
Laura turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar putrinya. Terlihat wajah imut nan cantik Evashya Ansley Volkofrich yang kini berusia 16 tahun, hanya selisih 3 tahun dari usia kakaknya yang kini berusia 19 tahun.
Evashya tidur seperti putri dari seorang raja, yang semua keinginannya dapat terpenuhi, remaja itu tidur penuh ketenangan dan kedamaian.
Laura membelai dahi dan rambut Evashya kemudian mengecup kening putrinya dan membenarkan selimut tebal untuk menutupi tubuh Evashya.
Kemudian Laura beranjak pergi dari kamar putrinya dan menuju kamar milik putranya.
Terlihat kamar khas milik seorang remaja pria, kamar itu di dominasi oleh warna hitam. Laura duduk di tepi ranjang dan mencium dahi milik Zack, membuat anak laki-laki yang menginjak usia remaja itu terbangun.
"Ibu..." Kata Zack, matanya sayu karena masih mengantuk, kemudian ia duduk berhadapan dengan Laura, dengan mengusap wajah dan rambutnya.
"Maaf ibu membangunkanmu..." Laura tersenyum dan membelai wajah anaknya.
Zack memang masih sedikit manja dengan Laura.
"Beberapa hari lagi sekolah akan mengadakan tour karya wisata, Evashya pasti akan merengek ingin ikut." Zack paling tidak bisa menolak permintaan adiknya.
Evashya memiliki alergi dingin dan alergi debu apalagi setiap karya wisata di sekolahnya, Zack harus selalu pergi secara diam-diam karena pasti akan membuat adiknya bersedih.
Laura memang tidak mengijinkan Evashya untuk mengikuti kegiatan tersebut terlebih jika itu adalah karya wisata yang menyatu dengan alam dan berudara dingin.
"Kemana acara nya?"
"Di perkemahan milik perusahaan Giant Corp, kita akan tour ke perusahaan kimia paling besar di Inggris dan mempelajari struktur fondasi bisnis mereka."
"Kenapa harus berkemah? Kenapa pihak sekolah tidak menyediakan fasilitas yang bagus?"
"Mr.Daniel mengatakan kalau perkemahan akan bagus untuk melatih jiwa kemandirian dan diimbangi dengan pengetahuan alam sembari kita akan mempelajari tentang bisnis perusahaan Giant Corp."
"Ibu pikir itu adalah sekolah elite yang tidak akan melakukan camping-camping dan semacamnya, memaksa siswanya untuk tidur beralaskan plastik di atas tanah dan ditemani udara dingin, tapi itu juga bagus untuk melatih dirimu Zack, melatih hati nurani mu agar lebih peka dan memperhatikan sekeliling, mengajarkan kita tentang arti bersyukur karena memiliki rumah yang layak dan mengajarkan kekuatan bertahan hidup."
"Ku pikir, aku sudah memiliki guru terbaik dari yang terbaik, tentang bagaimana cara untuk bertahan hidup."
"Siapa?" Tanya Laura penuh rasa penasaran.
__ADS_1
"Ayah." Jawab Zack pelan dan penuh kebanggaan memiliki sosok ayah yang berjiwa besar dan penuh dengan kebijaksaan.
~bersambung~