Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
-EPISODE 66-


__ADS_3

"Jangan lupa tinggalin jejak untuk Author ya, agar Author makin semangat. Like, Komen, Dan Vote kalian sangat berarti bagi Author ❤🙏 . TERIMA KASIH~


Semoga kalian semua di berikan kesehatan dan rejeki Lancar. Selalu patuhi protokol kesehatan dan pakai masker. TERIMA KASIH~


***


Pagi-pagi Laura sudah bersiap untuk pergi mengurus penginapan lagi, ia telah selesai dengan ritual mandi dan kini sedang berdandan di kamar ganti, Zafran mendatangi istrinya dan memeluknya dari belakang, seperti biasa pria itu hanya mengenakan boxer karena baru saja bangun dari tidurnya.


"Pagi-pagi sekali kau sudah berniat meninggalkan suamimu."


Kata Zafran mengecup leher Laura yang sebelumnya sudah di semprot minyak wangi.


"Wangi..."


Kata Zafran.


"Ada banyak pesan masuk di ponsel ku dan ternyata semua menyangkut penginapan."


Kata Laura.


Setelah selesai berdandan, Laura kemudian melepaskan pelukan Zafran dan memakai heels yang sudah ia siapkan di dekat nya.


Laura mengenakan dress pendek selutut dengan bahan katun yang ringan, dan hanya tinggal memakai syal serta mantelnya.


"Aku akan pergi, kau sudah berjanji mengijinkan ku bukan?"


Kata Laura melihat Zafran dari pantulan kaca, pria itu masih bergelayut manja di bahu Laura.


"Beri aku beberapa menit."


Kata Zafran.


"Tapi mereka sudah menungg...."


Zafran mencium dan ******* bibir Laura, pertanda pria itu tidak menginginkan jawaban atau bantahan dari Laura.


Ciuman Zafran semakin panas, kemudian Zafran melepaskan ciumannya dan memutar tubuh Laura membelakangi nya lagi.


"Sayang, aku sudah berdandan..."


Kata Laura memohon.


"Aku tidak akan merusak dandananmu..."


Zafran menyibak dress Laura dari belakang, dan menurunkan underwear milik istrinya, Zafran melakukannya dari belakang.


Laura terkejut dan memekik cukup keras.


"AAKk!!!"


Pekik Laura, kedua tangannya mencengkram tepian meja.


Zafran meraih dada Laura dari belakang dengan tangannya yang berotot, istrinya mulai mendesis dan mendes*h. Laura menahan tubuhnya di depan meja rias dengan kedua tangan, gerakan Zafran cukup keras.


Tangan kekar Zafran kemudian berpindah memegangi pinggul kecil milik istrinya, pria itu terus mempercepat gerakan nya. Laura mendesis hingga tubuhnya melemah, dan tersungkur di atas meja, merasakan getaran sensual yang lain di dalam tubuhnya. Zafran tidak ingin menahan terlalu lama, ia tahu istrinya akan marah.


Zafran meraih laci yang ada di sampingnya dan membukanya, ia mengambil pengaman dan menggigit bungkusnya, kemudian memakainya, Zafran masih melakukannya dengan gerakan yang cukup keras, pria itu kemudian menyelesaikan permainannya, melepaskan semua gairahnya, tubuh berototnya melengkung, punggung nya yang keras terlihat pula otot-otot yang kekar.


Kemudian pria itu mencium kepala istrinya, dan membetulkan underwear serta gaun Laura.


"Aku tidak merusak dandannamu sayang."


Kata Zafran tersenyum penuh kepuasan.


"Aku akan pergi ke kantor bersama Zack."

__ADS_1


Zafran berlenggang pergi penuh kegembiraan.


"Oh.. Astaga, aku bahkan menikmati beberapa menit itu."


Kata Laura menggigit bibirnya dengan raut wajah yang merah.


Laura mengemudikan mobil mewahnya sendirian, namun pengawal tetap berada di depan dan di belakang mobilnya. Butuh waktu 1 jam untuk sampai di penginapan.


Dan kini mobil Laura dan para pengawal sudah terparkir sedikit menjauh dari penginapan, karena penginapan sudah di penuhi mesin-mesin besar serta material.


Laura berdiri di depan penginapan, terlihat Dax berjalan mendekatinya.


"Kau tidak membalas semua pesanku beberapa hari ini."


Kata Dax sembari mengulurkan susu hangat pada Laura.


"Terima kasih."


Mereka melihat para pekerja membongkar pelan dan hati-hati sedangkan pekerja lainnya berkutat dengan mesin-mesin serta material.


"Aku sibuk..."


Kata Laura sembari menyeruput susu panas, mata nya berbinar mengingat kenangannya saat ulang tahun itu.


"Selamat ulang tahun."


Dax mengulurkan sebuah kotak kecil pada Laura, dengan pita pink di atasnya.


"Kau tahu?"


Laura tersentak, ia sangat terkejut Dax tahu ulang tahun nya.


Dax masih mengulurkan kotak kado nya yang kecil, dan memberikan kode pada Laura untuk menerimanya.


"Tap-tapi..."


"Aku membuka data personal mu, sesama pebisnis pasti tahu."


Kata Dax.


Laura kemudian membuka kotak kecil itu, betapa terkejutnya ia melihat cincin yang indah.


"Blue Diamond?"


Laura membelalakkan matanya.


"Hadiah untuk wanita sepertimu seharusnya lebih dari sekedar Blue Daimond."


Kata Dax.


Blue Diamond adalah salah satu dari 5 berlian paling langka. Berlian paling langka diantaranya yaitu Tanzanite, Dark Opal, Red Beryl yang Zafran berikan pada Laura sebagai kalung dan cincin pernikahan, kemudian ada Emerald dan yang terakhir adalah Blue Diamond yang sekarang ada di tangan Laura.


"Aku tidak bisa menerimanya Dax, maafkan aku."


Laura menutup lagi kotak perhiasan itu dan memasukkan lagi dalam kardus box, kemudian memberikan pada Dax.


"Kenapa?"


"Karena ini terlalu berlebihan."


Kata Laura, ia juga tahu betul bagaimana sifat Zafran, rekaman otaknya yang memutar kembali peristiwa dimana Zafran sangat marah pada Laura ketika Luwis memberikannya gelang.


"Apa kau takut suami mu akan marah?"


Tanya Dax.

__ADS_1


"Bukan hanya itu, ku pikir hadiah cincin untuk wanita yang sudah menikah adalah hal yang akan membuat hubungan canggung."


"Ini bukan hanya hadiah untuk ulang tahun mu, tapi ini adalah persahabatan kita, serta dua perusahaan yang saling bekerja sama, kau bisa bertanya pada suamimu, mungkin dia tahu banyak hal tentang seperti ini, ketika dua perusahaan sedang bekerja sama."


Kata Dax.


"Tapi..."


Laura masih sangat ragu.


"Ayolah kau tidak akan membuatku malu bukan, dengan penolakanmu."


Laura ragu, tapi ia juga tidak bisa lagi menolak nya, ia pikir hal yang akan memalukan bagi Dax jika ia menolak hadiah itu, mungkin Laura hanya cukup menyembunyikannya dari Zafran.


"Baiklah, aku akan menyimpannya."


Kata Laura dan memasukkan kotak itu ke dalam mantel tebalnya.


Dax kemudian tersenyum puas.


"Aku harus kembali..."


"Baiklah, seperti biasanya bukan... Hanya 1 jam di sini."


Dax mengerti dan tersenyum.


Laura pergi mengemudikan mobilnya, terlihat Dax mengehela nafas dan kemudian ia pun juga pergi menggunakan mobil mewahnya.


Laura menuju Mansion, ia mengemudikan mobilnya dengan cukup cepat, membuat para pengawal juga harus mempercepat dan menekan gas nya lebih dalam.


Setelah sampai Laura memarkir mobil nya, dan bergegas untuk mengganti pakaiannya, karena sebentar lagi Zafran akan pulang dan ia sudah harus menggantai pakaian nya dengan pakaian santai.


"Tiin.."


Terdengar suara klakson mobil Zafran.


Laura dengan cepat menggantung mantelnya dan bergegas bergantai pakaian, kemudian ia turun dengan berlari untuk menyambut Zafran dan anaknya.


Terlihat Zafran keluar dari mobil sembari menggendong Zack dengan sumringah.


"Apa kau senang?"


Tanya Laura pada anaknya dan menggendong Zack.


"Ye..Ye..Ye..."


Kata Zack.


"Kau mau ayah mengajakmu lagi?"


Tanya Zafran pada Zack.


"Ye... Ye... Ye..."


Zack girang.


Semua tertawa dan mereka masuk ke dalam Mansion, namun Zafran harus mengurus sesuatu dan pergi ke ruang kerjanya lebih dulu di temani oleh Stark.


Sedangkan Laura kini sedang bermain dengan Zack, mereka melukis bersama dan bermain cat. Tubuh Zack di penuhi oleh coretan cat yang dapat hilang hanya dengan di basuh dengan air.


Zack terlihat bahagia, gerakanya aktif dan kini sudah bisa berlari kesana dan kemari meski terkadang ia harus terjatuh.


.


.

__ADS_1


.


~bersambung~


__ADS_2