Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
-EPISODE 63-


__ADS_3

"Jangan lupa tinggalin jejak untuk Author ya, agar Author makin semangat. Like, Komen, Dan Vote kalian sangat berarti bagi Author ❤🙏 terimakasih~


"Maaf ya guys, beberapa Episode, kalian akan naik kereta exprees waktu... Atau kalian bisa sebutnya mesin waktu juga ga papa. Kita skip-skip aja ya, aku hanya tulis dan ambil moment yang penting-penting, biar cepet gak bertele-tele 😅🙏


***


~beberapa bulan kemudian...


Zack tumbuh dengan baik, usia nya telah memasuki umur 9 bulan dimana ia sudah sangat pintar merangkak dan kini ia mulai aktif belajar berjalan, Zack juga suka makan bubur serta biskuit.


Kini Zack mulai mengoceh, babling, dan menyembur-nyemburkan mulutnya, para pelayan pun juga akrab dan sering mengajaknya bermain.


Sedangkan sudah satu bulan Laura mulai mengurus penginapannya lagi, di bantu staff yang di bentuk oleh Zafran, sesuai janji nya dulu pada Laura.


Meeting dengan para Staff sedikit lebih lama, Laura adalah seorang yang cerdas dan teliti, bangunan penginapan akan di perbaiki namun tidak akan menghilangkan karakter lamanya.


Seorang kontraktor yang memenangkan tender sudah mengirimkan proposal nya, dan Laura tertarik dengan usul-usul yang mereka berikan.


"Siapa tadi kontraktor yang memenangkan tendernya."


Tanya Laura pada salah satu staff nya.


"Namanya adalah Dax Kennedy, dia berasal dari Amerika."


Jawab salah satu staff nya.


"Baiklah, aku setuju dengan proposalnya."


Kata Laura dan mengakhiri rapatnya.


Semua orang pergi dan berpamitan pada Laura, Zafran mengatur beberapa ruangan Mansion yang tidak sering terpakai menjadi ruang kantor istrinya, menyulapnya senyaman mungkin.


Laura naik ke atas, ia rindu dengan Zack, seorang pelayan memberitahu bahwa Zack sedang makan dengan Zafran di ruang bermain.


Zack memiliki ruangan bermain nya sendiri, Laura melangkah kan kaki nya menyusuri lorong yang cukup panjang, kemudian ia membuka salah satu pintu.





Zafran menyuapi Zack hingga tubuh anak itu penuh dengan bubur, sedangkan wajah dan baju Zafran juga penuh dengan semburan bubur.


"Apa kalian mau mandi bubur?"


Tanya Laura.


Zafran serta Zack secara bersamaan melihat ke arah Laura, dan mereka tertawa.


"Kalian kotor sekali, ayo mandi, cepat cepat..."

__ADS_1


Kata Laura sembari menepuk kedua telapak tangannya.


Zafran segera melucuti pakaian anaknya, pria itu juga melepas t-shirt putihnya dan celana panjangnya, kemudian membuang sembarang tempat. Kini pria itu hanya memakai boxer, Zafran mengajak Zack menuju bath-up di kamar mandi terdekat, melewati lorong koridor dengan berlari.


"Mereka sangat lucu."


Gumam Laura tertawa kecil.


Bukan Zafran dan Zack jika semua berjalan sesuai harapan Laura, terlihat mereka justru berakhir dengan bermain busa bersama-sama tertawa dan saling menggoda.


Laura seperti seorang ibu yang memiliki 2 orang anak laki-laki, ia memandikan keduanya secara bersamaan. Dirasa Laura cukup kwalahan karena anak nya yang paling besar terus saja mengganggunya dengan tangan jailnya, Laura memanggil beberapa pelayan agar membantu Zack mandi dan membawanya pergi ke kamarnya, agar anak itu tidur siang.


Pakaian Laura sudah basah penuh busa, ia melepaskannya, terlihat dada nya bergoyang dan menyembul, dada itu padat dan berisi.


Laura bergabung dengan Zafran yang sedari tadi sudah mengontaknya dengan tatapan mata.


"Aku tahu pikiranmu..."


Kata Laura yang kini hanya memakai pakaian dalam.


Zafran memeluk istrinya dari belakang, Laura bersandar dengan nyaman pada dada dan tubuh Zafran.


"Kau sudah cukup sibuk mengurus Zack, di tambah dengan mengurus penginapan , apa kau tidak lelah?"


Tanya Zafran yang masih memeluk istrinya.


"Tidak, aku senang... Aku mengurus Zack, dan penginapan membuat waktuku sangat produktif, tidak ada waktu yang terbuang dengan sia-sia."


"Setelah masalah penginapan itu selesai, aku akan mengajakmu honeymoon dan bersenang-senang."


Kata Zafran mengecup punuk kepala Laura.


"Hmm.. Aku menantikannya."


Laura menoleh ke arah Zafran, dan pria itu menciumnya dengan lembut dan penuh gairah, Pria itu menautkan lidah dan mulutnya dengan sedikit rakus dan bertenaga, otot-otot punggung Zafran terlihat dan bergerak gerak.


"Ayo lakukan sesuatu yang lebih baik."


Bisik Zafran.


"Apa itu..."


Suara Laura berbisik juga.


Zafran mengangkat tubuh istrinya, pria itu menurunkan Laura tepat di bawah shower.


"Temani aku mandi di sini."


Kata Zafran menyalakan shower.


Zafran menelusuri lekuk tubuh istrinya di bawah guyuran shower, memutar tubuh Laura pada kaca tempered dan menciumi istrinya dengan liar. Zafran memanjakan Laura dengan sentuhan-sentuha lembut dan sensualnya, desah*an dan suara Laura terdengar merdu di telinga Zafran.

__ADS_1


Pria itu kemudian mematikan shower, membalik tubuh mungil Laura kembali untuk menghadap pada tubuh berototnya yang basah.


Gairah mereka semakin menaut, Laura menggigit bibir bawahnya dan memejamkan mata kala Zafran terus menuruni tiap inci lekuk tubuh Laura, membuatnya bersandar pada kaca temperad dan rambutnya yang basah menempel pada kaca.


Zafran sedikit lama bermain dia area sensitif milik Laura, dan kini pria itu sudah tidak bisa menahan gelombang gairahnya.


Bunyi decit tubuh Laura serta jemari Laura yang menempel serta berpegang pada kaca, saling bersautan dengan desah*nnya ketika Zafran melakukannya dan menggerakkan dengan tempo yang cepat.


Zafran pria yang kuat, ia bisa bertahan lama, dan sekarang pria itu benar-benar menggunakan seluruh kekuatannya.


Permainan tidak berakhir begitu saja, Zafran mengangkat tubuh istrinya menuju kamar, membaringkannya, dan mulai melakukannya lagi.


Zafran seperti singa yang sedang melepaskan seluruh tenaganya yang tersimpan cukup lama, menggerakkan seluruh tubuh dan otot nya. Keringat serta air yang membasahi tubuhnya kini bercampur, Zafran masih dengan energi yang kuat menekan tubuh mungi Laura.


"Zafran..."


Rintih Laura, ia memejamkan matanya karena keletihan.


Zafran masih tidak mengiraukan panggilan istrinya.


"Zafran ku mohon..."


Pinta Laura untuk berhenti.


"Sebentar lagi sayang... Maafkan aku..."


Kata Zafran dan mencium kening istrinya. Tangan besar dan berotot itu menekan dada Laura dan sebelah tangan nya lagi bertumpu di atas ranjang.


Namun yang di sebut "Sebentar" bagi Laura dan Zafran memiliki penafsiran yang berbeda. Sungguh sangat lama Laura harus terus melayani suaminya. Tapi pada akhirnya Zafran mencapai puncak nya dan melenguhkan suaranya bak singa yang mengaum, Zafran mencium i wajah istrinya yang penuh keringat, pun tubuh Zafran yang sangat basah, kini bukan karena air namun keringat mereka berdua. Keringat juga mengalir di pelipis Zafran.


"Terima kasih sayang."


"Apa kau sedang menunjukkan kekuatanmu pdaku?"


Suara Laura lirih, matanya masih terpejam di dalam pelukan Zafran.


"Hm... Setelah melahirkan kau semakin menggoda."


Kata Zafran juga memejamkan matanya.


Sepasang suami istri tidur di kamar yang lain, saling berpelukan dan saling bercampur keringat, tubuh basah mereka saling menempel, mata mereka kini terlelap karena rasa kantuk, kelelahan, dan penuh kebahagiaan. Dalam hati, mereka saling bersyukur satu sama lain karena memiliki satu sama lain.




.


.


.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2