Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
-EPISODE 52-


__ADS_3

Dude tidak yakin untuk meneruskannya, dan itu membuat Arnold semakin meradang.


"BRAKK!!"


"Katakan!!!


Arnold berteriak dan menggebrak meja.


"Tuan Zafran memakai hak praduka tak bersalah serta hak kartu emasnya sebagai salah satu warga negara yang paling banyak mendonasikan uangnya, kartu emas itu di berikan oleh Ratu Inggris pada tuan Zafran, itu adalah hak eksklusif bahkan pemerintah, dan PBB atau CIA tidak dapat menyentuhnya."


"Lalu di depan para Komite tuan Zafran membuat surat wasiat untuk melimpahkan seluruh hartanya baik yang berwujud dan tidak berwujud pada istrinya, seluruh asetnya juga telah di proses atas nama istrinya, dan jika mereka memiliki anak, semua harta akan di berikan pada anak-anak mereka dengan pembagian yang rata. Begitulah kabar terakhir dari Komite."


"Oh ini tidak mungkinn..."


Gaby memegangi seluruh kepalanya, wanita itu berbaring di atas sofa dan menaruh wine nya di atas meja.


"Kepalaku... Tolong aku... Uangku... Zafran kenapa kau ingin kembali miskin..."


"Bedebah itu... Diam-diam dia punya kartu emas!"


Umpat Arnold geram dan mengepalkan tangannya.


"Dan untuk kedua orang tua itu, Antony serta Martinez, tuan Zafran melakukan penuntutan tentang penganiayaan, eksploitasi anak dan penelantaran anak ketika mereka membuang tuan Zafran di jalanan."


"Penganiayaan?"


Arnold mengerutkan keningnya.


"Tuan Zafran mengalami penganiayaan verbal dan non verbal, Komite menunjukkan foto-fotonya, luka-luka nya masih ada sampai sekarang, dan...."


Dude ragu untuk melanjutkannya.


"Dann...??"


Desak Arnold.


"Dan... Ekhem... Tuan Zafran saat masih kecil pernah di eksploitasi, di jual kepada para pelacur..."


Kata Dude canggung.


"Apa!!!"


Arnold menyeringai tak percaya, seketika perut nya menjadi mual.


"Dan, para pelacur itu masih ada, mereka siap menjadi saksi, mungkin tuan Zafran membayar mereka."


Tambah Arnold.


Gaby semakin terpuruk mendengar itu.


"Aku... Aku tidak percaya... Apa para orang tua itu ingin menjadi kan Zafran gigol* kecil...


Kemudian wanita itu bangkit dan menyerang Arnold.


"Kenapa kau tidak menggali lebih banyak data tentang Zafran!!! Bodoh!!! Sekarang aku kehilangan uang-uang itu, dan Zafran sudah menjadi gila dengan memberikan semua kekayaannya pada pel*cur kep*rat itu!!!"


Teriak Gaby pada Arnold.


"Kau pikir aku tidak berusaha!!! Aku sudah mengeluarkanmu dari penjara bawah tanah, Alex hampir mengaku pada Zafran, dan rencana kita akan hancur. Tidak semudah itu mencari informasi tentang Zafran!!! Lagi pula para orang tua itu..."


Arnold tidak melanjutkan kalimatnya...


"Panggil orang tua Zafran kemari, aku akan memberi mereka pelajaran karena tidak menceritakan tentang ini semua..."


Kata Arnold pada Dude dengan hawa membunuh.


"Pengawalku juga tidak ada yang beres!!! Kenapa mereka harus menjatuh kan pemantik api itu, membuat ku harus mengatur ulang rencana!!!"


"Aku ingin uangku... Zafran... Uangku..."

__ADS_1


Kata Gaby meracau.


"Sadarlah...!!!"


Kata Arnold menggoyang-goyangkan tubuh Gaby.


"Aku ingin membunuh Laura, dia lah pemyebab Ramonku mati..."


Kata Gaby menangis meraung.


"Kau tidak boleh membunuhnya, aku harus memiliki nya, dan melihat Zafran hancur!!!"


Teriak Arnold.


"Aku tidak perduli dengan cinta mu yang bertepuk sebelah tangan, aku ingin Zafran dan uangnya, serta aku ingin Laura mati!!!"


Gaby berteriak dan menghancurkan barang-barang yang ada di dalam ruangan itu, menjatuh kan guci dan melempar barang. Tatapan dan akal sehat Gaby mulai tidak stabil.


"Zafran.... Uang... Zafran... Aku mau kau... Peluk aku Zafran... !!!"


Kata Gaby memanggil manggil dan meraung.


Arnold kemudian menggunakan isyarat matanya pada para pengawal untuk membawa Gaby pergi.


"Wanita itu mentalnya sudah tidak stabil."


Kata Arnold memegang kepalanya.


"Tuan... Nona Gaby akan mendapat hukuman berat, dia telah di laporkan tentang kasus kejahatan terencana, dan itu bisa jadi hukuman mati."


Imbuh Dude.


"Daripada kau memberitahuku ini lebih baik bereskan semuanya!!!"


Teriak Arnold.


"Anda menjadi seseorang yang berbeda, obsesi cinta membuat anda salah arah, kembali lah sebelum terlambat tuan, dari awal kita sama-sama tahu bahwa kita tidak bisa melawan tuan Zafran."


"Aku akan menghabisinya dengan tanganku sendiri!"


Arnold masih bersikeras.


Di tempat lain tepatnya hotel yang di huni oleh Antony serta Martinez beberapa pengawal masuk dengan kasar, membuat mereka yang sedang berguling-guling di atas uang yang di berikan oleh Arnold seketika terbangun dan terkejut.


"Ada apa ini...!!!"


Teriak Martinez.


Namun tanpa aba-aba para pengawal menyeret mereka berdua dengan paksa dan kasar.


"Apa kalian tidak tahu siapa kami!!!"


Bentak Antony.


"Ya kami tahu, kalian pemulung dan parasit!!!"


Teriak salah satu pengawal.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, Martinez serta Antony sudah berada di suatu tempat dengan mata mereka yang di tutup sebuah kain dan tangan terikat.


"Buka."


Kata Seorang pria itu.


Para pengawal membukanya dan para orang tua itu terkejut kenapa Arnold berbuat kasar. Mereka melihat sekeliling yang remang-remang, bangunan yang kotor dan terbengkalai.


"Ap-apa salah kami!!! Apa ini balasanmu pada kami yang telah membantumu!!!"


Bentak Antony.

__ADS_1


"Kenapa kalian merahasiakan fakta tentang bagaimana kalian memgeksploitasi Zafran pada para pel*cur dan memganiyayanya... Apa kalian tahu itu semua menggagalkan rencana yang sudah ku susun!!!"


Bentak Arnold yang duduk di atas kursi tepat di depan mereka yang sedang bersimpuh di lantai.


"Ka-kami... Ku pikir itu tidak akan jadi masalah mengingat kau juga orang yang kuat."


Kata Martinez gagap.


Para pengawal maju dan memukul Antony serta Martinez, membuat mereka meminta belas kasihan.


"Ampuni kami..."


Kata mereka merintih kesakitan.


"Ampuni kami yang sudah tua ini..."


"Menurutku kalian belum tua, masih sangat kuat, dan aku ingin memberikan satu kesempatan lagi, apa kalian menerima tawaran ini?"


Kata Arnold.


"Ya... Yaa.. Apapun itu..."


Kata Martinez.


"Apapun caranya kalian harus bisa masuk ke dalam Mansion, dan merusak keluarga itu, bagaimanapun caranya."


Kata Arnold.


"Aku sudah menyiapkan beberapa tas berisi uang, bawalah pulang."


Arnold tersenyum.


"Be-benarkah... Dan kau masih memberikan kami uang... Betapa anda sangat murah hati dan dermawan tuan..."


Antony menggosok-gosokkan telapak tangannya.


"Pergilah, para pengawal akan mengantar kalian."


Kata Arnold dengan santai dan menyulut rokoknya dengan pemantik nya.


"Terima kasih tuan...


"Terimakasih tuan..


Kata para orang tua itu bersama-sama.


Martinez serta Antony kembali di antar pulang menuju hotel, oleh para pengawal. Namun tetap saja perasaan mereka ada yang aneh dan tidak beres.


Ketika para orang tua itu memasuki kamar hotelnya, terlihat lembaran-lembaran uang yang banyak berserakan di lantai yang beberapa jam lalu uang-uang itu mereka gunakan untuk berguling-guling.


Terdengar seorang pengawal menarik pelatuk pistolnya dan kemudian...


"DOORRR!!!"


"DOOORRRR!!!"


Pengawal itu menembak Antony dari belakang, punggung Antony berlubang dan mengeluarkan banyak darah, karena beberapa tembakan panas.


Pria paruh baya itu melengkungkan tubuhnya, dan tas yang berisikan uang terlempar ke atas, pengawal itu kemudian menembak tas yang berisi uang tersebut membuat uang-uang berhamburan di atas tubuh Antony dan Martinez.


Sedangkan Martinez membelalakkan matanya, terkejut, dan membuka mulutnya sangat lebar karena melihat suaminya tergeletak tengkurap dengan bersimbah darah di atas tumpukan uang.


"Itu peringatan yang tuan Arnold berikan, bagaimanapun jalankan apa yang telah tuan Arnold perintahkan, atau kau juga akan berakhir seperti suamimu."


Tubuh Martinez gemetar hebat, dan darah suaminya mengalir deras menuju kakinya yang gemetar.


.


.

__ADS_1


.


~bersambung~


__ADS_2