
"Siapa yang melakukannya." Tanya Zack.
Isabella hanya diam namun Isyana dengan cepat menjawab.
"Siswa yang bernama Gery terus mengganggunya sejak awal Isabella masuk sekolah, lalu Sezi dan juga Fay, mereka selalu mengganggu Isabella juga!" Teriak Isyana, yang seperti sedang mengadu pada ayahnya.
"Tapi, kau siapa..." Tanya Isyana lagi.
Zack pun maju dan meraih pergelangan tangan Isabella. Mengajaknya keluar dari ruang kesehatan, sontak membuat Isabella terkejut, begitu pula Isyana.
"Zack... Kita mau kemana?" Tanya Isabella.
Isyana pun mengekor di belakang mereka.
Zack tak menjawab dan masih menggandeng Isabella untuk mengikutinya.
Akhirnya mereka sampai di kantin utama, kantin untuk para siswa makan siang. Terlihat gerombolan Gery dan Billy serta yang lainnya sedang makan dan asyik bercanda.
Zack mendatangi gerombolan itu dan melepaskan tangan Isabella, lalu mengambil jus jeruk milik Gery dan menyiramkannya dengan kasar ke wajah Gery, tak lupa Zack juga menendang meja mereka membuat meja itu terpelanting dan semua makanan berceceran di atas lantai.
" BRAKK!!! PYARRR!!!"
Suara meja di tendang dan piring-piring serta gelas yang jatuh di atas lantai membuat mereka sontak berdiri.
Semua siswa melihat tindakan itu, membuat kantin utama pun riuh, dengan cepat tindakan Zack pun menjadikannya pusat perhatian dan tontonan.
Gery tertawa tak percaya dengan perlakuan Zack, ia pun berdiri dan menatap Zack.
"Apa masalahmu!" Teriak Gery.
"Zack! Kau gila!" Teriak Billy juga.
Sezi, Fay dan Milly pun saling berpelukan melihat kemarahan Zack
Dengan gerakan kesal Zack menarik dasi Gery agar mendekat padanya, kemudian mencengkram dasi itu.
"Kalau kau berani mengganggungnya lagi, ku patahkan kaki dan tanganmu!" Kata Zack geram.
"Siapa maksud...?" Gerry bertanya tak mengerti namun pandangan matanya kemudian tertuju pada Isabella yang sedang ketakutan saling berpelukan tangan dengan temannya, kemudian Gerry pun tertawa dan justru balik mencengkram kerah Zack.
"Kau menyukainya..." Geram Gery sembari menyeringai.
Mereka saling menatap dan saling mencengkram, kemudian saling melepaskan cengkraman dengan saling mendorong.
Zack menggandeng tangan Isabella lagi dan pergi meninggalkan kantin.
Seorang guru pun datang tepat setelah Zack pergi, melihat keadaan kacau guru itu marah dan menyuruh Gery serta Billy membersihkannya.
Gerry masih merasa kesal dan geram, ia sudah lama menginginkan Isabella dan sekarang Zack selalu saja mengganggu rencananya.
Zack masih menunggu Isabella mengganti seragamnya dengan sweater sekolah milik Zack di ruang ganti siswa, ia menunggu di luar bersama Isyana. Zack berdiri dan menyandarkan punggungnya di dinding sembari menyedekapkan tangan kemudian melirik Isyana. Zack berfikir dia kah yang selalu berada di apartmen pamannya.
"Kau Isyana?" Tanya Zack.
"Iya... Aku Isyana."
"Kau..." Zack ragu untuk bertanya.
"Kau bernama Zack?" Tanya Isyana balik, nama itu mengingatkannya dengan nama yang pernah di sebutkan Dax padanya.
"Kau yang berada... Maksud ku kau mengenal..." Zack tidak yakin harus menanyakan itu atau tidak.
__ADS_1
Dan sebelum Zack melanjutkan kalimatnya, Isabella sudah keluar dari ruang ganti siswa dengan sweater milik Zack.
"Terimakasih Zack.." Kata Isabella.
"Hm..."
"Aku akan kembalikan saat sudah ku cuci..."
"Simpan saja..." Kata Zack dan kemudian berlenggang pergi.
"Dia pacarmu?" Tanya Isyana yang kemudian mendekati Isabella dengan menyenggol bahu.
"Bu... Bukann..."
"Tapi tatapan kalian seperti saling tarik menarik, seperti aliran listrik... Kalian seperti sedang bermain tarik tambang." Kata Isyana menggoda Isabella.
"Kau terlalu banyak membaca komik..." Sahut Isabella yang berlenggang pergi.
"Dia menyukaimu Isabella..." Bisik Isyana dari belakang tepat di tengkuk Isabella dan berlari.
Seketika membuat tubuh Isabella meremang dan membuat wajahnya memerah.
"Isyanaa....!!!" Teriak Isabella sembari berlari dan mengejar Isyana.
"Hey... Awas ya... kau belajar dari mana seperti itu... Jangan terus-terusan membaca komik dewasa dasar nakal...!!!" Teriak Isabella masih mengejar Isyana dengan berlari.
"BRUUKK!!!"
Isabella tidak sengaja menabrak seseorang yang datang dari arah lain dan ada di koridor ketika ia berlari untuk mengejar Isyana.
"Kauu lagii...!!! Teriak Sezi marah.
"A... Aku tidak sengaja...!!!" Teriak Isabella dan kemudian melarikan diri tidak ingin memperpanjang masalah dan meninggalkan Sezi yang sedang membuang sampah karena hukuman dari guru.
"Bagaimana kalau sepulang sekolah kita kunci dia di dalam gudang biarkan dia mati ketakutan!" Kata Fay.
"Kau mau mati di tangan Zack juga! Dasar bodoh!" Teriak Sezi.
"Ku rasa Zack menyukai Isabella."
"Aku juga merasa begitu, dan aku benci itu." Geram Sezi.
Di dalam kelas akselerasi seorang guru sudah berada di depan para murid dan siap memberikan selembaran kertas yang sudah di masukkan ke dalam amplop ekslusif berwarna kemerahan dengan logo sekolah Hill School, surat pernyataan itu di tujukan untuk para orang tua siswa.
"Pastikan orang tua kalian menandatangani surat pernyataan ini, agar kalian bisa ikut karya wisata, kalian punya waktu 3 hari untuk mengumpulkannya lagi." Kata Mr.Jacob pada siswa siswinya.
"Dan satu lagi, selama liburan kumpulkan tugas tentang aktifitas kalian untuk menunjang ekstrakurikuler kalian, olahraga apapun silahkan, atau bakat apapun yang kalian punya."
"Apa...!!! Ayolah..." Teriak para siswa tidak ingin memerima tugas tambahan.
"Ayolah, ini liburan kenapa harus ada tugas tambahan..." Kata Billy.
Mr.Jacob pura-pura tak mendengar dan justru pergi meninggalkan kelas karena bel sudah berbunyi pertanda sekolah telah usai.
Para siswa pun bergegas pulang begitu pula Isabella yang sedang memasukkan beberapa alat tulisnya ke dalam tas.
"DUG!... DUG...!"
Zack menendang kursi Isabella pelan. Isabella pun menoleh.
"Ada apa..." Tanya Isabella.
__ADS_1
"Kau akan mengerjakan tugas ekstrakurikuler itu?" Tanya Zack.
"Entahlah, aku tidak mahir apapun dalam hal olahraga. Semua siswa di sini memiliki ketrampilan sendiri kecuali aku, mereka bisa bermain tennis, basket, piano, berenang, bahkan ballet dan bernyanyi, mereka punya bakat sendiri-sendiri."
"Itu tuntutan dari orang tua mereka..." Kata Zack.
"Entah apapun itu, tapi seharusnya mereka bersyukur menjadi orang kaya dan bisa memiliki banyak fasilitas." Kata Isabella.
"Kau mau mengisi tugas mu dengan berkuda?" Tanya Zack.
"Berkuda?"
"Hm..." Zack mengangkat alisnya.
"Aku tidak punya kuda..."
"Besok ku jemput di depan gerbang panti pukul 7 pagi, jangan sampai membuatku menunggu..." Kata Zack yang kemudian berdiri dan berlenggang pergi.
Sedangkan Isabella hanya mengernyitkan dahi dan alisnya, ia masih tak mengerti dengan ucapan Zack, dan Isabella pun hanya bisa memandangi kepergian Zack dengan penuh tanda tanya.
"Kau tidak mau ikut pulang denganku? Evashya akan mengamuk lagi jika kau tidak datang menjadi tutornya." Sahut Zack kemudian di dekat pintu.
"Ah... Iya..." Isabella pun bergegas menyusul Zack.
Terlihat mobil jemputan sudah berada di depan gerbang Hill School, Evashya sudah duduk di dalam mobil.
"Pindah..." Kata Zack yang membuka pintu mobil dan masih berdiri di luar.
"Apa?" Evashya tak mengerti.
"Pindah depan." Kata Zack.
"Aku? Kenapa?"
Zack hanya menatap Evashya, dan sang adik pun akhirnya menyerah kemudian pindah duduk di depan tepat di samping sopir.
Kemudian Isabella masuk dan duduk di samping Zack.
Evashya hanya melirik dan menyipitkan matanya melihat Zack serta Isabella duduk berdampingan melalui kaca kemudi.
Mobil pun melaju dengan kecepatan normal.
"Zack... Rumornya siswi yang sedang heboh di forum grup chat dari jalur beasiswa." Sahut Evashya.
Zack hanya diam dan memilih mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Sedangkan Isabella tidak mengerti apa maksud dari pembicaraan Evashya karena ia tidak tergabung dalam forum tersebut.
SERAGAM HILL SCHOOL
__ADS_1
~bersambung~