Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
- SEASON 2 -


__ADS_3

"Ya aku juga, setelah makan malam, aku sangat mengantuk." Sahut Laura.


"Kami juga mengantuk setelah memakan sedikit kue yang di berikan oleh salah satu pelayan." Kata seorang pelayan.


Para pengawal pun juga mengiyakan.


"Kue?" Tanya zafran mengerutkan kening.


"Ya tuan kue kering."


"Siapa nama pelayan itu?" Tanya Zafran.


Para pelayan saling berbisik.


"Ku kira kau tahu." Bisik para pelayan pada temannya yang lain.


"Tidak, ku kira dia pelayan baru dan kau yang membawanya."


Semua pelayan saling berbisik dan ketakutan.


"Jully, kau kepala pelayan di sini." Sahut Zafran.


Jully terdiam dan meremas tangannya.


Belum sempat menjawab Stark pun datang.


"Makanan mengandung Flunitrazepam." Kata Stark.


Zafran menekan pelipisnya.


"Ini rekaman CCTV nya tuan."


Setelah melihat rekaman CCTV Zafran melotot dan melihat pada Stark.


"Sudah kau utus pengawal melacak kemana mereka akan membawa Evashya?" Tanya Zafran.


"Sudah Tuan."


"Lalu bagaimana, apa sudah ketemu?!" Laura berdiri dan mendekati suaminya.


Zafran hanya terdiam entah apa yang harus ia lakukan.


Sedangkan Laura merebut tablet yang ada di tangan Zafran, mata Laura terbelalak melihat siapa pelaku dan dalangnya.


"Wanita itu benar-benar sudah gila!!!" Teriak Laura dan membanting tablet tersebut.


"Sayangg tenang..."


"Bagaimana aku bisa tenang Zafran!!! Anakku bersama penjahat paling mengerikan!!!" Teriak Laura.


Zack yang masih duduk hanya melihat penuh kekalutan dan cemas karena tidak mengerti.


"Maafkan saya Tuan, Nyonya!" Tiba-tiba Jully bersujud dan menunduk.


Laura pun terkejut, begitu pun yang lainnya, namun tidak untuk Zafran serta Stark.


"Saya mengaku jika sayalah yang memasukkan pelayan tersebut, dan saya juga tahu jika pelayan itu akan melakukan kejahatan, maafkan saya." Jully duduk bersimpuh di lantai sembari menundukkan wajah dan kepalanya.

__ADS_1


"Apa?!" Laura seketika terkejut.


Bahkan Zack langsung menatap nanar, sedangkan para pelayan saling berbisik dan menjauh.


"Anak saja di jadikan sandera Nyonya, dan gantinya saya harus memasukkan pelayan tersebut ke dalam Mansion." Jully menangis.


Semua orang pun hening seketika, bermain dengan pikiran-pikiran mereka sendiri.


"Hubungi Dax." Kata Zafran yang pergi meninggalkan ruang tengah.


"Zafran, kita harus mencari Evashya kan?" Tanya Laura mengejar suaminya.


"Kita akan menemukannya sayang, percayalah padaku.


Zafran melajukan langkah kakinya menuju ruangannya, sedangkan Stark masih berusaha menghubungi Dax.


*****


Beberapa jam sebelum kejadian di apartmen Pierre Tower...


"Jangan bermain dengan api Dax..." Kata Zafran yang duduk di sofa meminum whiskey nya.


Dax masih diam dan berdiri menyandarkan tubuhnya di dinding sembari menyedekapkan tangan.


"Kau pasti tahu siapa nama asli gadis itu."Sahut Zafran kembali.


"Aku pastikan dia tidak akan seperti ibunya." Sahut Dax.


"Hari ini informanku mengatakan gadis itu bertemu dengan salah satu keluarganya dan membawanya pulang." Sahut Zafran.


Dax terkejut, dan memandangi Zafran, pantas saja Isyana tidak datang.


"Bibit dan bobot tidak akan pernah berbohong." Zafran meletakkan gelasnya di atas meja.


"Tidak jika aku yang mendidiknya dan menahannya."


Zafran terkejut dan melihat ke arah Dax.


"Apa kau berniat melawan kami Dax?"


"Tidak." Jawab Dax.


"Yang lebih harus di perhatikan sekarang bukan anaknya, tapi induknya, dia masih berkeliaran di luar sana dan sebentar lagi kasusnya akan di tutup, jangan kira aku menutup mata dan tidak tahu permasalahan ini."


Zafran menelan ludahnya pelan.


"Apa kau tahu, Mike Bacelo adalah seseorang yang patut di curigai, informasi terakhir menujukkan bahwa beberapa tahun lalu, pria itu melayani Gaby Miranda di sebuah hotel mewah, menjadi aneh jika sekarang Mike Bacelo menjadi guru di Hill School dan mengincar Evashya."


"Kau..." Zafran menghentikan kalimatnya.


"Malam itu Evashya datang dan memergoki kami, dia marah dan pergi, aku mengikutinya karena merasa khawatir, dan melihatnya bertemu seorang pria di depan apartmen. Saat mereka naik, dan masuk ke dalam apartmen aku juga hendak membawa Evashya pulang, namun para pengawalmu sudah sampai. Mulai saat itu aku mengorek siapa pria itu." Kata Dax.


Zafran melenguhkan nafasnya.


"Meski begitu, istriku tidak akan merestui hubungan kalian." Sahut Zafran.


"Perlahan ia harus percaya padaku, bahwa Isyana atau Alicia bukanlah seperti ibunya."

__ADS_1


"Drrt... Drrt..."


Ponsel Zafran bergetar.


"Ya, katakan." Sahut Zafran.


"Saya sudah menemukan orangnya tuan, siapa yang berada di balik Mike Bacelo." Kata Stark di ujung panggilannya.


"Hm... Aku akan ke sana." Kata Zafran kemudian menutup ponselnya.


"Aku harus ke markas." Sahut Zafran.


"Baiklah, satu lagi, aku juga sedang menggali dimana Gaby berada, kita akan membereskan ini secara bersama-sama, aku tidak akan mengijinkan dia menyentuh keluargaku." Sahut Dax.


Zafran hanya mengangguk tanda mengerti dan pergi meninggalkan apartmen milik Dax, ia melaju menyetir mobilnya kembali untuk menuju markas dimana Stark sudah berada di sana semenjak ia menyuruh Stark mengurus Mike Bacelo.


Perjalanan itu cukup membuat Zafran kwalahan, pasalnya berulang kali ia merasa mengantuk dan menguap. Takut menjadi silent killer Zafran berulang kali menambah kecepatannya.


"Sial, mungkin aku benar-benar sedang kelelahan." Kata Zafran.


Ketika mengantuk pria itu justru menekan gasnya lebih dalam, agar memacu adrenalinnya dan membuat kantuknya mereda.


Mobil melesat dengan cepat, mobil porsche berwarna hitam melaju menerjang kabut malam.


Akhirnya Zafran pun sampai dan kini berada di markasnya di mansion lamanya.


Stark sudah berjaga di ruang bawah tanah di depannya adalah pria yang sudah terkulai lemah duduk di atas kursi dengan posisi terikat..


"Apa dia dalangnya?" Sahut Zafran dengan seringainya.


Pria itu sudah babak belur di pukuli oleh Stark.


"Bukan tuan, dalangnya masih belum bisa di lacak, ia hanyalah suruhan yang selalu menyampaikan informasi untuk Mike Bacelo, saya menemukan pesan terakhirnya untuk Mike Bacelo adalah "sergap sekarang." "


"Hm..." Zafran menyedekapkan tangannya dan berdiri tegak.


Sedangkan Stark, masih membersihkan tangannya dari noda darah, dasinya sudah mengendur, jasnya pun sudah berada di tangan pengawal. Stark cukup sadis dalam penyiksaan.


"Jika tidak membuka mulut apa gunanya di sini, singkirkan saja jika kita tidak dapat apapun dari dia." Kata Zafran dan berlenggang pergi di susul Stark.


"Besok pagi buang dia kelaut singkirkan dan siksa." Perintah Stark.


Setelah cukup lama Zafran merenung, akhirnya mereka pun kembali ke mansion, dalam perjalanan Stark yang duduk di depan berulang kali melihat Zafran dari pantulan kaca spion kemudi.


Ini adalah pertama kalinya ia melihat Zafran tertidur seperti itu, Stark tidak pernah melihat Zafran terkantuk-kantuk. Zafran adalah pria kuat yang bahkan bisa tidak tidur semalaman.


"Apa anda sakit tuan..." Tanya Stark.


"Tidak..." Sahut Zafran masih menutup mata.


"Kita akan segera sampai, biar saya yang akan membereskan semuanya, tuan istirahat saja." Sahut Stark.


"Mungkin aku hanya butuh tidur, atau mungkin tubuhku sudah makin tua."


"Saya rasa bukan Tuan..." Sahut Stark.


"Kita sampai tuan, tapi ...." Sahut sang sopir berbicara pada Stark.

__ADS_1


Kemudian Stark pun turun memeriksa.


~bersambung~


__ADS_2