
Salam hangat dan Happy reading, semoga menghibur dan semoga bisa menemani kalian saat PPKM ini.
Sehat selalu untuk kalian semua, di beri rejeki lancar dan bahagia selalu.~
😎😎😎
Zafran merebahkan tubuh istrinya dengan pelan di atas ranjang, kamar Zafran memiliki ukuran yang lebih luas, terlihat wajah Laura tersipu malu, gadis itu tidak dapat lagi menyembunyikan wajah yang terbakar dan merona merah, sangat merah.
"Kau melukis wajahmu lagi."
Zafran tersenyum ia duduk di samping Laura namun tubuhnya sangat dekat dengan gadis itu.
"Kau ingin honeymoon kemana?"
Tanya Zafran.
"A-aku tidak tahu Zafran."
Jawab Laura menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Jangan menggodaku lagi."
"Kenapa kau sangat malu dan terus menutup wajahmu."
Zafran menarik pelan kedua tangan Laura.
"Kau selalu mengejekku."
Kata Laura cemberut.
"Karena kau sangat menggemaskan."
Kata Zafran yang tak henti-hentinya tersenyum.
"Aku akan memakanmu sekarang kalau kau terus bersikap menggemaskan."
Kata Zafran mengecup lembut bibir Laura, kemudian membuka kancing kemeja putihnya dan membuang pakaian itu ke lantai.
Jantung Laura berdegup kencang, kegugupan hebat melanda dirinya. Mata Laura melihat dada telanjang Zafran, perut berotot dan lengan kekar.
"Aku takut Zafran... Kau sudah melakukan hal seperti ini berkali-kali kan?"
Kata Laura lirih.
"Ini hal yang baru untukku... A-aku tidak berpengalaman."
Kata Laura memalingkan wajah dan pandangannya ke arah lain.
"Ini juga hal yang baru untukku Laura, aku juga gugup, belum pernah melakukannya dengan wanita seperti mu..."
Zafran meraih wajah Laura untuk menatapnya dan mencium bibir Laura.
"Apa kau ingin aku mematikan lampu nya?"
Tanya Zafran.
"Mungkin itu lebih baik."
Kata Laura pelan dan serak, dada nya masih berdesir.
Zafran berdiri dan mematikan seluruh lampu yang ada di kamarnya. Sama-samar Laura mendengar langkah kaki Zafran yang telanjang tanpa alas di atas lantai, pria itu kembali mendekat, Laura menelan ludahnya kasar, kemudian meremas gaun pengantinnya.
Semakin lama pandangan gelap berubah menjadi remang-remang karena cahaya bulan yang terang. Laura dapat melihat wajah Zafran yang tampan dengan dada telanjang dan masih memakai celana panjang, kaki nya yang menapaki lantai dan perlahan naik ke atas ranjang.
Zafran menyibak pelan gaun Laura dari bawah ke atas, sembari dengan gerakan lembut pria itu membelai kaki dan kulit Laura hingga naik ke atas.
__ADS_1
Pelan dan sangat lembut, Zafran membuka gaun Laura dan merentangkan paha gadis itu, dengan tubuh kekarnya berada di atas Laura.
"Sayang... Aku akan sangat berhati-hati, aku tidak akan pernah menyakitimu, atau pun memaksa sesuatu yang tidak kau inginkan."
Kata Zafran lembut dan berbisik di telinga Laura kemudian mengecup telinga itu dan turun hingga ke leher Laura.
"A-aku tidak tahu apa-apa sedangkan kau jauh lebih tahu... Aku hanya tidak tahu harus berbuat apa."
Kata Laura tergagap karena gugup.
Bibir Zafran tertarik ke atas dan tersenyum.
"Kita akan mencari titik tengahnya bersama-sama, aku akan melakukannya dengan lembut dan kau harus katakan saat kau merasa sakit."
Kata Zafran menciumi leher Laura.
Laura mendesahkan nafasnya yang sempat tertahan beberapa detik, dan ia mengambil oksigen lagi untuk mengisi paru-parunya, tubuhnya mulai memanas dengan semua perlakuan Zafran.
Tak lama tubuh Laura menegang, Zafran masih menunggu hingga Laura merasa rileks dan menikmati permainannya.
Laura terkejut dengan semua sikap Zafran yang lembut, ia kira semua akan terjadi dengan cepat dan ia berfikir Zafran yang memiliki tubuh besar yang berotot akan membuatnya sakit.
Beberapa jam sudah lewat, melihat seluruh tubuh Laura sudah berpeluh penuh keringat dan mulai menikmatinya, Zafran ingin mencobanya, pria itu berbisik pada Laura.
"Aku akan mulai."
Kata Zafran serak.
Saat itulah Laura menggeliat tak nyaman seolah ingin menarik tubuhnya pergi dari Zafran, ia memekik, dan meremas bahu Zafran.
"Zafran sakit...!"
"Maafkan aku... Maafkan aku sayang."
Kata Zafran berbisik dan mencium kening Laura.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi, Zafran tidur memeluk Laura dengan selimut masih menutupi tubuh mereka.
Laura membuka matanya perlahan, melihat Zafran yang masih memejamkan matanya. Kemudian ia menyentuh hidung mancung Zafran dengan ujung jarinya.
"Kau mau lagi?"
Tanya Zafran.
Laura dengan cepat menarik tangannya dan menyelipkan di dalam selimut, kemudian memutup mata berpura-pura tidur.
Kemudian Zafran membuka matanya, tersenyum dan mengecup kening istrinya.
"Apa kau mau lagi sayang?"
Bisik Zafran di telinga istrinya, dan memainkan telinga kecil itu dengan mulut Zafran.
Membuat Laura bergidik, dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Zafran ikut masuk ke dalam selimut dan memandang istrinya.
"Aku tidak percaya kau akhirnya menjadi istriku."
Kata Zafran bersyukur.
"Aku juga tidak percaya kau akhirnya menjadi suamiku."
Laura tersenyum bahagia.
"Apa kau masih takut?"
Laura menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Bagaimana jika kita lakukan sekali lagi sebelum kita berangkat ke Swiss."
"Swiss?"
Tanya Laura.
"Kita akan Honeymoon di sana, aku memiliki villa yang bisa membuatmu betah."
Kata Zafran.
Kemudian Zafran mulai mencium Laura lagi, hingga sedikit menekan tubuh Laura, pria itu kemudian menyapukan bibirnya ke leher istrinya dan terus turun.
"Se-sebelum itu aku ingin bertanya Zafran..."
Kata Laura membuka selimutnya, kalimatnya sedikit terengah.
"Apa itu..."
Kata Zafran kemudian berbaring di samping Laura.
Dan kini Laura tidur berbantalkan tangan Zafran, memainkan jari-jarinya di dada Zafran.
"Dari semua wanita mu dulu, apakah ada yang berbeda?"
Tanya Laura malu-malu.
Zafran tersenyum dan memeluk Laura.
"Hmm... Dari awal hingga akhir semuanya berbeda, lebih bahagia, damai, dan entahlah aku tidak bisa mengatakannya."
"Apakah berbeda dari segi rasa... Mungkin?"
Tanya Laura lagi tiba-tiba.
Zafran tertawa, mendengar istrinya mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya geli.
"Aku tidak ingat sayang, benar-benar tidak ada yang spesial dari mereka hingga tak mempunyai makna, aku sudah katakan padamu, hanya kau yang bisa menggerakkan semua syarafku bahkan hanya dengan menciummu aku sudah merasakannya, bertahun-tahun aku menahannya, dan tidak seperti saat aku dengan wanita lainnya."
Zafran memeluk tubuh Laura dan kembali mencium istrinya lagi, melakukannya lagi hingga matahari memancarkan sinarnya, Laura hanyut dan tenggelam dengan semua perlakuan lembut Zafran, pria itu memanjakan Laura dengan sentuhan-sentuhannya.
Zafran membawa Laura untuk mandi, gadis itu cukup lelah, dan Zafran faham dengan tenaga yang ia miliki sedangkan Laura bertubuh lebih kecil darinya, ia harus lebih mengontrol diri.
***
Pesawat menderu dan mulai lepas landas, Zafran dan Laura melakukan perjalanan ke beberapa negara untuk honeymoon, Zafran tak pernah melepaskan genggamannya dari tangan Laura.
"Apa kau masih lelah?"
Kata Zafran ketika pesawat sudah mengudara normal di atas awan.
"Tidak juga."
Kata Laura sembari memakan sarapannya.
"Apa kau mau mencobanya di pesawat?"
Tanya Zafran tersenyum dan menunggu jawaban dari Laura.
Seketika itu Laura melirik kamar mewah yang ada di dalam pesawat, ia berhenti mengunyah makanan yang masih ada di dalam mulutnya, dan menelannya.
.
.
.
__ADS_1
~bersambung~