Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
-EPISODE 43-


__ADS_3

Wajah Zafran pucat dan pasi, mulutnya terkatup rapat, dadanya berdesir, kakinya seolah tak kuat lagi menopang tubuhnya, Laura adalah hidupnya, satu-satunya orang yang akan membuatnya bersemangat.


"Kau membencinya? Tidak ingat kah kau akan menikah dengannya. Saat itu kau memakai gaun yang indah, dan kau sangat cantik, Zafran melamarmu di atas kapal pesiarnya."


Kata Luwis lagi, benar-benar ingin memastikan sesuatu.


"Aku... Aku... Menikah? Dengan Zafran...?"


Laura tergagap, gadis itu seolah sangat terdorong oleh kalimat Luwis karena ia terkejut bahwa akan menikah dengan Zafran laki-laki yang sangat ia benci.


Laura berusaha untuk mengingatnya, gadis itu berfikir dengan sangat keras kemudian seberkas ingatan menggores kepalanya membuatnya memekik dan memukul kepalanya yang sakit.


Ahkk...!!!"


Laura pingsan dan Luwis dengan cepat memeluknya.


Zafran dengan cepat berlari dan meraih tubuh Laura ke dalam pelukannya.


"Apa yang kau lakukan!!!"


Bentak Zafran pada Luwis.


"Aku sedang membantumu."


Kata Luwis datar.


Zafran menggendong Laura masuk ke dalam kamarnya, kemudian para dokter berdatangan, karena mendengar teriakan Zafran.


Pria itu kesal pada Luwis dan siap melayangkan pukulannya, namun ia menahan pukulan itu dan membawa Luwis keluar dari kamar Laura, untuk berbicara.


"Aku sudah kalah sebelum berperang."


Kata Luwis tiba-tiba.


Zafran hanya diam.


"Melihat Laura seperti ini, menyadarkanku bahwa hanya kau yang bisa membahagiakannya. Sejak awal di masa sekolah, posisiku hanya akan menjadi temannya dan tidak akan lebih."


"Sandiwara apalagi yang sedang kau mainkan."


Kata Zafran.


"Aku mencintai Laura, tapi aku juga tidak bisa melihatnya sakit."


"Jangan bertele-tele..."


Zafran tidak sabar.


"Setelah Laura sembuh aku akan mengakui semua kejahatanku yang sudah ku lakukan padamu saat kita masih remaja."


Dengan kebesaran hati Luwis mengatakannya.


"Apa kau juga dalangnya, yang telah meracuni Laura."


"Kau pikir aku manusia apa? Kau kira aku akan tega meracuni Laura demi memisahkan kalian, Laura adalah gadis yang kucintai sejak lama. Apa aku setega itu dengan Laura dan menjadikannya seperti ini. Aku bahkan selalu memperingatkanmu untuk tidak menyakiti Laura."


Kata Luwis geram.


"Aku tahu dia adalah Gaby, tapi, kurasa ada yang sudah membantunya."


Sahut Zafran.


"Itu buah dari kesalahanmu yang berbuntut pada Laura, dan harusnya kau lebih peka siapa yang mencoba ingin mengkhianatimu."


Kata Luwis.


Zafran mengerti maksud dari kalimat Luwis, dan akhirnya para dokter selesai memeriksa Laura mereka satu persatu keluar menemui Zafran.


"Tuan, sepertinya sebuah kejutan atau syock therapy yang baru saja tuan Luwis berikan membawa efek yang bagus, dan sudah dipastikan Nona Laura akan sembuh lebih cepat."


Kata salah satu dokter dengan senyuman mengembang.


"Tapi memang ini adalah kasus yang langka, meskipun gejala amnesia yang dialami Nona Laura hanya sementara, namun jika tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan amnesia permanen dan kelumpuhan otak. Anda bisa masuk dan berbicara dengan Nona Laura, dia mencari anda."


Kata dokter itu lagi.


Zafran terkejut tak percaya bahwa Laura mencarinya, dengan cepat pria itu masuk, ia melihat Laura yang duduk dan tersenyum padanya, Zafran dengan cepat memeluk Laura.

__ADS_1


"Apa aku sudah menyusahkanmu?"


Tanya Laura.


"Tidak pernah."


Jawab Zafran


Laura tersenyum dan Zafran juga bersyukur melihat senyuman khas Laura yang ia kenal.


"Jangan meninggalkanku lagi."


Kata Zafran memeluk Laura kembali.


"Maaf sudah membuatmu khawatir."


"Aku yang seharusnya meminta maaf. Aku akan membalas mereka semua."


Kata Zafran pada Laura yang masih memeluk dan menciumi kepala Laura.


"Maaf karena aku, pestanya gagal."


Kata Laura yang akhirnya meneteskan air mata.


"Aku akan menikahimu di gereja tua, gereja yang selalu kita kunjungi saat masih remaja."


Zafran melepaskan pelukannya.


"Apa kau setuju."


Laura menggangguk dengan air mata yang berderai di pipinya.


"Aku sangat takut."


Kata Laura menangis.


"Maafkan aku."


Kata Zafran.


"Bahkan saat aku diam-diam melamarmu melalui perjodohan, masuk menjadi orang lain agar orang tuamu menjodohkanmu denganku, kau masih tidak mau, sebenarnya akulah penyebab kesisruhan ini, hingga melihatmu mengasingkan diri dan pergi dari keluargamu, mulai saat itu aku menjadi seorang pecundang yang tidak berani menyentuhmu lagi."


Kata Luwis dalam hatinya dan menyesali perbuatannya di masa lalu.


"Semoga kalian bisa bahagia."


Kemudian Luwis pergi dan meninggalkan mereka.


***


Stark menggeledah Mansion milik Edward bersama para pengewal, Zafran hanya berdiri dan mengamati.


Semua terjadi begitu saja dan begitu cepat, membuat Edward tidak dapat berbuat sesuatu lebih dulu.


"Apa sekarang kau mencurigai sahabatmu sendiri."


Kata Edward kesal.


"Aku hanya berjaga-jaga, semua orang akan ku periksa bahkan adikmu dan istrinya juga."


Kata Zafran santai.


"Benar-benar tidak dapat di percaya!"


Edward kesal, ia menunggu para pengawal memeriksa.


"Jangan kau sentuh lukisan peninggalan ibuku."


Edward berteriak memperingatkan seorang pengawal yang menyentuh sebuah lukisan besar.


"Hei... Jangan sentuh guci itu!"


Bentak Edward lagi.


"Santai saja lah, mereka tidak akan merusaknya."


Kata Zafran datar.

__ADS_1


Setelah beberapa jam lamanya, Stark turun membawa sesuatu. Stark menaruh barang itu di atas meja tepat di depan Zafran yang sedang berdiri.


"Saya menemukan beberapa foto Nona Laura tuan."


Kata Stark.


"Aku penasaran siapa dalang dari semua ini, apa tindakan Ramon juga atas perintahmu?"


"Kau berbicara apa Zafran, kau menuduhku mengkhianatimu?"


Edward tertawa.


"Untuk apa kau menyimpan foto Laura, kau memotretnya diam-diam?!"


"Lalu kemana kau saat acara pertunangan kami."


"Aku minum di bar lantai bawah, lagi pula aku memang menyukai Laura, aku tidak tahan melihat kalian akan menikah, apa aku tidak boleh hanya sekedar menyimpan fotonya? Hati dan tubuh Laura sudah kau miliki, kenapa kau sangat perhitungan, itu hanya foto."


"Hanya foto katamu!!!"


Zafran maju dan meraih kerah Edward dengan geram.


"Bukan aku yang meracuni nya!!!"


Bentak Edward.


"Kau bekerja sama dengan Alex dan Gaby!!!"


Tuduh Zafran.


"Jangan bercanda, aku bahkan yang memperingatkanmu untuk berhati-hati pada Gaby!!!"


Edward mencengkram tangan Zafran.


Kemudian Zafran mendorong Edward dengan kasar.


"Stark periksa ponsel Edward."


Perintah Zafran.


Kemudian Stark ingin menggeledah Edward.


"Jangan berani menyentuhku!"


Edward memberikan peringatan keras pada Stark. Kemudian pria itu mengambil ponselnya dari saku celana dan melemparnya di atas meja hingga ponsel itu tergeletak dengan suara yang keras.


Stark kemudian memeriksanya dan benar, terdapat beberapa foto Laura, cukup banyak.


"Aku akan mengawasimu."


Kata Zafran.


"Stark bawa foto-foto Laura ponsel itu juga."


Perintah Zafran lagi.


Edward terlihat jengkel ketika Stark mulai mengemasi foto-foto Laura dan pergi meninggalkan Mansion bersama para pengawal.


"Dia psikopath!!"


Kata Zafran kesal.


"Awasi Edward jangan sampai dia menimbulkan masalah untuk Laura, aku benar-benar kesal."


"Baik tuan."


Kata Stark.


Mobil melaju meninggalkan Mansion milik Edward, dan terlihat pria itu hanya berdiri kesal.


.


.


.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2