Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Tidak Seperti yang Dipikirkan


__ADS_3

Setelah duduk di dalam mobil, Yolanda kaget melihat Marina yang duduk didepannya. Ia memberi kode mata untuk Yolanda. Arsen tidak menyadari sebab ia sibuk melihat layar ponselnya, saat Yolanda berdiri dan turun, Arsen mendongak karena bau parfum yang ia cium di tangga tadi sama persis dari orang yang baru turun. Ia mengarahkan kepalanya untuk melihat sosok pemilik bau parfum itu. Tapi Krisna dengan cepat menghalangi pandangannya, ia juga pura-pura menoleh ke arah pintu mobil, Arsen hanya melihat  sekilas bagian belakang Yolanda.


‘Siapa dia sebenarnya?’ ia bertanya dalam hati.


Dari enam tahun yang lalu, Arsen sudah mencari  pemilik bau parfum tersebut, itu sangat berarti baginya.


‘Apa itu hanya kebetulan atau  itu memang dia?’ ia tidak bisa melihat sebab mobil sudah ditutup dan melaju pergi.


Krisna terpaksa membawa Nonya Marina pulang menggunakan mobil Van tersebut agar keduanya aman.


Tiba di rumah Arsen masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam. Arsen menarik sebuah koper dari bawah ranjang, membuka koper menggunakan sebuah alat komunikasi khusus untuk menghubungi rekannya.


“Halo,” sahut seseorang di ujung telepon.


“Saya ingin kamu menyelidiki seseorang untuk Le.”


“Siapa? Laki-laki apa wanita?”


“Gadis pemilik kalung itu.”


Lelaki yang bernama Leu Chen itu terdiam sejenak, sebelum melanjutkan kalimatnya.


“Apa kamu masih mencarinya? Ini sudah enam tahun berlalu.”


“Kali ini aku bertemu seseorang dengan wangi yang sama.”


“Sen, didunia ini ada banyak jenis parfum yang sama, jangan cepat menyimpulkan.”


“Itu sebebnya saya memintamu menyelidiki untukku. Saya yakin kalau dia orangnya.”

__ADS_1


“Baik katakan dimana posisi kamu melihat atu bertemu dia.”


Arsen menceritakan  semua tentang kejadian hari itu, dari saat bertemu Yolanda di tangga, melihatnya disebrang gedung sebagai sniper dan sempat masuk ke dalam mobil yang sama dengannya. Tapi ia tidak sempat melihat wajahnya secara langsung.


“Sen, ada banyak tentara wanita di ngera ini. Kalau tanpa  identitas yang jelas akan sulit menemukannya.”


“Itu tugas kamu Le, lakukan dengan baik. Ingat, jangan sampai nenekku tau tentang semua ini.” Arsen menutup telepon


                 *


Satu bulan lebih  sudah ia menjadi menantu di rumah besar itu, walau  hanya status, karena Arsen masih belum bisa menerimannya sebagai istri . Tetapi tidak mengapa dengan Yolanda, ia justru merasa lebih tenang.


 Arsen jarang bertemu belakangan ini, setelah bertemu dengan Arsen di tangga kantor. Yolanda sengaja menghindar .


Hari itu sang sepupu datang ke kantor dan menceramahinya.


“Dia jarang di rumah,” kilah Arsen, ia masih sibuk membolak-balikkan file di tangannya.


“Usaha dong Bro, ajak Dinner, liburan, shooping,” ucap sang sepupu.


“Jangankan mengajak Dinner dia bahkan selalu menghindari setiap kali bertemu dan kami jarang bicara.”


“Ucapan gue benar kan?  Gue yakin dia bukan asisten rumah tangga. Mungkin dia seorang model atau atlet. Soalnya dia selalu olahraga setiap pagi dan bodynya bro bikin para pria panas dingin. Pikiranku jadi liar setiap kali melihatnya lari pagi berkeringat. Coba sesekali kamu ke taman komplek dia akan ada di sana ,” ujar Erik.


“Gue gak tertarik mengutit wanita,” ucap Arsen acuh.


“Lu akan berubah pikiran saat dia melepaskan pakaiannya, Bro,” goda Erik.


Membuat kuping sepupunya jadi panas. “Sudah.  Sana pulang!” Arsen melemparkan gulungan kertas ke arah Erik, ia kesal juga saat Erik menjadikan sang istri jadi ajang fantasinya. Erik tertawa terkekeh saat melihat Arsen marah.

__ADS_1


Di  kantor Arsen memikirkan perkataan sepupunya. Erik memintanya  menanam benih di rahim Yolanda. Karena  pusing ia memilih pulang ke rumah  untuk bicara  dengan Yolanda


Saat mobil itu tiba di rumah, ia berjalan ke lantai tiga untuk menemui Yolanda, di depan pintu ia menarik napas beberapa kali sebelum mengetuk. Namun, saat diketuk beberapa kali  tidak ada sahutan.  Arsen mendorong pintu dan masuk ke kamar, ternyata wanita itu  lagi melakukan senam  jumba di balkon kamarnya. Gerakakan yang lihai dan body goal dan penampilanya sempat membuat Arsen tertegun. Ia memakai  pakain olah raga berbentuk minset dan celana  pendek shot  memperlihatnya seluruh bentuk tubuhnya.


‘Apa yang dikatakan Erik benar, Body Yolanda atletis


Siapa kamu sebenarnya?’ tanya Arsen saat melihat  tubuh istrinya dan gerakannya yang profesional.


Gerakan senam yang biasa di lakukan orang yang sering mengikuti kelas senam, perut Yolanda memiliki body atletis dengan tinggi badan 177 cm.  Profesinya sebagai tentara menuntutnya  sering fitnes. Ia mematikan musik lalu menarik handuk mengusap wajahnya  lalu  melepaskan ikatan kepala. Rambutnya diberi warna pirang,  Yolanda terlihat seperti  model pakaian senam. Selama  bekerja di rumah Arsen, ia selalu menggulung rambutnya untuk menyamarkan penampilannya, kali ini Arsen melihat semuanya dan  penasaran siapa sebenarnya Yolanda.


Yolanda terkejut saat Arsen ada di kamarnya, sedang menatap penampilannya. Alih-laih menutupi rasa terkejutnya ia  pura-pura tebatuk bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi.


“Ada apa Pak? Apa Bapak mau bicara denganku?” lalu ia menutup tubuhnya kembali dengan memakai kaos oblong  longar seperti kebiasaanya di rumah.


“Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan?” tanya Arsen.


“Tidak ada.”


“Aku tidak percaya. Kenapa kamu selalu berpenampilan seperti  gembel di rumah ini, aslinya kamu tidak seperti.”


“Tidak semua yang dilihat mata kebenaran Pak Arsen, ada saatnya seseorang berpenampilan seperti itu demi seuatu hal, makanya jangan menilai seseorang dari covernya saja,” ucap Yolanda  menegak  air dalam  gelas itu hanya beberapa tegukan, Apa yang dilihat membuatnya Arsen sedikit bigung. Belum lagi saat ia duduk di sofa matanya  melirik jam tangan yang tergeletak di atas nakas di samping ranjang. Sebuah jam tangan  merek  terkenal bahkan tidak sembarangan orang  bisa memilikinya.


Mata Arsen semakin liar meneliti semua isi kamar istrinya. Yolanda sadar akan hal itu, tetapi ia bersikap tenang.


“Aku memutuskan untuk melakukan malam pertama malam ini. Kamu boleh memilih tempatnya,” ucap Arsen


Bersambung.


Jangan lupa memberikan dukungan dengan cara like vote dan berikan hadiah ya, terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2