Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Dilaporkan


__ADS_3

Yolanda dan Hugo hanya satu hari diberi libur, besoknya sudah kembali bertugas dan kembali ke Jakarta . Arsen  mencari cara untuk bisa bicara dengan Yolanda. Namun, wanita itu bukannya semakin dekat denganya malah makin menjauh dan tidak bisa dihubungi. Bukan hanya Yolanda yang menjauh Vani juga mendadak tidak bisa dihubungi bahkan apartemen yang diberikan Marina dikembalikan.


“Apa kamu bisa mengatur waktu agar aku bisa bertemu dengan Vania?”


Krisna, menghela napas sebenarnya ia berat hati menyampaikan hal itu pada Arsen, tapi ia harus berterus terang agar tiddak ada asalah paham, “Pak sebenarnya Vania menolak bertemu. Dia juga menolak undangan makan dari Bu Marinn,” jelas Kris.


Arsen meletakkan berkas di tangannya lalu menatap Kris. “Apa terjadi sesuatu?”


“Saya juga bigung Pak, tidak tahu apa yang terjadi. Telepoku  jarang dia angkat, dia sangat berbeda setelah pulang dari kampung,” tutur Kris, bukan hanya Arsen yang bertanya-tanya kenapa Vania jadi menjauh darinya.


                *


Setelah hampir berminggu-minggy Yolanda dan Vani sama-sama tidak mau bertemu Arsen . Melihat sikap Yolanda Arsen marah akhirnya melakukan hal yang nekat. Ia melaporkan Yolanda ke atasannya,  tuduhan penelantaran anak. Tidak menunggu lama apa yang dilakukan Arsen  langsung mendapat respon dari pihak istana lalu dilaporkan kepala paspampers. Akhirnya Yolanda dipanggil ke kantor dan itrogasi. Besok harinya Yolanda terlihat murung.


“Apa yang  terjadi?” tanya Hugo, ia kaget tahu Yolanda dapat masalah.


Yolanda duduk dengan wajah lemas. “Iya, pada akhirnya akan seperti ini.”


“Apa ini ulah Arsen.” Hugo mengepal tangannya dengan kesal.


“Dia marah karena aku menolak permintaannya untuk rujuk.”


Mendengar hal itu, amarah Hugo yang tadinya memuncak sampai atas kepala mendadak hilang saat mendengar Yolanda menolak Arsen. “Apa kamu menolaknya? Maksudmu … Kenapa?”


“Kami tidak bisa bersama lagi.”


“Jo, kamu tidak bisa melepaskan begitu saja, biar bagaimanapun dia suamimu dan ayah anakmu.”


Hugo juga tidak mengerti kenapa Yolanda, menolak  bersama Arsen, padahal ia tahu kalau keduanya masih saling mencintai.


Di sisi lain Arsen juga dicerca pertanyaan dari Erik dan Marina, atas apa yang dilakukan pada Yolanda.


“Kenapa Lo melakukannya jika masih mencintai Yolanda.” Erik baru pulang dari Amerika lansung menemui Arsen setelah tau kabar tersebut.


“Lu baru pulang langsung bawel saja,” cletuk Arsen.


“Sen, Lo membuat masalah pada orang yang lo cintai apa itu masuk akal?”


Arsen sangat tenag menghadapi pertanyaan sepupunya, ia menuangkan  wine ke dalam gelas. “Itu upaya terahir yang bisa gue lakukan.”


“Membuat dia dalam masalah? Bagaimana kalau dia semakin membencimu dan menghilang selamanya,” tutur Erik.

__ADS_1


“Justru dia sudah melakukan itu, makanya gue bertindak,  bahkan Vania ikut menghindar dariku,” jelas Arsen.


Krisna hanya diam, melihat Bosnya marah, jauh dalam hatinya ia tidak ingin Yolanda dalam masalah , tetapi ia juga tidak ingin membantah keputusan Arsen. Tidak memihak siapapun itulah yang ia lakukan saat itu.


“Apa ada masalah yang tidak kita ketahui?”


Arsen hanya menggeleng.” Itulah yang ingin gue cari tahu.”


Saat  mereka bertiga sedang mengobrol Marina datang, ia menatap Arsen dengan marah.


“Kenapa kamu melaporkan Yolanda tentang pernikahan itu?”


“Saya ingin memberinya perlajaran, Nek.”


“Arsen, kamu sadar tidak, kalau Yolanda membeberkan tentang pernikahan dan tentang organisani sebelumnya, Mereka akan menyelidiki sampai ke akar-akarnya dan kita juga dapat masalah!” bentak Marina.


“Kenapa Nenek sangat panik mengenai masalah di masa lalu?” Kedua alis Arsen menyengit melihat kepanikan sang Nenek.


“Arsen, apa yang terjadi tidak semudah yang kamu bayangkan. Jika Yolanda membeberkan semuanya kita dalam masalah besar, hentikan semua itu sebelum terlambat. Jangan bertindak sewenang-wenangmu, semua keputusan harus melalui Nenek.”


Arsen mendengus kecil. “Saya bukan anak kecil lagi Nek. Saya ini sudah dewaasa, saya tahu yang terbaik dalam hidupku. Jangan mengatur-aturku lagi,” tegas Arsen.


“Apa kamu sunguh-sunguh dia ingin dipecat?” Wajah  Marina mengeras.


“Iya,” sahut Arsen dengan tenang.


“Kenapa? Kenapa kamu ingin seperti ITU Arsen? Apa kamu tahu betapa sulit dia mendapatkan pekerjaan itu.”


“Dari mana Nenek tahu kalau dia sulit mendapatkan pekerjaan itu? Apa selama ini Nenek tahu kalau dia masih hidup?” Wajah Arsen menegang.


“Jangan membalikkan pertanyaan, pokoknya Nenek mau kamu mencabut aduanmu terhadap Yolanda agar keluarga ini damai,” ujar Marina.


Ia buru-buru keluar dari apartemen Arsen, mereka bertiga hanya diam melihat sikap panik yang diperlihatkan Marina. Tentu saja mereka bertiga menduga-duga kalau Marina menyembunyikan  sesuatu.


“Kenapa Nenek jadi gugup seperti itu,” ucap Erik.


“Apa Nenek selama ini tahu kalau Yolanda masih hidup?” Arsen menatap Erik dan Kris bergantian.


                                 *


Beberapa hari kemudian

__ADS_1


Yolanda  memenuhi undangan Marina, mereka bertemu di rumah keluarga arsen.


“Selamat pagi Bu.”


“Yolanda  duduklah, saya meminta Darsi memasak makanan kesukaan kamu. Kita makan dulu sebelum mengobrol.” Sikap Marina sangat beruba kali ini, tapi Yolanda menanggapinya dengan sikap dingin.


“Tidak perlu Bu, saya buru-buru.” Wajah Yolanda tidak bersahabat sama sekali, “ kata Kris Ibu ingin bicara dengan saya tentang hal yang penting.”


“Apa kita tidak makan dulu,” bujuk Marina masih berusaha menghangatkan suasana.


Tapi Yolanda menolak, ia bersikap seperti orang lain saat bertemu dengan Marina.


“Baiklah, begini … kenapa Vania tiba-tiba tidak mau  bertemu.”


“Harusnya Ibu bertanya itu pada Vania bukan pada saya. Kalau Ibu  berniat menjodohkan adik saya dengan Pak Arsen, saya meminta jangan lakukan itu lagi Bu.”


Wajah Marina langsung menegang, ia meremas jemari tangannnya dengan gugup. “Apa terjadi sesuatu?”


“Mungkin Ibu lebih tahu dari pada saya.”


“Apa maksudnya?” Wajah Marina semakin menegang.


“Bukankah Bu Marina,  ada hubungan dengan kematian Papaku. Sebaiknya kita jangan bertemu sebelum Arsen  mengetahui semuanya.”


“Jo- Jo apa kamu mengetahui sesuatu?”


“Ibu memintaku menjauhi Arsen empat tahun yang lalu, sekarang saya mengerti alasannya, saya akan melakukannya. Saya juga tidak ingin  menjadikan anda jadi bagian keluarga kami. Jadi berhenti menemui adikku.” Yolanda berdiri.


“Yolanda dengarkan saya dulu tidak semua yang kamu dengar  itu benar, begini ….”  Marina berdiri berusaha menjelaskan pada Yolanda, tetapi wanita cantik itu berdiri tidak menghiraukan Marina tepat saat ingin keluar . Erik dan Kris juga datang.


“Joan …?” Kris berjalan ingin menyapa, tiba-tiba Marina berlari dari rumah mengejar Yolanda.


“Joan! dengarkan saya jelaskan dulu.”


“Maaf Bu saya tidak punya waktu. Jelaskan saja sendiri pada Arsen agar dia tidak menggangguku.”


“Jelaskan apa?” Arsen tiba-tiba datang datang dari belakang Yolanda.


Bersambung


Jangan lupa berikan like, komen dan hadiah ya agar author semakin semangat terimakasih

__ADS_1


__ADS_2