Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Hari Berduka


__ADS_3

Hari itu  jadi hari yang paling menakutkan di rumah keluarga Arsen. Dalam suasana tenang tiba-tiba sekelompok orang bersenjata mendatangi rumah mereka dan menyerang membabi buta para pejaga .


Lalu sekelompok pria menerobos masuk setelah melumpuhkan orang berjaga di luar dan  menyerang mansion . Mereka menembakki semua bodyguard Marina dan melukai penghuni rumah.  Marina dan semua keluarganya hanya bisa bersembunyi dan berlindung di dalam rumah. Namun malang untuk putra Arsen dan Yolanda. Ia terkena runtuhan tembok yang diledakkan, anak malang itu mendapatkan luka parah.


“Aaah Cucuku!” teriak Marina memeluk anak yang sekarat itu.


Semua keluarga  hanya menangis histeris  melihat pengasuh dan bayi itu terluka dan tidak bergerak lagi.


“Mama dia tidak bergerak lagi!” teriak Alda .


“Arsen anakmu sudah pergi dan kamu bahkan belum pernah melihat.” Marina merasa sangat hancur saat cucu yang sudah lama ia nantikan diam tidak bergerak. Bayi malang itu tidak terselamatkan .


“Kalian biadap beraninya menyakiti anak yang tidak berdosa!” teriak Alda histeris.


Erik yang saat itu ada dr rumah merangkak menuju kamar, lalu meraih senjata ia ikut melawan para penyerang, tapi  saat ia bersembunyi di belakang lemari.


“Dor!”


Sebuah peluruh menembus perut,  ia terluka. Mendengar kabar itu Arsen mematung tidak bisa berkata-kata.


“Kita harus pergi dari sini. Kamu harus tetap hidup untuk membalas lelaki tua itu,” ujar Sopian.


Tangan Arsen terkepal kuat, tersirat penyesalan yang sangat dalam di wajahnya, setelah mendengar putranya ikut dalam korna penyerangan tersebut. “Anak itu juga meninggal, aku bahkan belum sempat melihat,” ujar Arsen.


“Walau kamu datang ke sana dia tidak akan bisa hidup kembali, tapi kamu harus membalas lelaki tua itu, supaya hidupmu dan hidup kita semua aman."


"Kenapa pria jahat itu melakukannya?"  Arsen mengepal  tangan dengan kuat.


"Dia ingin cuci tangan  dengan semua kejahatan yang  dia lakukan selama ini," ujar Sopian.


                           *


Sopian memberi usul untuk bisa mengalahkan mantan pimpinannya. Bruga adalah otak penyerangan keluarga Arsen lelaki jahat itu ingin membersihkan semua orang yang mengetahui tentang organisasinya. Sebelumnya ia sudah memerintahkan melenyapkan Sopian, Kris, Hugo , Riko, Vivian mereka anggota lama yang  mengetahui selak beluk organisasi Panaba.


“Ayo kita habisi lelaki tua yang sudah melenyapkan Yolanda,” ujar Sopian.


Wajah Arsen seketika menghitam mendengar orang yang menyelapkan istri dan anaknya adalah Bruga. Arsen setuju.

__ADS_1


Saat anak buahnya sibuk menyerang keluarga Arsen datang ke markas bersama Sopian .


“Ba-bagaimana kalian bisa masuk.” Bruga ingin meraih telepon.


“Kamu berpikir kami sudah mati? Bagaimana mungkin kamu tidak punya hati setelah apa yang sudah lakukan untuk membangun orgsnisasi ini sampai sebesar ini,” ujar Sopian ia mengarahkan pistol ke arah mantan atasannnya tersebut.


“Penjaga! Penjaga!” panggil Bruga.


“Mereka sudah tewas. Arsen ambil apa yann perlu kamu ambil dari tempat ini,  biar saya mengurus tua bangka ini.” Sopian melampiaskan kemarahan yang ia simpan selama ini.


“Sopian ingat hubungan baik kita selama ini, jangan melakukan itu padaku.”


“Kita tidak punya hubungan baik, kamu hanya menganggapku budakmu selama ini, sudah waktunya mengirimmu ke neraka setelaha apa yang sudah kamu lakukan pada orang-orangku.”


Dor!


“Dan ini untuk Yolanda!”


Dor!


“Organisasi akan tetap  berjalan Arsen apapun yang terjadi,” ujar Sopian.


“Pak Apa kamu terluka?”  Krisna meraih tangan Sopian.


“Tidak apa-apa. Kamu harus tetap ada di sini Kris kamu akan membantu Arsen untuk membangun tempat ini.”


“Pak saya tidak akan bisa melakukan itu tanpa Bapak,” tolak Krisna, hanya ada beberapa anggota lama yang tersisa yang lainya sudah dilenyapkan Bruga.


“Ayo kita akan melakukan sesuatu, bantu aku ke ruangan pak tua itu.”  Krisna membawanya ke sebuah ruangan  ia memusnakan berkas-berkas lama . Sopian menciptakan yang baru dengan menyungungkan tanda tangannya. Ia menjadikan Arsen sebagai pemilik organisasi itu lagi.


Sopian berhasil menghabisi sang ketua lalu meminta pasukan yang menyerang rumah Arsen untuk mundur. Setelah Sopian berhasil menyingkirkan lelaki jahat itu dan menyerahkan organisasi itu pada Arsen. Sopian di larikan ke rumah sakit karena mendapat luka yang serius di bagian perut.


                 **


 Arsen datang ke rumah. Hari itu akan jadi hari berduka untuk Arsen dalam penyerangan di mansion keluarganya.  Dua anggota keluarganya meninggal dan satu pengasuh bayi.  Putra Yolanda dan Arsen ikut dalam korban dalam penyerangan tersebut. Ayah Erik ikut dalam korban.Tangisan kesedihan mengantar kepergian kedua anggota keluarga mereka.


“Arsen kamu bahkan  belum melihat putramu Nak, lelaki tua itu membunuhnya juga,” ujar Marina.

__ADS_1


Arsen lelaki yang sangat tegar, walau hatinya sangat hancur karena anak yang mereka perjuangkan  ikut jadi korban. “Nenek jangan menangis, semua pasti akan berlalu.” Arsen memeluk sang nenek.


“Aku tidak bisa melindungi keluarga kita maafkan aku,” sesal Erik, lelaki itu duduk di kursi roda saat pemakaman kedua anggota keluarga mereka.


“Itu bukan salah kamu, lelaki itu sudah mendapatkan balasannya, dia sudah tewas.”


Marina dan Eri sama-sama menoleh ke arah Arsen, mereka berpikir kalau Arsen yang menghabisi Bruga.


“Apa kamu melakukannya?” tanya wanita tua itu lagi.


“Sopian yang menghabisinya, tapi aku mendengar Sopian juga meninggal,” ujar Arsen.


Mendengar Sopian meninggal Marina sangat sedih, pria itulah yang selama ini membantunya melindungi keluarga.


                           *


Kematian pempimpin organisasi tidak ada yang curiga, sebab dalam berkas kematianya ia di rampok. Meninggalnya Bruga membuat banyak pihak merasa legah mereka yakin hidup Krisna dan yang lain  akan aman. Arsen juga tidak ingin bersembunyi lagi tentang identitasnya ia sudah menunjukkan dirinya.


“Aku berharap kita bisa melewati semua ini.” Arsen menepuk pundak sang sepupuh.


“Nenek tidak punya semangat lagi setelah dia pergi tidak ada harapan lagi,” ucap wanita itu dengan suara lirih.


“Nenek pernah mengatakan padaku kalau hidup akan tetap berlanjut walaupun banyak rintangan.”


“ Aku sudah lelah Arsen, Nenek ingi tidu tenang,” ujar Marina  berjalan ke dalam kamarnya.


Setelah peyerangan itu,  akhirnya mansion mewah itu  dijual.  Arsen membeli rumah yang baru untuk keluarganya. Kini semua tanggung jawab dipikul sendiri olehnya. Setelah kematian pamannya, Erik merasa sangat terpukul ia meninggalkan Indonesia membawa Mama dan Adiknya keluar negeri. Tidak ada yang tahu kapan kematian itu datang, tetapi yang pasti Arsen sangat menyesal belum sempat melihat wajah putranya sebelum meninggal. Tetapi sang  nenek punya banyak foto.


“Dia sangat mirip dengan kamu Sen,” lirih Marina mengusap air matanya kembali.


“Jangan mengingat kalau itu membuat Nenek sedih.”


“Nenek berharap banyak padanya. Sekarang aku tidak punya semangat hidup lagi.” Marina mengusap buliran air mata yang membajiri pipinya.


 Bersambung


Bantu like, komen dan berikan hadiah terimakasih

__ADS_1


__ADS_2