
Lelaki tampan itu juga ingat kalau saat melakukan malam pertama Yolanda terluka di lengan.
“Hanya luka biasa,”ucap Yolanda ia berdiri dan merapikan pakain blues untuk menutupi bagian perut.
“Walau aku memohon agar kamu mau bercerita. Kamu tidak akan mau kan?” tanya Arsen.
“Tidak.”
“Walau hanya satu pertanyaan?” tawar Arsen.
Yolanda menarik napas berat, hal yang paling berat untuknya adala pertanyaan tengtang pribadi dan keluarganya .
“Tanyakan saja,” ucap Yolanda, ia berusaha keras melakukan seperti yang dikatakan Marina.
“Apa kamu punya keluarga?” tanya Arsen.
“Tidak.”
“Tidak punya? Saudara jauh ada?”
“Tidak ada,” sahut Yolanda.
“Lalu apa pekerjaanmu?”
“Tadi kamu bilang pertanyaanmu hanya satu, aku sudah menjawab satu. Jangan bertanya lagi,” ujar Yolanda ia berdiri lalu menatap ke arah jendela.
“Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi.” Arsen lagi-lagi kena mental dengan sikap tertutup Yolanda.
Dalam kesatuannya seluruh anggota tidak diperbolehkan berhubungan dengan keluarga dan tidak diperbolehkan membangun keluarga. Mereka dituntup sendiri, tetapi untuk finansial mereka tidaklah kekurangan . Para anggota mendapat gaji yang sangat besar setiap anggota akan mendapat rumah, kendaraan dan kemewahan. Tetapi bagi Yolanda itu bukan kebahagian, kalau saja ia tidak punya dendam pada orang-orang membunuh ayahnya, mungkin ia tidak mau menjadi seorang agent mata-mata. Mungkin Yolanda akan memilih hidup layaknya wanita biasa menikah dan punya keluarga.
“Tapi aku suamimu Yolanda, tidak bisakah aku tahu tentang kamu?”
“Tidak bisa Pak, tidak perlu tahu tentang aku, kamu cukup tau tentang keadaan anakmu saja, anggap aku hanya mesin pencetak anak di rumah ini. Perlakukan aku seperti biasa tidak apa-apa,” ujar Yolanda.
__ADS_1
“Tapi kenapa?”
“Karena aku bukan manusia. Aku hanya sengongongan daging yang hidup, aku diciptakan dan dibentuk tidak memiliki perasaan dan empati. Hanya itu bisa aku katakan. Tolong berhenti untuk menyelediku dan mencari tau tentang aku,” ucap Yolanda.
“Sebenarya apa yang ditawarkan Nenek padamu? Aku akan memberikan hal yang sama.”
“Pak Arsen, kamu harapan kelurgamu jangan habiskan energimu untuk hal yang tidak penting. Aku yakin Joy wanita yang tepat untukmu.”
“Aku tau, kamu tidak perlu mengajariku untuk hal itu. Aku hanya bertanya orang seperti apa yang melahirkan anakku hanya itu,” ucap Arsen marah.
Arsen sudah berusaha keras mencari tahu tentang Yolanda dan hubungannya dengan neneknya tetapi semakin ia mecari tahu semakin ia merasa tidak berguna. Yolanda ada didekatnya hanya jarak satu langkah bisa bertemu dengannya, tetapi Arsen merasa wanita itu membangun tembok pemisa yang sangat tinggi dan koko untuk membatasi mereka berdua.
“Aku pastikan anakmu sehat dan baik-baik saja, aku tidak perokok dan tidak suka minum alkohol dan … tidak pernah berhubungan dengan pria lain, jadi aku pastikan anakmu sehat,” ucap Yolanda.
Mendengar penuturan Yolanda Arsen semakin tidak mengerti.
‘Dia tidak perokok tidak minum alkohol juga dan tidak pernah berhubungan dengan orang lain. Kalau begitu dia wanita baik-baik, lalu kenapa? Untuk apa?’ Arsen merasa kepalanya sakit.
Satu Bulan kemudian.
Kehamilan Yolanda sudah memasuki jalan lima bulan, untuk saat ini Yolanda tidak tugaskan ke lapangan Sopian memintanya memantau semua pekerjaan dari rumah. Kehamilan Yolanda disembunyikan dari semua anggota. Bahkan Buraga pemilik organisasi tidak tahu kalau Yolanda punya misi lain yakni melahirkan anak. Dari semua anggota devisi hanya Kris yang tahu kalau Yolanda hamil.
Arsen berubah seratus delapan derajat demi Yolanda dan bayinya. Ia tidak mau marah-marah dan bersikap dewasa. Ia berpikir dengan ia bersikap baik Yolanda akan berubah baik juga. Semua keluarga terkejut dengan perubahan sikap Arsen, kalau biasanya ia akan melakukan apapun tanpa perduli pendapat orang tetapi kali ini ia mau mendengarkan masukan dari orang lain. Marina tidak suka dengan sikap Arsen, ia tidak mau cucunya jatuh cinta pada Yolanda, menyebabkan terluka nantinya karena mereka akan berpisah. Ia mengajak Arsen bicara berdua di ruang kerja, memberi nasihat pada cucunya demi kebaikan mereka berdua.
“Arsen, aku tau kamu senang karena sebentar lagi kamu akan seorang ayah. Bagaimana kalau kamu mengunjungin Joy di Canada,” ujar Marina
“Jangan Melakukan apapun Nek, saya sudah bilang saat itu biarkan aku bersama Yolanda.”
“Sen, Yolanda hanya ibu yang melahirkan anakmu. Bukan jadi istrimu.”
‘Dia tentara rahasia dan tidak boleh menikah’ ucap Marina dalam hati.
“Kenapa Nenek menjadi orang yang kejam? Untuk apa aku mencari wanita lain saat aku sudah punya istri, dia cantik dan yang terpenting dia mengandung anakku,” ujar Arsen.
__ADS_1
“Arsen jangan jatuh cinta padanya karena kamua akan patah hati nanti. Pernikahan kalian akan berahir beberapa bulan lagi dan kamu akan terluka jika dia pergi.”
“Dan aku buat dia jatuh cinta padaku.”
“Sen … dia tidak mudah jatuh cinta pada orang lain, dia hanya mencintai dirinya sendiri. Jangan letakkan hatimu dalam pernikahanmu aku tidak ingin kamu patah hati,” tutur Marina.
Arsen marah mendengar kata-kata sang Nenek ia keluar dari ruangan dengan wajah yang sangat kesal. Tiba dalam kamar Yolanda, duduk santai sambil membaca buku sama seperti kebiasannya setiap hari. Arsen datang dan duduk di sisi ranjang menatap Yolanda dengan dalam. Mendengar kata-kata sang Nenek ingin rasanya Arsen menghipnotis Yolanda dan melihat rahasia apa yang disembunyikan darinya
“Ayo kita keluar untuk bersenang-senang, kamu boleh belanja apapun yang kamu sukai,” bujuk Arsen.
“Aku tidak boleh keluar Arsen dalam keadaan hamil. Bu Marina mengatakan kehamilanku harus dirahasiakan, bahkan dari keluargamu sekalipun.”
“Tapi kamu terkurung tiap hari di kamar ini Yolanda. Apa kamu tidak stres? Kamu hanya baca buku nonton film .”
“Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa,” sahut Yolanda.
Arsen ingin gila melihat sikap tertutup dan penolakan Yolanda terus menerus padanya, padahal ia sudah berusaha membujuk agar sang istri agar lebih terbuka, tapi sekeras apapun usahanya tidak berhasil . Ia bahkan tidak pernah mengeluh tentang kehamilannya dan tentang luka di pinggangnya, ia melakukan semuanya sendiri.
Arsen berpikir Yolanda hanya ada dalam kamarnya setiap hari, ia tidak tahu kalau wanita itu juga bekerja. Hanya saja camera perekam di kamar Arsen dimanufulasi oleh Yolanda.
“Aku lelah membujukmu Yolanda aku tidak tahu harus bagaimana, aku hanya pernikahan kita sama seperti pernikahan pada umumnya. Aku hanya ingin menjaga istriku yang sedang hamil. Apa itu salah?” tanya Arsen dengan suara memelas.
“Tidak salah, terimakasih karena bersikap baik untukku. Aku tidak pernah menduga kalau kamu akan memperlakukanku dengan baik setelah hamil. Terimakasih pak Arsen,” ujar Yolanda.
“Aku melakukannya demi anakku.”
“Sama saja,” ucap Yolanda tersenyum samar.
“Baiklah aku mau tidur saja,” ucap Arsen kesal, Yolanda selalu punya seribu jawaban untuk menolak perhatian darinya. Wanita itu mengunci hatinya untuk siapapun. Apa yang dilakukan Arsen baginya itu bagian dari pekerjaan, sementara Arsen menganggapnya istri dan ibu dari anaknya.
Bersambung
Kakak yang baik hati dan cantik, tolong berikan like, komen dan hadia yang banyak ya agar karya ini dapat promosi terimakasih
__ADS_1