Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Sebuah Fakta Terungkap.


__ADS_3

Malam itu akan jadi malam yang sangat berkesan untuk mereka semua. Menceritakan kisah hidup organisasi rahasia tempat ketiganya pernah bekerja jadi tofik yang sangat menarik untuk diceritakan. Ada cerita pengalaman  yang begitu menegangkan saat mereka melakukan misi.


“Bahkan saat hamilpun dia melakukan misi,” ujar Arsen.


“Apa?” Adik dan Mama Yolanda  terperangga, “ mak-maksudnya hamil ikut berperang?’ tanya Mama Yolanda dengan ekspresi kaget.


“Iya, sejak saat itu aku sangat membenci tentara Bu,” ujar Arsen.


“Apa kamu gila , Ha!” Bu Tiani malah memukul kepala Yolanda dengan tangan.


“Ma, aku hanya melakukan tugas.”


Sebagai seorang wanita merasakan bagaimana iberjuang menjaga bayi dalam kansdungannya agar sehat. Bu Tiani sepertinya tidak terima mendengar alasan Yolanda dia sangat marah.


“Mama kenapa jadi marah-marah, itu sudah berlalu Ma,” ujar Yolanda mengusap kepala yang dipentung mamanya.


“Gres, saat Mama hamil kamu. Mama bahkan tidak diperbolehkan Papamu bangun dari ranjang. Jadi wajar Arsen marah ,” ujar Mamanya lagi.


“Baik Ma, aku salah,  aku tidak punya pilihan, aku hanya ditugaskan untuk menghancurkan data dalam laptop. Sebenarnya tidak untuk ikut berperang langsung. Saat itu aku yang jadi komandan pasukan. Hugo lagi ada misi penting di Belgia.” tutur Yolanda. Setelah dijelaskan panjang akhirnya Mama Yolanda mengerti.


Karena semua orang tidak ada yang tidur. Bu Tiani pergi ke dapur lalu menyedu kopi dan cemilan. Cerita semakin berlanjut sampai pagi pada akhirnya Kris memberanikan diri.


“Bu sebenarnya saya dan Vania punya hubungan, saya ingin ibu merestui kami,” ucapnya dengan suara bergetar.


Mereka semua tersenyum, akhirnya Krisna berani melamar vania di depan Mamanya. Setelah diberpikir terus menerus ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan .


“Van, kenapa tidak ngomong sama Mama.”


“Aku takut Kak  Gres marah Ma,” ujar Vania


“Kenapa aku harus marah? Mereka berdua sudah seperti saudaraku. Kalau kamu dan Mitha berjodoh dengan mereka justru aku tenang. Karena aku bisa menendang bokong Kris kalau dia macam-macam,” ujar Yolanda bercanda.


“Kakak setuju?”


“Iya.”


Wajah Vania dan Krins alangsung   ceria. “Mama jawab dong, Mama setuju tidak,” desak Vania.

__ADS_1


“Setuju. Baiklah hatiku jadi tenang setelah melihat menantu dan dua calon  menantuku. Nanti kalian bertiga sama-sama menikah saja.”


“Ha?” Yolanda kaget. “Memang boleh Ma, dalam adat Batak kan tidak boleh satu keluarga menikah dua orang dalam satu tahun.”


“Aku tidak punya saudara untuk apa memikirkan apa kata orang yang terpenting anak-anakku bahagia. Kalau kita mengikuti adat dan tradisi di sini, maka kalian tidak akan menikah sampai tahun depan. Karena ribetnya menyusun pernikahan secara adat. Apa lagi Hugo dan Kris tidak ada marga. Mereka akan dilakukan adat untuk marga. Jadi tidak usah kita lakukan saja diluar negeri,”  ujar Bu Tiani.


“Aku setuju sama Mama,” balas Vania.


“Ah, papamu pasti sangat bahagia melihat ketiga bidadarinya sudah memilih pendamping masing-masing.” Bu Tiani tersenyum bahagia.


Mendapat restu dari calon mertua membuat Hugo, Kris, Arsen sangat bahagia. Cerita mereka semakin berlanjut  panjang.


“Ma, bagaimana Mama mengenal Papa?” tanya Vania penasaran.


“Mama bergabung dengann Papamu dalam proyek pelelitian senjata  nuklir.”


“Nuklir?” Erik kaget.


Bu Tiani  bercerita, Ia dan Papa Yolanda berkerja di sebuah perusahaan penelitian. Saat itu mereka sedang mendapat proyek penelitian senjata nuklir bersama para ilmuwan.


Wajah Hugo dan yang lainnya kaget, saat mendengar kalau Mama Yolanda  bekerja disebuah penelitian senjata. Hanya orang-orang yang genius yang bisa bekerja di bagian itu.


“Tau. Papamu dan Mama Arsen bergabung juga dalam proyek buatan ayah mereka. Aku tidak diperbolehkan ikut,” ujar Mama Yolanda.


“Apa Ibu pernah melihat ini?” Erik menunjuk gambar senjata tehnologi yang diciptakan Kakek Arsen.


“Iya, saya pernah mendengarnya. Seorang pejabat meminta mereka menciptakan sebuah senjata pemusna massal yang disebbut TR13. Kakekmu menolak, karena itu melanggar hak azasi manusia. Orang tersebut marah, itu awal konflik,” tutur Bu Tiani .


“Apa Papa sama Bibi terlibat dalam pembuatan formula ciptaan Kakek juga?” tanya Yolanda semakin penasaran.


“Tunggu dari mana kalian berdua tau semua ini?” tanya wanita itu dengan bigung.


Bukan hanya Mama Yolanda yang bigung denga pertanyaan Yolanda dan Arsen. Bahkan Mitha dan Vania tidak tahu kalau Mama sama Papa mereka dulunya orang-orang hebat yang genius. Kedua wanita itu tau Papa mereka meninggal karena difitna memiliki ilmu hitam.


“Sebenarnya apa terjadi?” Mitha menatap Mama dan Yolanda bergantian.


“Papa dan Mama dulu  orang hebat.” Yolanda akhirnya menceritakan semuanya kalau papa mereka dibunuh bukan karena ilmu hitam, karena mengetahui sebuah rahasia.

__ADS_1


Akhirnya Bu Tiani menceritakan semuanya. “Papamu sepertinya sudah punya fisarat kalau dia dalam bahaya. Dia tidak pernah mengaku pada rekan kerjanya kalau dia punya anak dan istri, dia selalu bilang menumpang di rumah teman di desa. Itulah cara Papa kalian melindungi kita. Mungkin kalau dia menyebut dalam status kerjanya kalau dia puya anak. Mungkin  orang yang mengincar dirinya akan melenyapkan kita juga. Dia juga tidak pernah menyimpan semua berkas kerjanya di rumah kita tapi menyimpan di rumah Nenekmu, awalnya aku tidak mencurigainya. Sekarang aku baru ingat dan paham semuanya. Kalau dia sudah tahu ada bahaya,” tutur Bu Tiani.


“Apa Mama mengenal Bibi. Maksudku Mama Bang Arsen?” tanya Vania penasaran, sebab foto yang ia lihat di kamar Arsen ada berapa foto mamanya.


“Tentu, namanya ipar sendiri. Saat kamu lahir kita pernah tinggal satu rumah di rumah Arsen.”


“Ha, kalian pernah tinggal di Jerman?” tanya Arsen,


“Loh, Yolanda tidak cerita kalau dia memang lahir di Jerman,” ucap Mama Yolanda.


Arsen menoleh istrinya, ia baru ingat saat ia membawa Yolanda ke Jerman, saat itu Yolanda hapal jalan ke taman bermain anak-anak dan tau jajanan anak-anak yang enak.


“Tidak pernah,” sahut Arsen.


“Yolanda, sekolah sekolah SD beberapa tahun di Jerman. Makanya dia fasih bahasa Jerman,” ucap Mamanya.


“Oh, pantas saja.” sambung Kris dan Hugo.


“Kamu orang pandai menyimpan rahasia., Bu Yolanda,” ucap Arsen  merasa sedikit jengkel.


“Mama sepertinya punya foto masa kecil kalian. Arsen, apa kamu tidak ingat Yolanda, saat kalian usia tujuh tahun kita pernah tinggal satu atap.”


Arsen menggeleng. “Saat kematian kedua orang tuaku, aku kehilangan sebagian memori masa kecil Bu.”


“Kamu juga tidak ingat adik perempuan kembaranmu?”


“Apa aku punya adik kembar”


“Iya. Apa Bu Marina tidak cerita? Saat pembataian itu terjadi aku dengar dia selamat dan diasingkan sama Kakekmu.”


Semua fakta semakin terkuak satu persatu semua masa lalu yang disembunyikan Amrina neneknya kini diungkap semua sama Ibu mertuanya. Bu Tiani menceritakan kalau Arsen ternyata memiliki adik kembarperempuan. Marina menyembunyikan semua itu dari Arsen dan menjauhkannya dari sang adik.


Ternyata Yolanda sudah saling mengenal saat mereka masih kecil dulu. Hanya Arsen kehilangan memori masa kecilnya, akibat trauma yang dia alami karena kehilangan kedua orang tuanya.


Bersambung


Jangan lupa berikan dukungan ya, like, komen dan berikan hadiah

__ADS_1


Mampir juga ke karya baruku  YA JUDUL "GARA-GARA KONTEN BEGU GANJANG" komedi


__ADS_2