Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Pulang Kampung


__ADS_3

Yolanda  menepati janjinya,  ia datang kembali ke tanah kelahiran Mamanya dan mengambil kembali apa yang sudah dirampas sepupuh Mamanya. Ternyata Yolanda  jauh sebelumnya sudah meminta pengacara untuk menuntut orang tersebut.  Yolanda juga sudah membayar orang untuk membersihkan rumah nenek mereka dan juga makam Papanya. Kepulangan Mama Yolanda di sambut  tangisan oleh semua orang satu kampung. Kejadian pembakaran Papa Yolanda  beberapa puluhan tahun yang lalu masih melekat diingatan semua orang kampung, bahkan mereka dihantui rasa bersalah karena terpengaruh sama propokator .


“Pak, ketiga putrimu sudah dewasa dan mereka sudah jadi anak yang sukses. Gres jadi paspampres, Mitha jadi dokter dan Vania jadi tentara,” ucap Bu Tiani di makam suaminya, ia menangis keras dan memeluk pusara sang suami. Semua orang melihat ikut terharu.


“Ma, sudah Papa pasti bangga sama Mama, karena Mama bisa bertahan sampai saat ini,” ujar Vania.


Yolanda hanya diam, ia menatap sekeliling lapangan tersebut. Kejadian yang sangat  memilukan itu kembali melintas di benaknya.


‘Aku sudah menghukum mereka semua Pa, jadi beristirahatlah dengan tenang’ Yolanda membatin. Saat sedang melamun tiba-tiba Vania memeluknya , ia tahu sang Kakak membayangkan kejadian mengerikan itu.


“Lupakan saja dan berdamailah dengan hati, tinggalkan semua mimpi buruk itu di sini,” ucap Vania. Arsen pernah bercerita kalau Yolanda selalu mengalami  mimpi saat kejadian mengenaskan itu, jadi Vani megetahuinya.


“Baiklah.”


“Terimakasih sudah menjaga dan merawat kami selama ini.” Vania dan Mitha sama-sama meluk dirinya. Hugo hanya diam mengawasi ketiga bidadari cantik itu saling menangis.


“Mereka bertiga sangat cantik, aku sangat bangga,” ucap seorang lelaki yang berdiri di samping Hugo.


“Iya,” jawab Hugo tanpa menoleh yang si empunya suara, masih menatap mereka bertiga. Lalu ia menoleh ke samping tapi tidak ada siapapun disampingnya. Hugo   mengusap lengannya yang tiba-tiba bulu tangannya berdiri. Rumah bekas Yolanda yang dibakar sudah hancur dan ratadengan tanah. Tetapi rumah neneknya masih ada walau sudah tidak terurus.  Makanya sebelum mereka datang jauh-jauh hari Yolanda sudah membayar orang untuk membersihkan dan memperbaiki rumah tersebut. Saat mereka tiba sudah bisa beristirahat dengan tenang.


                                *


Saat mereka masuk, teman masa kecil Yolanda pada datang ke rumah . Mereka semua rata-rata sudah punya anak. Yolanda masih mengingat dengan jelas teman-teman satu permainannya dulu.


Saat membuka jendela di sambut pemandangan yang luar biasa, di depan rumah sebuah pulau yang sangat cantik yakni pulau Danau toba, “wah  ini sangat indah,’ ucap Hugo takjup.


“Kita selalu berenang di sana,” ujar Yolanda, mengingat masa kecil sebelum kejadian nahas itu terjadi dalam keluarganya, masa bahagia itu masih melekat diingatannya.


“Apa Kakak ingin ke gunung itu,” tunjuk Vania.


Mereka melakukan hal-hal yang seru selama pulang kampung, Yolanda meminjam sanpan lalu mendayung sampai ke tengah danau dan melompat ke dalam air. Vania dan Mitha tidak mau ketinggalan mereka juga melakukan hal sama. Sementara Hugo sibuk merekam  momen tersebut dan mengirimnya ke Arsen. Seketik mata lelaki itu membesar melihat  Yolanda pulang ke kampung.


[Jika Pak Arsen dan Kris lelaki yang gentelemen datanglah ke sini] tantang Hugo.


[Apa kamu menantangku?] balas Arsen.

__ADS_1


[Yolanda masih istrimu , maka perjuangkan] tulis Hugo.


[Berikan alamatnya]


Ditantang begitu saja, nyali Arsen langsung berkobar, ia  punya jet pribadi jadi terbang kemana saja  bisa.


    Besok hari                      *


Yolanda, Vania, Mitha berdiri di atas bukit yang dikenal dengan gunung  teletabies . Ia datang bersama anak-anak  yang ada di kampungnya. Kemana mereka pergi anak-anak satu kampung itu akan mengikuti mereka .


“Kak  goyang tiktok,” ajak Vania.


Awalnya Yolanda tidak mau, sebab dipaksa dan diledekin , ia akhirnya mau. Goyang tiktok dengan gaya alay pertama kalinya bagi Yolanda melakukan hal-hal konyol seperti itu, ia juga menunjukkan sisi lain dari dirinya. Ia tertawa lepas saat melihat Mitha goyang seksi mengingatkan dirinya saat bergoyang seperti itu saat mabuk bersama Arsen. Ia tertawa ngakak sembari menutup mulut.


“Kakak kenapa sih?’ tanya Vania ikut tertular tertawa.


“Goyangan Mitha, membuatku sakit perut.”


“Begini.” Vania sama-sama menggoda Yolanda


 Saat sedang bersenang-senang. Tiba-tiba ia terdiam, ada Arsen, Kris, Erik di belakang mereka sedang menonton apa yang mereka bertiga lakukan.


“Bagaimana mereka bisa tau ke sini?” Yolanda menatap Vania lalu wanita itu menunjuk Hugo.


“Bukan aku, Bang Hugo,” tuduh Vania.


“Jangan marah, dia bilang hanya ingin melihat makam pamannya.”


“Oh, benar. Papaku pamannya tidak bisa dipungkiri. Ngapain mikirin dia ayo lanjut,” ucap Yolanda.


“Ha …? Kakak  yakin?” goda Mitha sembari melirik Arsen.


“Iya.”


Lalu lanjut titokkan, ia melepaskan semua beban dalam  dirinya yang ia simpan selama ini. Lalu berteriak keras ia atas bukit.

__ADS_1


“Pa! Aku mencintaimu.” Gema di bukit itu mengikuti suara Yolanda.


Mendengar hal itu Vania juga ikut melakukannya. “Pa, jangan khawatir ketiga bidadarimu ini sudah bisa mandiri. Kecuali Mitha masih suka cegeng!” teriak Vania.


Mendengar dirinya disebut cegeng Mitha tidak mau ambil diam, memukul bagian belakang adiknya  dengan telapak tangan.


“Au … auh!” Vania mengusap bagian belakangnya yang tabok sama Mitha.


Melihat keakrapan ketiga kakak  beradik berwajah cantik itu membuat semua orang ikut tersenyum.  Dari mereka bertiga  Mitha yang terlihat lebih lembut dan lebih anggun. Saat adik dan Kakaknya berteriak barbar ia hanya tersenyum menatap ke arah danau.


“Van, buktikan dirimu anggota kopassus terlatih. Apa kamu berani melompat dari atas bukit ini  ke dalam danau,” tantang  Yolanda. Hal yang sangat gila  jarak danau ke atas bukit lumayan tinggi, untuk orang-orang awam akan ketakutan. Tapi bagi mereka bertiga Hugo, Yolanda, Vania itu sudah hal biasa karena latihan dikopassus dulu bahkan lebih dari itu.


“Eh, kalian mau ngapain?” tanya Mitha panik saat vania melepaskan  sepatu dan melepaskan jaketnya.


“Jangan khawatir dia sudah biasa.”


“Tapi Kak-”


Vania turun  ke bawah lalu mengambil posisi dan terjun ke danau, mata mereka semua kaget.  Apa lagi Erik, ia sangat  takut saat Vania melompat. Tidak lama kemudian di susul Yolanda, tidak mau ketinggalan Hugo juga ikut, tidak ingin dianggap lemah Kris menyusul. Jadilah mereka berempat bersenang senang di tengah danau. Melihat keakrapan Hugo dengan Yolanda  Arsen kembali dilanda cemburu. Arsen tidak tahu kalau Mitha calon istri Hugo. Ia juga ingin ikut tapi dilarang sama Erik dan dilarang mereka semua. Kalau tidak berpengalaman  bisa bahaya, tapi Arsen juga membuktikan dirinya kalau ia juga mampu.


Ia juga melompat ke dalam air. Tadinya mereka semua sudah khawatir kalau Arsen tidak muncul ke permukaan. Yolanda bahkan sampai menyelam ke dalam air.melihat tapi detik kemudian ia akhirnya muncul.


“Kamu ngapain ikut turun,” ujar Yolanda, sebenarnya ia sangat khawatir.


“Kenapa agar kamu bisa berduaan sama dia.”


“Ada yang cemburu,” ledek Vania.


Mereka berempat saling melihat dan Hugo mengedipkan  mata pada Kris, mereka semakin mengerjai Arsen.


“Jo, apa kamu mau naik ke punggungku  aku akan membawaku  berenang.”  Hugo memegang pundak Yolanda.


“Jauhkan tanganmu Brengsek.” Arsen memukul  wajah Hugo.


Puak!

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa berikan dukungan ya terimakasih


__ADS_2