
Arsen Bezaleel Sitanggang lelaki keturunan Batak- itu, dibesarkan Kakek dan neneknya setelah kedua orang tuanya meninggal. Selama ini Arsen tinggal di Jerman, karena hidupnya jadi incaran seseorang yang ingin melenyapkannya, maka Arsen selalu di jaga ketat dua bodyguard. Sebelum sang Kakek meninggal ia berpesan agar Arsen kembali tinggal di tanah air dan mengurus perusahaan keluarganya. Ia punya tiga sepupu Erik, Jesen dan Naomi. Tetapi bagi orang Batak anak laki-lakilah yang berhak meneruskan marga keluarganya dan dilajutkan turun temurun ke anak-anaknya, begitu juga dengan harta warisan laki-laki yang berhak sepenuhnya dan anak perempuan akan menerima berapapun yang akan diberikan. Tradisi itulah yang ingin dilestarikan nenek Arsen sebab almarhum suaminya sudah berpesan.
Hari itu Erik sepupuh Arsen baru pulang dari luar kota, mendengar Arsen menikah karena dijodohkan ia meledek Arsen.
“Malas gue bahas pernikahan,” ujar Arsen.
“Gak, gue kaget aja … seorang Arsen yang dikenal singa jantan tundukk dengan perjodohan. Apa taringmu tidak bertaji lagi?” goda Erik.
Mereka semua mengenal krakter Arsen keras dan suka brontak sama nenek dan kakeknya, tetapi kali ini singa jantan itu tiba-tiba jinak di depan Marina, bahkan ia setuju menikah dengan gadis pilihan sang nenek.
“Nanti saja kita lanjut lagi, gue mau mengurus wanita ini dulu.”
Arsen naik menuju kamar Yolanda.
“Ok, nanti malam ayo kita minum.”
Erik pergi dan Arsen mengikuti Yolanda ke kamarnya.
Tok-Tok!
Yolanda memakai kaos longgar itu lagi, pakaian longgar itu sudah menjadi ciri khasnya selama ia menjadi pembantu di rumah Arsen. Ia mengintip dari lubang pintu.
“Apa lagi yang diinginkan lelaki ini,” rutuk Yolanda, menekan handel pintu dan pintupun terbuka.
“Boleh kita bicara?”
“Iya silahkan, Pak.”
Arsen masuk tetapi matanya terkejut dengan penataan kamar Yolanda, ada banyak buku tersusun rapi di dalam kamar.
‘Apa dia membaca buku sebanyak itu?’ batinya bertanya.
Ia duduk di sofa matanya melihat Yolanda yang bermandikan keringat.
“Kita menikah. Tetapi kamu tahu itu bukankalah pernikahan yang aku inginkan, aku ingin benar-benar menikah degan wanita pilihanku. Aku ingin menikahi kekasihku yang saat ini tinggal di Canada,” tutur Arsen.
“Baiklah lakukan saja Pak”
“ Kamu setuju?”
“Iya”
Alis lelaki itu menyengit melihat sikap datar Yolanda.
“Kalau kamu menginzinkanku untuk menikah lagi. Lalu kenapa kamu menikah denganku? Berapa banyak yang di berikan nenekku untukmu?”
__ADS_1
“Tidak semua hal di dunia ini di tukar dengan uang Pak Arsen.” ucap Yolanda, ia berdiri di dekat jendela kaca, matanya membesar saat bawahannya yang bernama Krisna memberi isyarat untuk memakai heardset di kuping sepertinya lelaki itu akan memberinya laporan. Yolanda membuka laci.
“Lalu apa yang di tawarkan nenekku padamu?” Tiba-tiba Arsen berdiri di belakang, membuatnya mengurungkan niatnya memakai benda itu lagi.
“Ada hal yang lebih berharga dari sekedar uaag pak Arsen, tapi kalau bapak tidak ada lagi kira-kira yang mau di sampaikan . Bisa meninggalkanku? Aku mau mandi,” ujar Yolanada mengusirny secara tidak langung.
‘Ada apa dengan wanita ini?sebelum ia menikah dia beberapa kali berusaha mencari perhatian. Aku pikir setelah kami menikah dia akan berusaha. Ada apa sebenarnya antara dia dan nenek?’ Arsen membatin.
“Baiklah, begini … aku memutuskan untuk melakukannya dengan cepat,” ucap Arsen menatap wajah Yolanda.
Dug!
Jantung wanita bertubuh tinggi itu, berdetak lebih cepat saat mendengar rencana mencetak anak.
‘Melakukannya, itu artinya kami akan tidur bersama? Tidak bisakah ditunda dulu?’ Yolanda membatin, tiba-tiba merasa gugup.
“Bagaimana? Aku berpikir semakin kita cepat melakukannya semakin bagus.”
“Baiklah,” sahut Yolanda dengan tenang, ia bersikap tenang walau dalam hati ia berteriak keras.
“Nanti kita bicara lagi.” Arsen keluar.
Tetapi saat ia berdiri di balik pintu, ia sempat mendengar suara tegas dari Yolanda.
“Ada apa?”
“Baik ingatkan anak-anak agar tetap hati-hati,” perintah Yolanda.
Arsen turun dan di lantai bawah sudah ada lelaki berbadan tegap menunggunya turun dia adalah Krisna. Lelaki yang bertugas sebagai supir merangkap jadi pengawal untuk Arsen, tetapi Arsen tidak tahu kalau ia juga pasukan yang sama dengan Yolanda, Arsen hanya tau kalau Krisna hanya sebatas supir dan pengawal selama ia di Indonesia.
“Kita kemana Pak Arsen?”
“Kita ke kantor saja.”
“Baik Pak,” ujar lelaki berrambut cepak itu dengan langkah cepat membuka pintu mempersilahkan sang bos untuk naik duluan
“Kris!”
“Iya, Pak”
“Saya punya tugas untuk kamu,” ucap Arsen.
“Siap Pak. Katakan saja.”
“Saya ingin kamu menyelidiki istri saya.”
__ADS_1
‘Aaa? Untuk apa dia menyelidiki Komandan?’
Arsen tidak tahu kalau semua pengawal yang di pekerjakan Marina dari devisi yang sama dengan istrinya.
“Kenapa Pak. Apa yang terjadi?”
“Saya merasa ada sesuatu yang dia sembunyikan dariku. Nenekku mengatakan kalau namanya Yolanda Gresia Naibaho, tetapi sekeras apapun saya mencari tentang nama itu tidak menemukan apa-apa.”
‘Iyalah, dia pasukan rahasia Pak, apa yang ada dalam hidupnya semua serba rahasia. Tapi kenapa Marina melanggar kesepakatan? Tidak seharusnya dia menyebutkan nama asli Komandan kami’ Krisna membatin.
“Kris apa kamu mendengar?”
“Iya. Baik Pak.”
“Selidiki tentang dia dan laporkan padaku,” pintah Arsen.
Krisna terdiam s saat sang majikan memintanya menyelidiki Yolanda.
“Baik Pak.”
“Laporkan pada saya setiap hal kecil sekalipun jangan terlewat sedikitpun, aku ingin tahu apa yang sebenarnya yang ingin dia lakukan.”
“Baik Pak. Tapi apa yang mencurikan Pak?” tanya Krisna penaran. Ia menekan tanda memangil da menyalahkan alat komunikasi, Jadi Yolanda bisa mendengar pembicaraan antara Arsen dan Krisna.
“Saat saya ke kamarnya, ada sesuatu yang aneh ….”
“Misalnya pak?”
“Barang-barang pribadinya semuanya bermerek dan tidak dijual di sini. Lakukan dengan diam-diam jangan sampai diketahui Nenek,” ucapnya lagi.
Matanya sibuk melihat Ipad di tangannya. Ia sudah bekerja di perusahaan secara resmi sang nenek akhirnya menyerahkan jabatannya pada cucunya. Ia menjadi Ceo baru di perusaan pegelolaan minyak sawit milik keluarganya. Sebagai seorang direktur baru ia ingin melihat dan mempelajari tentang strategi perusahaan, tidak mau hanya pajangan nantinya jika ia duduk di kursi direktur.
“Matanya jeli juga, tidak seharusnya aku meletakkan ini tadi.” Yolanda menyimpan camera, ponsel, sepatu ke dalam lemari.
“Kris …!”
“Iya Pak.”
“Apa kamu sudah menikah?”
“Belum Pak.”
“Oh, itu artinya saya tidak ingin bertanya padamu tentang malam pertama.”
“Ah … sial!” maki Yolanda mendengar Arsen menyingung tentang rencana malam pertama mereka, ia jadi malu sama Krisna mendengar dirinya dibahas Arsen. Krisna menahan senyum, membayangkan sang komandan yang dikenal tegas dan garang dilapangan harus melayani Arsen di ranjang.
__ADS_1
“Aku tahu kamu menertawakanku, jangan tertawa,” ujar Yolanda lewat alat komunikasi mereka. Krisna tidak bisa menjawab sebab ada Arsen di sana, ia hanya diam mendengar Yolanda sang komandan menegurnya.