Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Jatuh Cinta Terlebih Dulu


__ADS_3

Mendengar lamaran itu tentu saja Yolanda kaget, ia terdiam  menatap wajah Arsen mencoba mencari kebenaran lewat tatapannya.


“Kenapa aku?”


“Karena aku mencintaimu dan kamu ibu anakku.”


“Arsen aku tidak pantas, kita akan berpisah saat anak ini lahir,” jelas Yolanda.


Arsen  mengeser kursi yang ia duduki lalu mengecup punggung tangan Yolanda dengan lembut. “Maka jangan biarkan perpisahan itu terjadi,” ucapnya kemudian.


Melihat perhatian manis dari Arsen sebeneranya hati Yoland hampir luluh. Namun ia tidak ingin memberi janji palsu padanya ia menghela napas. “Kontrak sudah berjalan  hanya terisasa  beberapa bulan lagi,” ucap Yolanda.


“ Setelah kontrak selesai kita akan menikah secara resmi aku akan mengeluarkanmu dari devisimu,” janji Arsen.


Yolanda tidak ingin melakukannya, karena ia tahu tidak mudah melepaskan diri dari kesatuannya. Para anggota sudah melakukan janji tidak akan keluar dari sana hanya kematian yang bis memisahkan mereka dari organisasi itu. Tapi ia juga tidak ingin Arsen patah hati dan marah padanya.


“Kita akan bicarakan hal itu setelah anak ini lahir. Bisa tolong cari kain untuk menyanga dibawah perutku, aku merasa sakit setiap kali jalan. Terkadang aku merasa di dalamnya ada dua orang.”


“Apa kamu sudah pernah periksa lagi?” Arsen mengusap perut sang istri dengan lembut.


“Tidak bisa sembarangan periksa. Tapi tidak ada masalah pada bayinya, hanya saja aku merasa dia ingin jatuh, mungkin aku terlalu banyak bergerak.”


“Perutmu kecil tidak mungkin mereka dua, mungkin tangan dan kakinya sama-sama bergerak,” ujar Arsen sembari mengajak di utun dalam perut sang istri mengobrol.


Mendengar keluhan Yolanda Arsen dengan cepat mencari kain yang ukurannya lebih panjang untuk kain peyangga. Tidak menemukan kain yang dibutuhkan ia meminta bantuan Leu Chan.


“Kirim secepatnya ke sini. Oh apa ada masalah?”


“Sampai sejauh ini tidak ada . Pria itu masih berpikir kalau Yolanda diculik mafia . Barang  yang kamu tinggalkan ditempat itu membingunkan mereka semua,” jelas Leu Chan


“Laporkan padaku kalau ada masalah.”


“Baik.”


Lelaki bermata cipit itu rekan Arsen lebih tepatnya kaki tangan Arsen, lelaki itu yang  mengerjakan pekerjaan Arsen ia hanya memantau dari balik layar.


“Menelepon siapa?” tanya Yolanda menghampiri Arsen.


“Teman, villa ini miliknya jangan khawatir tidak akan ada yang bisa menemukan kita.”

__ADS_1


“Mereka akan melacak lewat alat komunikasihku setiap anggota dalam organisasi sudah  dipasang gps di tubuh untuk memantau keberadaan kami.”


“Aku tahu. Ini yang kamu maksud kan?” Arsen memperlihatkan benda kecil, Arsen menemukan itu jam tangan yang dipakai Yolanda.


“Kamu menemukanya?” Bumil cantik itu terkejut, ia tidak tahu kalau Arsen juga menguasai tehnologi sama sepertinya


Mendengar tidak ada pelacak ditubuhnya Yolanda belum merasa tenang. Organisasi Panaba itu salah satu agent rahasia terbaik. Ia berpiki mereka akan menemukanya, tapi walau ia tahu mereka dalam bahaya Yolanda hanya ingin merasakan hidup tenang walau hanya satu hari. Tadinya Arsen berpikir kalau ia marah . Yolanda justru menghirup udara bebas. Kali ini wanita itu mengejutkannya lagi, ia tidak marah, justru mengajak Arsen untuk menikmati angin panti.


“Kamu tidak marah?” tanya Arsen mengangkat sebelah alisnya.


Bumil itu mengangkat kedua tangannya ke atas seolah-olah ia ingin terbang bebas. “Aku juga manusia, butuh liburan untuk melepaskan penat,” ucap Yolanda.


“Kamu membuatku salah lagi. Tadinya aku berpikir kamu akan marah saat aku menculikmu ke sini.” Arsen tertawa kecil.


“Aku bukan robot, aku sama seperti wanita hamil pada umumnya, usia kehamilan sekarang membuatku mudah merasa lelah selalu  ingin tidur.” Yolanda menyadarkan kepalanya di pundak Arsen.


“Itu artinya kamu sudah mau menceritakan tentang dirimu padaku?” tanya  Arsen ia juga menyadarkan kepalanya diatas kepa Yolanda. Mereka terlihat seperti pasangan suami istri pada umumnya.


“Berhubung karena kamu  sudah mengetahui tentang indentitasku jadi tidak ada gunanya merahasiakan lagi. Kamu mau tahu tentang apa?’


“Mimpi muruk yang kamu alami?”


“Sebenarnya mimpi itu kejadian nyata dalam hidupku, papaku bukan warga negara Indonesia, karena itulah orang kampung menuduhnya macam-macam dibakar hidup-hidup di depan mataku  dan kedua adikku,” ucap Yolanda memulai cerita.


“Kamu juga blasteran?” tanya  Arsen menatap wajah sang istri.


“Iya.”


“Apa  Ayahmu juga tidak punya keluarga yang lain?” tanya Arsen, mendengar cerita Yolanda  entah kenapa darahnya seolah ikut mendidih membuatnya ikut emosi.


“ Ayahku tidak punya keluarga itulah sebabnya dia setuju untuk tinggal di rumah nenekku. Aku sudah berjanji pada diriku untuk mengembalikan apa yang jadi milik orang tuaku aku akan menghukum orang-orang itu. Itulah alasanku menjual hidupku pada organisasi rahasia, untuk membalas mereka semua. Aku ingin jelaskan padamu Sen … aku tidak nyata, aku hanya bayangan yang bisa menghilang sewaktu-waktu, Aku tanpa nama, tanpa identitas dan tidak punya keluarga,” tutur Yolanda.


Mendengar cerita Yolanda akhirnya ia tahu kenapa Yolanda menjadi sosok yang keras dan tertutup, ia merasa sangat kasihan dengan cerita hidup sang istri.


“Apa yang bisa aku lakukan untuk memulihkanmu? Katakan aku akan melakukannya.”


“Tidak ada. Itulah alasanku tidak pernah mengakui pertemuan kita enam tahun yang lalu. Aku meninggalkanmu karena aku punya alasan.”


“Apa alasannya?”

__ADS_1


“Aku jatuh cinta padamu saat itu dan itu tidak boleh terjadi di kesatuan kami.”


“Apa? Arsen kaget mendengar  pengakuan Yolanda.


“Bertugas jadi pengawalmu membuatku jatuh cinta padamu . Aku jatuh cinta karena ketampananmu. Aku mengikutimu hampir dua puluh empat ja. Hari saat kamu kecelakaan aku sangat menyesal karena terlambat datang, saat itu aku marah dan cemburu melihatmu bercinta dengan kekasihmu lalu aku pergi. Saat kalian pulang dari bar para penjahat sudah mengikutimu. Kalau saja aku tetap bersamamu dan tidak melibatkan perasaan saat itu, mungkin kamu tidak akan terluka.  Ciuman yang aku berikan saat kamu terluka sebagai perpisahan dan aku meminta dipindahkan ke Jakarta, agar aku bisa menjauh darimu,” tutur Yolanda.


Arsen tertegun dengan pengakuan Yolanda, ia tidak tahu kalau wanita itu yang terlebih dulu jatuh cinta padanya. Sekarang dirinyalah yang jatuh cinta pada Yolanda.


“Apa perasaan itu masih ada untukku?” tanya Arsen menatap wajah Yolanda.


“Anginnya mulai dingin mari kita masuk.” Yolanda tidak menjawab


Mereka kembali masuk ke dalam  Villa, Arsen semakin merasa bersalah mendengar pengakuan Yolanda. Tidak lama kemudian kain peyanggang itu akhirnya tiba. Ia membantu memakai. Kandungan Yolanda sudah jalan tujuh bulan, setelah ia melahirkan wanita itu akan menghilang. Arsen  tidak ingin hal itu terjadi, ia ingin istrinya tetap bersamanya selamanya.


“Bisakah kita melupakan tentang kontrak pernikahan dan menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih kembali,” ujar Arsen.


“Untuk apa jadi kekasih? Kita sudah menikah.”


“Kamu menikah denganku karena kontrak. Aku ingin cinta yang nyata,” ujar Arsen.


“Aku ingin mandi, apa di kamar mandi ada pemanasnya?”


Yolanda lagi-lagi mengabaikan pertanyaan Arsen, itu artinya ia tidak bisa.


“Mari kita mandi bersama,” ajak Yolanda untuk pertama kalinya .


Di bak mandi mereka berdua melepaskan rindu lewat ciuman dan penyatuan tubuh, kali ia terasa berbeda, tidak ada pemaksaan, mereka berdua sama-sama menginginkan. Setelah saling melepaskan rindu di kamar mandi Arsen membantu Yolanda mengeringkan rambut, mereka berdua seperti pasangan suami istri yang saling mencintai.


“Aku tidak mau kamu meninggalkanku,” ucap Arsen  sebelum mereka berdua tidur, ia menjadikan siku tangannya menopang kepala, sebela tangannya  memainkan rambut Yolanda yang tiduran di sampingnya, ia terus saja menatap wajah Yolanda, ada perasaan yang menyesak di dalam dada saat tahu kalau wanita yang ia cari selama ini adalah istrinya.


“Aku tidak bisa memastikan apapun Sen. Karena hidupku bukan miliku, setiap orang yang keluar dan melarikan diri dari organisasi  akan …”


“Apa?” tanya Arsen penasaran.


“Akan dimusnaka demi melindungi kerahasian organisasi dengan aku mengungkapkan indentitas diriku padamu itu sudah dianggap penghianatan. Jika pemilik organisasi itu sampai tahu maka hidupku akan musna selamanya,” tutur Yolanda


Arsen tidak tahu kalau akan hal itu


Bersambung

__ADS_1


Bantu like , komen dan berikan hadiah


__ADS_2