
Saat bertugas mengawal presiden ke Medan, Yolanda mendapat kesempatan pulang ke rumah orang tuanya, kebetulan tidak jauh dari tempat ia bertugas. Sebab Presiden dan keluarganya ingin mengunjungi keluarganya yang ada di Medan. Karena acara keluarga jadi membutuhan banyak pengawal karena jadwal kerja sudah selesai. Yolanda meminta ijin pulang beberapa hari karena rumah Yolanda dekat dari rumah menantu presiden . Tidak mau ketinggalan Hugo juga minta ikut, ia juga ingin melihat keluarga Yolanda. Maka malam itu selesai bertugas mereka naik motor dari hotel ke rumah tepat saat Vania video call dengan Krisna.
Jeritan Heboh dari Mitha menghebohkan seisi rumah. Bu Tiani terbangun melndengar suara ribut putri keduanya.
“Mama tebak siapa yang datang” teriak Vania.
Wanita yang sudah mulai beruban itu menatap wajah putri sulungnya, tubuhnya bergetar setelah Yolanda melepaskan kaca mata hitamnya lalu memeluk Mamanya.
“Ma, Gres pulang,” ucapnya memeluk wanita yang melahirkannya ke dunia ini.
“Gres … Gres Putriku, kamu pulang juga anakku,” ucapnya menangis dan memeluk tubuh Yolanda dengan erat. Hugo yang melihat adengan yang mengharukan itu merekam semuanya.
“Mama, aku kangen Mama,” ujar Gres menangis manja dipelukan sang Mama. Hugo tersenyum sembari terharu, sekuat apapun seorang wanita dewasa. ia tetap seorang anak di depan mamanya.
“Mama, harus masak untuk anakku. Aku harus masak.” Wanita itu ingin berdiri.
“Tidak usah Ma. Besok saja, aku masih ingin memelukmu, kagen bau harum tubuh Mama,” ujar Gres ia memngarahkan hidungnya ke leher Mamanya. Bau tubuh seorang ibu yang selalu ia rindukan selama puluhan tahun. Setelah saling berpelukan melepas rindau. Bu Tiani baru menyadari kalau ada seorang pria gagah yang datang bersama putrinya.
“Oh, apakah dia datang bersamamu.” Mereka baru menyadari kalau ada orang lain di rumah yang datang bersama Yolanda.
“Oh, dia Pak Hugo rekan kerjaku.”
Hugo dengan sopan mendekat menyalim tangan Bu Tiani, lalu ke Vania dan terahir ke Mitha saat salaman dengan dr. Mitha mata lelaki itu terpesona dengan kecantikan Mitha menyalam tangannya sampai lupa dilepas saking tepesona. Tapi Mitha bersikap biasa saja saat Hugo menatap wajahnya dengan dalam.
Karena semua penghuni rumah perempuan, Hugo segan untuk menginap di rumah Yolanda, ia minta ijin untuk mencari penginapan.
“Abang mau kemana?” Vania , bisa melihat bunga-bunga cinta di mata Hugo.
Dari pada menunggu lelaki yang tidak bisa menerima keluarga, mendingan mencari pria yang sama-sama satu level.
“Aku akan tidur ditempat lain. Tidak ada laki-laki di rumah membuatku sengan.”
“Oh, tidak usah. Tidur di rumah tetanggaku saja.”
Vania membangunkan rumah tetangganya yang penghuninga dua laki-laki . Vania bahkan ikut masuk ke dalam rumah mempersiapkan kasur untuk Hugo ia mengganti seprai yang baru.
__ADS_1
Hugo sepertinya sangat lelah setelah bekerja sehariana, matanya berat, “Terimakasih Van, aku capek bangat mau langsung tidur, besok kita lanjut.”
Padahal Vania niatnya ingin mengajak Hugo untuk cerita tentang Kris, tapi tidak berhasil, sebab Hugo sudah terlanjut capek.
Sementara Yolanda tertidur pulas di pelukan sang Mama, bahkan ia belum berganti pakaian, “melihat Kakak seperti ini, rasanya bagai mimpi.” Mitha mengusap ujung matanya. Mereka bertiga tidak tidur masih memandangi Yolanda yang sudah tertidur pulas.
“Mama minta maaf karena menelentarkan kalian bertiga,” ucap Bu Tiani tiba-tiba, seolah rohnya yang hilang sudah kembali seiring pulangnya Yolanda ke rumah mereka.
Vani memeluk Mamanya dari belakang.” Apa Mama sudah mengingat?”
“Mulai sekarang Mama akan sehat untuk ketiga anakku,” janji Bu Tiani.
Mendengar hal itu Mitha sangat terharu ia juga merebahkan tubuhnya di samping Vania dan satu tangan iku terulur memeluk Mama mereka. Satu ranjang tidur empat orang, rasanya sangat bahagia karena mereka bisa berkumpul kembali sudah puluhan tahun menghilang kini anak hilang itu sudah kembali pada keluarganya.
Sementara di sisi Lain
Sepanjang malam Arsen tidak bisa tidur , melihat Yolanda bersikap santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa diantara mereka membuat Arsen geram.
‘Bagaimana dia bisa bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Padahal aku hampir gila memikirkannya’ Arsen membatin.
Arsen bisa melihat ada cinta di mata Yolanda, tetapi ia tidak mengerti kenapa wanita itu menolak tingga bersamanya. Sepanjang malam hanya duduk memikirkan Yoalanda yang pulang ke kampungnya bersama pria lain. Arsen menuangkan alkohol itu lagi ke dalam gelas. Kesuksesan sebagai seorang pebisnis selama empat tahun seolah-olah tidak berarti saat mengetahui kalau Yolanda menolak rujuk.
*
Saat pagi tiba Hugo bangun dari rumah tetangga Vani, ia melakukan olah raga pagi di sekitar rumah Yolanda. Pagi itu dr. Mitha ingin berangkat kerja.
“Selamat pagi,” sapa Hugo yang datang dari arah depan.
Mitha memiliki paras yang tenang dan lembut, “pagi Bang.”
Hugo sudah tau kalau gadis cantik itu ingin berangkat kerja tapi ia pura-pura bertanya mengenai kesehatan.
“Dadaku berdetak sangat kuat. Apa itu masalah?” Hugo memegang dadanya sendiri.
“Hal wajar karena habis berlari.”
__ADS_1
“Tapi ini tidak biasa ibu dokter, aku merasa sangat lemas jika dia berdetak keras,” jelas Hugo.
Ia memasang wajah lelah,” begini saja kita kembali ke rumah, peralatanku ada di sana.” Mitha mengajak Hugo kembali ke rumah. Memintanya berbari di sofa dan mengecek keluhan yang dikatakan Hugo..
“Apa ada masalah?” Vani dan Yolanda sama datang dari ruang tengah.
Sementara Hugo masih berpura-pura memegang bagian dada yang ia katakan sakit. Ternyata Hugo sudah lama suka dengan Mitha. Dua tahun yang lalu Yolanda menceritakan tentang kedua adik-adiknya pada Hugo , pria itu penasaran lalu melihat media sosialnya. Sejak hari itu pria berbadan tinggi besar itu menjadi pengemar rahasia Mitha. Sejak ia tahu kalau kalau orang tua Kevin tidak merestui pernikahan mereka, maka ia berniat merebut Mitha.
Melihat tatapan mata Hugo, Vania curiga kalau itu hanya modus “Perasaan tadi malam Bang Hugo tidak apa-apa,” ucap Mitha melirik Yolanda.
Kedua kakak adik itu rupanya sudah tahu kalau itu alasan Hugo cari perhatian pada Mitha. “ini baru terjadi saat dia lari pagi,” bela Mitha.
Yolanda menarik tangan sang kakak ke luar . “Apa kakak akan setuju pria besar itu sama Kak Mitha?” tanya Vania penasaran.
“Tidak masalah, kalau mereka jodoh,” jawab Yolanda.
“Lebih baik dia dari pada Kevin. Setidaknya dia sudah tahu kondisi Mama,” ujar Vania.
“Seperti apa sebenarnya si Kevin itu?” Yolanda penasaran.
Vania menceritakan kekasih Mitha, lelaki yang sudah menjalin hubungan dengan Mitha selama lima tahun. Namun karena terlahalang restu orang tua Kevin akhirnya hubungan mereka terancam kandas.
“Lalu bagaimana dengan Kakak. Kenapa menolak Bang Arsen.”
Yolanda menceritakan rahasia Bu Marina pada adiknya membuat Vania terdiam ..
“Itu artinya hubungan Kakak dengan Bang Arsen tidak mungkin bisa diperbaiki?’
“Rasanya akan sulit,” balas Yolanda.
Rahasia besar apa sebenarnya yang disembunyikan Yolanda tentang nenek Arsen
Bersambung
Jangan lupa berikan dukungan kalian ya Kakak dengan cara LIKE, COMEN DAN BERIKAN HADIAH agar atuthor semakin semangat lagi update bab terimakasih banyak .
__ADS_1