Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Tidak sabar Bertemu Nathan


__ADS_3

Arsen dan Erik pulang  kembali ke rumah. Bu Marina dan kedua bibi Arsen sangat  terharu saat Arsen mau memaafkan sang nenek. Keluarga  besar Arsen sedang berkumpul menyambut kedatangan Arsen. Yolanda sengaja tidak diajak, Arsen dan Erik ingin menjelaskan situasinya terlebih dulu. Erik terdelihat ikut gugup . “ Nek, Arsen ingin mengatakan sesuatu,” ujar Erik memulai pembicaraan.


“Bicara apa, Nak?” tanya Mami Erik dengan wajah menegang.


“Mami dan lainya dengar saja. Biar Arsen yang mengatakannya.”


Arsen beberapa kali minum sebelum memulai pembicaraan, ia menatap wajah sang  nenek lalu berpindah pada kedua bibinya  dan sepupunya.


“Putraku masih hidup.”


“APA?” Mata semua keluarga besarnya melotot. “Tapi yang meninggal itu…?”


“Mi, sabar dengar dulu,” tegur Erik.


“Mereka kembar. Yolanda merawat satu dan yamg diantar ke rumah kita kembarannya,” jelas Arsen.


 Seketika tubuh Marina terguncang-guncang dan menangis terseduh-seduh, ia memanggil nama papi Arsen dalam tangisannya. Setelah dijelaskan semua keluarga Arsen sangat terkejut dan bahagia.


“Kapan kami bisa melihatnya , Sen?” tanya mereka.


“Kita akan mengadakan pertemuan keluarga terlebih dulu. Mama Yolanda ingin bertemu dengan Nenek,” ujar Arsen.


Tiba-tiba wajah Marina terdiam dan tegang kembali, ia terlihat ketakutan  saat Bu Tiani ingin menemuinya. Ia sadar telah melakukan kesalahan di masa lalu, ia takut bertemu Mama Yolanda.


“Nek, jangan khawatir dia sudah menceritakan semuanya, termasuk dengan adikku Celine.”


“Apa?” Marina semakin melonggo.


“Ma, bukannya Mama bilang adik Arsen sudah meninggal?” tanya kedua putrinya dengan bigung.


Merasa tertekan membuat wanita itu kembali pingsan, ia dibawa ke kamar dan kedua bibinya mendekat pada Arsen. Mereka ingin  tahu apa sebenarnya yang terjadi. Arsen tidak ingin semua orang membenci neneknya jadi ia dan Erik sepakat hanya menceritakan sebagian saja.  Arsen duduk sendiri di taman depan. Erik mendatanginya dan duduk di sampingnya.


“Lu sudah melakukan hal yang berani Bro,” puji Erik.


“Tidak, gue pengecut.”

__ADS_1


“Tidak, memaafkan perbuatan nenek hal yang sangat keren Bro. Kita tidak tau sampai kapan umur Nenek. Kalau kamu menghukumnya di masa tuanya itu sama saja lu anak durhaka. Gue tau lo sakit hati karena selama ini dibohongin tapi percayalah dia melindungimu dan merawat lu selama ini .”


“Dia penyebab ayah Yolanda  meninggal, kalau Nenek tidak memberitahukan keberadaannya  dia tidak akan meninggal, kehidupan Yolanda dan keluarganya tidak akan menderita.”


“Sudah, dia melakukan itu demi melindungi lu,” bela Erik.


“Dia menukar hidupku dengan hidup pamanku, mengetahui itu rasanya  gue merasa bersalah pada Yolanda.” Arsen menghela napas panjang. Sulit rasanya memaafkan sang nenek . Ia tahu apa yang dirasakan Yolanda, tapi ia harus  berdamai dengan keadaan dan memaafkan neneknya demi putranya dan masa depan yang lebih baik.


                     *


Yolanda terbang ke  lua negeri untuk menjemput putranya, pertama-tama  ia  menemui Sopian dulu.


“Aku ingin  membawa bapak pulang juga,” ujar Yolanda pada lelaki tua yang duduk di kursi roda dia adalah Sopian. Lelaki itu terpaksa duduk di kursi roda setelah insiden penembakan empat tahun yang lalu.


“Aku tidak ingin kembali Jo, biarkan aku menghabiskan waktuku di sini saja.”


“Aku membawakan seseorang untukmu.”


Yolanda memanggil seseorang , datang seorang wanita membawa dua anak.


“Papa!”


Wanita berkaca mata itu  belari dan memeluk Sopian, wanita itu putri satu-satunya Sopian. Yolanda sengaja mengajak putri dan cucunya agar Sopian bersediah diajak pulang ke Indonesia. Saat Sopian dan putri  berpelukan . Bocah tampan itu akhirnya datang juga, ia datang dengan Roky dan pengasuhnya.


“Mami!” panggilnnnya sambil berlari, ia merentangkan tangan dan memeluk Yolanda.


“Dari mana sayang?” tanya Yolanda


“Angkel membawaku  melihat ikan besar,” ucapnya dengan semangat.


Tidak lama kemudian Roky juga datang. Yolanda memeluk Roky dengan erat, bagi wanita cantik itu Sopian dan Roky sudah seperti bapak dan kakak laki-lakinya. Mereka berdua yang selama ini menjaga Nathan putra Yolanda.


“Apa kamu yakin tidak ingin pulang?” tanya Yolanda dengan tatapan sedih.


Roky  menatap Nathan. “Tidak, aku  di sini saja. Kalau aku kangen aku akan datang berkunjung.”

__ADS_1


Lalu  mereka berdua menatap Sopian lelaki itu mengendong cucunya dengan perasaan Haru. “Bagaimana kamu mendapatkannya, Jo?”


“Aku, Hugo dan Kris bekerja keras menemukan identitas putrinya, untung Hugo pernah medengar nama rumah sakit. Nira bekerja sebagai perawat di sana. Aku berharap dia mau pulang ke Indonesia,” ujar Yolanda.


Sopian ternyata menolak pulang ke Indonesia, ia ingin tetap tinggal di Swedia dengan Roky, ia mengatakan Jakarta membuatnya tidak bisa melupakan  masa lalu. Yolanda tidak memaksa, ia hanya ingin lelaki itu mendapat perawatan. Kondisi kesehatannya semakin memburuk Roky mengatakan Sopian sudah berapa kali jatuh pingsan. Namun saat diminta ke dokter ia menolak.


“Apa Bapak tidak ingin melihat cucumu?” bujuk Yolanda sekali lagi.


“Aku sudah melihatnya Jo, terimakasih sudah membawa mereka ke sini. Tapi maaf aku ingin kembali ke Jakarta, kalau suatu saat aku mati biarkan saja aku mati di sini,” ucapnya sembari menatap hamparan salju.


Yolanda mengusap air mata yang menetes di pipinya. “Aku ingin Bapak sehat. Aku ingi memperkenalkanmu pada Mamaku, aku ingin mengatakan kalau kamu lelaki yang mengantikan Papaku  menjagaku selama ini,” ujar Yolanda memohon.


“Aku tidak pantas mendapatkan pujian dari keluargamu , Jo. Karena akulah kamu tidak bisa bertemu keluargamu selama puluhan tahun.


Sekerasa apun Yolanda membujuk Sopian tetap menolak kembali ke Indonesia padahal ia sengaja membawa anak dan cucunya agar ia  pulang , tetapi gagal.


“Jo, pulanglah, bawa putramu menemui Papinya. Dia tidak bisa dibohongin lagi, aku dan Roky kewalahan menjawab pertanyaannya tentang papinya,” tutur Sopian.


Berat rasanya Yolanda meninggalkan Sopian di sana. Padahal ia ingin sekali tinggal bersama Sopian dan merawatnya di masa tuanya. Lelaki itu duduk tidak berdaya dikursi roda demi menyelamatkan Yolanda dari Bruga. Yolanda meletakkan kepalanya di pangkuan Sopian. Roky dan Sopian sama-sama kaget, mereka mengenal Yolanda dari dulu wanita yang tangguh tidak pernah menangis, tapi kali ini ia menunjukkan titik terlemahnya di hadapan pria yang sudah menolong hidupnya puluhan tahun yang lalu.


“Jo …?”


“Bagiku kau adalah Papaku. Tanpamu aku tidak ada apa-apanya, kalau tidak ada kamu entah bagaimana hidupku di masa lalu,” ujar Yolanda menangis di pangkuan Sopian.


Lelaki yang sudah beruban itu ikut menangis dan mengusap kepala Yolanda dengan lembut, “maafkan aku Jo, maaf tidak bisa menyelamatkan  putramu,” ucapnya dengan suara terbata-bata.


“Tapi Bapak menyelamatkan satu dari mereka, terimakasih.” Yolanda semakin menangis dengan pundak terguncang-guncang.


“Pulanglah Nak, dapatkan kebahagianmu. Bawa putramu menemui Papinya,” ujar Sopian.


Yolanda akhinya pulang  ke Jakarta tanpa Sopian. Ia akan mempertemukan Arsen dengan putranya


Bersambung


Jangan lupa berikan  like, komen dan hadiah ya, agar authornya semakin semangat terimakasih

__ADS_1


__ADS_2