Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Takut Ditinggalkan


__ADS_3

Setelah beberapa jam di ruang operasi akhirnya Arsen dipindahkan ke ruang transisi. Yolanda hanya melihat dari balik kaca, melihat lelaki itu terbaring lemah, membuatnya hatinya sedih. Bu Tiani menelepon lagi.


“Bagaimana? Apa suami sudah keluar dari ruang operasi?”


“Sudah Ma, dia sudah dipindahkan,” ujar Yolanda, ia mendengar Mamanya menghela napas. “Ada apa Ma? Apa ada masalah?”


Wanita itu lagi-lagi menarik napas panjang, “ Mitha lagi menangis dari tadi.”


“Kenapa, Ma ?”


Bu Tiani menjelaskan tentang telepon dari mantan kekasihnya. Karena emosi Mitha  mengajak Hugo menikah. Pada akhirnya dokter cantik itu menyesali ucapannya ia malu karena terlanjur mengajak Hugo menikah. Yolanda bisa merasakan apa yang dirasakan adiknya, siapapun tidak ingin harga dirinya diinjak-injak apalagi menyangkut keluarga. Tapi ia juga tidak ingin mengambil keputusan menikah dengan terburu-buru, ia takut Mitha menyesali keputusannya lagi.  Apa lagi hubungan Hugo dan Mitha baru hitungan bulan Sementara dengan dr. Kevin sudah terjalin selama lima tahun.


“Ma, tolong kasih Mitha,” ujar Yolanda.


Bu Tiani bergegas menuju kamar lalu meminta Mitha bicara dengan sang Kakak, awalnya gadis cantik itu hanya menangis. Yolanda hanya diam mendengar , setelah merasa tenang barulah ia menjelaskan kalau sebenarnya dari dalam lubuk hatinya ia tidak ingin putus dengan Kevin, semua itu hanya karena orang tauanya yang tidak mau menerianya sebagai menantu.


“Lalu, kalau misalkan Mama Kevin menerimamu sebagai menantu . Apa kamu  akan rujuk dengan Kevin?” tanya Yolanda.


“Iya.”


“Lalu bagaimana dengan Hugo?” tanya Yolanda menghela napas panjang, inilah yang ia takutkan makanya ia tidak mau terlalu mendukung hubungan adik dan temannya.


Kalau sempat Mitha dan  Hugo putus, maka hubungan pertemanan mereka juga akan ikut dapat imbasnya.


“Mit, Hugo orang yang sangat baik. Kakak sudah mengenalnya selama puluhan tahun, kalau kamu menyakiti perasaannya aku akan sangat marah,’ ujar Yolanda dengan tegas.


“Lalu bagaimana Kak?” Mitha minta pendapat dari Yolanda.


“Jika keluarga lelaki itu tidak pernah menghargaimu dan tidak mau menerima keluarga kita. Lupakan saja, hubungan yang seperti itu jangan dipertahankan, itu akan membuatmu susah dikemudian hari,” jelas Yolanda.


“Apa yang harus aku katakan kalau  mereka terus meneleponku?”


“Ganti nomormu aku akan memindahkanmu keerja di Jakarta.”


Seketika raut wajah dr. Mitha yang mendung sedari tadi mendadak cerah, “Kakak akan memindahkanku?”


“Iya, kamu setuju?”


“Iya, Bagaimana dengan Mama?”

__ADS_1


“Kita akan bawa ke Jakarta.”


“Baiklah.” Ia akhirnya tenang dan menutup telepon.


Mitha bagun dari tempat tidur dan nerentangkan kedua tangannya sembari berteriak, “ Aku akan terbang dan menjauh!” Lalu berlari ke tepi danau menikmati pemadangan alam yang luar biasa.


Setelah menelepon  Mitha, Yolanda mampir supermarkert untuk beli beberapa pakaian ganti. Saat itu Arsen belum  siuman, saat ia ke supermarket rupanya Arsen bangun, ia menoleh ke seluuruh ruangan tidak ada Yolanda hanya ada Kris dan Erik. Seketika raut wajahnya langsung berubah ia berpikir kalau Yolanda meninggalkanya lagi.


“Pak Arsen sudah bangun. Apa butuh sesuatu?”tanya Kris.


Mata Arsen masih mencari keberadaan istrinya. ”Apa dia pergi?’


“Iya, dia pergi sebentar akan kembali,” ujar Erik.


Mendengar Yolanda pergi, ia berpikir kalau pulang ke Indonesia. Tatapan matanya tajam.


‘Dia sudah berjanji tidak pergi, tapi ingkar janji’


“Apa lu butuh sesuatu?” tanya Erik.


“Gue ingin pulang.”


“Rumah sakit membuatku ingin gila.” Arsen berusaha ingin duduk, tiba-tiba pintu terbuka dan Yolanda datang membawa barang belanjaan. Arsen langsung terdiam dan kembali merebahkan tubuhnya. Sementara Erik dan Krisna  menatap Yolanda dan sama-sama menghela napas panjang.


“Ada apa?” tanya Yolanda bigung melihat tatapan keduanya.


“Untung kamu cepat datang, katakan sama suamimu untuk tetap istrirahat,” ujar Erik kesal lalu keluar.


“Eh, ada apa? Dia kenapa marah?” tanya Yolanda menatap Kris.


“Pak Arsen tiba-tiba minta pulang saat tidak melihatmu di sisinya,” ucap Kris.


Yolanda mengedutkan dahi dengan dalam sembari menatap Arsen, “Kamu pikir aku kabur?”


“Saat aku  buka mata orang yang pertama yang ingin aku lihat itu kamu. Namun kamu tidak ada.”


“Astaga, aku beli  beberapa  pasang pakaian untukku  dan kaos kaki untukmu,” ujar Yolanda menunjuk belanjaan.


Ia duduk di sisi ranjang,  menatap wajah Arsen, “Aku sudah berjanji padamu kalau aku tidak akan pergi. Tapi apa kita tidak memberi tahu Bu Marina kalau kamu sedang dirawat?”

__ADS_1


Bukannya  menjawab Arsen hanya menatap wajah Yolanda dengan dalam.


“Aku sudah mengingat,” ujar Arsen.


“Mengingat apa?”


“Anak kecil yang dalam mimpiku bukan adikku. Ternyata anak kecil berkepang dua itu kamu,” ujar Arsen.


Selama ini Arsen terkadang mendapat mimpi   didatangi seorang anak perempuan. Dalam mimpinya ia selalu mengajak Arsen bermain . Dalam mimpi itu suatu hari Arsen tidak sengaja mendorong anak kecil itu sampai jatuh di tempat bermain dan terluka, Sejak saat itu Arsen kecil menolak, bermain bersama Yolanda. Tetapi suatu hari orang tuanya membawa Arsen meninggalkan Jerman, ia menyesal karena belum minta maaf sama anak kecil tersebut.


“Maaf,” ujar Arsen.


Yolanda kembali menyipitkan kedua alis matanya. “Maaf untuk apa?”


“Maaf saat itu aku mendorongmu sampai terluka, jujur saat kamu terluka dan berdarah aku sangat takut. Aku sudah ingat masa kecil kita.”


“Baiklah lupakan saja, mari kita meliha ke depan jangan masa lalu lagi.”


“Aku akan melakukannya jika kamu bersamaku.”


Tiba-tiba ponsel Yolanda berdering, telepon dari Hugo.


“Tunggu sebentar ada telepon dari Hugo.” Yolanda berdiri.


“Jo, sidang kode etikmu diproses kembali. Kamu harus pulang ke Indonesia.”


Yolanda terdiam, ia tidak  tau harus mengatakan apa. Ia melirik Arsen lelaki itu juga menatapnya dengan wajah tegang.


“Aku tidak tau harus mengatakan apa. Arsen baru keluar dari ruang operasi.”


“Jo, tinggalkan sebentar ada Krisna dan Erik yang menjaga dia kan. Ini tentang masa depan pekerjaan kamu Jo, ini kesempatan mas jangan sia-siakan. Kalau kamu tidak datang sekarang maka kamu akan dianggap bersalah dan masa skors akan diperpanjang lagi,” tutur Hugo.


Yolanda merasa di lema di satu sisi ia masih ingin tetap bekerja, tetapi di sisi lain ia sudah berjanji pada Arsen kalau ia tidak akan meninggalkannya. Yolanda menghela napas panjang, ia harus membuat keputusan yang sulit dalam kondisi apapun.


Bersambung


Jangan lupa berikan like, komen dan berikan hadiah jug ya.


Mampir juga ke karya baruku "Gara-Gara Konten Begu Ganjang"

__ADS_1


__ADS_2