Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Cinta Tidak direstui Lebih baik Pergi


__ADS_3

Cinta Tidak direstui Lebih baik Pergi


Mendengar Mitha dan Bu Tiani ingin tinggal di Jakarta, Hugo sangat bersemangat . Besok harinya setelah pulang tugas ia membersihkan apartemen Yolanda. Ia  juga membayar orang untuk mengawasi rumah Yolanda yang di kampung . Sementara rumah mereka yang di Medan akan disewakan sama orang.


“Apa kamu sudah yakin mau pindah ke Jakarta Kak?” tanya Vani.


“Iya, aku akan melupakan semuanya. Benar kata Kak Yolanda, keluarga toksik seperti itua lebih baik dilupakan.”


“Aku dan Kakak mendukungmu,” ucap Vani.


“Aku juga mendukungku,” ujar Yolanda, mereka bertiga melakukan videocall.


“Orang tua Kevin meneleponku, tapi aku tidak mengangkat,” ujar Vania.


“Aku juga tidak mengangkat. Lupakan saja mereka,” ujar Mitha berusaha tegar.


“Iya, jangan menyakiti perasaan Hugo, kalau kamu sudah yakin baru buat keputusan. Jangan sampai keputusan yang kamu pilih kamu sesali,” ujar Yolanda menasihati


“Baik Kak.” Mitha Panggilan telepon dimatikan.


              *


Mitha akhirnya memutuskan pindah kerja ke Jakarta.


Hubungan Arsen dan Yolanda  semakin baik. Namun, tidak dengan percintaan adiknya Mitha. Saat dokter cantik itu ingin melupakan mantan kekasihnya. Hal tak terduga terjadi, tiba-tiba orang tua Kevin menyetujui hubungan Kevin dengan Mitha. Mereka bahkan  membicarakan tentang pernikahan.


“Mitha, Mami sudah setuju agar kita menikah. Aku tidak bohong, kembalilah ke Medan,” bujuk Kevin, lelaki bermata sipit itu masih berbaring di rumah sakit.


“Maaf, aku  sudah bekerja di Jakarta,” ujar Mitha dengan suara pelan, bahkan di sampingnya Hugo duduk dengan wajah menegang.


“Ke-kenapa kamu pergi  saat orang tuaku setuju untuk pernikahan kita,” ujar Kevin dengan suara bergetar.


Mitha menghela napas dan menutup mata. “Maaf, aku tidak bisa bersamamu lagi.”

__ADS_1


“Kenapa?”


“Aku akan menikah.”


“APA? ITU TIDAK BOLEH!” teriak Kevin dengan marah.


“Aku sudah menemukan pria yang bisa menerima keluargaku  apa adanya. Aku berharap kamu juga menemukan wanita yang tepat,” ujar Mitha dengan suara lembut.


“Aku akan membunuh pria itu. Katakan kamu di Jakarta mana? Akua akan datang!” teriak Kevin.


“ Ko, hubungan kita dari awal banyak perbedaan, Hanya saja kita berdua selalu bertahan. Sekarang saatnya kita memperbaikinya. Orang tuamu benar antara kamu dan aku tidak bisa bersama,” tutur Mitha


“Aku tidak perduli! Kamu hanya milikku!”


“Maaf, aku tidak bisa. Aku sudah menerima pinangan pria yang  melamarku,” ujar Mitha. Ia mematikan panggilan teleponya saat Kevin teriak dan marah.


 Kevin kembali menggila. Ia melemparkan semua barang-barang disekitarnya, ia bahkan tidak memperdulikan rekan-rekannya sesama dokter yang melihatnya. Ia berteriak seperti orang gila saat Mitha tidak mengangkat teleponnya lagi. Wanita itu membuat keputusan yang tegas, ia mengganti nomor telepon.


Cinta bisa membuat orang begitu bahagia, tetapi putus cinta juga bisa membuat orang kehilangan kewarasannya. Hal itu juga yang dirasakan dr. Kevin Wijaya lelaki keturunan Tionghoa itu  seperti orang gila setelah Mitha memutuskan hubungan dengannnya. Bagaimana tidak? Mereka sudah menjalalin hubungan selama lima tahun. Selama ini mereka berdua selalu bersama disetiap kegiatan ataupun dalam setiap acara. Walau orang tua Kevin tidak pernah merestui hubungan keduanya tetapi Mitha selalu bertahan berharap suatu saat calon ibu mertua memberi restu.


Ingatan masa lalu melintas di benar Mitha.


“Sayang, cobalah sekali lagi,” bujuk Kevin saat itu, ia memegang tangan Mitha sembari memohon.


“Tapi Mamimu tidak akan mau menyapaku nanti,” tolak Mitha.


“Itu tidak akan terjadi, sekarangkan Natal, Mami pasti akan baik dan hatinya damai,” bujuk Kevin, ia selalu mengekor kemanapun Mitha melangkah, sesekali ia memasukkan tangannya ke jubah dokternya.


“Malam ini aku tidak bisa, aku shift malam,” tolak Mitha ia masih berusaha menolak.


“Sayang, nanti malam  natal, masa kamu kerja, aku sudah meminta dr. Nisa menggantikanmu,” bujuknya lagi. Mereka berdua bekerja di rumah sakit yang sama.


“Baiklah,” sahut Mitha tidak punya pilihan.

__ADS_1


“Terimakasih  Sayangku. Ayo kita belanja gaun natal untukkmu.” Kevin menarik tangan dr. Mitha membawa ke dalam mobil dan berkendara ke salah satu mall di Medan. Ia bahkan memilih gaun sendiri untuk Mitha agar sama dengan selera maminya. Dokter cantik itu sampai bolak balik ke ruang ganti untuk mendapatkan style yang sesuai dengan keluarga Kevin.


Mitha keluar dari ruang ganti. Itu gaun yang ketujuh  dan berjalan ke arah Kevin. “Bagaimana?” tanya Mitha, dengan tatapan lelah.


“Ini cocok. Ini saja Mbak.” Ia menyodorkan kartu miliknya.


Setelah medapatkan satu gaun malam  berwarna merah darah , ia membawa Mitha ke rumahnya. Tiba di rumah Mitha lagi-lagi  merasa berada di planet yang berbeda dengan  orang-orang di rumah sang kekasih. Tatapan mengintimidasi terlihat jelas dari semua tamu keluarganya juga dari keluarga Kevin.


“Akong, kenalkan ini Mitha, pacar Kevin,” ucap Kevin membawanya menuju seorang pria yang terlihat berumur. Hanya lelaki yang dipanggil Akong itu yang bersikap ramah padanya, selainya menatapnya dengan tatapan sinis. Melihat tatapan sinis semua orang Mitha ingin terbang dari tempat itu secepatnya.


“Kamu sangat cantik dan anggun,” puji salah seorang wanita berpenampilan glamour.


“Kamu akan terkejut kalau tahu siapa wanita itu, Ci,” ujar Mami Kevin.


“Memang sehebat apa dia?”


“Dia lahir dari wanita yang gila, tapi bisa dokter. Hebat kan?’


Seketika wajah Mitha merah padam, ia mengepal tangannya dengan kuat. Kalau wanita itu bukan  orang tua Mitha sudah menarik rambutnya sampai rontok, tapi ia tidak ingin dianggap kurang ajar jadi ia hanya bisa bersikap tenang.


“Iya, Mama saya mengalami depresi tapi tidak gila Tante, tapi terimakasi sudah mengenal Mama saya,” ujar Mitha.


“Mami apa-apaan  Sih!” Kevin lagi-lagi membelanya di depan orang tuanya.


Mitha minta pulang sesampai di luar, ia marah pada Kevin.


“Kamu dengar kan Mamimu ngomong apa tadi. Jadi, mulai saat ini jangan pernah membawaku ke rumahmu.”


 Kevin, ia memohon-mohon agar Mitha jangan marah.


 Namun, bukannya merestui ia selalu merendahkan Mitha menyebut gadis cantik itu benalu untuk putranya. Puncaknya saat perayaan Natal di rumah keluarga Kevin, di depan keluarga besar Kevin Mama Kevin menyebut kalau Mitha lahir dari seorang wanita yang gila. Sejak dari sana Mitha tidak pernah mau diajak untuk acara keluarga Kevin. Selalu menolak ajakan Kevin, ia mencoba menjauh. Namun, pria itu selalu datang dan memohon agar Mitha jangan meninggalkannya.  Tapi kali ini Mitha membuat keputusan yang tepat. Kali ini ia punya kebaranian yang besar, sebab ada keluarga yang mendukungnya, ada Mamanya yang siap membelanya


‘Aku tidak ingin melihat wanita penyihir itu lagi’ Ucap Mitha dalam hati dan melirik Hugo yang setia mendampinginya.

__ADS_1


Bersambung


 Berikan vote, like  komen juga ya terimakasih


__ADS_2