
Hari itu Yolanda dan teamnya sebagai paspampers sedang melakukan pelatihan simulasi penjagaan presiden. Yolanda berada di group A di mana melakukan penjagaan dalam jarak dekat dengan presiden. Bahkan beberapa kali presiden terlihat bicara langsung padanya untuk memberi intruksi. Latihan kali ini untuk penjagaan saat perayaan HUT RI di Istana Merdeka. Hugo dan Yolanda rekannya mantan agent rahasia yang bernaung di perusahaan mandiri.
Kini hidup keduanya sudah berubah drastis, kalau dulu hidup tanpa siapapun yang mengenal dan mengetahui mereka. Tetapi sekarang seluruh negeri melihat bahkan mencari tahu tentang jejak keduanya. Terlebih Yolanda gadis bedarah campuran itu menyita perhatian orang karena wajahnya yang berparas cantik tetapi memiliki tatapan yang tajam.
Selepas latihan mereka bergegas ke markas, di sana akan diberikan pengarahan. Tugas seorang paspampres sangat berat karena menyangkut keselamatan seorang kepala negara. Itulah sebabnya mereka dituntut mengendepankan tanggung jawab dalam bertugas dan rela mengorbankan nyawa dalam bertugas demi menjaga kepala negara. Setelah selesai mendengarkan pelatihan tiba-tiba Sunu datang menemui Yolanda.
“Selamat siang Pak.” Yolanda memberi hormat komando pada Sunu.
“Selamat atas penugasan kamu sebagai paspampres.”
“Terimakasih Pak.”
“Tapi Kenapa kamu memilih jadi paspampres saat ada tawaran yang lebih menarik?” tanya Sunu penasaran.
“Ada alasan pribadi yang tidak bisa saya jelaskan Pak. Aku juga ingin tunjukan pada seseorang kalau saya masih hidup.”
“Jo, semuanya baik-baik saja, kan?” tanya Sunu, setelah bertemu Arsen hari itu Sunu berpikir Yolanda akan mendapat masalah.
“Tidak ada Pak, tapi apa ada sesuatu?”
“Arsen menemuiku.”
Yolanda langsung terdiam, selama ini ia tidak pernah menceritakan tentang hubungannya dengan Arsen. Yolanda hanya menceritakan tentang Vania meminta Sunu untuk membantu karier adiknya sebagai tentara dan meminta pria itu untuk merahasiakan dirinya.
“Saya sudah menduga itu Pak.”
“Jo, kamu tidak pernah bilang kalau pak Arsen adalah suamimu. Dia marah denganku saat tahu kalau kita merahasiakan tentang kematianmu.”
“Saya minta maaf Pak, sebenarnya pernikahanku sama Pak Arsen hanya sebatas kontrak dan saya berpikir hubungan kami sudah berahir tiga tahun yang lalu.”
“Jo, pernikahan kontrak tidak dibenarkan bagi tentara. Setiap anggota tentara hanya diperbolehkan menikah secara negara dan agama. Cepat selesaikan urusanmu dengan Pak Arsen sebelum ada masalah nanti ke depannya,” nasihat Sunu pada Yolanda.
__ADS_1
“Baik Pak.”
“Satu hal lagi … dia sangat marah saat kamu membohonginya.
Sunu menceritakan semuanya dan memperingatkan Yolanda agar tetap hati-hati, karena Arsen sangat marah. Setelah selesai bicara dengan Sunu Yolanda keluar dari markas ia mengendarai motor ducati miliknya.
Ia akan ke istana untuk bertugas. Saat di tengah jalan kemacetan terjadi karena ada kecelakaan lalu lintas. Sebuah mobil truk pengangkut semen terguling dan tubuh sang supir terjepit badan mobil. Awalnya Yolanda ingin putar badan untuk menghindari kemacetan. Namun saat melihat ada yang terluka ia memarkirkan motor dan berlari menuju mobil. Orang-orang berusaha menyelamatkan supir yang terjepit badan mobil. Sebagai mantan kopassus yang selalu berhadapan dengan banyak rintangan Yolanda punya cara untuk menangani. Saat orang-orang berjibaku menyelamatkan supir Yolanda meminta mereka mundur karena melakukan cara yang bisa membuat supir semakin terluka, ia memecahkan kaca mobil paling yang paling bawah. Lalu menggunakkan dongkrak untuk membuat cela dari bawah. Yolanda sudah memperhitungan segala resiko dan kemungkian yang terjadi.
“Saat saya memberi aba-aba, Bapak harus mengeser kaki ke samping,” ujar Yolanda.
“Ba-baik Mbak,” ujar bapak tersebut sembari meringis kesakitan.
“Siapa dia, seperti saya pernah melihat,” bisik-bisik orang di belakang Yolanda.
Tidak lama kemudian polisi dan beberapa tentara yang kebetulan lewat ikut membantu. Kerumunan orang semakin banyak, tetapi Yolanda dengan yakin menyelamatkan supir yang terjepit tersebut. Empat orang tentara mengerti apa yang ingin di lakukan Yolanda, mereka ikut membantu dan megangkat badan mobil dari bawah. Jika mereka menyelamatkan lelaki itu dari atas resikonya akan patal . Saat mereka menginjak mobil maka kaki supir yang terjepit dibawaha kan ditekan resikonya bisa patah karena menahan beban berat. Jalan satu-satunya mengeluarkannya dari bawah.
“Apa mbak seorang petugas?” tanya seorang tentara saat Yolanda berlari ke motor dan memasang infus ke tangan sopir.
“Ok, baik Mbak, mari kita lakukan bersama-sama.”
Berkat strategi Yolanda dan keempat tentara, nyawa sang supir akhirny selamat ia berhasil dikeluarkan dari badan mobil yang menghimpit tubuhnya. Apa yang di lakukan Yolanda ternyata di rekam banyak warga dan menjadi viral dimedia sosial. Setelah berhasil menyelamatkan nyawa pak supir Yolanda bergegas dan melajukan motornya kembali, sebab ia sudah terlambat.
Tiba di istana Yolanda dapat hukuman dari kepala paspampres, ia dimarah-marahin bahkan dihukum pus up dan lari keliling lapangan karena terlambat ikut appel.
Di sisi lain, saat menjelang sore, Arsen menatap layar televisi di apartemennya saat melihat berita yang memperlihatkan aksi heroik Yolanda yang menyelamatkan supir truk. Judul berita beragam-ragam seperti ini;
[Aksi Heroik seorang anggota Paspampres cantik menyelematkan supir yang mengalami kecelakaan]
[Ternyata wanita cantik yang Menyelamatkan supir yang kecelakaan itu seorang paspampres]
Bukan hanya itu ada yang lain.
__ADS_1
[Gresia Yolanda Naibaho seorang paspampres cantik menyelamatkan korban kecelakaan]
Masih ada banyak judul berita mengenai aksi Yolanda hari itu, Arsen mengusap layar ponsel dan menonton vidio aksi penyelamatan yang dilakukan Yolanda. Ia skip videonya dan lalu ia zoom gambar Yolanda, menatap wajanya begitu dekat bisa melihat Yolanda dari layaor ponsel membuatnya hatinya semakin berkecamuk. Mereka tinggal di kota yang sama bahkan beberapa kali saling berpasasan tetapi Arsen tidak menyadari kalau itu Yolanda. Sekarang ia memikirkannya dan mencoba mengingat semuanya. Kris mengetuk pintu.
“Masuk!”
“Apa Pak Arsen melihat berita hari ini?” Kris menyodorkan Ipad miliknya.
“Ternyata selama ini dia ada disekelilingku tapi sengaja menolak untuk menemuiku. Dia wanita yang gigih, jangankan aku, bahkan adiknya sendiri tidak tahu kalau orang yang melatihnya selama ini teryata adalah kakaknya,” ucap Arsen.
“Saat kami bekerja dulu, dia orang yang sangat keras pada dirinya sendiri,” ujar Kris.
“Aku tahu, aku ingin melihat sekeras apa dirinya.” Arsen berdiri di di jendela ruangannya ia menatap jalanan hiruk pikuk ibukota yang sudah padat merayap menjelang sore.
“Apa bapak akan datang ke istana besok?” tanya Kris.
“Tentu, aku ingin melihatnya secara langsung.”
“Pak istana dijaga sangat dekat, jika Pak Arsen melakukan sesuatu diluar prosedur protokol keamanan, akan diusir.” Kris menasihati.
“Jangan khawatir, saya tidak akan bertindak sembarangan.”
“Lalu apa yang akan bapak rencanakan?” tanya Kris.
“Aku akan menculiknya lagi,” ujar Arsen dengan percaya diri.
“Jangan lakukan itu Pak, Joan bisa dapat masalah besar nanti.” Kris mengingatkan bosnya.
Bersambung
Jangan lupa berikan, vote, like, komen ya terimakasih
__ADS_1