Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Ternyata Dia Gadis yang Aku Cari.


__ADS_3

Akhirnya musuh bisa dilumpuhkan  setelah ratusan tentara anti teror dan polisi mengepung gedung, pesawat juga terbang rendah dan menurunkan pasukan bantuan. Arsen  dan Yolanda bergabung lagi dengan mereka. Wajah Arsen dipenuhi amarah dan dendam  saat melihat Yolanda  mempertaruhkan nyawa sendiri dan bayi dalam kandungannya demi sebuah tugas.


‘Aku akan menghancurkan atasan yang memintamu tetap bertugas saat hamil’  Arsen membatin.


“Duduklah dengan mereka. Jangan katakan apapun tentang hubungan kita,  baik tentang  keadaanku, jika kamu memberitahukanya, aku dan anak ini tidak akan selamat. Sebab apapun yang kami lakukan semua serba rahasia,” bisik Yolanda pada suaminya.


“Jangan mengajariku Yolanda, aku bukan anak kecil,” sentak Arsen marah.


“Aku hanya memperingatkanmu, jika kamu ingin marah padaku lakukan itu di rumah, setelah kita pulang,” balas Yolanda masih berbisik.


Arsen menutup mata  dan berkata lalu berkata. “Apa pekerjaanmu lebih berharga dari nyawa anak yang kamu kandung? Pulanglah denganku.”


 Yolanda melepaskan kaca mata pelindung dihelemnya. Hati Arsen semakin terasa tersayat takkala ia melihat luka-luka diwajah sang istri. Ia sebagai suami justru tidak terluka sedikitpun tetapi Yolanda memiliki banyak luka  dibawah matanya ada bercak darah sepertinya sebuah serpihan kaca melukai tulang pipi dan bibirnya.


“Tolong mengerti posisiku,” ujarnya pelan.


“Kamu yang harus mengerti aku Yolanda.  Aku suamimu.” Arsen sampai  menekan rahanya untuk menahan suara yang  meledak di kuping Yolanda. Arsen  melihat para tentara itu dengan tatapan benci. Yolanda tidak ingin ribut dengan sang suami, memilih meninggaalkannya  di sana.


“Tolong jaga dia,” pintah Yolanda pada seorang tentara yang bertugas, ia berbalik badan meninggalkan Arsen, ia melepaskan sarungan yang ia pakai. Selama bertugas tadi ternyata  pecahan kaca merobek sarung tangan melukai telapak tangannya.


Melihat Yolanda berjalan membelakanginya  tiba-tiba Arsen merasa sangat sedih,  ia  baru ingat enam tahun lalu seorang gadis muda berseragam tentara pergi meninggalkannya tanpa ia sempat mengatakan apa-apa, ia hanya melihat wanita itu berjalan menjauh dan menghilang.


‘Mana ada orang yang mau seperti itu’ ucapnya dalam hati


 Arsen mengangkat kepalanya ke atas agar air dari matanya tidak tumpah. Ia merasa bodoh dengan apa yang dialami saat itu,  ia duduk saat seorang tentara memaksa untuk duduk. Matanya masih terus mengikuti kemana Yolanda pergi, kehamilanya tidak terlihat sebab ia memakai rompi anti peluruh berlapis-lapis tapi wajahnya terlihat sangat lelah. Kali ini ia memberi kode kalau tugasnya penyelamatan itu di serahkan pada team yang baru.


“ Misi kami selesai. Tugas saya serahkan pada kalian,” lapor Yolanda setelah ******* itu dilumpuhkan.


Pasukan  Yolanda menyerahkan tugas itu pada pasukan Elang pasukan resmi milik negara. Sementara anggota yang terluka sudah di bawah ke markas meraka  dari ke sepuluh anggota Yolanda,  hanya tiga orang yang terluka termasuk Yolanda sang komandan. Ia pergi dan melirik Arsen, lelaki tampan itu masih terus menatap dirinya.


‘Maaf, aku hanya bertugas’ Ucap Yolanda menatap Arsen lalu  pergi menemui Sopian.


Arsen mengusap sudut matanya dengan kasar, saat melihat  Yolanda pergi.


                           **

__ADS_1


“Saya  meminta maaf jika saya melibatkan kamu lagi dalam tugas ini . Padahal  sudah berjanji padamu untuk memberimu cuti sampai kamu melahirkan. Namun tidak ada yang  bisa melakunnya. Saya minta maaf,” ujar Sopian menepuk pundak Yolanda.


“Siap Pak, Tidak apa-apa. Lapor Pak, misi berhasil kami mendapatkan.”


Yolanda memberikan flashdisk


“Terimakasih Jo, entah apa yang bisa aku lakukan tanpamun” ujar Sopian dengan wajah  banga, ”baiklah mulai  hari ini kamu cuti”


“Siap Pak.”


Akhirnya para sandera diperbolehkan pulang setelah tubuh mereka diperiksa


Arsen berlari mencari Yolanda, ia  mencari diantara  para pasukan yang bertugas


“Apa dia baik-baik saja?” Ia mencari sang istri diantara ratusan tentara bersenjata. Namun Yolanda tidak kelihatan. Ia sudah bawa ke rumah sakit khusus karena luka di tubuhnya


Mengetahui kalau istrinya sebenarnya tentara Arsen  menelepon sang nenek.


“Nenek ada di mana?” tanya Arsen dengan suara tegas.


“ Kita harus bicara. Tunggu aku di rumah.”


Ia menghentikan taxi yang melintas dan meninggalkan gedung kedutaan. Tiba di rumahnya   Arsen  berjalan buru-buru menemui Marina.  Memikirkan saat Yolanda melindungi dirinya saat hamil ia merasa seperti suami pecundang, semakin dipikirkan semakin ia merasa marah.


“Apa itu benar? Apa sebenarnya Yolanda seorang tentara?” tanya Arsen, setelah tiba di kamar sang nenek.


“Ya, dia seorang pasukan rahasia,” ujar Marina.


“Kenapa Nenek tidak pernah mengatakan padaku? Kenapa menjadikanku jadi suami pecundang!” teriak Arsen mengemprak meja sang nenek.


“Dia sedang malakukan misi, salah misinya melahirkan anak untukk keluarga kita.”


“Apa Nenek tau apa yang dia alami tadi. Dia hampir mati Nek, dia baku tembak  dengan kadaan hamil.”


“Yolanda pasukan terbaik di organisasinya, dia wanita yang melakukan tugasnya dengan cepat.”

__ADS_1


“Aku tidak perduli dia pasukan terbaik atau bukan Nek. Aku hanya tau dia istri yang sedang mengandung anakku,” teriak Arsen. Ia sangat marah saat sang nenek mengijinkannya pergi melakukan tugas berbahaya saat sedang hamil.


Marina sudah meminta maaf dan menjelaskan kalau ia tidak bermaksud membuat Yolanda dalam masalah, tetapi Arsen emosi ia melemparkan barang-barang di depan sang nenek.


“Hanya Yolanda yang mampu melakukannya.”


“Apa hanya Yolanda tentara wanita di negara ini?”


“Sen, hanya Yolanda yang mampu menghapus data itu.”


“Apa data yang lebih penting bagi nenek dari pada nyawa cicitmu sendiri? Dia sedang hamil Nek dia harus yang perlu kamu lindungi bukan aku. Tapi kenapa? Kenapa membiarkannya dalam bahaya!” teriak Asen. Amarahnya semakin meledak saat tahu kalau neneknya juga tahu tentang data tersebut.


Marina hanya bisa diam, untuk menenangkan kemarahan Arsen sebesara apaun dia menjelaskan dan meminta maaf Arsen tetap saja tidak terima.


“Kenapa harus dia nenek pilih untuk melahirkan anakku, kalau kamu sendiri memintanya menerjang bahaya,” ujar Arsen.


“Aku sudah lama mengenalnya. Apa kamu ingat saat sekelompok penjahat ingin menculik kamu Enam tahun yang lalu? Pasukannya yang meyelematkanmu saat itu Yolanda juga,” ujar Marina


“Setelah melihatnya tadi berpakaian tentara aku tahu.  Justru aku semakin gila, karena wanita yang selama ini aku cari ternyata ada bersamaku dan aku terlalu bodoh menyadarinya,” ujar Arsen.


Arsen menemukan wanita penyelamatnya tersebut. Ternyata Yolanda sudah lama ditugaskan untuk mengawal keluarga Marina.  Bahkan sudah enam  tahun Yolanda jadi pengawal keluarga Arsen.


‘Wanita yang menolongku enam tahun silam Yolanda? Itu artinya dia bisa bahasa Jerman?’


“Aku tidak akan menceraikannya,” ujar Arsen tiba-tiba.


“Jangan. Itu melanggar kesepakatan.”


“Aku tidak perduli dengan kesepatan, aku hanya perduli dengan nasip anak dan istriku,” ujar Arsen


“Arsen, kamu akan membuat wanita dalam masalah nantinya.”


“Yang jadi masalah itu, ketika aku membiarkan  nyawa anak dan istriku dalam bahaya. Nenek tidak tahu Yolan hampir mati saat pasukan itu menyelamatkan kami tadi. Dia bahkan tidak memperdulikan keselamatan dirinya dan anakku,” ujar Arsen dengan pundak naik turun, “ aku ingin tunjukkan padanya bagaimana caranya melindungi anakku,” gumam Arsen.


Ia keluar dari ruangan kerja Marina, wanita tua itu sudah memperingatkannya , agar jangan melakukan hal-hal diluar rencana. Namun Arsen tidak menghiraukannya,  meminta menculik Yolanda saat sedang dirawat..

__ADS_1


Bantu like , komen dan berikan hadia ya kakak


__ADS_2