Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Cara Terakhir


__ADS_3

Setelah beberapa minggu Yolanda selesai shift tugas ia ingin pulang ke apartemen karena ada barang yang harus ia ambil. Ia mampir ke sebuah super market , tiba diparkiran ia mengeluarkan kunci motor dari tas.


Tiba-tiba ia memegang leher merasa ada yang mengigit lehernya, lalu matanya berat dan tumbang. Ternyata Arsen mengikutinya selama ini, ia membidiknya dengan bius. Tidak lama kemudian ia membawa ke dalam mobil dan tersenyum ala devil.


Yolanda terbangun memegang leher. “Selamat malam Istriku.”


“Aduh, apa yang kamu lakukan s,” keluh Yolanda sembari memegang batang lehernya.


“Wah, kamu tidak terkejut, sepertinya Bu Paspampres , sudah tau kalau aku akan menculiknya,” ujar Arsen.


“Ini bukan yang pertama kan?”


Arsen tersenyum kecut, “aku pikir kamu sudah melupakan semuanya, tadi kamu bahkan menganggap ku ada .”


“Aku sedang bekerja tidak mungkin menyapamu saat itu.”


“Lalu bagaimana selama ini. Kenapa kamu berpura-pura mati dan membuat hidupku menderita karena memikul rasa bersalah.”


“Hanya itu caraku untuk hidup.”


“Dengan cara menipuku?” Arsen berdiri lalu menatap wajah Yolanda dengan tajam.


“Tidak berniat melakukannya-”


“Tapi nyatanya kamu melakukannya Gresia Yolanda Naibaho!” cerca Arsen bahkan menyebut nama panjang Yolanda sama marganya sekalian. Wanita berparas campuran itu kaget saat Arsen menyebut nama panjangnya. “kenapa? Kamu kaget saat aku tahu nama aslimu?”


“Tidak,” sahut Yolanda datar, saat ia berdiri tangannya tersangkut di besi penyangga ranjang. Yolanda menatap Arsen kedua bola memutar bertanda protes. “Apa yang coba kamu lakukan?” tanya Yolanda.


“Sebagai suami aku berusaha menjinakkan.”


“Kamu pikir aku doggy dijinakkan,” protes Yolanda.


“Bukan doggy lebih tepatnya istri yang bisa menghilang sewaktu-waktu.”

__ADS_1


Yolanda menggeleng jega lalu ia berkata dengan suara pelan, ”baiklah aku salah bisa lepaskan borgol ini, aku harus segera pulang besok pagi aku shift pagi,” tutur Yolanda.


“Aku tidak mau.”


“Lalu kamu mau apa?”


Arsen menarik ku kursi kayu lalu duduk dengan cara menunggang kuda menjadikan sandaran kursi tumpuan dagunya .“Aku ingin kamu menceritakan semuanya dari awal sampai akhir.”


Yolanda enggan menceritakan masa lalu yang kelam itu pada Arsen, ia ingin melupakan semuanya dan menjalani kehidupan yang sekarang. Tetapi Arsen tidak akan membiarkan Yolanda lepas dengan muda. Lelaki berpenampilan cool itu berpikir Yolanda berhutang banyak padanya dan sudah waktunya untuk membawa wanita itu untuk tinggal di sisinya.


“Aku tidak ingin membahas itu lagi,” ucap Yolanda menunduk, ia juga enggan menatap wajah Arsen yang terlihat sangat marah besar.


“Tapi aku ingin kamu menjelaskannya padaku Bu Paspampres yang terhormat,” ujar Arsen dengan rahang mengeras.


“Baiklah, setelah mereka membawaku dari rumahmu . Aku dikurung selama berhari-hari di ruangan bawah tanah.” ujar Yolanda memulai cerita. Mendengar hal tersebut wajah Arsen yang tadinya mengeras perlahan mengendur ia menatap wajah sendu Yolanda.


“Pimpinan menganggap ku sebagai penghianat, saat kita berada di Jerman seorang mata-mata suruhan Bruga mengikuti semua kegiatan yang kita lakukan dan mengirim semua bukti kebersamaan kita pada pimpinan. Semua alibi tentang penculikan ku yang kamu buat terbantahkan oleh foto-foto tersebut. Tadinya aku ingin dilenyapkan saat itu juga , tetapi pak Sopian dan Kris memohon agar aku dilenyapkan setelah melahirkan, aku terkurung di ruangan bawah tanah selama berminggu-minggu sebelum melahirkan.


Arsen mengusap ujung matanya saat mendengar Yolanda dikurung di ruang bawah tanah tanpa penerangan dalam keadaan hamil.


“Mereka membawaku ke rumah sakit yang sebelumnya sudah mereka persiapkan. Ternyata sebelum sampai ke rumah sakit aku mengalami kejang-kejang karena tubuhku menolak obat kontraksi buatan. Hugo mengatakan aku tidak sadarkan diri.


Aku bahkan tidak tau apa yang sudah terjadi. Saat itu aku hanya mengingat aku bertemu dengan Papa aku memintanya untuk membawaku pergi tetapi dia menolakku dia mengatakan kalau aku harus menjaga mama dan adik-adikku


Menurut mereka aku sudah sempat mati, itulah sebabnya aku sudah sempat dimasukkan ke dalam peti. Kris tidak berbohong melihatku dimasukkan ke peti. Menurut Hugo aku mengalami mati suri dan itu juga yang menyelamatkan hidupku,” tutur Yolanda


Yolanda bisa selamat dari hukuman dilenyapkan atas kebaikan Sopian dan rekan-rekan kerja Yolanda. Mereka melawan kebijakan yang dilakukan pemimpin mereka, walau nyawa Vivian menjadi taruhannya. Wanita itu dihabisi sama Bruga sebab ketahuan memberi Yolanda obat kontraksi. Mati suri cara alam semesta untuk menyelamatkan nyawanya , setelah dipastikan team dokter kalau Yolanda sudah meninggal, lalu asisten Bruga dan pengawalnya mengecek tubuh Yolanda. Setelah dinyatakan meninggal akhirnya peti di tutup. Namun saat ingin dibawa Sopian membuka kembali ternyata ia juga tela menyuntikan sebuah obat ke tubuh Yolanda. Hugo dengan cepat memasukan mayat pengganti ke dalam peti lalu mengunci peti agar tidak bisa dibuka lagi. Jadi yang tahu kalau Yolanda masih hidup hanya Hugo, Roki dan Sopian saat itu.


“Aku bahkan belum sempat melihatnya sebelum dibawa ke rumahmu,” ujar Yolanda dengan mata berkaca-kaca, walau Arsen selalu menyebutnya ibu yang tidak punya hati. Tetapi nyatanya Yolanda sangat terpukul saat mendengar bayi malang itu sudah tiada.


“Dia sudah menderita sejak dari awal, dari kandungan bahkan setelah lahir dia lenyapkan.”


“Maaf,” ucap Yolanda dengan tulus.

__ADS_1


“Aku yang harus minta maaf di sini karena akulah yang tidak berguna,” ujar Arsen dengan suara bergetar, ia semakin bersedih setelah mendengar penderitaan Yolanda saat dibawa paksa dari Jerman saat itu.


“Kita akan melepaskan semua beban penderitaan itu dengan cara melupakan satu sama lain,” ujar Yolanda.


Arsen tertawa menyeringai, lalu menatap Yolanda dengan tatapan sinis. “Sepertinya kamu ingin sekali menjauh dariku. Kenapa? Apa pria yang bersamamu tadi siang pacar barumu?” tuduh Arsen, ternyata ia cemburu saat melihat Yolanda bicara akrap dengan Hugo.


“Bukan seperti itu … Kamu sudah memberi janji pada adikku dan kamu harus menepatinya, sepertinya adikku sudah jatuh cinta padamu.” Vania menatap wajah Arsen.


“Berhenti menjadikan Vania jadi alasan, aku mendekati dan menjaganya karena dia sepupuku. Apa kamu sudah tahu itu?” tanya Arsen.


Yolanda hanya diam, ternyata ia sudah tahu kalau ayah Yolanda dan Mama Arsen kakak beradik. Setelah selamat dari kematian saat itu hal yang pertama yang ia lakukan mencari tahu tentang kakek Arsen. Saat Arsen menunjukkan alat buatan kakek mereka Yolanda baru ingat kalau ayahnya juga punya cetak biru alat tersebut.


“Oh, sepertinya kamu sudah tahu kalau kita sepupu. Sekarang apa lagi yang kamu ketahui?” tanya Arsen merasa sangat kesal.


“Aku hanya tau kalau Nenek kamu meminta adikku menikah denganmu.”


“Itu dulu Yolanda. Sebelum aku tau kalau kamu hidup, bahkan sama adik kamu sendiri kamu tidak memberitahukan wujudmu, egois,” ketus Arsen masih dengan wajah marah.


“Itu demi kebaikannya.”


“Kebaikan untuk kamu yang egois, bukan kebaikan kami,” potong Arsen lagi.


“Tolong lepaskan borgol ini, aku ingin ke kamar mandi,” bujuk Yolanda, padahal ia berniat kabur dari sana.


“Kamu ingin ke kamar mandi?” Baiklah ini kamar mandinya lakukan di sini,” ucap Arsen menyodorkan wadah untuk Yolanda.


Mata wanita cantik itu membulat karena kaget saat Arsen memberinya panci bulat untuk pipis, “ kamu gila?” ucapnya sembari menatap paci di bawa kakinya.


“Iya, lakukan saja di sana kalau kamu tidak ingin pipis celana,” ujar Arsen dengan wajah dingin.


Bersambung.


Bantu like dan komen ya

__ADS_1


__ADS_2