Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Ingin Melakukan Keinginan Kakek


__ADS_3

Kehadiran  Nathan tidak hanya menguba kehidupan Arsen juga mengubah kehidupan keluarga besar keluarga Arsen. Sesuai janji Marina pada almarhum suaminya yang akan  memperbaiki silsila keluarga kakek Arsen yang pernah hilang.  Layaknya  orang keturunan Batak, keluarga Arsen akan mencari ‘tappuk marga’ atau asal mula marga kakeknya. Marina mencari tahu  dari mana asal mula keluarga kakek Arsen


Apakah kakeknya  memiliki keluarga atau kerabat? Mereka akan mencari asal usul dari mana dan siapa keluarga kakek Arsen dan bagaimana bisa memakai marga Batak di belakang namanya.  Bagi orang batak marga itu sangat penting dan tidak sembarangan orang memakai nama marga di  belakang namanya. Seperti di ketahui  kakek Arsen pernah tinnggal di Indonesia lalu merantau ke Jerman.


Tidak main-main untuk menepati janjinya pada sang suami Marina membayar mahal orang untuk menemukan jati diri keluarga sang suami.  Setelah berbulan-bulan akhirnya  Maarina mendapt kabar baik orang suruhannya akhirnya  menemukan  bona pasogit suaminyaa atau asal keluarga dari suaminya. Ternyata   berasal dari sebuah pulau indah yang berasal dari pulau Samosir tepatnya huta panguguran di sana ada  sebuah Monumen Marga Sitanggangd  di sanalahkeluarga kakek Arsen  berasal.


Mendengar hal itu Marina sangat terharu karena bisa menemukan asal-usul dan keluarga almarhun suaminya. Ia menelepon Arsen dan semua anak-anak dan cucunya mengumpulkan mereka di rumahnya.


“Nenek akan berangkat ke sana bersama kamu Sen,” ujar Bu Marina  ia sangat bersemangat saat menceritakan penemuannya pada Arsen.


“Di kampung mana Nek?” tanya Erik.


“Desa Pangugururan ada di Sumutara utara Pulau Samosir, kitaa akan ke sana.”


“Itu bukannya kampungnya Yolanda yang saat itu kita datangi?” tanya Erik melirik Arsen, sepertinya ia tidak begitu tertarik dengan penemuan sang nenek sikapnya datar.


Mendengar mereka pernah ke Danau Toba keluarga besar Arsen menatap keduanya dengan penasaran. “Kapan kalian ke sana?” tanya Mami Erik.


“Saat Arsen mengejar-ejar istrinya,” jelas Erik sembari tertawa.


Mengetahui kalau kampung Mama Yolanda berdekatan dengan kampung almarhum suaminya. Marina saat itu menelepon mereka juga mengundang Bu Tiani dan kedua adiknya datang, tidak lama kemudian Yolanda juga datang dengan si tampan Nathan. Yolanda tidak ikut karena Arsen dari kantor langsung ke rumah sang nenek. Arsen sendiri tidak mau tinggal bersama dengan neneknya, ia membeli rumah untuk keluarganya.


“Masalah apa Bu, sepertinya serius sekali dari suara ibu tadi,” ujar Bu Tiani.

__ADS_1


Dengan semangat empat lima Bu Marina menceritakan hasil pencarian bona pasogit atau tanah leluhur suaminya. Bu Tiani Batak asli dan lahir di sumatra, itu artinya sangat mengerti semua tentang adat dan kampung di sana. Ia menjelaskan semuanya. Keluarga Arsen mendengar dengan antusias tentang adat dan tradisi. Anak-anak dan cucu Bu Marina, namanya saja memakai nama marga. Namun mereka semua tidak mengerti arti dan asal usul marga mereka sebab lahir dan besar di luar negerti


“Saya rela dibikin pesta besar Bu, asalkan saya bisa  bertemu dengan keluarga kandung suami saya, kakek Arsen. Saya sudah berjanji pada kakek Arsen kalau dia meninggal akan  dikuburkan di tanah leluhurnya,” tutur Bu Marina.


Bu Tiani menjelaskan dengan terperinci bagaimana adat-adat dan semua ***** begek untuk mengadakan pesta. Ia menjelaskan adat dalam adat Batak  membawa tulang belulang orang mati di tempatkan dalam tugu atau monumen . Untuk melakukan pesta  (panaikkon sari-saring) atau mengali kerangka orang mati dan  menempatkannya di monumen.


“Tidak sembarangan melakukannya Bu, kita  harus  mencari tau dulu keluarga  inti bapak. Dari sanalah kita tau apa mereka punya monumen yang bisa menampung tulang belulang bapak nantinya,” jelas Bu Tiani.


Bu Tiani selain pintar dalam akademis ternyata dia jua pintar dalam hal adat Batak. Walau sudah lama merantau dan sekolah di luar negeri tak lantas membuatnya melupakan tradisi keluarganya. Semua mata tertuju pada Mama Yolanda  tersebut. Bukan hanya keluarga Arsen anak-anaknya juga mendengar dengan serius karena Yolanda dan kedua adiknya  juga tidak terlalu paham tentang adat Batak kareja mereka bertiga tidak ada yang mengajari.


“Lalu apa yan akan kita lalukan Bu?” tanya Nenek Arsen.


“Temukan keluarga inti, lalu bicarakan rencana akan membawa tulang belulang kakek Arsen ke pemakaman keluarga besar mereka.”


Rupanya putrinya merasa keberatan membongkar makan papa mereka.


“Iya karena itu keinginan papa kalian,” tutur Bu Marina.


“Ma, Papa sudah tenang di kuburannya ngapain dipindahkan lagi?” protes Mami Erik.


“Iya seram amat tulang belulang dibongkar,” ujar istri Jesen kakak Ipar Erik itu memeluk lengannya bergelidik.


“Itu salah satu menghormati orang tua dalam  tradisi adat Batak,  masih berlaku sampai saat ini,” tutur Bu Tiani.

__ADS_1


“Ih, gak mau jadi orang Batak lah, seram amat,” ujar Bibi Arsen.


“Darah Batak sudah mengalir di darahmu kamu, tidak bisa menghilangkannya, kamu cuci darahlah sekalian biar gak ada jejak di sana, bodoh bangat,” ujar Bu Marina memarahi putrinya yang tidak mau menghargai adat leluhur ayah mereka.


Arsen  terlihat tenang dan diam, ia tidak mengatakan apa-apa hanya jadi pendengar. Tetapi cara ia melihat Bu Tiani menjelaskan  tentang tradisi adat Batak sepertinya sedikit tertarik.


“Sebenarnya keinginan kami dulu sama suami. Ingin Gres menikah secara adat  Batak seperti kami,” ujar Bu Tiani.


“Papa juga di bikin pesta dong untuk membuat marganya?” tanya Yolanda.


“Tentu saja. Sebelum kami menikah dia sudah dibikin pesta untuk membuat  marganya jadi Naibaho. Makannya saat di kampung dulu dia panggil Bule Batak.”


Wajah Yolanda dan kedua adiknya sangat penasaran  mendengar cerita papa mereka yang diangkat jadi orang Batak. Dalam adat Batak jika ada orang akan menikah bukan dari suku Batak maka akan dimuat marga dulu baru boleh menikah.


“Jika Papa Marga naibaho dan  saudaranya otomatis Naibaho juga, berarti Bibi Mama Arsen boru Naibaho juga ya?” tanya Vania bersemangat.


“Iya, makanya kalian di sebut  marpariban,” jelas Bu Tiani.


Mendengar Mamanya punya marga  yang sama dengan Yolanda Arsen menatap istrinya dan tersenyum. “Mari kita lakukan seperti yang diinginkan Kakek, Nek,” ujar Arsen.


Mendengar itu Marina lansung terharu, tadinya ia berpikir berjuang sendirian , sebab kedua putrinya dan anak-anaknya enggan melakukannya karena melanggar  keyakinan dan kepercayaan kedua putrinya. Mendapat lampu hijau dari sang  cucu sebagai pewaris utama. Marina langsung  bersamangat. Marina tidak membutuhkan persetujuan kedua putrinya dan anak-anaknya yang ia butuhkan hanya ijin dari Arsen. Sebab dalam adat Batak lelaki itulah yang memegang kendali penuh untuk semua keluarganya karena ia dan Nathan yang mewariskan marga kakek mereka yakni Sitanggang.


Ibarat kerajaan Arsen sebagai Rajanya dan Nathan sebagai pangeran muda dan pewaris selanjutnya,  jika suatu saat Nathan juga punya anak laki-laki maka diwariskan ke sana. Tapi jika perempuan dan tidak punya anak laki-laki maka putuslah silsila keluarga mereka. Itulah sebabnya betapa  berharganya anak laki-laki  bagi orang Batak.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2