Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Aku Hanya ingin Bertemu Istriku


__ADS_3

Arsen mendatangi kantor Sunu,  bertanya tentang Yolanda. Akhirnya Sunu menceritakan kalau  ia dan Sopian yang menyelamatkanYolanda hari itu. Bukan hanya dirinya yang membantu ada Hugo dan beberapa rekan Yolonda yang menyelelamatkan.


“Hari itu saya sudah memintamu untuk tinggal lebih lama, saat uji coba senjata itu ada Yolanda di sana. Hari itu juga mereka dilantik sebagai paspampers. Tadinya saya ingin kamu melihatnya sendiri. Tapi kalau sekarang rasanya akan sulit bertemu dia,” tutur Sopian.


“Apa selama ini dia ada di sini?”


“Tidak, selama dua tahun di mengikuti pendidikan militer di Australia. Joan baru setahun belakangan di Jakarta.”


“Kenapa Bapak tidak mengatakan padaku?” ujar Arsen dengan raut  marah.


“Sebenarnya sejauh mana hubunganmu dengan Yolanda. Saya  dengar  Pak Arsen lagi dekat dengan Vania adiknya.”


“Dia istri saya.”


“Apa?” Sunu kaget, selama ini Sopian tidak  pernah cerita kalau Yolanda sudah menikah.


“Alasan dia ingin dilenyapkan dari organisasinya karena menikah denganku,” jelas Arsen.


“Benarkah? Lalu kapan  kalian menikah?’ tanya Sunu dengan tatapan memburu.


“Dia sudah melahirkan, sayangnya anak kami meninggal saat Bruga dan  orang-orangnya menyerang keluargaku,” tutur Arsen ia akhirnya menceritakan semuanya pada Sunu.


Sunu akhirnya paham kenapa Arsen  mau bekerja sama dengan tentara, ternyata karena yolanda. Kalau saja ia tidak melihat Vania orang yang ia pikir Yolanda, Arsen tidak akan ada di Jakarta, ia akan tinggal di Texas Amerika. Kini ia memikirkan cara bagaimana untuk masuk ke istana agar bisa menemui Yolanda.


“Aku ingin  bertemu dengannya apa Bapak bisa membantu?” tanya Arsen.


“Kalau kamu bersedia menerima tawaran Pak Wisnu waktu itu mungkin Pak Arsen juga akan sering bertemu dengannya di istana.”


“Saya tidak pernah tertarik untuk kerja di pemerintahan,” tolak Arsen.


“Berarti Pak Arsen kehilangan kesempatan untuk bertemu Yolanda.”


“saya pikir ada cara yang lain untuk bisa bertemu dengannya Pak.”


“Apa?”

__ADS_1


“Aku ingin Yolanda dipecat.”


“Apa?” Sunu sangat kaget saat Arsen mengatakan ingin Yolanda dipecat.


“Iya, dari awal saya tidak pernah suka ia bekerja sebagai tentara, saya ingin dia hanya seorang istri bagiku.”


“Apa yang akan bapak lakukan untuk memecatnya?” tanya Sunu dengan wajah serius.


“Bukankah setiap anggota tidak boleh main-main dengan pernikahan? Saya akan melaporkannya Yolanda karena melentarkan anak menyebabkan anak kami meninggal,” ujar Arsen.


“Dia sudah bekerja keras untuk sampai ke sana, jangan melakukan hal yang membuatnya kecewa,” nasihat Sunu.


Arsen pernah mendapat tawaran menjadi wakil menteri pertahanan karena  ia mengerti banyak tentang persenjataan dan juga memiliki sebuah organisasi pasukan mata-mata terbaik. Namun, tawaran itu ditolak Arsen, ia tidak ingin terikat pada sebuah pekerjaan. Tapi  setelah  melihat Yolanda bekerja di istana ia kembali memikirkan tawaran itu lagi. Sebab kabar yang beredar setelah perayaan  17 Agustus presiden akan melakukan perombakan dalam kabinet kerjanya. Demi  bertemu Yolanda Arsen melakukan apapun. Setelah pulang dari kantor Sunu Arsen menelepon pejabat partai yang pernah menawarkannya sebagai menteri.


“Apa yang membuatmu tertarik Pak Arsen?” tanya lelaki berkaca mata tersebut.


“Saya berubah pikiran Pak.”


“Partai kami akan mengusung kamu untuk bisa masuk ke istana, tentu semua itu ada aturan yang Bapak ikuti,” ujar lelaki yang bernaung di bawah partai berwarna biru tersebut.


“Jika partai besar yang mengusulkan bapak sebagai calon sudah pasti di terima presiden sebab partai kami berkoalisi dengan pemerintah,” ucapnya lagi.


“Baiklah.” Arsen setuju.


Padahal dulu  bicara politik hal yang paling dibenci Arsen, tapi kali ini ia menawarkan dirinya jadi bagian pemerintahan, semua itu ia lakukan demi bisa bertemu orang yang selama ini ia rindukan. Ia tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Yolanda. Ada rasa yang berkecamuk di dalam dada saat ia tahu kalau Yolanda selama ini masih hidup dan tinggal di Jakarta bahkan  melihatnya beberapa kali. Ada rasa marah dan benci di hati Arsen saat tahu kalau Yolanda masih hidup tapi berbohong padanya.


‘Aku ingin tahu apa alasan kamu melakukan itu padaku, Yolanda’ ucap Arsen .


Arsen tidak main-main dengan rencananya, ia melakukan apapun untuk bisa  bertemu dengan Yolanda, hari itu ia diundang datang ke partai yang akan mengusung dirinya. Partai berwarna biru itu yanga akan mengusung dirinya sebagai calon menteri yang baru.


“Ini, tiket awal untuk kamu masuk ke istana, kamu boleh ajak pasanga atau keluargamu,” ujar pria itu menyodorkan tiga undangan masuk ke istana.


“Ini apa?” tanya Arsen memegang kartu undangan.


“Perayaan tujuh belas agustus Pak Presiden selalu mengundang tamu ke istana untuk menyaksikan pengibaran bendera. Itu undangannya.”

__ADS_1


“Benarkah?” Wajah Arsen langsung bersemangat, itu artinya ia bisa melihat Yolanda.


                      *


Tiba di rumah Arsen kembali dicerca pertanyaan dari sepupu dan neneknya. Marina tidak menduga kalau Arsen akan melakukan segalanya untuk bisa bertemu Yolanda. Satu tahun yang lalu Arsen nekat ikut  masuk ke sebuah organisasi Prancis karena ia mendengar kalau Yolanda  bergabung dengan agent tersebut.  Arsen bahkan hampir kehilangan nyawa saat melakukan  misi pembebasan tawanan yang disekap perompak kapal, ternyata selama berbulan-bulan bergabung dengan pasukan itu  Yolanda tidak ada di sana. Kemudian, ia mendengar Yolanda masuk pasukan mata-mata Amerika, pasukan elite Navi  Seal. Arsen sampai membayar puluhan miliyar agar bisa ikut latihan mereka. Namun hasilnya nihil Yolanda tidak ada di sana. Arsen orang yang sangat gigih walau Sopian dan Kris mengatakan kalau Yolanda sudah meninggal Arsen tidak percaya ia terus mencari keberadaan Yolanda. Empat tahun sudah berlalu dan akhirnya ia melihat Yolanda sebagai anggota paspampres.


“Bro, apa lu yakin mau bekerja di pemerintahan dibawah bendera partai itu?” tanya Erik dengan kedua alis saling menungkik.


“Iya.”


“Untuk apa?” tanya Marina.


“Apa ini ada hubungannya dengan Yolanda lagi?” Erik ikut melontarkan pertanyaan.


“Iya,” sahut Arsen.


“Sen, pikirkan lagi. Yolanda tidak sama lagi dengan Yolanda Empat tahun yang lalu. Dia mungkin tidak mau bertemu kamu lagi.”


“Itu yang aku akan tanyakan padanya Nek. Kenapa dia membohongiku dengan kematianya? Kenapa dia membiarkan aku menderita karena merasa bersalah selama bertahun-tahun tahun,” ujar Arsen.


“Dia  berpikir kalau hubungan kalian hanya sebatas pekerjaan. Yolanda berpikir kalau pernikahan kalian tidak nyata, hanya sebatas pernikahan kontrak,” ujar Marina ia mengungkapkan pemikirannya.


“Tapi tidak bagiku,” ujar Arsen, wajahnya terlihat marah.


“Lalu apa yang akan kamu lakukan dengannya?” tanya Erik kemudian.


“Aku ingin dia dipecat dari paspampres.”


“HA!!” Ketiga orang itu sama-sama kaget mendengar keinginan Arsen.


“Kamu gila!” pekik Erik kaget.


Bersambung


Jangan lupa, like, komen dan berikan hadiah ya Kakak terimakasih

__ADS_1


__ADS_2