Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Anakku Ternyata Kembar


__ADS_3

Anak yang dilahirkan Yolanda ternyata kembar.  Anak yang diantar untuk Arsen meninggal sementara kembarannya satu lagi masih hidup dan saat ini dijaga oleh Sopian di satu tempat persembuyian. Setelah Yolanda menceritakan pada mamanya kalau dia sudah punya cucu laki-laki wanita itu sangat bahagia. Itulah sebabnya ia mendorong Yolanda untuk berbaikan dengan Arsen. Meminta Yolanda menceritakan semuanya pada Arsen.


“Apa maksudnya?” Arsen duduk lalu menatap Yolanda dengan tatapan memburu.


“Mereka kembar.”


“Lalu dia dimana?”  tangan Arsen sampai  bergetar mendengar salah satu anaknya masih hidup.


“Aku menyembunyikannya ditempat yang jauh.”


“Kenapa kamu tidak pernah memberitaku. Aku  berhak tahu Yolanda.”


“Ini aku sudah memberitahukan!”


“Kenapa baru sekarang?”


Mendengar hal itu Yolanda terbawa emosi. “daripada tidak sama sekali. Kamu terlalu menuntut Arsen, harusnya kamu diam dan mendengarkan saja. Kalau bukan Mama yang memaksaku aku tidak akan memberitahumu selamanya!” ujar Yolanda marah, lalu keluar dari kamar dengan cara membanting pintu


Pertengkaran keduanya membangunkan seisi rumah, mereka keluar.  Hugo dan Mama Yolanda sudah tahu, tetapi yang lain belum  mengetahuinya.


“Ada apa? Kenapa  mereka bertengkar malam-malam?” ucap Mitha sembari menguap.


Bu Tiani  menyodorkan jaket pada Arsen, ia meminta sang menantu untuk mengalah “bujuk dia, untuk saat ini kamu yang harus mengalah,” ucap Bu Tiani


“Apa  Ibu sudah mengetahuinya?’


“Baru tadi sore dia memberitahukan padaku. Itulah sebabnya aku ingin kalian bersama. Jika kamu keras, aku takut dia marah dan menghilang lagi,” bujuk sang ibu mertua.


“Baiklah.” Arsen mengikuti Yolanda, ia berdiri di tepi pantai, menatap hamparan bintang di langit.


Udara dingin, seakan-akan tidak mampu mendinginkan emosi di dada.  Ia menyembunyikan putranya bukan untuk membohongi siapun. Ia melakukan itu demi keselamatan anaknya. Melihat Arsen datang menghampirinya a semakin kesal.


“Untuk apa datang ke sini, pergi sana.”


“Maaf, aku hanya terkejut,” ujar Arsen mengalah.


Benar kata Ibu mertuanya jika mereka berdua sama-sama keras maka tidak akan ada kedamaian. Harus ada pihak yang mengalah. Maka Arsen  memilih  mengalah dan meminta maaf.


Lalu memakainkan jaket di pundak Yolanda. “ Aku salah, aku hanya terharu bercampur bahagia. Aku sangat bahagia Yolanda,” ucap Arsen memeluk Yolanda dan menangis dipelukan istrinya. Yolanda kaget melihat lelaki keras kepala itu menangis seperti bayi ,  tangis kebahagian seorang ayah. Yolanda akhirnya membalas pelukan itu dan mengusap-usap pundaknya dengan lembut.


“Dia sangat  tampan seperti kamu,” ujar Yolanda.


“Apa aku boleh melihat fotonya?”

__ADS_1


Yolanda mengusap layar ponselnya dan menunjukkan foto seorang  anak laki-laki berwajah tampan, “Jadi ini anakku bukan anakmu dengan Hugo?”


“Ha? Apa maksudnya?” tanya Yolanda bigung.


“Saat itu, aku melihat foto profil Hugo dan foto layar ponselmu anak yang sama. Aku pikir itu anakmu dan Hugo, itulah yang membuatku cemburu.”


“Lalu , kalau misalkan aku punya anak dengan lelaki lain, memangnya kamu masih mau menerimaku?”


“Tentu, karena aku sangat mencintaimu.” Arsen meraih bibir Yolanda dan menciumnya. Dengan lembut “Terimakasih, terimakasih karena kamu menjaganya. Aku sangat bahagia, sungguh,” ujar Arsen mengusap  ujung matanya.


“Aku melakukan itu bukan ingin membohongimu. Aku menyembunyikannya untuk menyelamatkannya.”


“Lalu siapa yang menjaganya?”


“Pak Sopian.”


“Lelaki itu masih hidup. Lalu kabar tentang dia meninggal, bohong?”


“Iya, aku dan Hugo yang melakukannya. Supaya anak buah suruhan Bruga tidak mencarinya lagi. Walau lelaki tua itu sudah mati, tetapi ada satu anak buah kepercayaannya yang mengejar Sopian.”


“Yolanda, maafkan  Nenek ya, aku tahu dia salah,” ujar Arsen dengan suara bergetar.


“Sebelum pulang ke sini, aku menemui Sopian. Dia menceritakan semuanya terjadi. Nenekmu tidak punya pilihan dia melakukan itu untuk menyelamatkan. Bu Marina memberitahukan tempat kerja Papasebab saat itu kamu diculik. Sebagai gantinya kamu dilepaskan dan Papaku … Sudahlah, mari kita lupakan semuanya,” ujar Yolanda.


Setelah saling memaafkan mereka berdua masuk ke dalam rumah karena diluar udaranya sangat dingin. Tiba di rumah Mitha dan Vania menatap Yolanda dengan tatapan menuntut.


“Benarkah kami punya ponakan?”


“Iya,” sahut Yolanda.


“Eih … Kakak tega bangat tidak pernah memberitahu kami.” Mitha sama mamanya sampai menangis berpelukan karena bahagia.


Amarah Arsen langsung hilang saat melihat adik-adik  Yolanda  dan mamanya juga tidak tahu, ternyata bukan hanya dia yang tidak tau. Semua orang  tidak tau hanya Hugo dan Yolanda  pernah melihatnya.


“Mana fotonya Kak.” Mitha penasaran melihat wajah sang ponakan.


“Ini Dek.” Hugo menawarkan ponselnya.


“Ha? Bang Hugo sudah tau?” Mereka semua terpelonggo.


“Aku yang membawa kabur saat itu. Kalau tidak aku  bawa pergi anak buah Bruga akan meleyapkannya,” tutur Hugo.


Mereka semua terharu mendengar cerita perjuangan Hugo menyelamatkan Yolanda dan putranya. Seketika Arsen merasa menyesal, ia meminta maaf dengan tulus pada Hugo.

__ADS_1


                               *


Sepanjang malam mereka tidak tidur,  Hugo, Kris, Yolanda akhirnya membuka cerita kelam pekerjaan mereka. Bagaimana Sopian membawa mereka dari panti asuhan dan melatih mereka masuk organisasi.


“Joan ini disebut sebagai manusia sembilan nyawa Bu,” ujar Hugo memulai cerita, “ dia beberapa kali hampir mati karena misi.”


Bu Tiani dan Mitha mengusa air mata saat mendengar perjuangan sang kakak menghidupi dan menyekolahkan adik-adiknya.


“Bukan hanya itu kami semua menyebutnya manusia robot,” ujar Krisna.


“Kenapa?” tanya Vania penasaran.


“Tidak pernah mengeluh sakit, tidak pernah tertawa, datar seperti robot,” ujar Kris.


Yolanda hanya tersenyum mendengar cerita kedua rekannya tentang dirinya, tetapi Arsen menatap wajah istrinya tanpa berkedip semakin ia mengetahui tentang masa lalu Yolanda ia semakin kagum. Perjuangan wanita itu untuk keluarganya sangat luar biasa.


“Apa kamu ingat Bram dan Sogi tetangga kalian?” tanya Hugo.


“Iya tetangga  yang sangat baik,” sahut Vania.


“Itu Joan yang membayar mereka untuk menjaga kalian,” ujar Krisna.


“Ha?” Mitha dan Vania kaget.


“Jadi apa yang kalian kerjakan dan apa yang terjadi, aku mengetahui semuanya selama ini,” ujar Yolanda.


Tiba-tiba Mitha jadi  menangis sesegukan, selama ini ia  berpikir kalau kedua lelaki yang selalu menolong mereka Malaikat yang dikirim Tuhan. Ternyata dikirim sang Kakak.


“Pantas saja mereka selalu membantu kami, ternyata kakak yang bayar. Jadi saat bang Hugo datang ke rumah kita dia sudah tau. Pantas saja dia mau tidur di sana,”ujar Vania.


“Memiliki tetangga baik seperti mereka, kami seolah punya abang laki-laki.”


“Hugo yang membawanya bisa masuk tentara.”


“Oo.” Mulut Vania dan Mitha membulat membentuk O’


“Jadi selama ini, Yolanda tidak pernah meninggalkan kalian, dia menjaga dengan caranya yang misterius,” tutur Krisna.


Erik sampai kagum mendengar  cerita perjuangan Hugo, Krisna dan Yolanda. Mantan pasukan rahasia memang sangat hebat


Bersambung.


Jangan lupa berikan like komen dan hadiah ya Kakakak, terimakasih

__ADS_1


__ADS_2