
Beberapa hari kemudian sekelompok pasukan tentara lokal memburu mereka, menyelidiki setiap orang asing yang berada di penginapan bahkan pasukan tersebut menempelkan kertas pengumuman untuk mendapatkan anggota Hugo. Nyawa mereka dalam bahaya karena tentara dari negara itu meganggap mereka mata-mata. Yolanda dan rekan-rekannya tidak bisa meminta bantuan pada negara sebab mereka para pasukan rahasia.
Hidup kelima pasukan khusus itu benar-benar diujung tanduk dan mereka terpaksa berpencar . Supaya bisa bertahan hidup mereka bekerja sesuai skil masing-masing. Roki bekerja di sebuah service computer, Prada bekerja di bengkel mobil sementara Hugo pimpinan pasukan bekerja di klup malam sebagai keamanan. Yolanda dan Kris menyewa kapal sebagai nelayan sembari melihat-lihat kapal yang bisa mereka tumpangi untuk kaluar dari negara tersebut. Para pelayan lokal tidak curiga sebab Kris pasih berbahasa mereka.
Dua minggu sudah mereka hidup dalam pelarian.
“Apa sudah menemukan posisi mereka semua?” tanya Yolanda. Ia berpenampilan seperti wanita-wanita lokal untuk menyembunyikan identitas dirinya.
“Saya sudah memberikan pesan. Besok pagi kita akan bertemu di sebuah pemakaman umum,” ujar Kris.
“Apa kamu yakin tempat itu aman. Aku mendengar para tentara itu selalu berpatroli ke setiap penginapan.”
“Saya sudah meminta Pak Hugo untuk menggunakan penyamaran agar tidak dikenali orang.” Kris memakai pakaian mengikuti nelayan setempat.
Di sisi lain
Arsen juga terbang keluar negeri jadi ia tidak tahu kalau Yolanda menghilang selama dua minggu. Sopian yang justru khawatir pada mereka, karena selama bertugas Yolanda dan teamnya tidak pernah menghilang selama itu, ia takut kalau pimpinan organisasi sampai tahu kalau Hugo dan teamnya gagal melakukan tugas dan menghilang . Sopian yakin Buraga akan meminta pasukan yang lain untuk memusnakan mereka berlima demi menjaga kerahasian organisi. Saat ia sedang pusing memikirkan kelima anak buahnya, Marina menelepon ia bertanya tentang kabar Yolanda.
“Saya minta maaf Bu, kami kehilangan kontak dengan mereka, ini pertama kalinya mereka gagal melakukan tugas, saya yakin ada seseorang yang membocorkan misi mereka pada gerbong narkoba itu,” tutur Sopian.
“Lakukan sesuatu Pak Sopian, kalau Arsen pulang dari luar negeri dia akan curiga.”
“Baik Bu, saya akan meminta anggota saya untuk menyelidiki ke sana,” ujar Sopian.
“Sayaa akan menambah dana untuk organisasimu lagi asalkan Yolanda bisa kembali,” ujar Marina
*
Di Desa More Kamboja.
Yolanda kembali bertemu dengan kelima setelah satu bulan terdampar di sana, mereka berniat meninggalkan desa itu menyewa kapal, uang yang mereka kumpulkan untuk biaya sewa kapal sudah terkumpul. Semua barang dan dompet dan alat komunikasi masih terkubur dalam hutan.
“Bagaimana dengan barang-barang kita?” tanya Roki.
__ADS_1
“Biarkan saja, jika kita kembali ke hutan orang akan curiga, sudah pasti kita ketahuan.” Prada hanya duduk menyendiri, ia lebih banyak mendengar aja.
“Apa kamu punya pendapat?” tanya Hugo.
“Tidak ada Pak,” jawab Prada.
“Malam ini kita akan naik kapal untuk keluar dari negara ini,” usul Kris.
Setelah satu bulan terdampar di negara itu tanpa indentitas akhirnya mereka berlima bisa menyewa kapal untuk pulang ke negara asal, baru juga setengah jalan sebuah kapal patroli menghentikan mereka. Tidak ingin mati konyol mereka meyerah dan angkat tangan. Kris tidak tahu bagaimana mereka bisa ketahuan karena kapal itu milik warga lokal dan tidak ada gps di sana. Yolanda menduga ada penghianat diantara mereka dan dugaannya benar. Ternyata Prada yang menghianati mereka, ternyata pria itu juga yang membocorkan misi mereka pada Pluto.
“Brengsek kamu!” teriak Roki marah.
“Tawaran dari sana lebih besar dari pada jadi anggota khusus,” ujar Prada.
“Apa yang kamu inginkan?” tanya Hugo ia menahan emosi, tidak menduga kalau Prada akan menghianati teamnya sendiri .
“Begini, aku membuat tawaran dengan Pluto, dia akan membiarkan kalian hidup, asal mau bergabung,” bujuk Prada. Ia meminta rekannya meninggalkan organisasi mereka dan bergabung dengan Pluto si gerbong narkoba.
“Lenyapkan mereka semua,” pinta Prada pada pasukan yang menodong mereka.
Kelimanya dibawa paksa dengan cara tangan diikat ke belakang dan mata ditutup kembali ke sebuah hutan akan dilenyapkan di sana, dibawah todongan senjata laras panjang milik anggota gerbong narokaha mereka berempat hanya bisa menunggu deti-detik akan ditembak
Yolanda tidak ingin mati sia-sia saat penjahat itu lengah melepaskan tangan dari ikatan. Dengan cepat ia mematahkan leher penjahat dengan kekuatan kakinya tanpa suara. Setelah menumbangkan dua orang penjaga sekaligus. Lalu melepaskan ikatan rekan-rekannya. Sebagai pasukan terlati ke empat orang itu begitu mudah melumpuhkan mereka.
“Kita akan membalas sibrengsek itu,” ujar Hugo setelah mereka berhasil menewaskan para penjahat,
“Kita akan melanjutkan misi kembali. Saya tidak suka kegagalan.” Kris merampas senjata penjahat.
“Pertama kita akan mengambil senjata kita ke hutan.”
“Baik, saya akan mengantikan posisi Prada.” Hugo akhirnya menyetir.
Tiba di hutan mereka mengamankan senjata dan peralatan yang sempat mereka sembunyikan di sana , Yolanda akhirnya menghubungi Sopian. Ia menceritakan penyebab misi mereka gagal karena ulah Prada yang berhianat. Sopian meminta mereka kembali ke Jakarta sebelum Pimpinan mengetahui pekerjaan mereka yang gagal.
__ADS_1
“Tidak, kami akan melanjutkan tugas kami sampai selesai dengan begitu nama organisasi kita akan bersih,” ujar Hugo.
“Tapi bagaimana kalau kalian gagal lagi?”
“Kami siap menerima konsenkuensinya Pak.”
“Baik lakukan dengan baik.”
Setelah diijinkan sama atasan Yolanda dan rekan-rekannya mengejar gerbong narkoba i dan Prada. Sopian membantu anak buahnya, ia membujuk tentara untuk menjalin kerja sama dengan pasukan Kamboja dalam menangkap gerbong narkobah. Setelah berhasil bekerja sama akhirnya mereka bisa menemukan gudang senjata ilegal dan membebaskan anak-anak yang ditawan untuk diperjualbelikan. Kerja keras mereka tidak sia-sia walau Pluto bisa lolos dan melarikan diri, tetapi gudang penyimpanan itu kembali dihancurkan .
“Kita berhasil tapi hatiku belum tenang sebelum Pluto dan Prada ditemukan,” ujar Hugo.
“Pak kita kembali ke Markas, karena Pak Sopian sudah meminta kita untuk kembali,” ujar Kris.
“Saya akan melakukan pengintai satu malam lagi, saya ingin menghabisi penghianat itu dengan tanganku sendiri,” ujar Hugo.
“Saya melacak jam tangan yang dipakai Prada, saat ini mereka ada di Malaysia.”
“Baik saya akan mengantar kalian ke sana ,” ujar seorang tentara lokal bersedia membantu.
Karena mereka berempat masih dalam penyamaran tidak bisa menggunakan indentitas diri, jadi mereka terpaksa dimasukkan ke peti mati dan diseludupkan melalui perbatasan. Perjalan mereka semakin panjang . Dua bulan sudah mereka meninggalkan negara asal . Tiba di Malaysia kembali bertugas mengejar Prada dan bos narkoba tersebut, kerja keras mereka berhasi. Akhirnya bisa menangkap Pluto dan tangan kanannya di sebuah klup malam, tapi Prada berhasil kabur. Atas kerja keras mereka pemerintah Kamboja sangat berterimakasih dan memberi mereka bonus atas keberhasilan menangkap bos narkoba dan membebaskan anak-anak yang mereka sandera. Hugo dan anak buahnya akhirnya bisa bernapas legah . Malam ini mereka akan diterbangkan dari Malaysia ke Jakarta.
“Kamu tidak apa-apa Jo, kamu sangat pucat.”
“Tidak apa-apa, aku hanya merasa kepalaku pusing dan perutku mual, mungkin masuk angin,” ucap Yolanda.
Tiba-tiba wajahnya Yolanda menegang, otaknya mengingat sesuatu, ini sudah dua bulan sejak malam itu, ia buru-buru membeli alat tes kehamilan.
“Astaga aku hamil.”
Bersambung
Bantu Vote, like, komen dan berikan hadia terimakasih
__ADS_1