Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Wanita yang Mirip Istriku


__ADS_3

 Hari yang  Baru.


Tiga tahun kemudian  Arsen dan keluarganya akhirnya bisa bangkit dari keterpurukan, untuk pertama kalinya ia datang ke makam putranya. Ia membawa taburan bunga .


“Maaf karena aku baru bisa menjengukmu, ini berat bagiku kehilangan kalian berdua sekaligus, berharap kamu dan mamamu bertemu dan kalian saling menjaga.” Arsen meletakkan  mainan dari ukiran kayu.  Namun, saat ia meletakkan bunga ia melihat   sebuah mainan dari kayu terletak di makam putranya. Mereka berdua pernah membuat sepasang mainan untuk calon anak itu.


‘Kenapa mainan ini ada di sini …?’ Arsen berdiri dan melihat ke sekeliling pemakamakaman, ia merasa kalau Yolanda juga habis dari sana.


“Bagaimana pekerjaanmu di sana, Sen?”


“Aku mengurus dengan sangat baik apa yang pernah dibangun kakek di Amerika,” ucap Arsen tapi matanya masih mengawasi kesekeliling.


“Kenapa?Apa ada sesuatu yang salah?” tanya Marina melihat Arsen seperti orang yang kebibingungan.


“Tidak ada Nek.”


“Bagaimana dengan organisasi ini?” lanjut Marina lagi.


“Aku juga tetap menjalankan ini Nek.  Aku bisa mengabungkan kerja sama dengan keduanya karena saling membutuhkan. Perusahaanku juga  membutuhkan pasukan -pasukan terlatih untuk mengawal setiap pengiriman barang, antara keduanya bisa saling bekerja sama,” tutur Arsen.


“Aku akan tetap di Jakarta, tidak kuat untuk bepergian jauh lagi, Nenek sudah tua,” ujar Marina.


“Baiklah aku akan sering pulang ke Jakarta.”


Setelah pamit sama sang nenek  Arsen berangkat menuju bandara, tetapi hatinya merasa kalau Yolanda sedang mengawasinya.


‘Apa kamu masih hidup? Atau hanya perasaanku saja?’ Arsen membatin.


Ia mencoba menunda ke berangkatannya ke Amerika dan kembali datang ke pemakaman putra mereka berharap ia bertemu Yolanda di sana. Namun dua hari bolak balik datang ke sana tidak ada apa-apa.


Setelah menunggu berhari-hari tapi tidak ada sosok Yolanda, akhirnya memutuskan akan berangkat hari itu memantau perusaan yang ada di Texas Amerika. Saat ini Arsen salah satu pengusaha sukses dari Asia. Keberanianya merebut perusaan tehnologi yang dibangun kakeknya sudah mengantarnya menjadi anak muda yang sukses. Ia berjalan bersama tiga orang asisten dan dua bodiguard.


Saat  sedang berjalan ke arah VIP tiba-tiba dari depan ia melihat sosok yang sangat ia rindukan selama ini. Seorang wanita yang mirip Yolanda berjalan dari arah depan Arsen terdiam dan tertegun.


“Yolanda …?”


Wanita cantik berambut panjang itu berjalan ke arahnya dengan santai sembari menarik koper miliknya dan melewati Arsen begitu saja.


‘Apa ini? Apa dia tidak mengenalku”


Arsen berbalik badan dan berlari mencari sosok  yang mirip dengan sang istri tapi tidak menemukannya lagi.


“Ada apa Pak Arsen?” tanya kedua bodiguard ikut berlari dan bersikap waspda.


“Apakamu melihatnya tadi?” tanya Arsen dengan gugup.


“Maaf melihat siapa Pak?” tanya asisten dengan bigung.

__ADS_1


“Apakamu melihatw wanita mirip istriku?”


‘Istri ..? Apa Pak Arsen punya istri?’ tanya Asisten dalam hati.


“Tidak Pak saya tidak mengenalnya.”


“Oh, kamu benar, kamu tidak mengenal istriku.”


Ia terus berlari  berkeliling mencari wanita yang mirip dengan Yolanda, ia meminta bantuan kenalannya untuk melihat CCTV bandara. Karena Arsen punya orang dalam  ia diperbolahkan melihat,  dalam monitor itu ia melihat wanita itu  masuk sebuah cafe. Ia berlari dengan cepat ke sana, ia tidak memeprdulikan keringat yang membasahi kemeja yang ia kenakan dan akhirnya menemukan wanita tersebut. Ia duduk di depannya dan menatap wajah wanita itu dengan seksama. Wanita itu juga menatap dengan raut wajah bigung.


“Apa ada yang bisa saya bantu, Pak?”


“Apa baru tiba?” tanya Arsen.


“Iya, apa kita saling mengenal?” Wanita itu balik bertanya.


“Kamu tidak mengenalku?” Arsen balik bertanya.


“Tidak.”


Raut wajah Arsen langsung berubah tegang.


“Kamu Joan kan?”


“Tidak. Mungkin bapak salah orang.” Wanita yang mirip dengan Yolanda itu berdiri, penampilannya sangat berbeda ia memakai  celana bahan dipadukan dengan atasan  model jas,ia memiliki selera fashion yang feminim.


“Iya, namaku Vania.”


Saat sedang duduk


“Van!” panggil seorang  lelakai berseragam tentara,


“Aku pergi dulu jemputan saya sudah datang. Semoga Bapak menemukan orang yang kamu cari.”


Arsen diam, jantungnya belum berhenti berdetak, melihat orang yang mirip dengan istrinya membuatnya tiba-tiba tidak mampu berdiri. Kedua bodyguard dan asisten hanya bisa tertegun melihat Arsen yang mematung di kursi.


‘Tidak mungkin aku salah orang, matanya bahkan wangi parfumnya sama persis’ ucap Arsen dalam hati.


Bodiguard berjalan lebih mendekat lalu berkata  dengan hati-hati . “Pak, apa kita boleh pergi?”


“Batalkan saja keberangkatan saya,.”


“Lalu kita akan kemana Pak, kita ke apartemenku.”


Asitennya kembali kerepotan membatalkan keberangkatan hari itu, padahal Arsen sudah di tunggu untuk pertemua dengan pejabat setempat di negara Pamansam untuk membahas kerja sama dengan perusahaann tehnologinya dengan  menteri pertahanan setempat. Arsen kembali ke apartemen di sana ia membuka semua barang-barang lamanya, ia membongkar mencoba menemukan barang-barangg milik Yolanda tapi tidak ada lagi. Ia menelepon Krisna lagi.


“Kamu bilang Yolanda dilenyapkan setelah dia melahirkan. Apa aku boleh  ke makamnya?”

__ADS_1


“Setiap anggota yang berhianat tidak ada makam Pak.”


“Apa kamu yakin dia sudah tiada?” tanya Arsen memastikan.


“Ya,” jawab Krisna dengan yakin.


“Aku melihatnya hari ini.”


“Apa? Itu tidak mungkin hari itu saya juga melihatnya di kamar mayat,” ujar Krisna.


Arsen tidak percaya dengan penuturan Krisna, ia meminta bantuang  bawahannya seorang hacker untuk mencari tahu tentang wanita yang bernama Vania. Gara-gara hal itu  perjalanannya ke Amerikan jadi tertunda.


Ia melacak semua kendaraan yang digunakan wanita yang bernama Vania , tetapi tidak bertemu, ia menyerah dan menganggap apa yang dilihat hari itu salah orang.


                     *


Beberapa bulan kemudian.


Arsen fokus mengurus perusahaan besar bertenologi tinggi itu. Hari itu Arsen akan mempersentasikan senjata baru  ke  markas militer di Jakarta.


Karena berhubungan dengan senjata dan  barang-barang tehnologi, ia di jaga ketat oleh pasukan elite militer karena Arsen jadi incaran para mafia di Amerika. Untuk mencehag hal yang tidak diinginkan ia jaga tentara elite dari kesatuan Kopassus


 Saat dalam lif ingin naik, tiba-tiba ia mencium bau wangi yang familiar dari dari empat pasukan ksusus yang mengawalnya. Mata Arsen melotot ia mencoba mencari tahu tapi wajah ke empat pasukan yang bertugas mengawalnya, mereka mengenakan penyamaran  tidak menunjukkan wajahnya.


‘Apa dia ada di sini? Apa itu nyata atau perasaanku saja’ Arsen sampai tidak konsentrasi saat menjelaskan senjata barunya, ia sampai meminta maaf beberapa kali karena tidak fokus. Ia beralasan tidak enak badan. Setelah selesai persentasi ia berpura-pura ke kamar mandi otomatis ke empat pengawal itu ikut. Salah seorang dari mereka menyisir tolet terlebih dulu sebelum Arsen masuk.


Saat orang itu melintas  wangi itu  tercium olehnya, ia yakin kalau itu Yolanda.


“Aku tahu itu kamu. Bisa tunjukkan wajahmu?” ujar Arsen.


“Apa ada masalah Pak?” Hugo menghampirinya .


‘Sial aku salah orang lagi’


“Maaf, saya salah orang,” ujar Arsen  merasa tidak enak.


Arsen buru-buru keluar dan ia tidak bersemangat,  menyerahkan semua persentasi hari ini ke asistennnya untuk melajutkan kerjasama antara tentara dengan perusaan senjata miliknya. Ia masuk ke dalam mobil dan merebahkan kepalanya ke mobil berlapis baja itu. Tidak lama kemudian orang yang ia sangka Yolanda itu masuk juga ke dalam mobil.


“Kamu tidak seharusnya pakai parfum seperti itu,” ujar Arsen masih  menyandarkan kepalanya di jok mobil.


Orang yang ditegur Arsen hanya diam, tubuhnya tetap siaga dangan senjata laras panjang di tangannnya. Sesekali ia menekan alat komunikasi di dalam kupingnya.


“Apa ada masalah Pak?” tanya orang tersebut tetapi suaranya berbeda kali ini.


“Siapa kamu? Apa kamu seorang wanita?” Arsen duduk tegak.


Bersambung

__ADS_1


Bantu like, komen dan berikan hadiah terimakasih


__ADS_2