
Jet pribadi tipe Nautical Miles 2,301 M itu masih terbang membelah awan. Arsen masih menatap wajah cantik di depannya, wajah yang selama empat tahun ia impikan wanita mampu membuatnya menderita sampai terpuruk
Empat ahun yang lalu. Mendengar kabar kematian Yolanda Arsen sempat berpikir ingin menyusul karena ia merasa bersalah.
“Yolanda … tidak bisakah kamu mencintaiku. Seperti kamu mencintaiku dulu?” tanya Arsen lagi.
Yolanda menghela napas lalu menutup mata dan berkata. “Hanya kamu satu-satunya pria yang ada dalam hidupku Arsen. Kamu lelaki pertama yang menciumku , kamu laki-laki pertama yang menyentuhku.”
“Artinya …?” Arsen menahan napas mendengar jawaban dari Yolanda.
“Selamanya akan seperti itu, kamu harus sehat. Agar kita bisa berkumpul kembali.”
“Kamu janji tidak akan pergi?”
‘Aduh , kenapa dia jadi cegeng seperti ini?’ Yolanda membatin,
“Iya Baiklah.”
Seorang laki-laki, sekuat apapun dia dia akan menunjukkan sisi lemahnya pada wanita yang ia cintai. Begitu juga dengan Arsen. Didepan Erik dan Krisna ia terlihat seperti lelaki kuat dan tegar. Tetapi saat berhadapan dengan Yolanda ia lemah dan takut ditinggal.
“Kalau begitu tetaplah seperti ini, temanin aku tidur. Dari kemarin aku tidak pernah tidur.” Arsen memeluk Yolanda.
Sebenarnya Wanita cantik itu malu karena ada dua pramugari cantik dan seorang dokter yang berada di sana, tetapi demi menyenangkan hati Arsen ia tidak menolak.
*
Setelah menempuh beberapa jam perjalana, akhirnya mereka tiba bandara di Amerika. Di sana suda ditunggu helikopter yang akan membawa Arsen langsung ke rumah sakit. Tiba di sebuah rumah sakit team dokter sudah bersiap untuk melakukan operasai darurat untuk Arsen.
“Jangan khawatir dia akan baik-baik saja, Jo,” bisik Krisna melihat wajah tegang dari Yolanda.
“Operasi apa yang akan dilakukan?” tanya Yolanda, ingin rasanya ia ikut melihat ke dalam ruang operasi, tapi sayang team dokter yang menanggani operasi Arsen tidak memperbolehkan siapapun masuk selain dokter yang bertugas. Walau Yolanda sudah memperlihatkan lisensi dokter miliknya.
“Hanya menganti ring penyangga.”
Yolanda duduk menunggu. “Apa sudah pernah dilakukan sebelumnya?”
Erik dan Krisna saling melihat, mereka tidak tahu kalau Yolanda akan sekkhawatir itu dengan Arsen. Saat bersama Arsen Yolanda terlihat seolah-olah cuek. Tapi saat lelaki itu masuk ruang operasi wajah Yolanda sangat tegang.
“Sudah pernah satu kali. Jangan khawatir operasinya tidaka akan lama.” Erik meyakinkannya sanga adik ipar.
“Lalu apa kita tidak memberitahukan Bu Marina?” tanya Yolanda, ia takut disalahkan jika terjadi apa-apa pada Arsen .
“Dia akan marah, jika kita memberitahukan Nenek, tidak akan terjadi apa-apa.” Erik yakin dan percaya diri.
Mereka bertiga duduk di ruang tunggu.
__ADS_1
*
Di sisi lain.
Mitha dan Bu Tiani menikmati hari-hari mereka di kampung. Saat sedang duduk bersantai Kevin mantan kekasihnya menelepon lagi.
“Ais, apa lagi sekarang.” Mitha enggan menjawab, ia tahu ujung-ujungnya akan bertengkar lagi.
Tapi telepon itu terus berdering, akhirnya ia memutuskan mengangkat telepon.
“Mit, ini saya Mami Kevin,” ucap seorang wanita di ujung telepon.
“Iya Tante.”
“Kevin kecelakaan tadi malam, sekarang berada di rumah sakit. Kamu datang ke sini menjeguk,” begitulah perintah wanita tersebut, seolah-olah Mitha seorang pesuruh.
“Saya ikut prihatin Tante, maaf saya tidak bisa jenguk, saya pulang kampung.”
“Memang kampung kamu di mana, masa tidak bisa datang.”
“Tante, aku dan Kevin sudah putus. Tapi nanti kalau ada waktu sayaa kan jenguk,” ujar Mitha dengan sopan.
“Kamu putus dengan Kevin? Kapan?”
“Sudah satu bulan yang lalu saya minta putus Tante.”
“Tapi kenapa Kevin masih datang ke tempatmu?”
“Saya tidak tau , dia tidak mau putus.”
“Kamu yang memutuskan putraku? Lancang sekali kamu!”
“Kan Tante yang tidak menyetujui hubungan kami, jadi lebih baik bubar,” ujar Mitha.
Orang kaya selalu merasa paling benar. Wanita itu tidak pernah setuju dengan hubungan anaknya dan Mitha, dia selalu menuntu Kevin untuk memutuskan hubungan dengan dr. Mitha. Tapi wanita itu juga yang marah-marah saat anaknya diputuskan.
“Dengar ya, tidak akan ada laki-laki yang sebaik putraku yang mau menikah denganmu,” ucap Mami Kevin.
Mendengar hal itu stok kesabaran wanita canti itu akhirnya habis ia mengucapkan kata-kata yang ia sesali juga. “Oh, terimakasih tante. Sekalian saya mau mengundang tante untuk pernikahan saya bulan depan sampaikan juga pada Kevin.”
Dug
Mendengar hal itu Mami Kevin terkejut, baru satu bulan putus sudah langsung menikah.
“Apa? Ka-kamu mau menikah. Dengan siapa?” wanita itu kaget bukan kepalang.
__ADS_1
“Sudah ya tante, selamat siang.”
Pundak Mitha naik turun menahan emosi, ia sampai berbohong mengaku akan menikah bulan depan karena capek selalu direndahkan sama wanita tersebut. Bu Tiani ternyata mendengar ucapan putrinya.
“Tidak baik membohongi orang tua, Nak.”
“Aku capek selalu direndahkan keluarga itu Ma.”
Mama Yolanda mengusap kepala putrinya,”dalam perjalanan hidup ada banyak model manusia. Kamu harus bisa berlapang dada menerimanya.”
“Batas sebuah kesabaran ada Ma. Mama tidak tahu, setiap kali bertemu dengan mama Kevin dia selalu menatapku dengan hina, seolah-olah aku ini datang dari planet lain.”
“Padahal kamu dokter, Bagaimana kalau tidak punya pekerjaan. Baguslah kamu meninggalkan keluarga toksik seperti itu,” ujar sang mama ternyata ia mendukung putrinya.
Saat hatinya sedang panas, tiba-tiba Hugo menelepon melakukan video call.
“Dek, kami sudah sampai di Jakarta ya.” Ia menatap wajah Mitha yang terlihat masih marah. “Apa terjadi sesuatu?” tanya Hugo sembari menuk botol miniral di tangannya.
“Ayo kita menikah Bang.”
Uhuk! Uhuk!
Tiba-tiba air dalam mulut Hugo menyembur dan ia terbatuk-batuk karena kaget. Bu Tiani hanya bisa melonggo melihat permintaan putrinya, wajar saja Hugo kaget. Mereka baru saja pulang dan tidak ada pembasahan tentang pernikahan saat bersama di kampung. Melihat Hugo terbatuk-batuk Mitha merasa malu.
“Kamu tidak mau ya … Maaf.”
“Tunggu, tunggu. Bukannya gak mau Abang hanya kaget saja. Kenapa tiba-tiba membahas menikah.”
“Tidak apa-apa lupakan saja.” Mitha ingin menutup telepon . Tetapi Hugo orang yang bersikap dewasa ia meminta Mitha memberikan teleponnya pada Mamanya dan dari sana Hugo tahu apa yang terjadi.
Sementara di rumah sakit.
Kevin yang mendengar pembicaraan Maminya mengenai pernikahan Mitha, ia marah dan brontak. Lelaki yang berprofesi sebagai dokter itu melemparkan semua barang-barang dan mengusir orang dari kamarnya.
“Kevin, tenangkan dirimu,” bujuk seorang pria, lelaki berkaca mata itu Papinya.
“Aku sudah menjalin hubungan dengannya selama lima tahun Mi Aku yang menjaga dia selama ini, aku memberikan segalanya untuknya. Tapi gara-gara Mami dia menikah dengan lelaki yang baru dia kenal. Puas Mami sekarang. Sia-sia aku menjaga dia selama ini.” Kevin benar-benar marah, ia ingin melepaskan infus ingin menemui Mitha. “ aku harus menemuinya dan bicara padanya. Ini tidak adil bagiku, kenapa aku harus menjaga jodoh orang lain.”
“Kevin! Bersikaplah seperti pria!” bentak Papinya dengan kesal, karena Kevin masih terluka , tapi ingin menemui Mitha.
Melihat anaknya begitu hancur, wanita itu akhirnya menyesal. Tapi sayang, Hugo setuju mempercepat pernikahan dengan dr. Mitha.
Bersambung
Jangan lupa like, komen dan berikan hadiah ya terimakasih
__ADS_1