Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Berhasil Keluar


__ADS_3

Arsen terbangun setelah beberapa jam tertidur, ia berlari ke semua sudut apartemennya, tapi tidak menemukan Yolanda. Saat ia melihat CCTV ia mendengus kesal. Ia menuju dapur dan menemukan racikan yang bisa membuatnya tertidur.


“Dia sangat genius. Sial! Aku benci tentara.” Arsen mengibaskan tangannya ke uadara menahan rasa amarah di dada. Kebahagiannya ternyata hanya beberapa hari saja. Tadinya Arsen berpikir setelah menghabiskan malam-malam bergairah dengan istrinya, ia tidak akan pergi lagi, nyata wanita itu lebih memilih tugas dari pada sang suami.


Ia memang lehernya dan melihat kertas diatas nakas, ia tertawa kecut  karena kalah lagi dari Yolanda, ia menyesali dirinya karena  membiarkan Yolanda memasak hari itu.


“Harusnya aku tidak mengijinkanya tadi,” ujarnya kesal.


Ia menelepon Kris untuk menjemputnyadi apartemen. Saat Yolanda menghilang Kris dan Erik sudah tahu kalau Arsen yang menculik istrinya. Mereka tidak mengatakan pada Hugo saat pria itu bertanya alamat Apartemen Arsen.


“Kenapa dia memintaku menjemput. Apa dia tidak bersama Joan lagi?” Kris penasaran.


“Apa yang terjadi?” Eri ikut Kepo.


Kris berpikir, lalu ia menatap Erik, sepertinya terjadi sesuatu pada Bos, “ Aku akan menjempunya.”


Rupanya Erik tidak mau ketinggalan, “Aku juga ikut.”


Mereka berdua tiba di apartemen, kedua orang itu hanya menyelidiki seisi ruangan dengan diam. Tidak berani buka mulut karena wajah Arsen marah.


“Pasti terjadi sesuatu,” bisik Erik.


Krisna memberanikan diri membuka pembicaan. “Pak Arsen, kita pulang?”


“Iya.”


“Apa terjadi sesuatu? Mana Yolanda?” tanya Erik.


Arsen berdiri lalu mengenakan jaket. “Dia melarikan diri.”


Kedua lelaki itu sama-sama megungucapkan,”ha!”


“Wanita itu sangat licik, dia bisa meracik obat tidur hanya menggunakan bumbu dapur.” Arsen mendengus kesal.


Kris  menuju ke dapur dan melihat beberapa bumbu dapur dan sebuah tablet obat sakit kepala.


‘Mantan tentara khusus di lawan pasti kalah’ ucap Kris dalam hati.

__ADS_1


Mereka sudah terlatih menggunakan segala sesuatu jadi alat untuk melumpuhkan musuh dan menggunakan  bahan disekitar jadi makanan. Kris masih ingat, dulu team mereka pernah terjebak di hutan saat helikopter yang mereka tumpangi rusak mesin terpaksa mendarat di hutan. Mereka menggunakan akar-akar pohon disekitar untuk mengobati luka, bahkan Yolanda bisa meracik obat dan makanan yang enak dari tumbuhan sekitar, mereka bisa bertahan  berhari-hari hanya mengandalkan daun-daunan yang dimasak seadanya oleh Yolanda. Semua kenangan saat pelatihan berat itu melintas di benak Kris.


Erik datang ke dapur. “Memang apa yang dilakukan?” Erik penasaran.


“Kalau bumbu dapur yang satu ini dicampur dengan obat sakit kepala merek itu,  bisa menyebabkan rasa ngantuk, bahkan dosisnya sama seperti obat tidur,” tutur Krisna.


“Wah, punya istri pasukan khusus sangat  menarik jadi penasaran bagaimana rasanya punya istri tentara,” canda Erik.


Mendengar candaan sepupunya, Ersen mendengus kesal, ia mengajak keduanya keluar dari apartemen . Dalam mobil wajah Arsen kembali ditekuk bak kain kusut.


“Jangan marah, gue hanya bercanda,” ujar Erik saat Arsen hanya diam sepanjang perjalanan.


“Apa Lo punya nomor Pak Hanum?”


“Nenek  baru bertemu dengannya baru-baru ini,” lapor Erik, “ Sebenarnya apa yang dikerjakan Nenek selama ini. Kenapa dia bisa mengenal banyak pejabat? Tapi dia sendiri tidak suka keluarganya bekerja dipemerintahan.” Erik penasaran.


“Tanya saja Nenek.”


“Seperti biasa dia tidak akan mengatakan apa-apa,” sahut Erik.


“Kalau Yolanda masih saja menghindari dariku aku akan memberinya pelajaran,” ujar Arsen marah. Erik dan Krisna saling menatap, mereka takut lelaki itu melakuka hal yang gila lagi. Arsen dikenal sikap yang nekat, ia tidak perduli dengan larangan siapapun. Salah satunya saat menculik Yolanda empat tahun yang lalu. Walau Marina sudah memperingatkannya jangan melakukannya tetap saja lelaki keras kepala itu melakukannya.


Arsen hanya diam ia menatap kearah luar melalui jendela kaca mobil, melihat sikap diamnya tentu saja membuat Erik an Krisna jadi was-was.


“Bro, bisa gak Lu, membuat hidup kita tenang bareng sehari saja,” ujar Eri dengan wajah memelas bak anak kucing minta tulang ikan.


Arsen menatap sang sepupu dengan senyuman misteriusnya lalu ia menjawabnya lagi, “Tidak bisa.”


“Sen, pekerjaan kita sangat banyak saat ini, Jerman setuju bekerja sama dengan kita. Bagaimana kalau kita datang ke sana saja,” bujuk Erik.


“Lu aja yang hadir untuk menggantikanku.”


Erik yang mendengar hal itu langsung menggendurkan tubuh lemas. “Lu kan direkturnya Bro, gue hanya bawahan.”


“Lu waklil direktur Eik harusnya lu yang menggantikan posisi gua saat  gue sibuk dengan kedaan ini,” jelas Arsen.


Wajah Erik memelas dan berkata dengan lembut,”gue gak bisa menjawab pertanyaan  mereka. Otak lu kan genius beda dari gue.”

__ADS_1


“Alasan. Lo dan Lau Chan berangkat sekarang juga, gue dan Kris di sini, untuk menyelesaikan masalah.”


Tidak ingin membantah, Erik akhirnya menurut, ia akan mengantikan posisi Arsen selama ia tidak ada. Sementara Arsen duduk di ruangannya dengan wajah datar, ia kembali mencoba menghubungi nomor  Yolanda, tapi tidak aktif lagi.


              *


Di sisi lain Yolanda langsung  menemui Hugo kepala paspampres. Hugo sangat khawatir selama Yolanda menghilang selama berhari-hari.


“Ada apa? Kata Arsen kamu mengalami kecelakaan .”


“Tidak apa-apa, aku baik-baik saja.”


“Jangan khawatir aku sudah  mengurus izin sakitmu.”


“Tidak, aku bisa  masuk besok.”


Hugo meneleiti wajah, kaki, tangan tapi tidak ada luka ataupun lecet. Lalu ia menarik tangan Yolanda keluar. “ Sebenarnya kamu kecelakaan apa tidak? Tidak ada lecet.”


Yolanda menarik napas panjang tidak ingin berbohong pada Hugo, “aku tidak kecelakaan ini ulah Arsen, dia menculikku.”


“Ha? Jadi dia menyekapmu?”


“Bukan menyekap, aku hanya ditahan di apartemennya.  Aku berhasil melarikan diri.”


Kedua alis Hugo langsung berkedut dalam saat tahu kalau Yolanda dan Arsen  berduan selama berhari-hari. Hugo tersenyum kecil saat wajah Yolanda tiba-tiba gugup, ia sudah menebak apa yang terjadi selama dua hari. Yolanda  meninggalkan Hugo lalu ia masuk ke pantry untuk minum.


“Harusnya kamu senang karena dikeloni suamimu,” ujar Hugo mengikuti Yolanda ke dapur.


Seketika air dalam mulut Yolanda menyembur saat mendengar kata dikeloni. Mata ber iris coklat itu membesar sembari menatap rekannya. “Sttt … kecilkan suaramu  kalau bicara tentang dia,” pekik Yolanda setengah berbisik.


“Kenapa? Apa ada yang salah?” tanya Hugo.


Yolanda tidak ingin masalah tamba besar, ia menarik tangan Hugo kembali keluar supaya rekan-rekannya tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.


“Ada apa?” Hugo ikut bigung.


“Kamu tahu … kalau semua abdi negara termasuk tentara tidak boleh melakukan pernikahan kontrak , kalau itu sampai ketahuan maka saya akan  mendapat hukuman kode etik,” ujar Yolanda.

__ADS_1


Bersambung


Bantu like komen dan berikan hadiah ya Kakak terimakasih


__ADS_2