
Setelah Arsen mengetahui identitasny Yolanda memutuskan tidak pulang lagi ke rumah. Ia merencana setelah melahirkan akan mengantar bayinya ke rumah Arsen lalu mengurus perceraian mereka dan menghilang dari kehidupan Arsen selamanya. Namun Arsen punya rencana lain, saat Yolanda tidak pulang lagi ke rumah Arsen semakin marah. Ia menyelidiki organisasi kesatuan istrinya dan akhirnya menemukan pemilik organisasi. Dia adalah seorang pensiunan yang punya kekuasaan di jamannya. Arsen menemuinya ia mencoba melakukan negosiasi dengan cara membeli Yolanda ia juga berjanji akan mendanai organisasi tersebut. Tetapi Buraga pemilik organisasi agent rahasia itu bukan yang mudah diajak kerja sama. Ia menolak permintaan Arsen. Gagal diajak kerja sama Arsen membayar orang-orang yang ahli untuk melakukan penculikan pada istrinya.
*
Yolanda terbangun.
“Aduh leherku,” keluh Yolanda mengusap leher bagian belakang.
“Selamat pagi Bu Tentara,” sapa Arsen ia duduk di sofa dengan cara melipat tangan di dada. Beberapa bulan tidak melihat Yolanda ia merasa sangat rindu sekaligus khawatir.
“Pak Arsen …? Kenapa dikamarku?” Ia menoleh kanan-kiri, kamar itu terasa asing.
“Ini di mana?” tanya Yolanda dengan alis berkedut dalam.
“Di rumah baru kita.”
“Ha …?”
Arsen bersikap seperti pria sejati, saat ia melihat Yolanda menerjang bahaya demi pekerjaan . Arsen akhirnya membawa istri jauh dari sana. ia mengatur semuanya seolah-olah ada orang musuh yang menculik Yolanda Arsen tidak tahu apa yang dilakukan sangat berbahaya pada Yolanda dan bayinya.Yolanda berdiri dan melihat keluar jendela, di depan mata ada pantai yang luas.
“Mulai hari ini kita akan tinggal di sini,” ucap Arsen menuangkan susu dalam gelas dan menyodorkan untuk Yolanda.
“Bagaimana cara kamu membawaku ke sini?” tanya Yolanda menerima gelas susu dari Arsen, ia meminumnya tanpa protes, karena selama di rumah Arsen sering membuatkan susu hamil untuknya
“Bukan hanya kamu yang jagoan di sini Bu Yolanda, aku juga jagoan,” ucapnya masih terlihat kesal.
“Kamu tidak tahu apa-apa Pak Arsen. Apa yang kamu lakukan ini sangat berbahaya,” ucap Yolanda menghabiskan susu dalam gelas .
“Kamu yang tidak tahu apa-apa tentang hidupku,” ujar Arsen meminta gelas dari tangan Yolanda dan ia duduk kembali di sofa matanya masih menatap Yolanda yang berdiri di dekat jendela, ia menatap pantai.
“Untuk apa kamu melakukan ini?” tanya Yolanda ia memegangang bawah perut
“Agar aku bisa menjagamu.
”Pak Arsen, dengar … ini tidak benar, kamu akan menyebabkan banyak masalah nantinya. Bukan hanya untukku sama nenekmu juga.” Ia mencari alat komunikasi yang biasa ia gunakan.
“Kamu istriku dan aku berhak atas tubuhmu dan anakku. Aku sudah ingat sekarang, gadis penyelamatku enam tahun yang lalu adalah dirimu.”
__ADS_1
“Pak Arsen, kalau kamu membawa kami dengan cara seperti ini, itu melanggar kesepatan kerja antara Nyonya Marisa dan kami,” ucap Yolanda, ia mulai panik kalau atasannya sampai tahu kalau dia pergi tanpa izin akan dianggap pelanggaran.
“Apa yang kamu cari?” tanya Arsen, ia berdiri menatap perut Yolanda yang sudah membesar usia kandungannya saat ini sudah tujuh bulan.
“Aku mencari headset milikku.” Ia mencari kanan kiri dan satu tangan memegang bawah perutnya.
“Apa kamu merasa sakit?”
“Tidak sakit, tapi apa kamu melihatnya?” tanya Yolanda melepaskan tangannya dari bawah perutm sebenarnya ia merasa sakit dibawah perut hanya saja ia tidak ingin Arsen merasa khawatir.
“Ini.” Arsen menunjukkannya.
“Oh, syukurlah.” Yolanda mendekat ingin mengambil, Arsen mengangkat tangannya ke. Tubuh Arsen lebih tinggi dari Yolanda ia tidak bisa meraih, saat ia mencoba mengambil ia tersandung perut bucitnya menabrak perut Arsen. Arsen memeluknya dengan erat tidak mau melepaskan.
“Aku tidak bisa bernapas,” keluh Yolanda
“Apa kamu tahu? Saat kamu berperang melawan ******* itu, jantungku mau copot melihatmu terluka. Apa kamu tahu betapa marahnya aku Yolanda, aku sangat marah pada semua tentara yang ada di sana. Sampai-sampai aku ingin meledakkan mereka semua,” ucap Arsen, ia masih memeluk Yolanda.
Tadinya ia sangat marah tetapi saat memeluk Yolanda, rasa amarah itu hilang yang tersisah rasa sayang yang begitu dalam. Sampai-sampai ia hampir menangis terharu sebab akhirnya bisa memeluk wanita itu lagi. Selama beberapa bulan ini ia bekerja keras untuk bisa menemuka Yolanda. Arsen bahkan meminta bantuan kepala tentara.
“Terluka sudah hal biasa bagi kami.”
“Itu resiko dari pekerjaanku.”
“Iblis sekalipun tidak akan meminta bawahannya berperang saat hamil,” ujar Arsen.
“Tidak seperti yang kamu pikirkan, hanya saja situasinya sangat mendesat, sebenarnya aku sudah mau cuti sampai melahirkan. Tapi saat itu yang bisa membuka kode akses itu hanya aku dan ada seorang rekan, tapi sampai saat ini kami kehilangan kontak.” Yolanda mencoba menjelaskan situasinya pada Arsen, lelaki itu masih terus memeluk tubuh Yolanda. Yolanda terus menatap pantai, ia sudah lupa kapan terahir ia melihat pantai.
“Apa kamu menyukainya?” tanya Arsen, ia melepaskan tangan.
“Sangat indah. Aku lupa kapan terahir aku melihat pantai,” tuturnya sembari membuka jendela villa.
“Menculikmu ke tempat ini berarti sudah tepat,” ucap Arsen.
Yolanda tidak menyahut, tetapi ia keluar diikuti Arsen dari belakang, ia memakaikan jaket hangat ke tubuh Yolanda dan berjalan-jalan ditepi pantai. Wajah itu kembali memperlihatkan raut sedih, ketika ia melihat kulit kerang berserakan, ia berjongkok dan memungutnya beberapa biji dan mengumpulkannya di tangan. Arsen tidak berani bertanya apapun ia hanya diam dan mengawasi Yolanda dari belakang.
“Kita ada di mana?” tanya Yolanda ia melihat arah sekitar terasa asing di matanya.
__ADS_1
“Di Jerman di villa kami.”
“Ha? Jerman?Bagaimana kamu membawaku ke sini? Aku tidur berapa lama?” Yolanda kaget setelah mengetahui dirinya berada di luar negeri.
“Jet pribadi, satu hari, aku minta resep dari dokter.”
“Pak Arsen-”
“Yolanda! Berhenti memanggilku dengan Pak, Pak aku ini suamimu perlakukan aku layaknya suami. Bisakah kamu jangan membantahku sekali saja,” ujar Arsen.
“Masalahnya kamu akan menempatkan kami dalam masalah,” tutur Yolanda dengan mata sendu, tubuhnya masih terlihat lelah.
“Bisakah kamu percaya padaku sekali saja?” Arsen memegang kedua pundaknya lalu menatap dalam ke mata Yolanda.
Yolanda disaat seperti saat itu sebenarnya sangat membutuhkan sosok suami, dengan perhatian Arsen seperti itu ia merasa goyah dan hatinya mulai nyaman dengan sikap manis dan perhatian Arsen. Yolanda tidak pernah menduga hamil akan membuat tubuh dan pikirannya lelah.
Untuk pertama kalinya Yolanda merasa tidak berdaya, mungkin efek obat tidur yang diberikan Arsen padanya. Yolanda dan Arsen kembali ke dalam Villa. Arsen sudah merencanakan penculikan itu selama berbulan-bulan. Ia bahkan mengorbankan banyak uang menyusun rencana yang sangat berbahaya demi bisa membawa Yolanda bersamanya.
“Baiklah, aku juga merasa sangat lelah rasanya aku ingin tidur saja satu hari ini.”
“Baiklah mari kita lakukan itu.”
“Aku akan memasak sesuatu untuk kita.” Wanita hamil itu menuju dapur.
“Kamu duduk saja, biarkan aku yang melakukannya,” ujar Arsen.
“Apa Tuan Muda bisa memasak?” goda Yolanda sembari tersenyum kecil.
Arsen terkejut melihat Yolanda tersenyum untuk pertama kalinya.
‘Apa dia tersenyum? Ini pertama kalinya aku melihat itu’ Arsen sangat bahagia saat Yolanda memberinya senyuman pertamanya.
“Bukan hanya kamu yang banyak rahasia Yolanda, aku juga banyak rahasia, salah satunya memasak. Semua orang menganggapku hanya anak manja yang kaya, mereka tidak tahu kalau aku sering masak untuk diriku sendiri,” ucap Arsen, tangannya dengan cekatan mengerjakan pekerjaan memasaknya. Hanya dalam hitungan lima belas menit ia sudah menyajikan dua makanan yang mengugah selera, daging panggang ditabur pasta dan salad buah.
“Kamu koki yang hebat,” puji Yolanda, saat mencicipi pasta buatan Arsen, walau makanan olahan tapi ia bisa mengubahnya menjadi makanan yang enak. Setelah selasai makan Arsen tiba-tiba Arsen mengeser kursi lalu duduk didepan dan memegang tangan Yolanda.
“Yolanda aku mencintaimu, jadilah istriku selamanya.”
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa like, komen dan berikan hadiah ya terimakasih