Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Pembalasan Arsen Untuk Orang yang Menangkap Istrinya


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Kondisi Arsen sudah benar-benar pulih, dikurung selama berbulan-bulan telah mengubah penampilannya ia membiarkan rambutnya panjang tidak terurus, ia juga membiarkan dagunya ditumbuhi kumis halus.


“Selamat pagi Bro,” sambut Erik pada sang sepupu.


Buak!


“Itu pelajaran untuk lu karena menolak melepaskanku,” ujar Arsen memberi satu bogem mentah ke  bibir Erik.


“Auu, sialan Lu,” pekik Erik meringis.


Ia berjalan buru-buru menuju jet pribadi milik keluarganya.


“Itu gue lakukan demi kebaikan lu dan keluarga kita,” ujar Erik mengikuti Arsen dan duduk di sampingnya.


“Jangan bicara denganku,” ujar Arsen ia menatap jendela.


“Nenek ingin bertemu denganmu.”


“Tidak, antarkan saya ke Texas,” ucap Arsen pada asistennya.


“Tapi kita belum dapat ijin terbang ke sana,” jelas Erik.


“Gue bisa melakukannya.” Arsen menelepon seorang lelaki yang punya kekuasaan di kota  dan untuk mengijinkannya mendarat di sana.


“Sen apa Lu tidak ingin melihat putramu?”


“Tidak.”


Ternayata Yolanda sudah melahirkan dan anak itu sudah dirumah keluarga Arsen. Tetapi beredar kabar selepas melahirkan  Yolanda juga dilenyapkan. Mendengar hal itu Arsen merasa dunianya runtuh, ia membenci semua orang bahkan sang nenek. Ia bahkan tidak ingin melihat putranya sendiri.


“Di sangat tam-”


“Diam, jangan membicarakan dia didepanku. Katakan pada Nenekmu saya tidak akan kembali ke rumah itu lagi,” ucap Arsen.


“Bagaimana dengan perusahaan semua orang menunggumu.”


“Kamu dan Jessen juga ada Erik, kenapa harus saya!”


“Baiklah, kamu sepertinya masih marah dan butuh waktu untuk sendiri, gue tidak bisa ikut akan kembali ke Jakarta,” ujar Erik.


Ia keluar dan pulang ke Jakarta sementara Arsen ke Amerika. Lelaki itu sangat marah pada pemilik Organisasi yang menghukum Yolanda ia berhiat membalas mereka.


Arsen mengubah dirinya, ia melepaskan semua yang ia miliki  dan mengembangkan perusahaan senjata yang pernah dibangun sang kakek. Kini lelaki itu tidak lagi bersembunyi sudah berani menunjukkan siapa sebenarnya pemilik perusahaan raksasa tersebut.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut Marina kaget luar biasa, ia tidak tahu kalau selama ini Arsen membangun perusaan kakeknya secara diam-diam.


“Saya ingin memusnakan organisasi itu bagaimanapun caranya,” ujar Arsen, ia melakukan olahraga berat setiap hari, alhasil otot di tubuhnya terbentuk sempurna.


“Sen, pikirkan sekali lagi,” ujar Leu Chan.


“Tidak ada yang perlu dipikirkan, kerjakan saja apa yang perlu dikerjakan.


*


Satu tahun kemudian.


Leu Chan meminta bantuan pengawal pada organisasi itu lagi. Sopian seperti punya pirasaf kalau itu ada hubungannya dengan Arsen. Ia melaporkan pada pemilik organisasi kalau sebuah perusahaan besar dari China meminta pengawalan pengiriman barang berupa bahan peledak.


“Saya tidak ingin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya Pak,” ujar Sopian menemui pria tua itu di ruangannya.


“Apa kamu sudah mencari tahu nama pemiliknya?” tanya Buraga Komang.


“Sebuah perusahaan baru yang dipimpin seorang bernama Leu Chan bermarkas di Texas.”


“Dia meminta sepuluh orang anggota kita untuk mengawal barang mereka melalui kapal. Tawarannya sangat besar.” Sopain memperlihatkan profosal kerja sama itu ke dapan Buraga.


“Bagaimana menurut kamu Sopian?” tanya lelaki tua itu melihat Sopian.


“Menurut pendapat saya, terima saja Pak. Kita lagi butuh suntikan dana untuk menambah senjata baru juga merekrut anggota baru,” ujar Sopain.


“Saya tidak setuju. Bagiku ini sangat mencurigakan tolak saja,” ujar Buraga, lelaki itu memang dikenal sangat teliti sebagai mantan pemimpin pasukan khusus ia punya felling kalau ada masalah. Ia juga punya banyak mata-mata  di seluruh dunia.


‘Sial, kenapa pria tua ini tidak mati saja’ Sopian memaki dalam hati saat ia menolak tawaran mengiurkan dari Arsen.


“Apa ada yang ingin kamu katakan Sopian?” tanya lelaki itu menatap wajah bawahannya.


“Tidak Pak.”


“Keluarlah dari ruangan saya. Karena sebentar lagi saya ada tamu penting.”


Sopian semakin kesal sebab Buraga megangapnya  sebagai sampah, padahal dirinyalah yang mengelola organisasi itu hingga punya nama dan dapat ijin dari pemerintah. Tapi kali ini setelah perusahaan itu dapat pengakuan Sopian seolah-olah tidak dianggap lagi. Beredar kabar juga kalau Bruga akan menyikirkannya dan menggantikan dengan orang baru. Ia keluar dari ruangan ketua, tapi ia menguping pembicaraan dengan lelaki yang jadi tamunya.


“Saya ingin bersih-bersih dan merobka struk yang lama,” ujar Bruga.


“Apa yang ingin bapak inginkan saya kerjakan?’


“Saya ingin menyingkirkan semua anggota yang lama dan ingin menganti yang baru.”


“Kenapa Pak?

__ADS_1


”Mereka terlalu banyak mengetahui tentang semua rahasia organisasi ini.”


“Bagaimana dengan Sopian?”


“Singkirkan dia terlebih dulu dan singkirkan juga klien yang bernama Marina dan cucunya Arsen, mereka terlalu banyak mengetahui tentang saya.”


Mendengar hal itu tangan Sopain gemetar, ia mengumpulkan semua anggota yang lama dan mengutarakan  niat jahat pemimpin. Sebelum mereka kabur Sopian menyampaikan niat jahat Bruga pada Leu Chan.


[Saya yakin kamu mengenal Arsen, katakan padanya kalau Bruga berniat menykirkan kami, para anggota lama untuk melindungi kerahasian organisasi . Saya tidak bisa melindungi Marina tapi aku dan Krisna berusaha sekuat tenaga. Sampaikan pada Arsen untuk meminta bantuan, sampaikan juga padanya saya ingin bicara]


Arsen diam, setelah mendengar pesan dari Sopian. Satu tahun yang lalu pria itulah yang jadi target utamanya. Ia berpikir Sopianlah yang memerintahkan anak buahnya untuk menembak dan menculik Yolanda.


“Bagaimana Sen?” tanya Leu Chan.


“Baiklah atur waktu bertemu dengannya. Tapi sebelumnya minta perlindungan tambahan untuk menjaga rumah Nenek. Sampaikan pada Eri kalau mereka dalam bahaya.”


“Baik.”


“Aku ingin mendengar langsung dari pria brengsek ini , bagaimana cara dia melenyapkan Yolanda.”


“Sen, tolong jaga emosimu.” Leu Chan memperingatkannya.


Arsen tidak ingin keluarganya dalam bahaya ia membayar tentara rahasia juga dari Amerika. Arsen akhirnya bertemu dengan Sopian. Padahal awalnya Arsen  ingin menghabisi Sopian pertama, tapi setelah pria itu menceritakan semuanya Arsen hanya diam.


“Joan, sudah seperti anak sendiri bagiku.”


“Kalau kamu menganggap dia sebagai anak, kamu tidak akan memperlakukan dia seperti itu, mendorongnya dalam bahaya saat dalam hamil,” balas Arsen marah.


“Saya tidak punya pilihan. Kalau dia tidak turun tangan Aku dan Nenekmu dalam bahaya. Mari kita singkirkan lelaki tua ini. Aku dan kakekmu yang pertama membangun organisasi ini, karena dia punya jabatan dan kekuasaan ia meminta agar namanya dijadikan sebagai pemilik agar organisasi punya surat ijin.”


“Maksudnya Kakekku juga?” tanya Arsen kaget.


“Iya, awalnya hanya membangun  perusahaan kecil hanya menyalurkan sekuriti untuk keamanan bank. Kakekmu meminta  melatih sepuluh pengawal untuk kamu dan saya latih. Saat itu ada teman kakekmu yang butuh bodyguard tapi aku tidak punya orang lagi karena butuh modal merekrut orang dan melatih mereka. Akhirnya kakekmu memberiku modal besar untuk membangun organisasi dan akhirnya menjadi besar. Kakekmu meninggal, ternyata ada masalah mengenai surat ijin. Bruga memberikan tawaran ,  tidak bisa berbuat apa-apa karena kakekmu sudah tidak ada untuk membantu.”


“Apa Nenek tahu ini?”


“Iya dia tahu. Bahkan Yolanda kenal dekat dengan kakekmu dialah yang meminta Marina untuk menikahkanmu dengannya.”


Hati Arsen semakin sedih saat menyinggung Yolanda, untuk pertama kalinya ia berani bertanya bagaiamana wanita itu pergi.


“Bagaimana kalian membunuhnya?”


Belum juga dijawab Leu Chan datang ia memberitahukan kalau rumah Arsen diserang di Jakarta.


Bersambung

__ADS_1


Berikan dukuangan ya kakak , like, komen dan hadiah agar  viewers naik.


__ADS_2