Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Tidak ada Kompromi.


__ADS_3

Pintu hancur sekelompok pria menggunakan penutup kepala, menorobos masuk dan menodongkan senjata laras panjang ke arah mereka. Arsen kaget dengan ripleks memeluk tubuh Yolanda, ia melindungi istri dan anaknya, sayang mereka berdua belum sempat mengambil senjata.


Dor!


Sebuah tembakan menghantam bagian belakang Arsen, lelaki berwajah tampan itu, ingin membalikkan badan sebuah  benda keras mengahantam bagian kepalanya, ia terkapar  di lantai dengan samar ia melihat Yolanda ditodong dengan senjata dan diseret paksa Arsen pingsan.


Yolanda dibawa paksa ke dalam mobil dan dikawal ketat. Setelah mobil melaju mereka melepaskan penutup kepala. Tapi Yolanda tidak kaget, ia sudah tahu siapa yang menemukan dirinya.


“Maaf kami hanya menjalankan perintah Dan,” ujar rekannya.


“ Hubungi orang untuk menyelamatkannya, dia tidak salah apa-apa,” ujar Yolanda ia ingin Arsen selamat, bumil itu hanya diam dengan tangan diikat ke depan.


“Baik.”


Salah salah seorang dari mereka menelepon Marina mengabari kalau Arsen terluka. Setelah diterbangkan dari Jerman ke Jakarta, Yolanda tiba di sebuah bankar rahasia dua orang lelaki tua dan Sopian sudah duduk menunggu.


*


Sopian berdebat sengit dengan pemilik Organisasi. Rupanya saat Yolanda meretas data di kedutaan ketahuan kalau yang mencuri data penting itu organisasi mereka karena wajah Yolanda terpampang di CCTV jadi Bruga sang pempim ingin menggorbankannya.


“Saya tidak setuju Pak, ada cara lain. Kita bisa mengirim Yolanda ke luar negeri tidak perlu melenyapkannya,” bela Sopian.


“Dia berhianat, setiap anggota yang meninggalkan organisasi tanpa pemberitahuan akan di lenyapkan. Apa kamu sudah lupa aturan itu?” Brugara menatap Sopian dengan tajam. Dari dulu sampai sekarang kamu orang yang sangat lemah,” sindir Bruga.


Sopian tidak ingin kehilangan Yolanda,  ia  menjelaskan kalau Yolanda hamil karena  permintaan Klien. Pemimpin organisasilah yang memerintahkan Yolanda ditangkap kaget dan ia menuduh Yolanda melanggar aturan  dan berhianat. Sopian atasan Yolanda mati-matian membelanya agar tidak dihukum  mati.


“Yolanda satu-satunya kebanggaan organisasi kita,” ujar Sopian membela.


“Penghianatan adalah musuh terbesarku,” ucap lelaki tua pemilik organisasi  itu.


“Saya bisa  menjamin dengan nyawaku. Yolanda tidak ada niat, ayah dari bayi yang dikandungnya yang melakukannya.”


“Katakan siapa lelaki yang mencoba mengusik pasukanku?” tanya lelaki tua pendiri sekaligus pemilik organisasi pasukan elite tersebut.


“Pak, dia hanya seorang klien yang jatuh cinta pada 03.” jelas Sopian


“Kalau begitu lenyapkan 03,” perintah lelaki tua itu dengan kejam.


“Pa-Pak dia sedang hamil, biarkan dia melahirkan anak itu dan berikan pada pemilik. 03 tidak bisa bergabung lagi.”


Sopian sangat kaget dengan keputusan pemikk organisasi, bagi lelaki itu Yolanda sudah seperti anak sendiri. Dirinyalah yang menemukan Yolanda kecil pertama kalinya lalu  membawanya ke rumahnya, setelah beranjak remaja sopian mebujuknya bergabung dengan pasukan rahasia. Ia  berjanji akan membantu  untuk membalaskan dendam  orang tuanya. Setelah dianggap bersasalah Yolanda akhirnya  dikurung di sebuah ruangan.

__ADS_1


“Maafkan aku Jo karena tidak bisa membantumu,” ucap Sopain dengan putus asa.


“Saya siap menerima semua konsekuensinya Pak. Tapi aku punya satu permintaan,” ujar Yolanda.


“Ya, katakan saja.”


“Aku ingin bapak membantu adikku untuk masuk seleksi, dia pasti akan lolos Pak, karena dia sudah berlatih keras.” Yolanda menyodorkan kertas, “maaf saya mengecewakan Pak,” ujar Yolanda.


“Aku tahu itu bukan salahmu. Marina sudah menceritakan semuanya padaku.”


“Nyawaku tidak ada artinya Pak, biarkan anak ini jug selamat dan berikan pada keluarganya.”


“Baiklah, Jangan khawatir Arsen baik-baik saja.”


“Baik Pak.”


Sopian menghela napas berat, lalu  meninggalkan Yolanda dalam ruangan tertutup itu, wanita itu terlihat sangat tegar dengan hukuman yang ia terima. Walau dalam hal ini ia tidak sepenuhnya salah. Tetapi foto-foto kebersamaan Arsen dan dirinya saat bersenang-senang di taman bermain jadi barang bukti. Yolanda dianggap berhianat karena melarikan diri dari kesatuannya. Yolanda tidak keberatan ia mendapat hukuman, tetapi sebagai gantinya ia meminta Sopian membantu adiknya untuk masuk seleksi tentara. Sopian berjanji akan membantu adik Yolanda untuk di terima sebagai Koswad


            **


Di sisi lain


“Apa yang ingin lu lakuan Bro, belum bisa bangun.” Erik menahan tubuhnya.


“Bagaimana dengan dia? Bagaimana dengan Yolanda?” tanya Arsen dengan tatapan memburu.


“Lu harus tetap sehat.”


“Bagaimana dengan dia?” teriak Arsen marah.


“Gue dengar dia ditahan sama kesatuannya dia dinyatakan bersalah,” tutur Erik,akhirnya mereka  mengetahui kalau Yolanda seorang agent .


“Dia akan dilenyapkan setelah melahirkan sesuai hukum kesatuan mereka,” ujar Leu Cahn dengan kepala menunduk.


“Itu tidak boleh terjadi, dia tidak salah. Saya yang  bersalah, kita harus menyelamatkannya.” Arsen lagi-lagi ingin berdiri tapi karena luka di tubuhnya ia belum kuat.


“Arsen tenangkan dirimu! Jika Lu macam-macam bayi dalam kandungan Yolanda juga akan ikut dihabisi kalau kamu mencoba mengusik mereka lagi. Nenek sangat terpukulu dengan semua ini, dia meminta kami untuk menjagamu di sini sampai situasinya benar-benar aman.”


“Dia tidak bersalah Rik, gue yang salah, gue yang menculiknyadan membawa ke sini. Biar gue saja yang dihukum,” ujar Arsen, dia merasa sangat bersalah.


“Apa kamu pikir Nenek setuju? Kamu harta keluarga kita, kami tidak ingin kehilanganmu juga.”

__ADS_1


“Tapi aku tidak ingin dia dihukum karena perbuatanku,” ujar Arsen dengan suara meredup.


Tidak ingin  Arsen bertindak gegabah Leu Chan terpaksa memberinya bius, agar ia tenang, Arsen kembali tidur.


“Maaf terpaksa aku membiausnya lagi,” uar Leu Chan.


“Tidak apa-apa kamu melakukan hal yang benar. Apa yang harus kita lakukan, Arsen tidak akan tinggal diam  melihat Yolanda dipenjara,” ujar Erik.


“Dia akan melakukan apapun untuk membebaskannya, wanita itu sangat berarti bagi Arsen,” ujar Leu Chan.


Demi menyelamatkan Arsen dan bayinya, mereka akhirnya memindahkannya ke sebuah ruangan kusus. Ia tidak akan bisa keluar dari sana sampai bayi Yolanda lahir dan diantarkan pada keluarga Arsen.


                  *


Arsen bangun tapi kali ini, saat ia bangun ada di ruagan tertutup tidak ada jendela tidak ada akses buat keluar . Saat mengetahui dirinya dikurung Arsen sangat marah, ia melemparkan semua benda dalam ruangan tersebut. Ia berteriak dengan marah dan memaki-maki Erik yang mengurungn


“Keluarkan dari sini brengsek!” teriak Arsen dengan tubuh masih  lemah ia memukul tembok menggunakan kursi.


“Maaf Bro, kami terpaksa melakukan ini, demi kebaikan keluarga kita,” ujar Erik dari sebuah cela.


“Brengsek kamu Rik. Apa lu tega  membiarkan orang yang tidak bersalah dihukum?Dia tidak salah … gue  yang salah kalau saja gue mendengar perkataaan Yolanda saat itu semua ini tidak akan terjadi, maaf .. Mafkan aku.” Ia menengelamkan wajahnya diatas lengan yang diletakkan diatas lutut.


“Semua akan berlalu,lu harus tetap tegar.” Erik merasakan apa yang dirasakan Arsen.


“Tidak, gue tidak akan sanggup memikul penyesalan ini, keluarkan gue dari sini Rik,” mohon Arsen dengan suara berat.


“Maaf Sen, gue udah janji sama Nenek untuk jaga lu.” Erik menolak.


“Kalau begitu biarkan gue bicara dengan Nenek.”


“Dia tidak ada di sini.”


Arsen berteriak keras meluapkan amarahnya lalu meninju dinding dengan keras.


“Buk! Buk! Buk!


Walau tangannya terluka, tetapi tidak bisa mengimbangi rasa sakit di hatinya, ia akan memikul penyesalannya seumur hidupnya. Ia akan menyalahkan dirinya penyebab Yolanda mendapat hukuman lalu dilenyapkan.


Bersambung


Bantu like, komen dan berikan hadia ya kakak agar authornya semakin semangat untuk update terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2