Ternyata Istriku Agent Rahasia

Ternyata Istriku Agent Rahasia
Apaka Dia Wanita dari Masa Lalu?


__ADS_3

Yolanda tidak pernah punya kekasih, Arsen lelaki pertama yang menyentuh tubuhnya. Maka saat Arsen memeluk  dari belakang ia merasa seperti sesak napas karena gugup.


“Karena kamu istriku, aku berhak memelukmu,” ucap Arsen memberikan penjelasan sebelum ditolak, perlahan tubuhnya mengendur, ia bernapas normal. Arsen melingkarkan tangannya pinggang dan mengusap perut Yolanda dengan lembut, wanita bertubuh tinggi itu, tidak melakukan penolakan sebab ia berpikir Arsen adalah suaminya.


‘Siapa dan dari mana asalmu aku tidak tahu dan mungkin tidak akan tahu, tapi mulai sekarang aku akan mengawasimu’ Arsen membatin.


“Aku tidak biasa seperti ini,” ujar Yolanda.


“Apa kamu tidak pernah membaca isi surat kontrak pernikahan?”


“Aku selalu membaca sesuatu hal sebelum menyetujuinya Pak Arsen.”


“Kalau begitu kamu tahu, selama dalam kontrak pernikahan kamu adalah istriku dan bersikaplah sebagai istri. Satu hal lagi jangan menyebutku dengan panggilan Pak, Pak aku belum jadi bapak. Panggil saja Arsen,” ucap Arsen.


Mereka berdua memiliki watak yang sama-sama keras, Arsen terkenal dengn sikap sombong dan angkuh sementara Yolanda keras pada dirinya sendiri, ia punya sikap disiplin yang tinggi dan pekerja keras. Arsen sadar, semakin ia keras akan membuat batas yang sangat tinggi untuk mereka berdua. Akhirnya Arsen yang mengalah, ia membuang gengsi dan ego  bahkan mau tidur dengan wanita yang sama sekali belum ia kenal. Karena Yolanda tidak memberinya ruang untuk masuk dalam kehidupanya maka ia melakukan perubahan pada sikapnya.


“Baiklah aku akan melakukannya, tapi lenganmu diatas lukaku membuatku kesakitan,” tutur Yolanda.


“Baiklah, aku memindahkannya ke sini.” Lelaki pemilik tinggi 180 cm itu menempatkan lengannya dibawah ketiak Yolanda tepat diatas bongkahan indah itu.


‘Kenapa harus di sana’ tubuh Yolanda kembali menegang.


Arsen semakin merapatkan tubuh kekar itu lalu memeluk Yolanda, ia semakin merasa leluasa karena wanita itu tidak menolaknya, saat ia meletakkan dagunya dipundak Yolanda, tiba-tiba bau tubuh Yolanda  mengingatkanya pada kejadian enam tahun yang lalu. Dimana seorang tentara wanita menyelamatkan nyawanya dan mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan hidupnya. Ingatan Arsen tiba-tiba melintas ke masa lalu.


Di masa lalu.


Jerman.


Arsen baru saja pulang dari bar, saat mobil melintas diarea sepi sebuah mobil datang dari arah samping dan menabraknya begitu keras, mobil Arsen terguling ke  jurang. Tidak sampai di sana saat ia dan supirnya dalam keadaan sekarat tiga orang pria memakai penutup kepala menembaki mereka.  Supir dan sang kekasih Arsen  meninggal ditempat. Sementara Arsen  tidak mendapat tembakan karena badannya terhalang badan mobil yang menhimpit tubuhnya. Dalam keadaan sekarat ia menekan alat darurat di arloji yang dipakai.


Lima menit kemudian seorang  wanita  berpakaian tentara datang, ia menyeret tubuh Arsen dari bawah mobil dan mengendongnya di punggungnya.


“Bertahanlah,” ucapnya.

__ADS_1


“Apa kamu orang Indonesia?”


“Iya aku bertugas mengawalmu. Kamu mungkin tidak mengingatku walau aku berdiri di sampingmu dua puluh empat jam, tapi aku selalu melihatmu.” Ia terus mengajak Arsen bicara agar tetap sadar.


“Apa kamu seorang wanita?” tanya Arsen.


“Ya, teruslah bicara jangan tidur.”


“Apa kamu cantik, baumu sangat enak, aku tidak akan melupakan bau tubuhmu.” Ia mengarahkan wajahnya tepat dileher tentara wanita tersebut, ia bisa mencium bau tubuh wanita itu dengan begitu jelas.


“Bertahanlah, bantuan akan segara datang.” Ia membawa Arsen ke dalam mobil dan melakukan penyelamatan darurat.


Arsen membuka mata,  hanya bisa melihat  bagian mata tentara wanita itu karena ia menutup sebagian wajahnya dengan masker, ia mendonorkan darahnya pada Arsen saat itu .


“O3 tiga melapor dia terluka segara kirim bantuan.” suara samar yang ia dengar.


Saat Arsen bangun, ia sudah berada di kamar rumah sakit.


Kembali ke kamar Yolanda.


“Apa aku bau?” tanya Yolanda saat Arsen mengendus hidungnya samping leher Yolanda, ia duduk..


“Apa aku boleh bertanya?”


“Iya, tanyakan saja.” Yolanda menghela napas.


“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Arsen


“Tidak.” Yolanda bangun dari ranjang dan menuangkan air dalam gelas, ia meminumnya berusaha menutupinya dari Arsen.


Malam itu keduanya sama-sama tidak bisa tidur, tidak sedikitpun  Yolanda memejamkan matanya. Ia takut saat ia tidur akan membongkar  semua barang-barangnya  untuk menyelidiki tentang dirinya. Sementara Arsen menunggu Yolanda untuk menjalankan rencananya. Ia ingin mencari petunjuk tentang Yolanda. Mereka berdua sama-sama bertarung siapa yang kalah dan tidur lebih awal. Ternyata Arsen yang kalah, ia tidak kuat menahan ngantuk ia tertidur pulas tetapi ia licik, tangannya tetap memeluk pinggang Yolanda. Saat ia ingin bangun Arsen akan buka mata mau tidak mau Yolanda akan tetap berbaring dengan mata terbuka. Setelah Pagi barulah ia bisa memindahkan lengan Arsen dari tubuhnya.


Saat pagi, Arsen terbangun saat jam alaram Yolanda berisik, ia bangun melihat Yolanda melakukan senam yoga untuk wanita hamil mengikuti gerakannya dari layar laptop. Arsen  berjalan ke balkon dimana Yolanda melakukan senam yoganya.

__ADS_1


“Apa kamu tidak tidur sama sekali?”


“Tidak bisa tidur, mungkin  karena tidak terbiasa,” ucap Yolanda masih menatap layar laptop dan mengikuti gerakan-gerakan yang dilakukan di youtube.


Mata Arsen kembali menyelidiki istrinya, bahkan merek laptop yang digunakan Yolanda dari merek terkenal dan tidak mungkin dimiliki orang biasa, Arsen tidak bertanya. Karena percuma bertanya karena Yolanda juga tidak akan menceritakan apapun padanya. Sadar dirinya diselidiki Yolanda menyudahi olahraga ia menutup laptop dan menyimpanya kembali ke kamar.


“Bagaimana dengan lukamu. Apa kamu sudah menganti perbannya?” tanya Arsen.


“Tidak, nanti saja.”


“Biarkan aku yang melakukannya.”


‘Kenapa dia tiba-tiba sangat baik? Apa yang dia rencanakan’ Yolanda selalu waspada.


“Tidak usah, kamu berangkat ke kantor saja.”


“Aku tidak kerja hari ini, aku ingin  menemanimu satu hari ini.”


‘Apa? Aku tidak mau, satu malam saja kamu bersamamu aku sudah pusing’ Yolada membatin.


Yolanda meminta bantuan Marina untuk menjauhkan Arsen dari kamarnya hari itu,  mendengar hal itu Marina  punya ide. Ia mengumpulkan para petinggi perusahaan dan mengadakan rapat dadakan  sekretaris Arsen menelepon agar Arsen datang untuk menghadiri rapat.


*


“Aku ada rapat di kantor, tapi nanti aku akan pulang lebih cepat, jangan kemana-mana tunggu sampai datang, kalau tidak … aku akan melaporkanmu pada Nenek tentang luka ditubuhmu,” gertak Arsen.


“Baiklah,” sahut Yolanda masih  membaca buku ditangannya.


Ia terlihat santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa, setelah ia melihat mobil Arsen keluar. Ia berdiri buru-buru dan mengeluarkan semua barang-barang pribadinya dari lemari, lalu menyusunnya dalam koper ia menekan alat komunikasi di belakang kuping.


“Kris, laporkan segera jika kalian akan pulang.” Kris hanya  memberi kode batuk sebagai tanda iya. Ia tidak bisa menjawab sebab ada Arsen bersamanya.”


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa berikan like, komen dan hadiah ya terimakasih


__ADS_2