
Kini rumah tangga Arsen dan Yolanda dipenuhi kebahagian, apa lagi saat Yolanda tidak kerja lagi. Arsen semakin bahagia karena ada putranya. Arsen akan melakukan apapun asal Yolanda bahagia. Yolanda juga mengikuti seua nasihat Mamanya agar patuh dan menurut pada sang suami. Saat mengeluh sakit sedikit saja Yolanda sudah meraasa panik. Kini mereka berdua masih di rumah sakit sementara Nathan dan pengasuh sudah dijemput supir Arsen diantar pulang
Yolanda tidak tahu kalau Arse ulang tahun hari itu, padahal setahuny ulang tahun Arsen besok.
“Kamu ulang tahun, tapi aku lupa.” Yolanda menutup mulut dengan perasaan bersalah. “Oh, maafkan aku sayang, aku sungguh lupa.” Yolanda memeluk Arsen ia malu karena melupakan ulang tahun sang suami.
Dokter dan perawat di ruangan itu hanya bisa tersenyum melihat Yolanda yang terus-menerus minta maaf .” Aku pikir ulang tahunmu besok.”
“Memang besok.”
“Loh … lalu kenapa Erik?”
“Itu dia, makanya aku bilang dia gila. Katanya dia besok mau pergi ke Amerika dan perayaan ulang tahunnya dipercepat. Mana ada hal seperti coba dia memang sepupu yang gila,’ ujar Arsen.
Arsen juga menceritakan bagaiman Erik dan beberapa orang teman mereka mengerjainya dengan cara yang gila.
Mendengar cerita Arsen, Yolanda tertawa terbahak-bahak, ia baru ingat beberapa hari yang lalu Erik menanyakan cara merayakan ulang tahun yang sangat berkesan dan Vania menceritakan pengalamanya dapat kejutan ulang tahun yang tidak pernah ia lupakan semur hidup karena memalukan dan tersiksa.
“Apa yang di lakukan padamu dia dengar dari Vania. Dia juga waktu sekolah katanya di kerjain guru sama teman-temanya saat ulang tahun, sampai dia migran dua hari karena mandi air dingin.”
“Aku akan membalas Erik nanti,” ujar Arsen kesal.
“Kalian berdua sepupu dan sahabat yang lucu, dia sangat sayang samamu Pi, aku bisa melihat perhatiannya padamu saat sakit. Kapan dia ulang tahun?” tanya Yolanda.
“Dua hari yang lalu,” ujar Arsen.
“Oh, kalian hanya beda dua hari saja pantas kalian berdua jarang akur. Bagaimana saat perayaanmu besaok kita buat kejutan untuk dia juga Pi kita balas dia. Hanya saja papi harus kasih hadia yang paling dia inginkan,” ujar Yolanda.
“Baik,” Arsen setuju.
Yolanda menceritakan rencana kejutan ulang tahun pada Kris dan Hugu. Mendengar hal itu mereka berdua saling melihat dan tersenyum. Kalau bagian memberi kejutan pada orang lain Kris dan Hugo biangnya.
“Eh, kalian senyum-seyum apa yang kalian pikirkan, jangan yang berbahaya,” tegur calon ibu mertua.
__ADS_1
“Gak Bu, kami hanya memberinya ulang tahun yang berkesan.”
“Iya lakukan saja, kalau perlu sampai dia kencing celana,” ujar Arsen.
**
Hari ini ulang tahun Arsen dan dilakukan di sebuah hotel, saat pesta berlangsung tiba-tiba sekelompok berpakaian hitam menenteng senjata mengepung pesta. Semua tamu berteriak panik.
“Tiarap! Tiarap!”
“Apa yang terjadi? Siapa mereka?” tanya Mitha ketakutan.
“Sudah kamu jangan panik,” bisik Vania.
Saat Kris ingin melawan tiba-tiba penjahat bersenjata itu menembak Kris lalu terkapar bersimbah darah. Vania berteriak menangis melihat Kris terkapar.
“Tutup mata mereka semua dan bawa dari sini.”
Mata mereka semua ditutup dan dibawah ke sebuah ruangan dan dikumpulkan.
“Kalian siapa?” tanya Vania dengan suara begetar.
“Kamu tidak perlu mengetahui rencanaku cantik. Apa kamu ingin melawan dan nasipmu ingin seperti pria tadi?”
“Aku tentara aku akan meminta rekan-rekanku datang.”
“Wow Kami takut,” ujar pria berbadan gemuk itu meledek Vania. “Mulai dari wanita ini!” teriaknya pada anak buahnya.
Vania dikat di tengah dan diarahkan senjata padanya.
“Sekarang telepon keluargamu!”
“Aku tidak mau menuruti permintaan teroris seperti kalian!”tolak Vania.
__ADS_1
“Oh, ternyata kamu sangat berani.” Lelaki yang mengenakan penutup kepala itu menusuk dada Vania dengan pisau dan menyeretnya pergi dalam sebuah ruangan suara tembakan terjadi
Kini giliran Erik yang diseret. “Lepaskan aku bajingan! Lepaskan” Ia dipaksa diduduk di kursi. Melihat senjata di tangan para penjahat itu ia dan menyadari Vania dan Krisna sudah meninggal ia semakin ketakutan
“Telepon keluargamu!”
“Ba-baik,” ucapnya gemetar.
Di tengah kepanikan dan ketegangannya tiba-tiba lampu dinyalahkan dan semua orang menyanyikan selamat uang tahun padanya. Itu ulang tahun terekrim yang pernah ada. Erik masih terdiam karena syok tubuhnya benar-benar basah karena keringat. Untung saja Erik tidak punga riwayat jantung. Kalau saja ia punya penyakit jantung menit itu juga ia sudah kejang-kejang dan mati. Kejutan ulang tahun ala ******* ciptaan Krisna dan Hugo benar-benar sempurna. Krisna menggunakan anggota pasukan khusus dari organisasi Paba. Acara kejutan itu berhasil karena mereka semua sudah bekerja sama sama semua keluarga dan tamu yang diundang. Sebelum acara kejutan di mulai anak-anak dan orang tua sudah dipindahkan jadi Nathan tidak melihat acara menegangkan itu.
“Selamat tahun Bro. Bagaimana kejutan ulang tahun dariku. Berkesan kan. Ini tiup lilinnya,” ujar Arsen. Semua keluarga tertawa.
Tapi Erik masih mematung ia benar-benar syok dengan semua yang terjadi. “Berikan dia waktu dia masih kage,” ujar Mitha.
“Ini bukan kejutan ulang tahun Arsen, kamu ingin membunuhku!” teriak Erik ia sampai terduduk di lantai dengan penampilan berantakan.
“Bagaimana rasanya dikerjai? Itu yang kamu lakukan padaku. Apa kamu tau aku sampai masuk rumah sakit,” ujar Arsen.
“Kamu parah Sen, ini sangat berlebihan!” ujar Erik.
“Tidak berlebihan mereka juga ingin latihan,” ujar Arsen santai.
Dua puluh pasukan itu melepaskan penutup wajah dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Kris. Saat itu jugaErik langsung kapok. Ia berjanji tidak akan mengerjai Arsen lagi
Kris yang berakting terluka tadi datang dengan pakaian yang masih ada noda merahnya. “Selamat ulamg tahun ya Pak Erik.” Ia menyadorkan tangannya. Erik menerim tangan Krisna dan melakukan gerakan cepat mennjatuhkan tubuh Kris ke lantai.
“Kamu berengsek Kris! Aku pikir kamu benaran mati tadi. Kamu akan aku hajar.” Ia ingin memukul Krisna tapi dengan cepat Krisna menangkis dan menghindar lalu melarikan diri dari depan Erik
“Jangan menyakiti Krisna nanti dia gagal menikah. Makanya jangan suka mengerjai orang kalau kamu tidak suka dikerjai,” ujar sang Nenek, ia datang dengan Bu Tiani, Mami Etik, Nathan dan keluarga yang lain.
“Nenek sama Mami juga ikutan?” Erik melonggo karena mereka semua kompak melakukan kejutan ulang tahun yang paling mencekam dan ia yakin tidak akan melupakan hari itu selamanya
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa berikan Vote like ya terimakasih