Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Calon Ibu Tiri
TMCIT part 10


__ADS_3

Gabriel segera kembali ke mansion miliknya. saat laki-laki itu telah puas menghabiskan waktu dengan sang kekasih.


"kita pulang sekarang,"ujarnya dengan nada yang sangat datar.


"baik Tuan,"


Mobil segera melaju dengan kecepatan tinggi karena Gabriel meminta untuk sampai di tempat tujuan dalam waktu 15 menit. dan tak berselang lama, mobil itu telah sampai di depan mansion milik laki-laki itu.


"di mana dia?"tanya Gabriel Seraya melepas jas miliknya.


"dia ada di kamarnya tuan,"ucap Merry Soraya menundukkan kepala.


"kalian boleh pergi. dan kau Merry, segera persiapkan dia."ucap Gabriel dengan senyuman penuh arti.


"baik Tuan,"wanita paruh baya itu segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar belakang. di mana saat ini, Laura tengah meratapi nasibnya yang sangat kacau itu.


Laura saat ini tengah berada di dalam kamarnya. dengan tubuh yang hampir saja remuk karena perasa sangat lelah akibat permainan dari Gabriel yang sangat menyiksanya itu.


"bangunlah, dan segera makan Tuan Gabriel sudah menunggumu."ucap Merry Seraya menghampiri ranjang yang ditempati oleh Laura.


Mendengar ucapan dari wanita paruh baya itu, tentu saja membuat Laura sedikit gemetar dibuatnya.


"tolong kasihani aku,"ujar Laura memelas. namun itu tidak membuat wanita paruh baya itu berubah pikiran.


Merry masih tetap menarik tangan Laura agar segera bangun dari tempat tidur itu."jangan pernah membuatku susah!"ucapnya dengan melayangkan tatapan tajam.


Akhirnya, dengan gerakan yang sangat lambat, Laura segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. dan setelah selesai, wanita cantik itu keluar dari dalam kamar untuk menghampiri Gabriel yang telah menunggunya di meja makan.

__ADS_1


Laura berjalan menghampiri laki-laki itu dengan sedikit perasaan risih. karena saat ini, dirinya hanya memakai dress berwarna coklat dengan memiliki kerah baju yang sangat rendah. membuat siapapun yang melihatnya, pasti akan langsung dapat melihat aset berharga milik wanita itu.


Perlu diketahui, walaupun Laura berasal dari keluarga yang sedikit berada, wanita itu sama sekali tidak pernah memakai baju seperti itu. dirinya lebih menyukai memakai cadrigan dan juga celana panjang. dan ini, pertama kalinya dirinya memakai pakaian seperti itu.


"kenapa harus ditutup? bukankah itu adalah asetmu dan alat untuk menggoda para pria kaya di negara ini?"ucap seseorang di depan sana. yang tak lain adalah Gabriel. laki-laki itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Karena saking fokusnya memikirkan pakaian yang ia kenakan, Laura sampai tidak sadar jika dirinya telah sampai di dalam ruang makan. dan saat ini tengah berdiri di hadapan laki-laki itu.


Laura sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Gabriel. pertanyaan, yang sebetulnya adalah penghinaan baginya. wanita itu ikut duduk di samping Gabriel. dan langsung melayani laki-laki itu untuk menikmati makanan yang sudah ada di atas meja.


Gabriel sesekali menatap Laura dengan tatapan sinis dan juga tajam. dan beberapa kali, laki-laki itu mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakitkan untuk Laura.


Namun, Laura berusaha keras untuk mengabaikan ucapan dari laki-laki itu. karena memang, dirinya tidak memiliki kuasa sama sekali.


"apa kau sudah sembuh?"tanya Gabriel ambigu. membuat Laura yang mendengarnya, sejenak mengerutkan dahi karena merasa bingung dengan apa yang dilontarkan oleh laki-laki itu.


Namun, seketika Laura tersadar dari lamunannya saat melihat tatapan dari laki-laki itu. apalagi saat ini, mata Gabriel tak lepas dari aset berharga milik Laura yang sedikit terlihat akibat pakaian dari wanita itu.


Namun, harapan Laura seketika pupus. saat Gabriel dengan segera, menarik tangan Laura. hingga membuat wanita itu, seketika terduduk di atas pangkuannya. dan dengan segera, Gabriel mulai melancarkan aksinya.


Laki-laki itu memang memiliki sedikit kelainan pada sesuatu yang berbau ranjang. apalagi, Gabriel mendapatkannya dari wanita yang masih tersegel rapat. tentu saja, sebagai laki-laki normal, Gabriel tidak bisa untuk menahannya. apalagi, wanita itu adalah istrinya. yang secara hukum dan juga agama, adalah halal untuknya.


Dengan tanpa basa-basi, Laura dibawa menuju ke kamar tamu dengan posisi wanita itu dalam gendongan Gabriel. mereka melewati beberapa pelayan yang tampak menatap kegiatan itu dengan sedikit terkejut. namun, para pelayan itu segera memalingkan wajahnya saat mendapatkan tatapan tajam dari Gabriel.


"untuk apa kalian melihat itu, kalian mau dipenggal?"tanya Merry dengan nada yang sangat menakutkan.


Mendengar ucapan dari kepala pelayan itu, membuat semua pekerja yang ada di rumah itu segera kembali melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Gabriel segera membawa Laura masuk ke dalam kamar tamu. laki-laki itu, bahkan membuka pintu kamar itu secara paksa hingga sedikit retak.


"tolong Tuan, jangan siksa saya seperti ini!"ucap Laura Seraya mengatupkan kedua tangan di depan dada.


" heii wanita penggoda, bukankah ini yang kau inginkan? kau berharap menikah dengan ayahku yang sudah sedikit berumur. dengan harapan, kau tidak perlu melayaninya kan? tapi lihatlah, kau malah menikah denganku laki-laki yang masih segar dalam hal fisik." ucap Gabriel tersenyum miring.


"usahamu telah gagal nona,"setelah mengatakan hal itu, Gabriel segera melancarkan aksinya. laki-laki itu seperti kesetanan saat kembali merasakan tubuh Laura.


Laki-laki itu seperti ingin melakukannya lagi dan lagi tidak peduli dengan derita yang dialami oleh wanita yang ada di bawahnya saat ini. yang terpenting bagi Gabriel, dirinya dapat menyalurkan hasratnya. apalagi, waktu dirinya bersama dengan Elmira, wanita itu sesekali menggodanya. dan hal itu membuat Gabriel merasa tersiksa.


*****


"CK, kenapa selalu gagal sih saat aku menggoda dia?"ucap Elmira dengan nada yang sangat kesal.


drrrttt drrttt.


Elmira segera mengalihkan pandangannya saat mendengar deringan dari ponselnya. dan dengan segera, wanita itu mengembangkan senyumannya. saat melihat siapa yang menelponnya.


"halo kak,"ucap Elmira dengan nada yang sangat manja.


"halo, apakah kau sudah melakukan apa yang aku inginkan?"tanya seseorang dari seberang sana.


"belum,"ujar Elmira Seraya sedikit menggigit bibir bawahnya.


"kenapa kau lama sekali?"tanya orang itu yang mulai kesal dengan kinerja Elmira.


"sabar dulu lah kak, aku janji. sebentar lagi, kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan.

__ADS_1


"baiklah, aku pegang janjimu. tapi ingat, jangan pernah kau mengingkari janjimu. ata u kau akan menerima akibatnya."ucap seseorang di seberang sana dengan nada yang sangat menakutkan.


Elmira dengan segera menghela nafas panjang saat ponsel telah ditutup. "huh, menyebalkan sekali. untung juga aku menginginkannya."gumam wanita itu dalam hati.


__ADS_2